Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Balasan


__ADS_3

Javas jatuh sakit. Bukan hanya karena memikirkan istrinya yang menghilang. Juga karena ngidam yang dia alami. Muntah setiap kali makan hingga menjadi tidak selera makan yang membuat badannya lemas. Javas berdoa, semoga saja hanya dia yang mengalaminya, istrinya jangan.


Javas turun untuk sarapan bersama keluarganya. Berharap, pagi ini dia bisa mencerna makanan dengan baik. Saat sampai di ruang makan, hanya ada kakak perempuannya yang terlihat cuek dengan kehadirannya. Javas juga enggan menyapa, karena bisa dia pastikan akan mendapatkan amarah dari kakak cantiknya. Ada si kecil Jaz, tapi Javas juga enggan basa-basi dengan adiknya. Jaz memang anak kecil, tapi sekali dia berucap. Dia juga pasti akan konsisten. Jaz memusuhi Javas sebelum kakak ipar dan calon keponakannya ditemukan.


Daddy, menjadi penyelamat pagi itu. Karena hanya Daddy yang mau dan bisa berbicara normal dengan Javas. Lainnya? Mommy, kak Sharen dan Jaz sudah tidak mau berbicara dengannya. Kalaupun berbicara, pasti ketus.


"Pagi Daddy...",sapa Jaz.


"Pagi sayang..,


Makan yang banyak ya..",


"Mommy mana Dad..?",


"Mommy sakit.., nggak enak badan..",


"Kenapa Dad..?",


"Mual, pusing katanya..",


"Sha mau punya adik lagi...? astaga...",


"Asyik...", ucap Jaz.


"Javas mau punya anak, Daddy juga nggak mau kalah..?", timpal Javas.


"Kalo beneran hamil sih, Daddy seneng banget pasti..",


"Beneran dad..? ya Gusti.., Sharen aja belum nikah masa iya mommy mau punya bayi lagi..",


"Nggak.., mommy cuma banyak pikiran aja..",


"Kenapa Dad..?",


"Ya kepikiran sama menantu, sama cucunya apalagi..?", ucap Daddy.


"Javas mau tengok dulu Dad..", Javas berdiri dari duduknya. Lagi-lagi langsung mendapatkan cemoohan dari Sharen.


"Mau nengokin mommy di kamarnya? nggak usah, duduk aja kamu disitu..",


Javas melongo.


"Duduk kakak bilang...", ucap Sharen setengah membentak adiknya.


"Kakak kenapa sih? dari kemarin sensitif banget sama Javas. Iya..iya..Javas tau Javas salah, tapi jangan terus-terusan kayak gini. Kakak pikir Javas nggak bingung? Javas juga stress kak..",


"Mommy lagi sakit, itu karena kepikiran cucu sama menantunya. Mereka hilang karena siapa? karena kamu..., jadi Mommy sakit itu karena kamu. Masa iya biang penyakit malah mau nengokin orang sakit. Yang ada makin sakit..",


Sharen yang memang sudah selesai sarapan langsung berdiri. Dia menyiapkan sarapan untuk mommy, lalu mengantarkannya ke kamar.


"Sha anterin ini dulu ya Dad..


Jaz.., kalo udah selesai, buruan berangkat sekolah ya sayang. Bilang sama sus, kotak bekalnya jangan sampe lupa..",


"Oke kak Moma..",


Kalau bisa berteriak saat itu, mungkin sudah akan Javas lakukan. Tapi, dia menahannya. Ini semua memang karena kesalahannya. Kekacauan ini akibat perbuatannya. Dan, inilah resiko yang harus dia tanggung. Kehilangan istrinya serta dimusuhi oleh mommy dan saudara-saudaranya.


"Udah.., cepetan makan..,


perempuan itu apa-apa pake hati. Beda sama kita yang pake logika..",


"Istri Javas gimana dad? belum ada kabar juga..",

__ADS_1


"Daddy juga udah usaha nyari Vas..udah nyebar orang. Tapi, belum ada yang laporan nemuin atau dapat petunjuk istri kamu..",


"Javas pengen mati rasanya Dad...",


"Sabar.., berdoa, tawakkal. Semoga istri kamu cepet ketemu. Atau, berdoa aja biar Kina hatinya dibukakan semoga mau pulang..",


"Itu udah pasti Dad..",


"Kamu masih tanya kabarnya?",


"Udah, lewat transfer, kayak yang Daddy bilang..., tapi nggak ada respon sama sekali..",


"Nggak apa-apa, setidaknya istri kamu tau, kalo kamu lagi berusaha nyari dia..."


"Iya Dad..",


Semenjak Kinara hilang, Javas sudah tidak lagi berkunjung ke rumah sakit untuk menengok Mine. Saat ini, Mantannya itu dalam kondisi tidak sadar.


"Kamu nggak mau ke rumah sakit..?",


"Nggak dulu Dad..",


"Kenapa?",


"Javas tambah mual nanti kalo ke sana. Bau parfumnya Dad aja, Javas pengen muntah, apalagi bau obat-obatan..",


"Parfum Daddy mahal Vas..",


"Iya tau, percaya..",


"Waktu Kina masih ada disini, kaki kamu gatel banget, tiap hari ke rumah sakit jengukin Mine...sekarang nggak? ",


"Dad..udah nggak usah ngingetin Javas kayak gitu..",


"Keadaanya Mine, gimana Dad...?",


"Udah nggak sadar, cuma masih respon..",


"Kasian Mine..


Besok-besok jenguk..",


"Vas..vas.., sadar kok setelah istrimu hilang..",geleng Daddy nya mengingat jika putra tampannya ini ditinggal kabur oleh istrinya.


