Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Mommy Said 2


__ADS_3

Zee tidur, membuat Kinara kembali masuk ke dalam rumah. Begitu pula dengan Jaz yang sudah lelah dan mulai mengantuk. Sedangkan Mommy Aira sengaja menunggu suaminya di teras. Beliau tidak sabar, ingin membicarakan tentang hubungan Sharen dengan Nathan.


Akhirnya, mobil yang ditumpangi Daddy Rendra dan Javas datang. Mommy Aira berdiri dari duduknya, menyambut kedatangan suaminya.


"Javas masuk duluan ya Dad..",


"Iya Son..


Sayang, belum tidur..?",


"Nunggu mas pulang..,


ada yang mau Aira bicarakan..?",


"Tentang Sha sama Nath..?",


"Kok mas tau..?",


Daddy tersenyum.


"Sudah mas duga.., Mas udah tau sebelumnya..


kita bahas ini di dalam yuk...",


Daddy Rendra merangkul istrinya. Tidak bertemu selama dua hari membuatnya rindu istri cantik dan keras kepala yang sudah lebih dariĀ  dua puluh lima tahun ini menemaninya.


Selesai membersihkan badan, Daddy duduk di sofa kamar, disamping Mommy Aira yang sudah menunggunya.


"Gimana sayang..?",


"Mas udah tau kalo Sha sama Nathan pacaran?",


"Udah..",


"Waktu mereka di Aussie? ini bagian dari rencana mas?",


"Mas sama sekali nggak tau kalo Nathan juga ada disana.., Sharen ke Aussie juga karena kemauannya, bukan karena paksaan kan..?",


"Tadi Nathan bilang ke Aira, dia mau ngelamar Sharen...",


"Terus? kamu bilang apa..?",


"Ya, Aira bilang nggak bisa mutusin sendiri, tanpa mas..,


tapi katanya dia udah bilang ke Mas waktu di Bali..",


"Iya.., dia emang udah bilang..",


"Mas setuju..?",


"Mas kan terserah Sharen sayang..,


Mereka pacaran, berarti Sharen mau kan. Ini tanpa paksaan dari mas..., sama sekali..", ucap Daddy dengan mengangkat kedua tangannya.


"Iya..Aira tau..


Tapi, mas..apa secepat ini? Kata Nathan, mereka baru pacaran 3 bulan..",


"Kenapa emangnya? justru bagus kan? nggak usah lama-lama pacaran..?",


"Ya maksud Aira, kan biar mereka saling kenal dulu mas..",


"Sha sama Nathan udah kenal dari kecil. Kurang lama kenal? Nathan juga udah tau sifat putri kita.., mereka udah mengenal dengan baik sayang. Mas bahkan tau, kalo Nathan dari dulu emang udah suka sama. Sharen...",


"Mas.., mereka nggak ngelakuin hal-hal aneh kan selama di Aussie..? nggak kayak kita dulu kan mas..?",


Mereka memang nggak melakukan hal terlarang Ra, tapi andai saja kamu tahu apa yang sesungguhnya terjadi, mungkin kamu akan kecewa sama mas...


"Nggak sayang..


Kamu restui mereka kan..?",


"Gimana Aira bisa restui, Farah aja nggak ngasih restunya. Aira nggak akan membiarkan putri satu-satunya Aira merasa nggak dianggap sama keluarga suaminya. Nggak kayak gitu mas.., masih banyak kok orang tua yang mau terima Sharen jadi menantu...",


"Sayang.., ujian orang kan beda-beda. Seperti kita dulu, ujian kita ada di Ayah. Javas dan Kinara ujiannya di mereka sendiri, nggak saling cinta, tapi menikah. Tapi, akhirnya mereka saling mencintai. Begitu juga sama Sharen dan Nathan, ujian mereka ada di restu Farah..,


Sharen nggak akan hidup selamanya sama Farah, tapi sama Nathan kan? Restu akan datang seiring berjalannya waktu Ra..",


"Nggak bisa mas.., masa iya, kalo nanti Sharen sama Nathan nikah, tapi nggak ada Farah. Padahal, dia sahabat Aira. Apa nanti kata orang-orang. Kalo mas sama Aira yang dipelaminan mendampingi Sharen, terus Aldo sendirian dampingi Nathan...?",


"Itu semua bisa diatur. Nggak masalah kan, kalo kita nggak ada dipelaminan? cukup Sharen sama Nathan aja.., kan mereka pengantinnya...",


"Ya nggak bisa gitu dong mas.., pokoknya Aira tetep No..",


"Ra.., kamu nggak kasian sama Sharen?


