
Meskipun dalam keadaan tidur, namun Javas tidak melepas pelukannya. Pun dengan Kinara, dia juga sepertinya nyaman tidur dalam dekapan suaminya. Hati Kinara sakit, namun seketika hilang ketika berulang kali Javas meminta maaf kepadanya. Hanya salah paham, dan untungnya Javas menyadari kesalahannya.
Dengan lembut, Kinara mencoba melepaskan tangan Javas yang melingkar di tubuhnya. Namun, Javas menyadari. Dia membuka matanya.
"Kenapa dilepas?",
"Na mau bangun mas.., udah subuh..",
"Kamu marah?",
"Nggak mas..",
"Aku minta maaf..",
"Na udah maafin..",
"Kamu kecewa?",
"Nggak mas.. Na nggak marah, nggak kecewa, nggak ngambek..",
"Maaf, mas udah buat kamu nangis..",
Panggilan untuk dirinya sendiri sudah berubah. Dari "aku", menjadi "mas". Javas memang sepertinya harus diberikan shock therapy agar berubah menjadi hangat seperti sekarang ini.
"Na bingung harus jelasin darimana.., mas marah, tiba-tiba pergi gitu aja..",
"Maaf sayang..,
Kenapa kamu nggak pernah minta uang? kenapa diem aja?",
"Na masih punya uang, tapi nggak cukup kalo buat beli barang-barang yang dikasih mommy, uang Na nggak sebanyak itu. Beda 1 digit mas..",
"Nanti mas transfer ya..",
"Nggak usah..",
"Kenapa?",
"Kita belum punya kebutuhan. Makan, tempat tinggal, semuanya kan masih ikut mom sama dad..",
"Tapi mas punya kewajiban buat nafkahi kamu Na..",
"Iya mas..",
"Mau minta uang bulanan berapa?",
"Terserah mas aja..
Bangun yuk.., sholat dulu..",
"Kamu beneran nggak marah kan?",
"Nggak mas..",
"Beneran?",
"Iya..bener..",
"Jangan marah ya.., mas bingung.... kamu kalo marah cuma diem aja..",
"Terus kalo marah harus gimana mas? teriak-teriak gitu..?",
"Nggak gitu juga, tapi ngomong.. marahnya kenapa? Ini kamu kan nggak..",
"Iya..iya.., sholat dulu yuk..",
Mereka berdua menjalankan ibadah sholat bersama. Javas menjadi imam dan Kinara makmumnya. Kina mencium tangan Javas ketika mereka selesai menunaikan kewajibannya.
"Kita jalan-jalan yuk..",
"Kemana mas?",
"Ke mall, kita belanja. Beli apapun yang kamu pengen..",
"Kapan?",
"Nanti..",
"Nggak mas..",
"Kenapa? aku memang marah karena kamu dibelanjain sama mommy. Kalo kamu pake uangnya mas, mau sebanyak apapun mas nggak akan marah..",
"Hari ini Na kan ada acara..",
"Acara? apa? kok nggak bilang..",
"Acara siramannya Chelsea mas..",
"Jam berapa?",
"Jam setengah 9 pagi..",
"Oke..,
berarti mas ikut ya?",
"Nggak.., kan mas nggak diundang..",
"Ya mas tetep ikut...",
"Ngapain? mas mau liat Sea mandi?",
"Kita mandi bareng aja nggak pernah..ngapain liat Sea mandi..",
"Ini khusus buat perempuan mas..",
"Oh gini ya kalo kamu cemburu..? ngelarang mas.., iya gini? ",
Kinara tersipu, dia bukan melarang suaminya. Tapi memang acara siraman diperuntukkan bagi perempuan.
"Bukan gitu.., ih..
Coba tanya Dad , dad aja nggak ikut kok nanti..",
"Bilang aja cemburu..",
"Ih..nggak mas....
Na mandi dulu ya, mau siap-siap..",
"Mandi bareng..",
"Nggak mas..",
"Mandi bareng sayang..",
__ADS_1
"No..no...",
Javas memilih untuk bersantai ria di atas tempat tidurnya, sambil menunggu istrinya. Tahu jika Kina baru saja selesai Javas lantas mengambil ponsel miliknya dan mengusap mencari apa yang dia cari.
"Seharusnya nggak perlu repot-repot ganti baju disitu sayang.., sama aja..mas bisa liat. Sebentar lagi nggak cuma liat dari layar, mas bisa liat secara langsung, mas bisa nyentuh bahkan menikmati..", gumamnya nakal sambil tersenyum licik.
Javas memang sedang melihat Kinara yang sedang memakai baju di walk in closet melalui Cctv yang dia pasang yang terconnect pada ponselnya. Javas buru-buru meletakkan ponselnya ketika Kinara keluar sudah memakai baju santainya.
