Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Jebakan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu oleh Javas. Mobil yang selama ini dia impikan, rencananya akan di antar ke rumah. Mobil sport pertamanya, yang sangat dia idamkan beberapa bulan ini. Javas memang berniat membelinya, tapi dengan uang yang dia hasilkan sendiri. Tapi, dasarnya sudah rezeki Daddynya malah membelikan untuknya.


Tepat pada pukul 10 pagi, sebuah mobil towing yang membawa mobil sport barunya. Senyum Javas mengembang, ketika mobil Porsche bertipe carera 911 berwarna merah diturunkan perlahan.


"Wah..keren banget mobil kak Javas..", ucap Eljaz yang melihatnya dengan takjub.


"Iya dong..",


"Jaz nanti mau naik ya kak..",


"Oke.., nanti kita test Drive..",


"Hore.....",


Sebuah pemandangan yang biasa maid lihat sebenarnya. Keluarga Rendra memang kerap membeli atau berganti mobil. Tapi, kali ini berbeda atmosfernya. Karena ini mobil yang Rendra beli untuk Javas, mengingat hubungan mereka baru saja membaik dan kembali seperti dulu.


"Makasih Dad..", ucap Javas ketika dia sudah memegang kunci mobil barunya.


"Sama-sama..",


"Javas coba ya Dad..",


Javas masuk ke dalam mobil miliknya. Suara mobil yang mantap, sedikit bising tapi tetap terdengar halus dan berkelas . Jelas! Harga mobil dua pintu ini lebih dari 4 milyar. Sebuah harga yang lumayan fantastis tapi tidak mahal bagi seorang Rendra Perdana.


"Mommy mau ikut test Drive?", tawarnya pada Aira.


"Nggak sayang..",


"Jaz aja kak..", ucapnya menawarkan diri.


"Ayo masuk.."


"Yah.., kak Sha nggak diajak..", keluh Sharen.


"Ayo Queen..",


"Hmmm nggak deh..",


Eljaz melambaikan tangannya ketika mobil yang disopiri Javas melaju, keluar dari halaman rumah. Moment tersebut tidak luput dari Sharen yang mengabadikan dengan video.


"Javas keliatan seneng banget mas..", ucap Aira.


"Iya ya mom.., Sharen jadi nggak tega deh..",


"Sebentar lagi, adik kamu pasti ngomel deh Sha..",


"Kita tunda aja Dad, ngomongnya?",


"Mau sekarang atau nanti,tetap Dad juga harus ngomong sama Javas kan?"


"Terserah Daddy aja deh kalo gitu..",


"Ngomongnya baik-baik ya mas.., jangan berantem, Aira takut nanti Javas nggak mau tinggal disini lagi..",


"Iya sayang.., mas nanti ngomong pelan-pelan sama Javas.., tenang aja..",

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, ungkapan takjub keluar dari mulut Eljaz. Apalagi, saat menambah kecepatan berkendara, bukannya ketakutan, Eljaz malah kegirangan. Sepuluh menit cukup bagi Javas untuk mengetes mobil baru miliknya dengan berkeliling kompleks, akhirnya dia kembali.


"Gimana mobilnya?",tanya Rendra dengan menepuk bahu putra keduanya.


"Mantep dad..",


Saat ini mereka berkumpul di teras rumah. Dan, perasaan Javas mendadak tidak enak ketika mommynya menyuruhnya untuk duduk.


"Sayang.., Dad mau ngomong..", ucap Aira lembut.


"Ngomong?",


"Kamu suka sama mobilnya?",


"Ini yang Javas mau dad.., makasih..",


"Tapi, ini semua nggak gratis Vas..",


"Maksudnya? Javas bayar gitu? Javas cicil dad, Javas cuma punya setengah uang dari harga mobil ini..",


"Bukan itu maksudnya..


