Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Best Night


__ADS_3

Kinara membuka matanya. Merasa ada yang aneh ketika dia bangun pagi ini. Berpikir, dan akhirnya dia menyadari. Dia tidur dengan dipeluk oleh suaminya dari belakang. Dan, yang membuatnya shock adalah kedua tangan Javas yang mendarat cantik di kedua gunung kembarnya.


"Astagfirulloh..",


Dengan gerakan pelannya, Kinara memindahkan kedua tangan suaminya.


"Kenapa?", tanya Javas yang ternyata terbangun karena suara Kinara.


"Mas Javas ngapain?"


"Tidur..",


"Tangannya nakal..",


"Cuma dipegang.., belum dibuka, belum disentuh langsung, belum...."


"Cukup....udah nggak usah dilanjutin. Sekarang kita bangun.."


"Ngantuk Na..",


"Ya udah, tidur lagi aja. Na mau sholat dulu. Na kasih waktu 15 menit lagi ya.., abis itu mas bangun..",


"Ngantuk banget sayang.."


Tidak seperti pagi-pagi sebelumnya, kali ini Kinara melaksanakan ibadah paginya seorang diri. Imamnya sepertinya masih belum bisa mengumpulkan nyawa. Kinara memberikan sedikit kelonggaran kepada suaminya.


Selesai menunaikan sholatnya, Kinara kembali membangunkan suaminya.


"Mas.., bangun.."


"Ngantuk banget Na..",


"Cepetan mas.., keburu lewat waktunya.."


Dengan sempoyongan, mata yang masih belum terbuka sempurna, Javas bangun untuk menjalankan ibadahnya.


"Kok udah mandi?",


"Iya mas..


seger banget..",


"Mas nggak mandi?",


"Nanti dulu..,


Semalem kenapa kamu tidur duluan?",


"Siapa suruh.., katanya sebentar tapi lama banget..",


"Kamu nungguin?"


"Enggak..", gelengnya.


Javas berdiri menghampiri istrinya yang sedang merapikan tempat tidur. Javas memeluk Kina.


"Bilang aja nungguin..",


"Enggak..",


"Gagal terus..",


"Apanya..??",


"Silaturrahminya..", ucapnya. Javas memang sedikit kesal, tapi salah siapa?


"Maksudnya?",


"Yang penting prakteknya.


Kamu wangi banget..", ucapnya mencium pipi Kina.


"Parfumnya baru.., Na baru beli..,


Enak kan mas wanginya?",


"Nggak enak..",


"Katanya wangi tadi?",


"Enakkan orangnya, bukan parfumnya..",


Tahu digoda, Kina segera memasang kuda-kuda. Hari masih pagi, bukan saatnya Javas mengeluarkan rayuan maut untuknya.


"Kina mau keluar.. mas Javas mandi.. sarapan, dua jam lagi kita berangkat.."


"Berangkat kemana?",


"Hotel..",


"Honeymoon?",


"Akad nikahnya kan besok di hotel mas.., nggak tau?"


"Bukan di rumah Sea?",


"Nggak mas.., cepetan mandi..


Kina mau sarapan..",


"Nggak nungguin mas?"


"Kina tunggu di meja makan ya mas..",


Kesempatan emas bagi Javas, ternyata malam ini mereka akan bermalam di hotel. Javas tidak akan melepas Kina malam ini.


Hari ini adalah hari terakhir bagi Kai menjadi seorang lajang. Besok pagi, dia akan mempersunting Sea menjadi istrinya.


"Tegang nggak?", tanya Rai kepada kakaknya disela-sela menikmati sarapan pagi.


"Kalo sekarang sih nggak, nggak tau kalo besok..",


"Kak Javas, dulu tegang nggak pas nikahin kak Kina?",


"Sedikit..., yang penting yakin aja..",


"Rai kayaknya harus siap-siap mulai dari sekarang..",


"Udah serius sama Nisa?", tanya Kina.


"Udah mantep..",


"Sedihnya, kakak mau dilangkahin lagi ya..", keluh Sharen.


"Masih taun depan kak.., ini masih penjajakan dulu sama Nisa.., kak Sharen cepatan lah punya pacar.."


"Nggak ah.., nanti dulu..masih nunggu..",


"Nungguin Nathan?", ucap Kai.