Dulu, dia gagal sama Bian dan harus liat Bian menikah sama sepupunya sendiri. Belum lagi, sama Satria yang hampir aja anak kita dimanfaatin. Sekarang, dia udah punya pilihan yang terbaik, tapi kamu nggak ngizinin?",


"Aira ngizinin, tapi harus dapet restu Farah mas..",


"Kamu tau alasan Farah nggak suka sama hubungan Sharen sama Nathan kan?",


"Emangnya kita mau ngapain Nathan sih mas kalo dia jadi menantu kita? emangnya kalo Nathan anaknya Aldo, karyawannya mas. Aira nyuruh Nathan ngepel? nyapu? nyuci baju?


Sharen juga nggak mungkin nyuruh suaminya masak, nyetrikain bajunya, nggak bakalan juga anak Aira bersikap kayak gitu..",


"Itu cuma ketakutan Farah aja Ra..,


Tapi, kamu seharusnya jadi tau, kalo Farah itu orangnya tulus. Dia nggak memanfaatkan status Sharen sebagai anak mas, buat kepentingan pribadinya. Iya kan? Malahan dia nolak anak kita..",


"Iya iya bener..., tapi kan harusnya dia juga tau mas.., kalo kita juga nggak kayak gitu. Nathan kan udah kita anggap sebagai anak kita sendiri..",


"Kalo mas, tetep restuin mereka. Kalo kamu memang belum yakin, nggak apa-apa sayang, tapi kamu coba ngobrol sama Sharen dulu ya? Jangan kecewakan anak kita Ra..",


"Iya mas..",


Tanggapan Mommy Aira mengenai hubungan Sharen dan Nathan terlihat lebih terbuka, dibandingkan Mama Farah. Semua orang tua memang mempunyai standard sendiri mengenai calon menantu yang mendampingi putra-putrinya. Tapi, jika calon menantu berkepribadian baik, berasal dari keluarga yang baik pula, apa yang menjadi penghalang? Sebagai orang tua, seharusnya hanya mendoakan apapun yang menjadi pilihan anaknya.


"Sayang.., udah mandi?",


"Udah.., kamu?",


"Udah sayang, ini baru sarapan..",


"Pagi bener..,


aku aja baru selesai mandi.


mau kemana?",


"Mau kerja.., tapi sebelum itu mau nemuin ayang dulu..",


"Emang siapa ayangnya?",


"Si cantik yang selalu bikin aku kangen..",


"Hmmm..gombal..,


hari ini mau ngantor?",


"Iya sayang..


tapi, mau ke rumah kamu dulu..",


"Aku mau ke butik, sekalian anterin ya?",


"Iya sayang..,


nanti makan siang bareng ya, sekalian ke mall..",

__ADS_1


"Ngapain? ",


"Beli cincin, kamu pilih sendiri..",


"Yakin banget, kalo Mommy kasih izin buat kita Nath..",


"Pasti sayang, kamu percaya aja..",


"Ya udah, se-jam lagi jemput aku ya Nath..",


"Iya cantik.., ini aku mau siap-siap dulu ya..",


Sharen turun ke bawah, untuk sarapan dan ternyata dia menjadi orang yang paling akhir.


"Anak Daddy, baru bangun..?",


"Nggak Dad.., udah daritadi..",


"Kok rapi Sha..? mau kemana?",


"Sha mau ke butik mom..


di jemput Nathan nanti..", sengaja berucap demikian, karena Sharen ingin melihat reaksi mommy. Dan, mommy hanya diam saja melanjutkan sarapannya


Semuanya diam, ketika menikmati makan pagi. Tapi, suasana sepi pecah, ketika si kecil Jaz pamit untuk berangkat ke sekolah.


"Jaz mau berangkat dulu ya Mom..Dad, kak Sha, kak Kina..",


Javas tidak disebut? tidak ada Javas karena sedang menimang Ze yang rewel. Bayi itu hanya mau digendong oleh Papanya, mungkin karena selama 2 hari tidak bertemu.


"Oke..


belajar yang rajin ya...",


Mommy mengetuk pintu kamar putrinya, ketika Sharen tadi pamit untuk mengambil tasnya di kamar.