"Mas mandi dulu gih, udah Na siapin airnya. Baju gantinya juga udah. Hari ini ada meeting kan?",
"Kok tau?",
"Mommy yang cerita.., nanti abis meeting langsung ke rumahnya Om Revan ya mas..",
"Kenapa? kamu kangen?",godanya.
"Kan nanti malem nganterin seserahan buat Sea.., nah..baru mas sama Dad ikut..",
"Kamu katanya mau pergi, kok nggak ganti baju..?",
"Mau dandan dulu sebentar..",
Cup...
Javas mencium pipi Kinara sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi.
Javas dibuat pangling oleh istrinya sendiri yang sudah cmempercantik diri. Meskipun hanya sebuah make up tipis, tapi wajah Kinara terlihat lebih cantik. Auranya lembutnya terpancar.
"Cantik..", gumam Javas yang langsung menghampiri istrinya yang sudah berganti dengan kebaya modern.
"Cantik banget istriku...", pujinya.
"Makasih mas..
Ini tas yang beliin mommy mas. Kina pake ya..?",
"Iya sayang..",
"Mas nggak marah kan?",
"Nggak..",
"Ya udah..yuk turun..",
Kinara yang kesehariannya berdandan sederhana, kini terlihat sangat berbeda. Penampilannya terlihat glamour dari ujung rambut hingga kakiny. Tidak berlebihan apalagi norak. Masih tetap memperlihatkan sisi elegantnya.
"Mantu mommy cantik banget.., silau liatnya..", ucap Mommy.
"Makasih mommy.., mommy juga cantik banget..
Mbak Sharen mana mom?",
"Baru ganti baju, biasa dia memang lama kalo dandan..",
"Chelsea bukannya bule ya mom? kenapa pake acara siraman segala..?", tanya Javas.
"Om Rizky kan orang Jawa Son..",
"Oh gitu..",
"Coba aja kalian mau dirayain, pasti mommy bikinin acara kayak gitu..",
"Mau Na?", tanya Javas.
"Nggak mas..", geleng Kinara.
"Morning....",
Sharen akhirnya keluar kandang. Dia terlihat sangat cantik dengan make up bold tetapi tetap terlihat smooth. Berbanding terbalik dengan Kinara dan Mommynya yang terlihat cantik dan anggun. Sharen justru terlihat sangat sexy.
"Mau ngapain? manggung dangdutan atau tujuh belasan?", ledek Javas yang melihat kakak perempuannya mengenakan dress yang panjangnya selutut. Memperlihatkan kakinya yang putih dan jenjang.
"Jahat banget sih..",
"Kurang bahan ya..",
"Enak aja..",
"Kok beda sama punya Mommy atau Kina?",
"Ya kakak emang sengaja bikinnya kayak gini.., kalo Kina kan ada layernya lagi tuh, punya kakak nggak. Cuma beda disitu aja..udah ye jangan cerewet.., masih untung punya istri kamu nggak kakak bikin kayak gini.."
"Kalo dressnya Kina kayak yang kakak pake, mending dia nggak usah ikut aja..",
"Iya iya..bawel. Kakak udah tau makanya punya Kina kakak buat midi dress..",
Background Sharen yang memang seorang model memang seringkali membuat dirinya berpenampilan sexy tanpa dia sadari. Tapi, masih terbilang cukup wajar dan tidak berlebihan.
"Baju gantinya udah Na masukin ke koper, jadi nanti mas langsung ke rumah Om Revan aja ya..",
"Iya..",
"Oh ya.., mas abis ini Na mau diajakin mbak Sharen ke salon. Na mau potong rambut ya..",
"Nggak boleh, udah gini aja..",
"Cuma dirapihin dikit aja kok mas.., boleh?",
"Oke.., tapi nggak boleh di potong pendek..",
"Iya sayang..",
"Apa kamu bilang? coba sekali lagi..",
Kina menggeleng dengan tersenyum malu-malu.
"Ulangi sekali lagi..",
"Nggak mas..", geleng Kinara.
"Kalo diwarnai boleh nggak?"tanya nya lagi.
"Di cat? warna apa?"
"Golden brown.., pengennya..",
"Iya boleh sayang..",
"Makasih mas.., Kina pergi dulu ya..", pamitnya dengan mencium tangan suaminya.
"Tunggu dulu Na..", cegahnya ketika istrinya hendak masuk ke dalam mobil.
"Apa mas..?",
"Nih...",
__ADS_1
Javas memberikan sebuah kartu kepada istrinya.
"Apa?",
"Mas belum transfer uang kamu, ini Credit card.., pake aja. Pin nya tanggal pernikahan kita, inget kan?",
"I-iya inget...,
makasih mas..",
"Sama-sama sayang..,
unlimited jadi kamu mau pake buat apa aja bisa...",
"Makasih mas..",
Semakin hari, Javas memang menunjukkan perannya sebagai suami yang bertanggung jawab untuk Kinara.
Acara siraman Sea berlangsung dengan adat Jawa yang kental. Wajahnya yang bule memang sepertinya kurang sinkron dengan nuansa tradisional, namun tidak mengurangi ke-khidmatan dan kesakralan acara.
