
Dad, Mom dan Jaz akhirnya kembali ke rumah setelah 3 pekan berada di rumah Kakek. Rumah mewah dan megah itu akan ramai, karena si penghidup suasana telah kembali. Tingkah Jaz yang lucu serta menggemaskan selalu mengundang gelak tawa seisi rumah.
"Kak dok....", Jaz berlari ketika turun dari mobil. Menghampiri Kinara yang memang sengaja menyambut kepulangannya.
"Halo ganteng...",
"Jaz kangen banget sama kak dok..",
"Sama.., kakak juga kangen sama kamu...",
"Kamu nggak kangen sama kakak? katanya kangen?", sahut Javas yang menyaksikan kemesraan adik serta istrinya.
"Nggak.., wle...", ucapnya menjulurkan lidahnya.
"Tuyul..tuyul.., katanya kemarin kangen..",
"Nggak lagi..
Jaz kangen kak..", ucapnya menciumi pipi Kina.
"Iya.., nanti main sama kakak ya..",
"Kak Kina wangi banget, udah mandi..?",ucapnya menciumi pipi Kina kembali, kiri dan kanan.
"Udah dong, kan ini udah sore. Jaz belum mandi ya? pantes bau..",balasnya dengan mencium pipi Jaz yang sebenarnya masih tercium wangi aroma bedak baby.
"Belum.., kan dijalan kak..",
Kak Javas ngapain liat-liat? pengen juga cium pipi kak Kina? pengen dicium juga sama kak Kina?", ledeknya. Jaz menciumi pipi kakak iparnya kembali.
"Dasar tuyul..",
"Kakak iri ya..? bilang dong..",
"Nggak..ngapain iri..",
Untung ya, kamu itu adik kakak. Masih kecil pula, kalo nggak..., udah kakak bejek-bejek, main sosor pipi Kinara. Kakak aja belum pernah.
"Javas.., Jaz.. kalo ketemu berantem. Kalo lagi jauhan, kangen-kangenan.
Yuk masuk.., Jaz mandi dulu. Biar wangi juga kayak kakak dokter..", ajak Aira.
"Jaz mau dimandiin kak dokter, boleh nggak mom?",
"Jangan ah.., kamu sama mbak sus aja mandinya. Kak Kina biar mandiin kak Javas..", bisiknya pada Jaz.
"Hihihi.., kak Javas nanti jadi anak kecil kayak Jaz dong mom..",
"Ngomong apa kamu?",tanya Javas.
"Nggak apa-apa.., yuk mom.., kak dok..masuk.., kak Javas biar diluar aja..",
Keluarga Perdana sedang makan malam bersama. Dengan atmosfer berbeda karena ada anggota keluarga baru diantara mereka.
"Mau lagi nggak mas..?",
"Nggak sayang..udah kenyang..
mas mau makanan yang kamu makan..", pintanya pada istrinya.
Aira lantas menyuapi suaminya. Makanan yang diberikan oleh tetangga Aira, sebagai oleh-oleh.
"Ini apa namanya..?",
"Nggak ada namanya, otak-otak ikan kayaknya jadi daging ikannya dialusin, dikukus terus masaknya digoreng sama telur...",
"Enak juga..",
"Kak Javas.., kok nggak disuapin sama Kak dokter..?",
__ADS_1
Javas menghentikkan gerakan tangannya menyendok makanan. Dia melihat ke arah Kinara yang terlihat sedikit salah tingkah. Sudah dua kali ini Javas dibully oleh adiknya.
"Kak Javas bisa makan sendiri..",
"Dad aja disuapin sama mommy.., kak Javas kok nggak?",
"Cerewet.., udah buruan makan..",
"Hmmm.., padahal kan kak Javas sama kak Kina udah jadi pengantin, tapi nggak kayak mom sama dad..",
Aira dan Rendra saling pandang melihat Jaz yang sok tahu, tapi apa yang dikatakannya benar adanya. Javas dan Kinara masih terlihat kaku, meskipun statusnya kini sudah menjadi sepasang suami istri.
Berkumpul di ruang tengah keluarga, ketika mereka sudah selesai menikmati makan malam. Jaz sedang asyik bermain dengan Kinara. Sementara Javas mengobrol dengan Dad dan Mommynya.
"Kantor gimana Son?",
"Aman Dad..",
"Good job..",
"Tokonya kakek, gimana dad?"
"Udah mulai renovasi, sesuai arahan dari kamu. Om Didik juga ngerjainnya udah sesuai..",
"Estimasi selesainya berapa bulan Dad?",
"Dua bulan juga udah kelar itu..",
"Wah, cepet juga ya dad..",
"Oh ya Vas.., kak Sha besok pulang.., kita jemput di bandara..",
"Pulang? masih inget rumah..?",
"Ingetlah.., masa nggak..",
"Jam berapa mendarat?",
"Oke mom.., besok Javas sama Kina ikut..",
"Kalian emang nggak pengen honeymoon? ke Bali atau kemana gitu?", tanya mommy.