"Udah siap-siap..?",


"Iya mom, bentar lagi Nathan mungkin sampe..",


"Sha.., kamu udah mantap sama Nathan nak..?", ucap Mommy dengan mengelus rambut putrinya.


"Udah mom..,


Nathan yang terbaik buat Sha..",


"Meskipun tanpa restunya Farah? kamu tetep mau lanjut..?",


"Nathan meyakinkan Sharen, semuanya akan baik-baik saja, mom..",


"Hubungan tanpa restu orang tua itu nggak akan berjalan mulus Sha..",


"Di dunia ini, nggak ada yang bisa berjalan sesuai apa yang kita mau Mom.., pasti ada halangannya...,


Mommy mau kan, terima Nathan sebagai menantu Mommy..",


"Kamu bahagia sama Nathan..?",


"Sangat mommy.., Nathan selalu memperlakukan Sharen layaknya ratu.., Nathan sangat mencintai Sharen mom..


Untuk kali ini, aja Mom..,percaya sama Sharen ya mom. Ini keputusan terbaik Sharen..",


"Kasih waktu buat Mommy, nanti mau bicara dulu sama Nathan, ya?",


"Iya mom..


Nih, dia udah sampe dibawah..",


"Ya udah, yuk..",


Kali ini, Nathan menghadapi Mommy Aira seorang diri. Tanpa Sharen yang disuruh untuk menunggu. Tanpa Daddy yang memang sudah terang-terangan memberikan restunya.


"Iya Tante saya mengerti..",


"Nath, kamu tau perasaan Tante sekarang ini? Gelisah dan khawatir Nath.


Andai aja Mamah kamu setuju, mungkin Tante nggak akan setakut ini..",


"Tante, semuanya akan baik-baik saja..,


Nathan akan menjaga dan melindungi Sheen sampai kapan pun Tante, percaya sama Nathan..",


"Tante berat mengatakan ini sama kamu..",


"Nathan siap dengan apapun keputusan Tante..",


"Tante merestui kalian Nath..


janji jagain Sharen ya Nath..",


Nathan langsung sumringah, dengan senyumnya yang mengembang.


"Makasih Tante..,


Nathan janji Tante, Sharen bahagia hidup sama Nathan...",


"Kamu mau acara yang seperti apa?",


"Nathan ikut kemauan Tante..",


"Bawa keluarga kamu kesini, buat menentukan tanggal.., setelah itu persiapkan pernikahan kalian...",


"2 bulan lagi nikahnya , Tante..",


"Hah..?secepat itu Nath..? emangnya bisa? ini acara besar Nath.., mana mungkin bisa..",


"Bisa Tante.., nanti biar Nathan sama Sharen yang cari vendor-vendornya..",


"Tante, mendadak pusing Nath...., bayanginnya aja udah riweh..",


"Pasti bisa Tante..",


"Ya udah Nath..


nanti kamu kasih kabar aja, berapa jumlah keluarga kamu yang mau kesini, biar Tante siapin.


Tante mau ke rumahnya Tante Fafa, buat nyiapin acara besok..,


kamu kabarin Sha aja ya..",


"Makasih Mommy...",


"Kok aneh ya Nath, kalo kamu bilang gitu. Tapi, nggak apa-apa, kamu kan bentar lagi jadi mantu Tante ya Nath...",


"Iya mom..",


Sharen diam ketika dia melihat wajah Nathan yang murung ketika keluar dari ruang keluarga. Tidak tau apa yang terjadi di dalam sana. Mungkin, Nathan tidak mendapatkan restu dari Mommy.


"Nath.., mommy No ya..?", ucapnya dengan menyentuh pundak kekasihnya.


"Kita berjuang lagi ya Nath..,nanti biar aku yang ngomong sama Mommy ya...",


Dengan wajah sendunya, Nathan melihat ke arah Sharen.


"Nggak apa-apa, kita coba lagi ya..", ucap Sharen dengan menggenggam tangan kekasihnya.


"Kita dapat restu sayang.......", teriaknya. Untung di dalam mobil, jadi hanya Sharen yang mendengar.


"Kita direstui? bener Nath..",

__ADS_1


"Iya..., bentar lagi kita bisa tinggal berdua..",


"Ih.., kenapa muka kamu tadi manyun kayak gitu..? ngerjain aku..?", pukulnya pada lengan Nathan.


