Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Kerja keras


__ADS_3

Sharen menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Malam ini dia tidak bisa tidur. Rasanya, ada yang mengganjal. Sudah mencoba untuk memejamkan matanya, tetapi tidak bisa. Ini sepertinya efek kata-kata Nathan yang tadi dia dengar.


"Selamat tidur sayang...


I love you...",


Kalimat yang terngiang-ngiang di telinganya. Rasanya, aneh jika kata-kata tersebut keluar dari mulut Nathan, sahabatnya yang sedari mereka masih dalam kandungan selalu bersama.


"Hih..... Nathan...dasar aneh...", ucapnya dengan mengggaruk-ngaruk kepalanya.


Sadar usaha untuk menidurkan dan mengistirahatkan badannya gagal, Sharen bangun. Matanya, kini tertuju pada paper bag warna merah yang diberikan Nathan untuknya.


Sharen duduk di depan meja riasnya, meraih paper bag lantas mengeluarkan isinya. Coklat Merlion pesanannya. Hmmmm, sebenarnya hanya iseng berkata, tapi Nathan ternyata benar-benar mengabulkan permintaannya.


"Banyak banget ngasihnya. Nathan mau aku sakit gigi?", keluhnya.


"Bando..", ucapnya dengan memakainya dikepalanya.


"Lucu juga...", sambil melihat ke arah cermin. Sebuah bando bewarna pink terlihat sangat manis dipakainya.


Ternyata, bukan hanya coklat dan bando yang Nathan berikan untuknya. Ada satu lagi benda yang belum dia buka.


"Ini apa?", penasaran Sharen membuka sebuah kotak berwarna hitam.


"Kalung.....",


Sharen memegang kalung yang ternyata adalah isi dari kotak tersebut. Sebuah kalung berliontin hati, dengan pahatan inisial huruf N dan S.


"NS? apaan? Nathan - Sharen? Nagita Slavina? ", ucapnya dengan memakai kalung tersebut.


"Cantik banget..",


Entah memuji wajahnya, atau kalung yang dia pakai. Tapi, yang jelas Sharen terlihat sangat senang.


Kembali memasukkan coklat-coklat pembelian Nathan, dan Sharen kembali naik ke atas ranjang. Mencoba untuk mengundang kantuknya dengan memeriksa ponselnya. Membuka akun media sosialnya. Memberikan likenya pada beberapa foto yang diupload oleh teman-temannya.


Mengecek DM, dan ternyata ada pesan dari Nathan. Sempat tidak ingin membuka, tapi Sharen berubah pikiran.


"Kok belum tidur, kenapa? masih pusing cantik..?",


Hanya membacanya saja, tanpa membalasnya.


"Udah dimakan coklatnya? enak? manis kan kayak kamu..",


Masih mengabaikan, Sharen memang sepertinya masih jual mahal.


"Ya udah, kalo nggak mau bales. Seenggaknya kamu mau buka DM aku. Sebentar lagi, buka hati kamu buat aku ya Sha..",


Tergelitik dan akhirnya Sharen membalasnya.


"Kamu ngaco


ngawur...


gombal...


crazy...


Aku benci...",


Rupanya, umpatan dari Sharen tidak ditanggapi oleh Nathan.


"Kamu capek? tidur ya? jangan begadang, nanti kamu tambah sakit...


Aku sayang kamu...",


Menyerah, Sharen membuang ponselnya. Untungnya masih di atas ranjang jadi aman.


"Bodo...

__ADS_1


mending aku tidur..", ucapnya.


Malam berlalu, pagi pun datang. Si cantik Sharen mengusap-ngusap matanya sambil meraba-raba mencari ponselnya yang dia buang semalam.


"Udah jam 8....",


Sharen bergegas ke kamar mandi untuk bergosok gigi serta mengganti pemb*lutnya. Tidak berniat untuk mandi, rasanya malas.


Sharen yang kala itu menggunakan kaos serta celana pendek, langsung ke lantai dasar dengan menuruni anak tangga.


"Oh...nggak bisa om. Kita tetep tunggu Sharen, ini tergantung sama keputusannya...", samar-samar dia mendengar suara itu. Suara Nathan.


Memastikan Sharen mencari-cari sumber suara, dan benar. Itu memang suara Nathan. Kagetnya lagi, ada Luna, kedua orang tuanya serta calon pengantin, Bian dan Gladys.


Sharen berjalan dengan ragu-ragu.


"Nah ini Sharen..", ucap Mommy.


Sharen yang bertanya-tanya, bingung sekaligus canggung.


Ada apa sih ini..?


Sadar ada Nathan, Sharen langsung menyembunyikan kalung yang dipakainya di balik kaosnya.


Terlambat Sha, aku udah liat. Ternyata kamu pake kalung pemberianku...


"Sha.., duduk sini sayang..", ucap Daddy.


Daddy meminta Sharen untuk duduk ditengah-tengah Daddy dan Mommy. Dan, Sharen hanya menurut.


"Ada apa dad...?",


"Tempo hari, kamu ditampar sama Luna? bener..?",


"Daddy tau dari mamang..?",


"Oh...", angguk Sharen.


"Mommy udah laporin Luna ke polisi dengan tuduhan kekerasan dan penganiayaan...",


"Hah...? mom....?", ucapnya kaget.


"Mommy nggak terima sayang.., mommy aja nggak pernah cubit kamu, apalagi nampar kamu kayak gitu...",


"Mom.., tapi ini berlebihan kalo sampe lapor polisi...",


"Nggak berlebihan.., ini cara Mommy ngelindungin anak mommy...",


"Tolong maafin Luna ya Sha..", ucap Tante Ernest.