Kinara melihat ke arah Javas yang juga sedang melihatnya.
"Nanti dulu mom..",
"Nunggu apa?",
"Nunggu niat.., Javas sibuk mom..",
"Hmmm.., ya udah deh terserah kalian aja..",
Aira mendapatkan cerita dari maid bahwa selama dia pergi, Kinara berperan sebagai istri yang baik. Kinara selalu menyiapkan makanan untuk Javas.
"Kina kan emang rajin Bik.., dia selalu masak?",
"Nggak nyonya.., ya paling biasanya nyiapin buat sarapan, siangnya ikut bantuin aja..",
"Alhamdulillah, Javas punya istri yang perhatian..",
Jaz sudah duduk ditempatnya dengan memakai seragam. Dia sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Javas juga sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Dad pun demikian. Hari ini beliau akan kembali bekerja ke kantor, meskipun jam kerjanya hanya 2-3 jam saja. Prime grup memang sudah dipegang kendali oleh Javas, sedangkan Dad hanya mengawasi saja.
"Jaz..ayo cepetan makannya. Udah ditunggu sama mamang di depan..",
"Iya mom..,
Kak Dok.., besok Jaz tolong dibikinin sandwich buat bekal, boleh nggak?",
"Boleh dong.. besok kak Kina bikinin ya Jaz..",
__ADS_1
"Asyik.. makasih ya kak..",
"Sama-sama..",
Ini.., kali pertamanya Kinara ikut mengantarkan Javas ke depan, untuk bekerja. Sebuah nasehat dari mommy saat mereka berada di dapur tadi.
"Kalo Javas mau pergi ke kantor, usahakan dianter sampai pintu depan Na. Itu bentuk dukungan kamu sebagai istri, biar Javas juga semangat pergi kerjanya..",
Kinara memang harus belajar banyak dari ibu mertuanya. Meskipun, hanya menganggap dirinya sebagai istri pura-pura, setidaknya Kinara tahu bagaimana menjadi istri yang baik untuk suami.
"Na.., tolong ambilin handphone. Tadi aku taruh di atas meja kamar..",
"Iya mas..",
Kinara masuk kembali ke dalam untuk mengambil ponsel suaminya.
"Vas.., kebiasaan deh kamu, pelupa..",
"Hehehe.., iya mom.."
Jaz digendong oleh Daddynya. Hari ini, Jaz memang pergi ke sekolah diantar oleh Daddy, tanpa mbak Sus yang nanti akan menjemput saat Jaz, pulang sekolah.
"Jaz sekolah dulu ya mommy..",
"Iya ganteng.., rajin ya sekolahnya..",
"Mas pergi dulu ya sayang..", ucapnya dengan mengulurkan tangannya lalu disambut oleh sebuah ciuman dari Aira.
"Hati-hati mas..", pesannya. Aira langsung mendapatkan sebuah kecupan di keningnya.
Javas melihat langsung ritual yang memang selalu dilakukan oleh mom dan Daddynya.
Daddy berbisik di telinga Jaz, entah apa yang diucapkannya. Jaz langsung sumringah sambil mengangguk-anggukkan kepalanya memberikan kode pada Daddynya yang tersenyum lebar.
"Kak Javas, pasti nggak bisa kayak gitu deh.., payah...",
Lagi-lagi, Javas dibully oleh adiknya sendiri. Tapi, kali ini dengan andil Daddynya. Oh, jadi ini bisikkan Rendra kepada putra bungsunya.
"Ledek aja terus..",
"Payah..payah..", ucap Jaz lagi.
Kinara kembali dari dalam, dengan membawa ponsel milik suaminya yang tertinggal.
"Mas., ini handphonenya..",
"Makasih ya Na..",
"Sama-sama..",
Javas maju satu langkah, saat berada tepat dihadapan Kinara. Javas meraih kepala Kinara lalu........
Cup..,
Javas mengecup kening Kinara. Kali kedua, namun saat ini dia lakukan saat Kinara dalam keadaan sadar. Javas melakukannya penuh penghayatan karena dia sampai memejamkan matanya.
"Aku pergi dulu..",
Kinara shock, kaget karena perlakuan Javas. Namun, dia tetap tersenyum untuk menutupi kekagetannya.
Tidak sampai disitu, Javas mengulurkan tangannya. Mengerti, Kinara meraihnya lalu menciumnya, persis dengan apa yang dilakukan mommy dan Daddy.
"Hati-hati mas..",ucapnya.
Jika begini, Javas dan Kinara sudah seperti suami istri sungguhan.
Javas lantas memandang ke arah Daddy dan Jaz dengan senyuman meledek karena Javas merasa menang. Javas lantas masuk ke dalam mobilnya.
"Kita kalah Son..", bisik Daddy.
__ADS_1
Jaz hanya menyengir kuda, padahal niatnya mau membully kakaknya, tapi justru senjata makan tuan.