"Kok Nathan? ya enggaklah..,nungguin jodoh..",


"Kalo ternyata jodohnya Nathan, gimana?",


"Bisa nggak kalo kita nggak usah bahas Nathan...", kesal Sharen yang malah digoda oleh Kai. Sharen memang sudah sangat jarang berkomunikasi dengan Nathan yang memilih untuk sementara tinggal di Aussie. Entah kapan dia akan kembali pulang ke Indonesia.


Seluruh anggota keluarga besar Perdana sudah bersiap untuk bertolak ke hotel, tempat diadakannya acara pernikahan Kai dan Sea. Berbeda dengan keluarga nya yang memilih untuk menggunakan bus, Javas lebih suka mengendari mobil pribadinya. Selain kurang suka dengan suasana di dalam bus yang sudah pasti ramai, Javas juga ingin berduaan dengan istrinya.


"Udah semua barangnya?",


"Belum mas..",


"Kok belum? ada yang ketinggalan? ini kita tinggal berangkat loh Na..",


"Baju yang buat acara resepsi besok malam masih ada di rumah.., tadi Na minta tolong sama mamang buat ambil..",


"Kok bisa ketinggalan?",


"Na kira kita pulang dulu, baru ke hotel..",


"Ya udah, berarti mamang langsung ke hotel nganterin bajunya kan?",

__ADS_1


"Iya mas..",


Berangkat beriringan dengan mobil keluarga yang lain untuk menuju ke hotel.


"Abis ini, kita ada acara apa sayang..?", tanya Javas ketika di dalam mobil.


"Bentar Na buka dulu ya mas..",


"Hei..jangan buka baju disini..nanti aja..",


"Apa? buka schedule mas maksudnya.."


"Ada emangnya?",


"Ada dong.., kan udah di kasih sama mommy..",


Kina membaca lembaran jadwal rangkaian acara pernikahan Kai.


"Abis ini free mas.., terus jam 1 siang mulai Gladi resik..",


"Itu namanya nggak free Na.., tapi ada kegiatan..",


"Kan masih nanti mas..",


"Iya deh terserah kamu..",


"Emang mas mau ngapain?",


"Ngapa-ngapain lah..", gumamnya.


Rombongan keluarga Perdana akhirnya sampai di sebuah hotel kualitas bintang lama yang merupakan salah satu hotel terbaik yang dimiliki oleh Prime grup.


Jaz terlihat antusias, setelah tahu jika malam ini mereka akan menginap di hotel. Putra seorang pemilik hotel, tapi sangat jarang diajak menginap. Kasihan.


"Mom.., malam ini Jaz boboknya disini mom?",


"Iya sayang..",


"Asyik.., Jaz seneng banget..",


"Jaz seneng ya? kalo nginep di hotel, Jaz mau ngapain emangnya?",tanya Kinara.


"Jaz suka liat pemandangan dari atas Kak, kalo malem, lampunya bagus banget..", jawabnya.


"Wah.., sama kakak juga gitu..", ucapnya untuk menghibur adik iparnya.


Lagi-lagi Sharen mengeluh. Nasibnya yang masih single membuatnya harus tidur bersama adik kecilnya.


"Mommy sama Daddy, Javas sama Kina.., kenapa kakak sama kamu sih..", ucapnya dengan mencubit pipi sang adik.


"Kenapa kak?",


"Nggak apa-apa.., yuk masuk..",ajak Sharen pada Jaz untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Satu jam lagi kita makan siang, langsung ikut acara gladi resik..", kata Mommy mengingatkan putra putri serta menantunya.


Kinara mulai beberes, mengeluarkan baju dari koper dan menyusunnya di dalam lemari. Kecuali, pakaian dalam milik suaminya yang masih dia biarkan dalam koper.


"Kopernya belum sampe ya mas?",


"Belum.., nanti juga mamang telepon kalo udah sampe.., kenapa?"


"Tadi Kina sekalian nitip dibawain baju ganti. Punya Kina udah abis mas ternyata, tinggal yang dipake ini aja..",


"Oh.., kamu mau mandi?",


"Nggak mas..kan abis mandi tadi..",


"Kirain..",


"Keluar sekarang yuk...",


"Bentar...", tariknya pada tangan sang istri.


"Apa mas..?",


Tidak menjawab menggunakan kata-kata, tapi sebuah ciuman yang Javas daratkan pada bibir sang istri.


"Sebuah ciuman perkenalan, sebelum mas lakuin hal yang lebih daripada ini...", ucap Javas saat mengakhiri ciumannya.