"Anaknya mbak aja nggak minta maaf.., pelakunya aja diem aja.., kenapa mbak yang repot minta maaf..?", ucap Aira yang nada bicaranya meninggi.


"Ya, sama kayak kamu Ra.., ini caraku melindungi Luna, anakku..",


"Mom.., udah ya.., dicabut aja laporannya mom...",


"Nggak Sha..mommy tetep lanjutin...",


"Kamu nggak ada niat buat minta maaf sama Share, Lun..? terus ngapain kamu kesini?", ucap Nathan dengan tegas. Jujur, baru kali ini Sharen mendengar Nathan berucap tegas dan terkesan galak seperti ini.


"Luna tampar kak Sharen kan gara-gara kak Nathan...",


"Gara-gara Nathan? dia kenapa? kalian putus? terus kenapa anak Tante harus terlibat sama hubungan kalian?",


"Karena Kak Nathan cintanya sama kak Sharen, Luna cuma jadi pelampiasan aja Tante..",


"Iya, tapi itu bukan salah Sharen, Lun...",


Rendra hanya menjadi pendengar. Kali ini, memang dia mempercayakan pada Nathan untuk menyelesaikan masalah ini.

__ADS_1


"Aku lakuin itu, karena aku memang sayang sama Sha. Semua penyebabnya, ada di kakak kamu, Bian...", ucap Nathan.


"Bisa-bisanya ya kamu Nath...", ucap Bian yang hendak berdiri dari duduknya, namun dicegah oleh Gladys.


" Apa? udah kamu dengerin aja.... Apa mau rahasia kamu aku bongkar Bi..?", ancam Nathan.


"Oke..oke..Luna minta maaf kak Sharen. Luna khilaf seharusnya Luna marah sama kak Bian, sama Kak Nathan. Mereka jahat sama Luna...", ucapnya. Luna langsung menangis dan dengan sigap Ernest memeluk putrinya.


Tanpa berpikir panjang, Sharen yang merasa iba langsung memaafkan Luna.


"Kakak terima permintaan maaf kamu Lun..,


Mom.., udah ya? dicabut aja laporannya. Mommy sayang sama Sha kan? Kasian Tante Ernest, pasti juga kepikiran sama Luna.., ya mommy?",


"Oke.., tapi ada syaratnya. Nanti ada surat perjanjian..


Pokoknya, mommy nggak mau nanti kalo ada omongan-omongan yang nggak enak tentang kamu Sha. Mommy nggak mau denger kalo kamu ini ngerebut Nathan dari Luna. Mommy nggak mau ada komentar kayak gitu. Kamu juga Nath.., harus tegas jadi laki-laki. Jangan permainkan anak gadis orang kayak gitu..",


"Iya Tante, terima kasih nasehatnya. Tapi, seharusnya kata-kata itu juga berlaku buat Bian. Biar dia nggak mainin anak gadis orang..",


Berbeda dengan sebelumnya, Bian kali ini hanya diam. Sepertinya dia takut dengan ancaman Nathan.


Mommy Aira setuju untuk mencabut laporannya ke pihak kepolisian. Dan, akhirnya kedua keluarga tersebut berdamai.


"Tante minta maaf ya Sha..",


"Iya Tante.., Sharen ngerti perasaannya Luna...",


"Terima kasih kamu udah berbesar hati memaafkan Luna..",


"Sama-sama Tante..",


Keluarga Fahmi, keluar dari rumah Rendra Perdana. Sharen dan Aira melambaikan tangan pada Ernest dan Luna yang tampak sumringah. Mereka sepertinya sudah bisa bernafas lega karena Aira batal memperpanjang kasus ini.


"Mommy kok nggak bilang Sharen?",


"Hari ini rencananya mommy mau bilang, tapi udah keduluan Nathan kesini, bawa keluarganya Luna buat minta maaf sama kamu...",


Sharen melihat ke arah Nathan dan dibalas Nathan dengan kedipan mata genitnya.


Ih.......


"Om percaya, dan kamu udah buktikan kalo kamu bisa nyelesain masalah ini..", ucap Daddy dengan menepuk pundak Nathan.


"Makasih Nath..",


"Iya Tante sama-sama..",


"Tapi, bukan berarti Tante ngasih izin ke kamu buat deketin Sharen ya Nath....",


Sebuah senyuman Nathan, berubah menjadi datar.


"Sha mau mandi dulu mommy...",


"Iya sayang.., mommy juga mau siap-siap...",


Sharen dan mommy berjalan berdampingan meninggalkan Daddy dan Nathan yang masih berdiri terpaku melihat Sha dan mom.


"Nggak usah keder. Tante Aira emang gitu.., nanti lama-lama juga luluh. Kamu aja bisa buat Om percaya sama kamu, masa nggak bisa ngambil hatinya Tante Aira?",


"Agak susah ya om..",


"Gampang.., tinggal tunjukkin aja kalo kamu emang serius mau jagain anak perempuan kesayangannya, pasti Tante Aira juga ngasih restunya..",


"Iya Om, yang nggak kalah penting, luluhin hati Queen dulu om.., kayak kutub. Dingin banget..",


"Sharen itu kayak mommynya, jinak-jinak merpati.., kamu harus bisa Nath.., harus jadi mantu Om...",


"Iya om, kayaknya Nathan masih harus kerja keras lagi...", ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2