Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Karma? ( Dejavu )


__ADS_3

Javas langsung menuju kamarnya begitu mendengar ucapan Daddy yang mendesaknya untuk berpisah dari Kinara. Semua ucapan Daddy itu serius, tidak ada yang main-main. Daddy sama dengan Kinara, mereka menginginkan pernikahan ini selesai. Tapi, tidak dengan Javas yang akan terus mempertahankan rumah tangganya bersama Kinara.


Yang ada dipikiran Javas sekarang adalah, mengamankan buku nikahnya. Dan, dia berdoa semoga saja Kinara tidak membawa buku nikah mereka yang selama ini disimpan oleh istrinya. Javas tidak tahu pasti, dimana buku nikah itu Kina simpan. Javas mencoba membuka-buka brankas, yang selama ini menjadi tempat menyimpan barang-barang penting milik mereka berdua. Tapi, nihil. Brangkas hanya berisikan perhiasan milik kina, serta uang rupiah dan dollar miliknya.


"Ya Allah, jangan sampai Kina bawa buku nikahnya..",


Tidak putus asa, Javas mencoba membuka laci meja rias milik Kinara. Tapi, bersih hanya ada beberapa stok skincare milik Kinara.


"Sayang..kamu bawa buku nikah kita? kamu emang udah niat pisah dari mas, Na..?",


Masuk ke walk in closet, Javas membuka lemari yang biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen pribadi milik mereka berdua. Seperti akta lahir, ijazah dan dokumen penting lainnya. Sudah mencari dan masih nihil. Hampir, menyerah tapi Javas mencoba membuka laci. Satu-satunya tempat yang belum dia periksa.


Dan, akhirnya ketemu. Buku nikah mereka disimpan Kina di dalam laci lemari. 2 buku nikah, itu artinya Kina tidak membawanya, semuanya disimpannya dalam lemari itu.


Javas mengambilnya, namun matanya langsung tertuju pada benda yang berada di bawah buku nikah yang sudah diambilnya. Benda kecil yang asing untuknya, tapi Javas tidak bodoh. Dia tahu benda tersebut.


"Tespack.., positif...? Punya kamu Na? kamu hamil sayang?", ucapnya.


Seketika badannya lemas. Javas tentu saja tidak menyangka. Jika Kinara saat ini sedang mengandung dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang Papa. Tapi, kenapa dia harus tahu setelah Kina pergi meninggalkannya?


Javas menyimpan buku nikahnya, dia tidak akan membiarkan benda itu berada di tangan Daddynya. Javas akan mempertahankan rumah tangganya, apalagi saat ini Kina sedang mengandung anaknya.


Javas kembali menghampiri kedua orang tuanya yang masih mengobrol di ruang tamu keluarganya.


Bruk...,


Javas langsung duduk bersimpuh di depan orang tuanya, tepatnya di depan sang Daddy.


"Dad.., tolong Javas Dad.., bantu Javas untuk ketemu sama Kina Dad..?",


"Untuk apa? untuk kamu sakiti lagi? belum cukup selama ini kamu nyakitin dia, Vas..?",


"Dad mau jadiin Javas Duda Dad..?",


"Kenapa nggak?",


"Daddy tega, cucu Daddy lahir tanpa seorang Papa?",


"Cucu..?", tanya Mommy Aira.


"Sebentar lagi Javas jadi Papa, mom...


Kina hamil...", ucapnya dengan menunjukkan tespack positif kepada mommynya.


Aira menutup mulutnya. Entah harus bahagia atau bersedih. Sebentar lagi dia akan mempunyai cucu, tapi sedih karena dia tidak mengetahui keberadaan menantunya.


"Dad...", ucap Aira yang mengambil testpack itu lalu menunjukkannya pada Javas.


"Istri kamu hamil Vas..?",tanya Daddy.


"Iya Dad..",

__ADS_1


"Congratulation son, akhirnya kamu berhasil juga..",


"Daddy, bantu Javas kan? Daddy bakal temui Kinara kan..?",


"Oke.., Daddy akan bantu kamu. Tapi, janji.., kamu nggak akan sakiti Kinara lagi..",


"Oke dad, Javas janji..",


"Biar dia usaha sendiri Dad. Kina pergi karena Javas, jadi biar dia yang cari sendiri..", ucap Mommy yang langsung emosi.


"Mom..jangan gitu mom..",


"Sebelum Kina ketemu, jangan harap Mommy bisa maafin kamu. Apalagi, kalo ada apa-apa sama kandungannya, kamu yang tanggung jawab. Kamu tau nggak? kalo orang hamil itu nggak boleh stress, bisa ngaruh ke janinnya..",


"Javas nggak tau mom..",


"Makanya, jangan taunya cuma buat aja. Tapi nggak tau apa-apa setelah jadi.."