Kina buru-buru melepas pelukannya ketika sadar Javas sudah mengakhiri kegiatan panas mereka.


"Kina keluar kamar sekarang...", ucapnya malu-malu.


Acara Gladi Resik dipandu oleh WO yang diikuti oleh semua keluarga yang menjadi pendukung acara.


"Na..,jangan balik ke kamar dulu ya. Ikut mommy..",


"Kemana mom?",


"Ngasih kado buat Sea dari Oma, siapa tau dia mau pake..",


"Iya mommy..",


Kinara menemani ibu mertuanya bertemu dengan Sea di kamarnya. Sebuah perhiasan mewah yang diberikan Oma sebagai hadiah pernikahan. Hadiah yang sama diberikan untuk Kina saat dia menikah dulu.


"Makasih budhe..",


"Sama-sama.., yang dari Oma dipake ya..",


"Iya Budhe, terima kasih..",


"Sekali lagi selamat.., Kai orangnya kalem, nggak macem-macem. Pokoknya kamu pasti bahagia sama dia..."


"Aamiin...",


"Jadi istri yang baik, penurut sama suami ya.., jangan sekali-kali bantah ucapannya. Jangan pernah nolak ajakkan ya.., dosa..",


"Makasih nasehatnya budhe..",


"Ini juga berlaku buat kamu ya Na..",


"Iya mommy..",


Pernikahan Kai ini bisa dibilang sebagai ajang pertemuan keluarga besar Perdana. Ini memang sebuah moment pernikahan pertama yang digelar secara meriah. Berbeda dengan pernikahan Javas yang digelar ala kadarnya.


Javas dan Kinara kembali ke kamar setelah menikmati makan bersama. Berbeda dengan Javas yang sudah berganti pakaian ketika selesai mandi sore. Kinara justru masih memakai pakaian yang sama karena kopernya yang telat diantarkan ke kamar.


"Koper Kina dimana mas?",


"Udah mas taruh sayang..",



Javas tersenyum sumringah karena ajakannya tidak ditolak oleh Kinara.


"Kina gerah mas.., mau mandi lagi..",


"Jangan lama-lama ya, mas tungguin..",


Kinara sebenarnya masih belum siap untuk menyerahkan mahkota berharga yang selama ini dia jaga. Namun, baru saja diberikan nasehat oleh mommy mertua membuatnya enggan untuk menolak Javas.


Memastikan tidak ada gangguan malam ini, Javas menonaktifkan ponsel miliknya juga milik Kinara. Termasuk mencabut kabel telepon yang ada di kamarnya. Malam ini Javas tidak ingin diganggu.


Menunggu hampir setengah jam, akhirnya Kinara keluar dari kamar mandi. Yang membuat Javas sedikit kaget adalah Kinara yang sudah memakai pakaian tidur. Bukan piyama, melainkan lingerie yang berbahan tipis sehingga memperlihatkan bra dan celana yang senada.


"Mas....", ucapnya. Seperti slowmotion yang terdapat di adegan sebuah film. Kinara menghampiri Javas yang memang sudah menunggu kehadirannya.


"Kamu cantik banget..",


Javas terhipnotis dengan Kinara yang malam itu bukan hanya terlihat cantik, tapi juga sexy.


Javas mulai mencumbu Kinara. Mereka berciuman. Javas yang sudah menahan gairahnya beberapa hari ini, akhirnya akan menuntaskannya pada malam hari ini.


Mencium bibir Kinara dan melum*atnya dengan lembut. Keduanya saling melum*at, memainkan lidahnya di dalam sana.


Javas menangkup wajah Kinara, dengan terus menghujani istrinya dengan ciuman yang semakin lama semakin kasar. Bukan menyakiti, namun berubah menjadi ciuman panas yang sebentar lagi akan berubah menjadi hubungan yang lebih in*tim.


Nafas keduanya semakin terengah dan berat. Tempo ciuman mereka semakin cepat dan rakus. Sepertinya keduanya sudah dipenuhi oleh naf*su.


Tangan Javas tidak tinggal diam. Dia mulai meraba tubuh Kinara, menjamah dari bawah ke atas, ke atas lalu kebawah. Membuat Kinara merasa geli ketika titik sensitifnya teraba oleh Javas.

__ADS_1


Kinara mempererat pelukannya ketika kakinya terasa lemas karena kekuatannya hilang oleh gairahnya.


"Kamu milik mas malam ini, sayang....",


Kinara tersenyum.