"Iya..,mau tau reaksi kamu..",


"Jahat...",


"Nggak sayang.., aku cinta sama kamu..",


"Kamu buat aku jantungan tau nggak..",


"Yang penting kita bisa sama-sama..", Nathan merayu Sharen dengan mencium tangannya.


Dari awal bertemu dengan Mommy, Nathan sudah yakin jika dia akan mendapatkan restu. Apalagi saat di Bali, dia sudah mendapatkan nasehat dari Daddy.


"Kamu sampaikan sama mommy, niat kamu untuk lamar Sharen. Sisanya, biar Daddy yang bujuk, Nath..",


Ditengah perjalanan mereka ke butik.


"Nath, bisa nggak kamu nggak usah kerja..?",


"Kenapa..? mau berduaan sama aku..?",


"Temenin aku ke toko kain, buat nyari bahan buat acara kita..",


"Sayang, aku baru aja masuk ke Prime lagi. Masa iya hari pertama udah bolos..?",


"Yah, terus aku gimana?",


"Nyarinya nanti siang aja, gimana?",


"Kan maunya langsung dibuat Nath..,


nggak usah kerja aja ya? aku bilang ke Daddy deh..",


"Bukan Dad lagi, tapi Javas.., aku nggak enak sama dia..",


"Ya udah, aku bilang ke dia ya..",


"Sayang..,


jangan ya. Aku nggak mau kayak gitu.


Gini aja, kamu yang nganter aku ke Prime, terus bawa mobil ini ke butik, nanti perginya sama karyawan kamu aja..",


"Nggak ah, nanti aja kalo gitu. Aku pengen ditemenin sama kamu..",


"Ya udah, nanti aku jemput ke butik ya..",


Seperti truk, mereka selalu bergandengan tangan. Saat ini mereka masuk ke salah satu toko perhiasan.


"Kamu pilih aja sayang..",


"Pilihin Nath..",


"Pilih aja mana yang kamu suka..",


"Boleh pilih sesuka aku..?",


"Boleh sayang..",


Sharen melihat-lihat di etalase.


"Mbak.., coba liat ini..",


Sharen mencoba cincin yang terlihat bagus baginya.


"Bagus kan Nath..? yang untuk kamu juga bagus..",


"Bagus, kamu suka..?",


"Suka.., tapi yang itu juga bagus..tapi nggak couple..",


"Mbak.., coba keluarin itu..", ucap Nathan.


Sharen mencoba cincin kedua, dan sama bagusnya dengan yang pertama.


"Tuh kan Nath.., bagus..",


"Kamu suka..? ya udah, 2-2nya aja..


yang satu langsung dipake aja..",


"Jangan.., kan perhiasan yang lainnya juga belum..",


"Nggak apa-apa, kamu mau kan?


Ambil 2-2 nya ya mbak..",ucapnya pada pelayan toko.


"Makasih Nath..",


"Iya sayang..",


Sudah mendapatkan cincin kawin, serta perhiasan yang lainnya. Sharen dan Nathan sama-sama menyodorkan kartu ketika hendak membayar perhiasan yang mereka beli.


"Nath..pake ini aja..",


"Pake kartu aku aja..",


"Kan, ini kartu kamu juga.., kenapa? nggak bisa digunain? nggak ada saldo segitu..?",


"Enak aja..


ada sayang.., saldonya aja banyakan kartu itu daripada kartu yang ini..",


"Emang berapa saldonya..?",


"Kamu cek sendiri aja nanti..


Pake ini aja..",


Mengalah, akhirnya mereka membayar dengan kartu debit yang diberikan oleh Nathan.


"Kenapa sih? kan ini juga kartu yang kamu kasih..",


"Itu kan buat kamu jajan.., beli skin care, beli baju kalo kamu mau.., kalo beli seserahan tetep dari aku sendiri..",


"Apa bedanya sih Nath..",


"Beda sayangku..,


jadi beli bahan kain?",


"Jadi..",


"Di mall ini ada?",


"Nggak ada, adanya di ruko..ujung jalan tadi Nath..",


"Oke.., let's go sayang..


kemanapun kamu pergi aku anterin...",


"Makasih gantengku..",


"Sama-sama cantikku..",balasnya dengan mencubit gemas pipi kemerahan Sharen.


Sharen memekuk erat pinggang kekasihnya, seakan ingin menunjukkan bahwa pria tampan yang berada disampingnya miliknya seorang.

__ADS_1


__ADS_2