Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Kenapa?


__ADS_3

Sidang selesai setelah Kinara pergi. Daddy keluar ruangan disusul oleh Sharen yang nampaknya ingin merayu Daddy nya untuk tidak memaksanya menikah.


Mommy dan Javas masih berada di ruangan, keduanya lega karena pernikahan Javas akhirnya bisa diselamatkan.


"Kenapa Daddy pilih kasih mom..?",


"Pilih kasih gimana?",


"Kalo Queen aja disuruh cepet-cepet nikah, Javas yang udah ngasih cucu, malah disuruh pisah..",


"Kan emang kamu yang salah?",


"Iya tapi kan paling nggak Daddy jangan bilang kayak gitu. Kalo tadi Kina beneran mau pisah karena dukungan Daddy, Javas gimana?",


"Ya palingan kamu juga punya istri baru lagi kan?",


"Emangnya mommy mau punya mantu selain Kina..?",


"Ya enggak-lah , kalo kamu punya istri baru ya Mommy usir dari rumah...",


"Tuh kan..",


"Lagian kamu emangnya punya niatan pisah sama Kina?",


"Ya enggak lah Mom, gila aja..",


"Kamu harusnya berterima kasih sama Mom sama Dad..",


"Kenapa? orang Mommy sama Daddy tadi juga nyuruh Javas sama Kina pisah..",


"Akhirnya nggak kan?


Mana mungkin Kina mau pisah sama Ze..",


"Jadi, Mom sama Dad mau ngambil Ze, itu semua cuma ancaman?",


"Iya..,


Mana mungkin sih mommy tega misahin ibu sama anak. Tadi, mommy bilang kayak gitu juga biar Kina itu mikir. Kalo dia sama kamu pisah, ya berarti dia juga harus siap-siap pisah sama Ze..",


"Gitu ya mom...


Makasih mommy cantik..", ucapnya. Javas lantas mencium pipi mommy nya.


"Mommy juga mana rela kalo pernikahan kalian selesai...


Mommy aja nggak masih nggak nyangka kalo justru kamu duluan yang nikah, terus ngasih mommy cucu. Mommy kira kak Sharen dulu..",


"Oh ya, Satria siapa mom..?",


"Anak temen mommy..,


ganteng kan..?",


"Nggak..biasa aja.


Gantengan juga Javas..",

__ADS_1


"Gantengan juga Ze, bukan kamu..",


"Ya, kan Javas yang produksi Ze, pasti lah anaknya ganteng..",


"Kamu juga yang produksi Mommy sama Dad..",


"Hehe iya..


Beneran mau dijodohin sama kak Sharen..?",


"Huum..,


mereka berdua keliatan cocok kan Vas..?",


"Iya, cocok. Perempuan sama laki-laki..",


"Kok gitu jawabnya. Kamu setuju nggak?",


"Javas sih terserah Queen aja mom..,


kalo dia mau, ya Javas oke-oke aja. Asal, nggak dipaksa aja Mom...",


"Nggak maksa, Kakak kamu juga keliatan nyaman kan kemarin..?",


"Ya kan cuma sekedar ngobrol aja..",


"Ya justru itu Vas, baru pertama kali ngobrol aja bisa seakrab itu..",


"Mommy udah tau seluk beluk keluarganya?",


"Ya kan Mommy kenal..",


"Ya tau..mereka dari keluarga baik-baik, dari keluarga terpandang..",


"Jangan sampe salah loh mom..",


"Iya nggak..",


"Ya udah, Javas mau ke kamar dulu ya..",


"Hmmmmm..",


Sharen mencoba merayu Daddy nya, untuk tidak meneruskan niatnya menyuruh Sharen untuk menikah dengan Nathan. Hukuman macam apa ini? Memang bisa-bisanya Daddy saja.


"Dad..",


"Hmmmm..",


Daddy juga sepertinya sudah tau niatan Sharen yang mengikutinya sampe teras belakang. Daddy acuh, beliau menyibukkan diri dengan memberikan makan untuk peliharannya, ikan koi yang ukurannya sudah besar.


"Kenapa Sharen disuruh nikah..?",


"Karena kamu udah dewasa. Javas aja udah nikah, punya anak. Kamu kan kakak, harusnya kamu duluan. Ini udah diduluin sama Javas..",


"Sharen bukan perawan tua Dad..",


"Daddy nggak bilang kamu kayak gitu. Dad cuma jawab kalo kamu udah dewasa...",

__ADS_1


"Kenapa harus Nathan?",


"Karena dia yang cinta sama kamu.., Dad tenang kalo kamu sama dia, bukan yang lain..., Dad tau latar belakang keluarganya seperti apa, bahkan Dad udah kenal Nathan semenjak dia masih bayi..",


"Setelah apa yang keluarga Nathan perbuat untuk pernikahan Javas Kina, Dad..?",


"Nggak ada komunikasi yang baik antara Javas dan Kina, Daddy memaklumi karena mereka belum lama mengenal. Keluarga Nathan salah, mereka juga sudah minta maaf secara pribadi sama Dad...",


"Sharen nggak ngerti sama pola pikir Daddy...",


"Daddy selalu berusaha cari Kina tiap hari, pantesan nggak pernah ketemu, karena ternyata kamu yang ngumpetin, kamu tau pergerakan Daddy, kamu pasti udah antisipasi semuanya, iya kan..?",


Sharen mengangguk.


"Daddy juga udah minta maaf sama Kina..., Daddy hampir aja gagal sebagai orang tua. Anak laki-laki Daddy nggak bisa bertanggung jawab sama istrinya...",


"Iya dad..",


"Dad nggak mau gagal lagi jadi orang tua Sha. Dad, mau kamu nggak salah pilih pasangan. Kamu anak perempuan dad satu-satunya. Daddy sendiri yang akan menyerahkan tanggung jawab Dad, kepada laki-laki yang akan menikahi kamu kelak. Dad sangat berharap laki-laki itu adalah laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab sama kamu dalam segala hal. Laki-laki yang bisa jaga kamu, seperti Dad yang menjaga kamu selama ini. Dan, itu semua ada pada Nathan...",


"Kenapa Nathan Dad.?",


"Cuma dia yang Dad bisa percaya..",


"Itu karena Dad cuma kenal sama Nathan..",


"Ingat waktu dulu kamu berhubunga sama Bian? Dad sebenarnya dari awal udah nggak setuju, karena Dad punya intuisi tentang Bian dan hubungan kalian. Kejadian kan? Bian selingkuh sama Gladys, kakak sepupu kamu sendiri..",


"Dad tau..?",


"Tau..,


Dad biarkan, justru itu menjadi hal yang menguntungkan. Dad nggak perlu repot-repot minta kamu mutusin Bian, tapi kamu sendiri yang secara sadar melakukan..",


"Dad...",


Sharen dengan tiba-tiba memeluk Daddynya.


"Nikah sama Nathan ya?",


Sharen menggeleng.


"Sharen udah dikenalin sama anak temen mommy...",


"Kamu suka..?",


"Belum.., mau coba dulu...,


boleh kan?",


"Boleh.., tapi Daddy tetap percaya Nathan..", usapnya pada bahu putrinya.


"Coba dulu kenal sama Satria Dad...",


"Hmmmm..",


"Besok Sha kencan sama dia, boleh kan..",

__ADS_1


"Boleh...",


Daddy Rendra tetap mengizinkan putrinya untuk mengenal laki-laki lain. Tapi, kita lihat bentuk proteksi apa yang akan Daddy berikan untuk Sharen.


__ADS_2