Javas meraba tubuh atas Kinara, menyibak tali spaghetti yang melingkar di pundak Kinara. Javas melepasnya.


Lingerie yang Kinara kenakan lolos tanpa hambatan, jatuh di lantai. Kini, hanya menyisakan bra dan ****** ***** yang dia kenakan.


Javas melihat tubuh istrinya, dari atas sampai bawah. Biasanya melihat melalui balik layar, dan akhirnya kini Javas melihatnya secara langsung.


Javas kembali merapatkan tubuhnya, menangkup wajah istrinya dan kembali mendaratkan ciuman pada bibir Kinara.


Kinara kembali melingkarkan tangannya pada pinggang suaminya.


Spontan memejamkan mata, ketika Javas kembali menghujaninya dengan ciuman panas yang berhasil menaikkan gai*rah Kinara. Keduanya saling memagut, melum*at hingga berbalas memainkan lidah. Bunyi kecapan sampai terdengar ketika keduanya mengakhiri ciuman.


Javas beralih mencium pundak disertai kecupan serta sebuah tanda kepemilikan yang dia berikan.


Javas melepas kedua tangan Kinara yang berada dipundaknya. Rupanya, Javas bermaksud untuk membuka kaosnya. Sebuah dada bidang yang senderable langsung menjadi pemandangan menyegarkan bagi Kinara saat suaminya bertelanjang dada.


"Semuanya milik kamu sayang..", ucap Javas.


Javas menuntun Kinara untuk mendekati ranjang. Javas merebahkan tubuhnya di sana. Dia merentangkan tangannya menyambut Kinara.


"Sini sayang...",


Kinara mendekat, tangannya ditarik oleh Javas membuatnya kini berada di atas tubuh suaminya.


Javas memeluk Kinara, bukan hanya sekedar pelukan, namun tangannya kini sudah bergerak pada punggung Kina, merabanya mencari sesuatu. Javas membuka pengait bra.


Klik..klik..klik..


Javas berhasil membuka tiga pengaitnya.


"Lepas sayang..",


"Mas....",


"Nggak usah malu...",


Kinara pasrah, dan akhirnya bra yang dia kenakan sudah berpindah tempat setelah dilempar kasar oleh Javas.


"Mas nikmatin ini ya..",


Javas sedikit mengangkat tubuh Kinara. Mensejajarkan payu*dara Kina untuk dia masukkan ke dalam mulutnya.


Plup...


Javas berhasil. Sebuah benda kenyal nan padat sudah masuk dalam mulutnya. Kina bergeli*njang ketika Javas mulai melum*at buah da*danya. Posisinya diatas membuatnya merasakan jika ada sesuatu yang sudah tegak berdiri di bawah sana membuat Kina semakin ngeri.


Javas terus saja melum*at serta memainkan lidahnya pada Puti*Ng Kina.


"Ahhhhhhhhhhh.....", desah Kinara saat luma*tan Javas berubah menjadi sebuah sedot*an yang kuat.


Javas merubah posisinya 90 derajat, menyandarkan badannya di kepala ranjang dengan Kinara yang masih tetap di atasnya, Kina di atas pangkuan Javas.


Javas masih terus menikmati payu*dara Kina, bergantian kanan dan kiri. Menyu*su kanan dan memainkan payu*dara sebelah kiri dengan tangannya. Javas tidak membiarkan satupun bagian sensitif Kina ada yang menganggur.


"Huuuuhhhhhmmmmassss....", de*sah Kina.


Semakin Kina mende*sah semakin menjadilah Javas. Suara Kina bagaikan stimulan yang bisa membangkitkan gai*rah Javas.


Puas menikmati da*da istrinya, kini Javas kembali menikmati leher dan pundak istrinya. Menyapunya dengan lidah serta memberikan sebuah kecupan halus. Kina memejamkan matanya, gerakannya yang menahan geli terlihat erotis dimata Javas.


Kembali berganti posisi, Javas menggulingkan Kina beralih berada di bawahnya.


Javas mengelus rambut Kinara.


"Jadi milik mas malam ini ya sayang..",


Kina mengangguk.


"Kina milik mas malam ini..", ucapnya.


Kina mendongakkan kepalanya ketika Javas kembali menghujani ciuman pada pundak dan leher Kina. Merasa geli tapi nikmat.