"Mom...",


"Jangan ajak bicara mommy, sebelum kamu nemuin mantu mommy. Kalo perlu, kamu pergi dari sini...",


"Mommy ngusir Javas..?",


"Iya....",


"Sayang.., calm down. Oke.., kita usaha dulu. Kina pasti ketemu...",


Tante Tya, dibuat bingung. Ternyata, keponakannya belum memberitahu berita kehamilannya kepada keluarga, termasuk ke suaminya.


"Tau Bu..",


"Jadi..Tante tau? kenapa nggak ngasih tau Javas sih Tante..?",


"Tante kira mas Javas udah tau mas..",


"Kina nggak pernah bilang Tante..


Kapan Tante tau kalo Kina hamil..?",


"Waktu dia sampai ke rumah sakit. Waktu nenek sadar, terus dia bilang ke Nenek kalo dia abis testpack , terus hasilnya positif mas..",


"Astaga.., kenapa aku bodoh kayak gini..",


"Baru tau kalo kamu ini bodoh? kemana aja selama ini? ",


Javas notabene adalah anak kesayangan Aira. Tapi, sekarang Javas berubah seperti anak tiri. Mommy tidak pernah semarah ini kepadanya.


"Gimana dad..?",


"Kita suruh orang buat cari Kinara..., apalagi?",

__ADS_1


"Daddy beneran nggak tau dimana Kinara?"


"No..Daddy nggak tau..",


Aira menangis dipelukan suaminya. Sebenarnya dia ingin sekali melakukannya di depan Javas, tapi dia menahannya. Barulah saat berada di dalam kamar, Aira menumpahkan emosinya.


"Gimana sama Kina mas? gimana cucu kita?",


"Tenang ya sayang, mas lagi berusaha buat nyebar orang buat cari Kina. Pasti ketemu..",


"Kenapa pake acara kabur-kaburan kayak gini sih?",


"Dari awal, Kina emang sepertinya sengaja nyembunyiin kehamilannya..., dia mungkin udah terlalu capek sama anak kita..",


"Apa ini karma ya mas? dulu Aira juga kabur waktu hamil Sharen, sekarang menantu kita yang kabur...",


"Kamu ngomong apa sih? ini emang murni kesalahannya Javas.., nggak ada karma. Ini ujian rumah tangga mereka..",


"Kalo Kina nggak ketemu gimana mas? Kita nggak akan ketemu sama cucu kita?",


"Pasti ketemu.., cepat atau lambat. Semoga Kina masih di Indonesia.., jadi orang kita bisa nemuin dia..",


"Paspornya masih kan mas? nggak dibawa kan?",


"Mas belum tanya sama Javas sayang, besok Mas sama Javas mau ke rumah Kina. Mau periksa CCTV di kos-an milik Kina. Semoga ada yang mengarah ke rumahnya, jadi bisa ngecek plat mobil yang jemput dia..",


"Temuin kina ya mas..",


"Pasti sayang..",


Bukan hanya mommy yang marah kepada Javas. Sharen dan si kecil Jaz juga ikut memusuhi. Jaz malah terang-terangan menyebut kakak laki-lakinya itu orang yang jahat.


"Kak Javas ternyata jahat ya.., tega....


Kasian kak Kina..jadi pergi bawa dedek bayi diperutnya...",


"Maaf Jaz..",


"Maaf..maaf...


awas aja ya Kak Kina nggak ketemu. Jaz bakalan musuhin kak Javas selamanya...",


Sharen hanya diam, begitu pula dengan mommy nya yang tidak memberikan peringatan kepada si bungsu. Semua yang diucapkan Jaz kan memang benar.


Dada Javas sesak , setiap kali dia masuk ke dalam kamarnya. Apalagi, melihat barang-barang milik Kina. Baru sehari ditinggal, tapi rasanya sudah se-rindu ini.


"Izinin mas buat ketemu kamu sayang..mas pengen bicara sama anak kita...",


"Mas salah, mas minta maaf.."


"Tolong jangan kamu siksa mas seperti ini.., mas nggak sanggup tanpa kamu..",

__ADS_1


Berbicara seorang diri, di dalam ruangan yang selama ini menjadi tempat peraduan mereka.


"Mas bodoh Na.., mas salah.., tapi mas nggak mau kehilangan kamu sayang.., gimana sama anak kita..? dia baik-baik aja kan di dalam perut kamu? kamu bisa makan nggak? kamu muntah? atau malah nggak bisa makan sama sekali. Atau kamu malah pengen makan sesuatu? apapun itu, mas penuhi..asal kamu kembali.. mas janji nggak akan nyakitin kamu lagi..", ucapnya memandangi dan mengelus foto istrinya menggunakan jariny. Javas sepertinya terlihat sangat tersiksa.


__ADS_2