Hari Senin nanti, kamu mulai ngantor di Prime.., kalo kamu gantiin Dad, nggak cuma mobil ini yang bisa kamu beli, apapun yang kamu mau, pasti kamu dapetin..",


"Oh.., jadi mobil ini buat sogokkan?",


"Bukan sogokkan, Daddy cuma ngasih gambaran aja ke kamu.., kamu bisa dapetin lebih dari ini kalo kamu gantiin Dad..",


"Javas kan udah nolak, Javas nggak mau, Javas nggak mampu dad..",


"Kalo Javas ngembaliin mobil ini, Javas nggak akan diminta buat gantiin posisi Dad kan?


Nih Jaz, buat kamu aja mobilnya..", Javas menyerahkan kunci mobilnya pada Jaz.


"Mobil ini kan punya kak Javas, Eljaz udah punya, kan abis dibeliin sama Moma. Warna hitam, mobilnya juga lebih gede dari ini..",


"Dasar plin-plan, katanya tadi kamu pengen?",


"Pengen.., tapi kalo dibeliin Dad buat Jaz, bukan bekasnya kak Javas..",


"Ini masih baru Jaz..",


"Nggak mau...,


Sus.., Jaz mau masuk.., pengen minum susu..",ajaknya pada baby sitternya.


Mimik muka Javas yang tadinya terang benderang mendadak menjadi mendung karena permintaan Daddynya.


"Dad.., Javas belum siap..",


"Belajar dulu..",


"Apa yang bisa merubah keputusan Daddy?",


"Bilang sama kak Sharen..",

__ADS_1


"Queen, ayolah..


Javas nggak pengen kerja kantoran.., dari awal pengganti Dad kan kamu Sha.., bukan aku..",


"Kakak udah jelasin dari awal kan? dan kakak percaya sama kamu..",


Javas kira permintaan Queen tempo hari hanya bersifat sementara, tapi ternyata kakaknya serius.


"Kalo nggak kalian, siapa lagi yang gantiin Dad?",


"Masih ada keponakan Daddy kan? Kay, Ray, juga bisa kan dad..?",


"Pemimpin Prime grup, adalah dia yang berasal dari garis keturunan Dad.., bukan yang lain.."


"Kalo Kay sama Ray mampu, kenapa nggak dad?",


"Prime grup memang bukan cuma milik Dad, tapi Daddy tetap pemimpinnya. Om Revan Tante Vina dan saudara yang lain juga tau itu. Daddy adalah orang yang ditunjuk kakek buyut kamu untuk menjadi pemimpinnya.Kenapa mereka nggak pernah protes? Karena Selama ini, Dad memberikan jatah mereka sesuai porsinya. Dad nggak pernah lalai akan itu.., Dad memberikan hak mereka..",


"Tapi passion Javas nggak disitu dad..",


"Darah Daddy mengalir dalam tubuh kamu Vas.., Dad percaya kamu mampu.., kamu tegas, cerdas.., sama kayak Dad..",


"Gimana kalo Jaz aja Dad..",


"Jaz masih terlalu kecil.., dan dia akan jadi pimpinan Prime, tapi dibawah kamu..",


"Terserah Dad..",


"Sayang.., mau kemana?",


"Cari angin mom..",


"Vas....",


"Udah sayang.., biarin aja..,


Biar Javas berpikir..",


"Kalo Javas ngebut, gimana mas? apalagi mobilnya kayak gitu..",


"Biarin aja.., Javas udah ahli.., dia kan pembalap juga..",


Javas kira Daddynya memberikan mobil secara cuma-cuma karena ingin membuatnya bahagia. Tapi, ternyata bagian dari sogokkan Daddy nya yang menginginkan agar Javas mau untuk menggantikan posisi Dad Rendra. Ini sebuah jebakan Batman bagi Javas.


"Ikutin den Javas..", perintah Rendra kepada salah satu drivernya.


"Tapi pak, pasti saya nggak bisa nyusul den Javas..kenceng banget mobilnya pak",


"Bisa.., kamu ikutin aja.., bentar lagi juga mobilnya berhenti..",


"Maksudnya mas?", tanya Aira.


"BBM mobilnya Javas cuma dikit sayang.., bentar lagi juga habis..",


"Oh..",

__ADS_1


Lanjut besok ya, mudah-mudahan ada waktu..


__ADS_2