Mengecup kening, dua pipi, memberikan luma*Tan pada bibir. Ciuman Javas semakin lama semakin turun. Ke leher, ke pundak, ke dada lalu berpusat pada payu*dara Kinara. Sepertinya Javas buah da*da Kinara adalah bagian tubu Kinara yang paling menjadi favorit Javas. Ukurannya yang pas, terlibat padat dan berisi. Membuat Javas seperti melayang ketika mengulu*mnya. Matanya ikut terpejam seraya lidahnya yang menjulur menyapu mengitari benda kenyal itu.


"Ahhhhhhhhhhhhhhh....", suara desa*Han kembali keluar dari mulut Kinara.


Terakhir, Javas memberikan kissmark pada buah da*da Kinara. Javas turun, memberikan sebuah kecupan pada perut Kinara.


Gerakannya terhenti, ketika penglihatannya sampai pada daerah segitiga milik Kinara.


"Mas buka ya sayang..",izinnya pada Kina.


Kina membuka matanya, menurunkan pandangannya. Tangan Javas sudah bergerak membuka tali celana yang menutupi miliknya.


Kina yang tak mampu berkata-kata hanya mengangguk pelan.


Ini memang malam yang akan menjadi milik Javas. Sebentar lagi dia akan melakukan kewajibannya sebagai suami. Memberikan sebuah nafkah batin yang selama ini belum dia berikan.


"Mas Javas jangan...", cegah Kinara. Namun, terlambat. Javas terlebih dahulu sudah menyapu milik Kina dengan lidahnya.


"Ugghgghhhhhhh..., mas...mas Javas....", Des*ah Kinara ketika merasakan Javas memberikan gigitan kecil pada miliknya.


Kinara merasa lemas. Dia pasrah, hanya bisa mengeluarkan sebuah suara desa*Han yang terdengar manja ditelinga.


Javas akhirnya berhenti.


"Mas..jangan lakuin itu lagi. ",


"Wangi..mas suka..", ucapnya tanpa jijik sama sekali. Beruntung, 2 hari yang lalu dia melakukan perawatan pada area inti*mnya.


Javas turun dari ranjang, melepas boxer serta celana yang dia pakai. Kinara akhirnya melihat tubuh polos suaminya, sekaligus melihat sesuatu yang terasa keras di bawah sana.


"Na.., mas lakuin sekarang ya..",


"Iya mas..",


Javas merapatkan tubuhnya, disambut oleh tangan Kinara yang memeluk erat tubuhnya. Javas mengarahkan miliknya, untuk masuk tepat pada lubang sempit milik Kinara.


Sedikit demi sedikit, Javas mendorong miliknya untuk masuk ke dalam. Meskipun sudah dilakukan dengan pelan, namun Kina masih saja merasakan kesakitan.


"Hhhmmmmmassss...",


"Iya sayang.., peluk erat lagi Na.., biar kamu nggak sakit.., ini sempit banget sayang..",


"Sakit mas..",


Javas kembali mendorong.., sedikit demi sedikit dia arahkan untuk masuk. Pelukan Kinara semakin kencang ketika milik Javas sudah terasa.


"Ahhhhhh..., tahan sayang..ini lebih sakit ya...",


Dengan sedikit hentakkan, Javas akhirnya berhasil memasukkan miliknya secara utuh. Sebuah cairan terasa mengalir dari dalam milik Kinara.


"Mmmmmmmmaassss.....", sebuah pelukan yang sangat kencang menjadi pertanda betapa sakitnya apa yang dirasakan Kina.


"Makasih sayang..", ucap Javas mengecup kening Kinara setelah dia berhasil menembus dinding keper*awanan Kinara. Kini, Kinara sudah menjadi istri seutuhnya.


Mata Javas yang masih berkabut menandakan jika gair*hnya masih belum padam. Justru semakin berkobar .


Javas kini mulai bergerak, namun dengan tempo yang sangat pelan. Tidak ingin menyakiti Kinara.


"Sakit..?", tanyanya.


"Sakit..tapi enak..", jujur Kinara.


"Mau dienakin lagi?",


Kinara mengangguk tersenyum.


Mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Javas kembali bergerak. Namun, kali ini dia lakukan dengan lebih bertenaga. Kinara yang awalnya mengaku kesakitan terlihat menikmati.


Kinara menggigit bibir bawahnya, menikmati tumbukan serta dorongan yang dilakukan suaminya dibawah sana.


Semoga lulus review!!!


( Belum selesai ya )

__ADS_1


__ADS_2