"Nanti kalo Sha nikah, kayak gini juga ya mom?",
"Iya sayang.., cepet dapet jodoh ya.."
"Aamiin.., doain ya mom..
Mommy dulu kayak gini juga?"
"Nggak.., kan mommy sederhana nikahnya. Makanya nanti kalo kamu nikah, diadainnya yang meriah ya..",
"Boleh mom..",
"Kina beneran nggak mau diadain acara??", tanya mommy.
"Nggak dulu mom..",
Acara di rumah Sea hanya berlangsung selama dua jam. Itu artinya mereka keluar kurang lebih pukul setengah sebelas siang.
"Mom.., Sha sama Kina anterin mommy langsung cabut ya..",
"Kemana?",
"Ke salon.., mau benerin rambut..",
"Nggak ganti baju dulu..?",
"Ganti mom.., abis itu langsung pergi..",
"Mommy ikut deh, sekalian mau creambath..",
"Nggak mau kalah sama yang muda..",
"Iya dong..,
keburu nggak? kan kita mau ke acara lagi..",
"Keburu.., nanti pake member Sha aja, jadi langsung bisa dilayani..",
Ketiga wanita beda generasi itu kompak, melakukan perawatan di sebuah salon kecantikan. Rencana tinggallah rencana, mereka yang awalnya ingin memberi servis pada rambut, akhirnya memutuskan untuk melakukan perawatan di seluruh tubuh. Dasar perempuan.
"Enak banget rasanya mom..",
"Hmmm..pegelnya ilang Sha..",
"Enak kan Na?",
"Iya mom.., rasanya ringan banget badannya.."
"Kalian tuh harus rajin-rajin perawatan badan. Terutama kamu Na.. yang udah punya suami.."
"Iya Mom..", jawabnya singkat.
Keluar dari salon , Kinara dikejutkan oleh sapaan dari perempuan yang dia sangat kenal.
"Kinara..!!!",
Dia adalah Tante Dina, mantan calon mertuanya. Alias ibu dari Firman
"Tante..",
"Wah.., yang udah jadi menantu orang kaya..Gaya ya sekarang. Pake tas branded..,pake dress bermerk...
Dasar matre..",
"Alhamdulillah udah Tante tolak, sekarang Kina diterima sama baik sama keluarga suami..",
Sharen dan mommy Aira hanya diam, mengamati dua perempuan ular yang mencoba mengganggu Kinara. Dua perempuan yang salah satunya hampir saja menjadi duri dalam rumah tangga Aira dan Rendra.
"Oh..jadi bener ya kamu sekarang jadi istrinya Javas. Jadi menantunya Aira? Ganjen. Nggak ibu nggak anak sama aja..",
"Tante Erna.., kalo Tante benci sama Kina, nggak usah bawa-bawa almarhum ibu. Beliau sudah tenang disana..",
"Ganjen kok ngomong ganjen. Kamu tuh kenapa? nggak ada angin nggak ada hujan, tapi marah-marah sama menantuku. Ada masalah apa?", ucap Aira tenang.
"Karena Kina, hidupku jadinkayak gini...",
"Udah mom..biarin aja.., kita pulang yuk..",
"Dasar murahan..!!",
"Tante stop ya ngata-ngatain Kina. Tante kenapa dari dulu benci sama Kina?",ucap kina yang mulai terpancing emosinya.
"Kamu tuh kenapa si Er.., Kina punya salah apa sama kamu? yang murahan tuh kamu, udah tau suaminya sahabat, tapi mau kamu embat. Dasar pelakor..!!!",
"Cukup Ra..", Erna hendak menampar Mommy Aira, tapi untungnya ditangkis oleh Kina yang langsung mencengkeram tangan Erna.
"Jangan main fisik... Tante kalo mau duel sama Kina aja yuk.., jangan sama mommy..",
"Lepasin Na.",
"Tante mending sana masuk ke salon, perawatan. Biar ada orang kaya yang mau sama Tante..", ucap Sharen tajam.
Wajah Kina terlihat sangat terpukul. Dia tentu sangat sakit hati dengan ucapan jahat yang ditujukan kepadanya. Kina bahkan menangis.
"Kamu kenal sama Erna?",
"Masih saudara jauh mom..,
dulu ayah mau dijodohin sama Tante Erna, tapi ayah lebih milih ibu..",
"Jadi dulu Erna itu mantannya ayah kamu?", tanya Aira saat mereka sudah di dalam mobil.
Kina mengangguk.
"Udah ya nangisnya.., nggak apa-apa. Mungkin kamu kesel karena dia bawa-bawa almarhum ibu kamu..",ucap Sharen.
__ADS_1
"Sha..nanti gimana kalo Javas tau? bisa-bisa ngamuk dia..istrinya dibikin nangis kayak gini..",
"Iya ya mom.., berabe urusannya..",