"Bantuin nyari Dad..",


"Udah dibantuin, tapi emang belum ketemu aja. Sabar..., kamu kenapa nggak nyari..?",


"Javas di rumah dulu Dad, bawa kuping aja rasanya berat banget...",


"Ya udah, kamu di rumah aja. Sebentar lagi, kakak kamu pasti keluar. Mommy di rumah sendirian. Jangan maksain diri buat ngobrol sama mommy, takutnya nanti mommy ngamuk, nanti tambah lama marahnya.., nggak sembuh-sembuh nanti istri Dad..",


"Iya Dad..",


Javas dititik pasrah dalam hidupnya. Rasanya lebih gila kehilangan Kinara, dibandingkan saat dia kehilangan Mine, dulu.


"Sayang.., kenapa nggak mau pulang? kenapa kamu siksa mas kayak gini...Kamu boleh marah, tapi setidaknya pulang. Setidaknya, kamu tunjukin rasa marah kamu sama mas...",gumamnya.


Sementara itu, disebuah rumah besar yang hanya dihuninya seorang diri.Kinara memandangi potret suaminya. Rasanya rindu, tapi jika mengingat perlakuan Javas, Kinara juga merasakan sakit hati yang teramat dalam.


"Kenapa mas jahat banget sama Kina mas..? kenapa lebih mentingin orang lain daripada istri sendiri...?",ucapnya.


Flashback.

__ADS_1


Hari ini adalah hari ulang tahun Kinara. Satu yang dia minta dari Javas, adalah waktu. Seharian ini, Kina ingin sekali menghabiskan waktu bersama Javas.


Pagi ini, Kinara sudah mendapatkan ucapan dan kado dari kedua mertuanya serta adik iparnya. Tak ketinggalan dari Sharen yang paling akhir memberikan doa dan kado untuknya.


"Panjang umur, sehat, dimurahkan rezeki, berkah sepanjang usia..,cepet dikasih momongan, biar kakak sama Jaz punya ponakan..", ucap Sharen yang memberi selamat untuknya.


Kalimat terakhir yang membuat Kinara sedikit berubah ekspresi wajahnya. Ucapan Sharen menyadarkan Kinara terhadap satu hal.


"Ya Allah, Kina udah telat mens satu minggu..",


Kinara menetralkan ekspresi wajahnya. Dia akan mencoba untuk testpack, tapi nanti setelah nanti pulang. Meminta waktu Javas, keinginannya sesederhana itu. Namun, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga saat ini untuk suaminya. Waktunya, sudah banyak tersita untuk perempuan lain.


Belum sehari, tapi sudah mendapatkan telepon dari orang tua Mine, tentang keadaan gadis itu. Ingin marah, tapi ini adalah Kina day. Hari dimana hanya ada kebahagiaan untuknya.


Beruntung, Kinara masih mempunyai stok testpack di lemarinya. Meskipun tidak yakin, apa salahnya untuk mencoba.


Dengan harap-harap cemas, Kinara menunggu hasilnya. Dan, ternyata alat tes tersebut menunjukkan 2 garis merah. Itu artinya, dia sedang mengandung.


"Ya Allah, Alhamdulillah...Kina hamil...", ucapnya tak percaya. Tidak langsung memberitahu suaminya yang masih tertidur pulas. Kinara akan memberitahu Javas nanti, setelah suaminya bangun.


Deg-degan..


Kinara menghampiri Javas yang baru saja mengenakan bajunya.


"Mas..Kina mau ngomong bentar, bisa..?", ucapnya sumringah.


"Serius..?"


"Iya mas..penting..",


"Nanti aja kalo pulang ya sayang, Mas buru-buru mau pergi..",


"Ini weekend mas..., mau ke rumah sakit..?",


"Iya..,


Kita bicara nanti setelah mas pulang ya..",ucap Javas mencium kening Kinara lalu meninggalkannya.


"Kina nggak akan pernah bilang ke mas, kalo udah ada anak kita di perut Kina...",


Padahal, Kinara ingin memberitahu Javas tentang kehamilannya . Tapi, Kinara sudah terlanjur kecewa.Istri mana yang tidak kecewa? Ternyata kehadirannya tidak lebih penting dari mantan kekasihnya.


"Tadi pagi, mau ngomong apa sayang..?", tanya Javas ketika mereka hendak tidur.


"Nggak jadi..",


"Kok gitu.., kenapa?",


"Kinara bisa sendiri..",


Kinara akhirnya memilih untuk merahasiakan kehamilannya rapat-rapat. Termasuk, menyembunyikannya dari keluarga suaminya. Biarlah mereka tahu sendiri nanti saat perutnya sudah membesar.


Flashback off.


Dan, kini Javas sudah mengetahui kehamilannya. Kinara ceroboh, dia lupa untuk menyimpan bekas testpacknya.


Saat anaknya lahir nanti, Kinara lebih memilih untuk mengasuh dan membesarkan seorang diri, tanpa campur tangan suaminya. Bukan Javas lagi yang sekarang akan menjadi prioritasnya, tapi si jabang bayi yang ada di dalam perutnya.


Dada Kina kembali bergemuruh ketika mengingat kelakuan Javas yang di luar akal sehatnya.


M-Transfer BERHASIL 12/12 10:17:10 Ke 56345xxxxxxxx


JAVAS ALTHAF Rp. 70.000.000,- Berita. JAHAT!!!!!!! Ref 863846*

__ADS_1


Kinara kembali mentransfer sejumlah uang yang sebelumnya Javas kirimkan untuknya. Kinara tidak butuh itu semua. Yang dia butuhkan hanya hidup bahagia bersama anaknya. Dan, Javas tidak perlu mengusiknya lagi.


__ADS_2