Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Up dulu ya


__ADS_3

Dengan sabarnya, Kina mengantri. Dan, apesnya dia bertemu dengan dua orang perempuan yang sangat benci kepadanya. Tante Hana dan Tante Erna. Kinara yang sudah pura-pura tidak melihat, justru malah disapa oleh Erna terlebih dahulu.


"Na.., kamu disini..?",


Kina hanya membalasnya dengan tersenyum tipis. Kina memang enggan menanggapi karena menjaga agar tidak terjadi keributan. Apalagi, Kina datang bersama dengan Javas suaminya.


Tidak puas dengan jawaban singkat dan acuh dari Kina, rupanya dua orang yang sangat membenci Kina ini berniat untuk mempermalukan menantu dari Aira. Apalagi, memang sedang banyak orang yang sedang mengantri untuk membayar barang bawaannya. Satu lagi, orang yang berada disana mayoritas adalah ibu-ibu yang sifat dasarnya senang untuk bergosip.


"Kinara, suami kamu mana? kok nggak dianterin?",


Kina diam.


"Kamu udah hamil belum Na? apa jangan-jangan malah kamu dianggurin? Tante bersyukur banget, nggak punya menantu kayak kamu.., istrinya Firman nanti harus gadis cantik dari keluarga baik-baik.., bukan kayak kamu.., bapak tukang judi, ibumu punya pacar banyak, kamu juga nggak jelas siapa bapaknya",


"Alhamdulillah, semoga menantu Tante nanti betah punya mertua culas kayak anda..", ucap Kina singkat.


"Tapi bener Na apa yang diucapin sama Hana, ibumu memang ganjen, suka nempel sana nempel sini..",


Kina menghela nafasnya panjang. Kini, mereka bertiga menjadi pusat perhatian ibu-ibu yang ikut mendengarkan obrolan mereka.


"Katanya kamu jadi menantu orang kaya, kok belanjaannya cuma dikit. Belanja cuma teh, gula, kopi.., kamu menantu apa pembantu..?", ucap Erna lagi.


Jika ada orang yang sangat sabar, mungkin Kinara lah salah satunya. Dia benar-benar enggan menanggapi dua orang yang mulutnya seperti tidak pernah sekolah saja. Bukan apa-apa, Kina hanya tidak ingin nanti ada keributan disana.


"Ibu-ibu tau nggak, ini namanya dokter Kinara. Dia ini dulunya pacar anak saya, tapi saya nggak setuju, karena bapaknya aja nggak jelas. Anak saya ganteng, sudah mapan, jadi kayaknya rugi bandar kalo harus nikahin Kinara...


Hampir aja anak saya nikahin dia, masa kalo mau nikah harus bayar 500 juta buat Nebus hutang bapaknya? Harga dirinya, cuma dihargai 500 juta aja.."?,

__ADS_1


Kinara mulai menunduk. Dia malu, jika kehidupannya dibuka secara gamblang oleh seseorang yang hampir saja menjadi mertuanya.


"Cukup!!!!!!!!", suara lantang Javas terdengar dari belakang. Membuat semuanya menoleh ke sumber suara. Javas berjalan, mendekati istrinya.


"Sayang, kamu nggak apa-apa?",


Kinara tersenyum.


"Nggak apa-apa mas..",


"Kamu diapain sama mereka?",


"Nggak...",


Javas lalu menatap tajam ke arah Hana dan Erna. Jika Hana masih bersikap santai, lain halnya dengan Erna yang terlihat sangat tegang. Javas bagi Erna adalah sebuah virus yang harus dia jauhi.


"Nggak ngomong apa-apa..", jawab Hana sekenanya.


"Tante pikir Javas nggak denger? Javas udah ada dibelakang dari tadi. Javas tau apa yang kalian berdua omongin..",


"Tante ngomong apa!!!????",


"Nggak ngomong apa-apa..",


"Jangan bohong...!!!!!


Ini istri saya, Javas Perdana. Tante jangan macem-macem ya sama Kinara. Dia ini bukan Kina yang dulu lagi.

__ADS_1


Tante bilang apa tadi? bilang Kina bapaknya nggak jelas? Tante mau DNA..? silahkan.


Tante tanya suami kina dimana? nih..ada di depan mata. Tante mau apa?


Tante bilang Kina cuma dianggurin? Tante salah besar...!!!!!


Dasar racun, Tante Erna mau provokasi berapa orang lagi buat benci sama istri Javas? termasuk orang-orang yang ada di mall ini?", ucap Javas tegas.


Tante Hana dan Tante Erna tentu bukan lawan yang sepadan untuk Javas. Lawan Hana dan Erna yang sebenarnya adalah Aira dan Sharen yang sesama perempuan. Mommy dan kakaknya sepertinya tepat jika berhadapan dengan duo racun ini. Selain sama-sama perempuan, mereka pasti akan mengeluarkan jurus mulut beracun yang tidak kalah berbahaya dan menyakitkan.


"Ayo mau apa lagi?",


Tidak ada sahutan dari keduanya.


"Javas bisa beliin kina apa aja. Kebetulan hari ini emang cuma mau beli perlengkapan dapur. Emangnya ekspektasi kalian Kina mau belanja apa? berlian? dia punya banyak. Tas? ada dilemari? Jangankan berlian atau tas, harga diri kalian, mungkin bisa Javas beli dengan uang..., sekali lagi Javas tau atau sampai Kinara laporan kalo masih di hina sama kalian berdua, liat aja. Javas bakal bikin perhitungan sama kalian..",


"Kamu ngancem Tante ya? Tante bisa laporin kamu ke polisi..", ucap Hana.


"Javas juga bisa laporin Tante ke polisi karena perbuatan tidak menyenangkan. Banyak kok disini saksinya...",


"Pak.., tolong usir dua orang ini dari sini.., kalo perlu tempel foto mereka berdua. Blacklist dari mall ini..",


"Siap pak..!!!", ucap security yang berjaga. Merka langsung memaksa Hana dan Erna untuk keluar dari sana.


"Keterlaluan...",ucap Hana masih tidak terima karena diusir paksa.


"Javas berhak lakuin apapun, Tante nggak tau ya, kalo mall ini punya Javas..?",

__ADS_1


...Diupdate dulu ya..ini belum selesai babnya. ...


__ADS_2