
Tama yang "muak" dengan sikap manis Nathan kepada Sharen akhirnya memilih untuk meninggalkan mereka berdua. Bagaimana tidak muak? Jelas-jelas cinta, peduli tapi masih saja berkedok hanya sekedar sahabat. Jika tidak ingat Nathan dan Sharen ini siapa, sudah pasti Tama memilih untuk tidak peduli.
Sharen dan Nathan berjalan berdua. Awalnya beriringan, tapi entah kenapa Sharen seperti mempercepat langkahnya.
"Sha..", Nathan meraih pergelangan tangan Sharen.
Deg....
Detak jantung Sharen dibuat lebih kencang dari sebelumnya.
Sharen menghentikan langkahnya, sebelum berbalik badan menghadap Nathan, dia menetralkan ekspresi wajahnya yang kaget.
"Apa..?", tanyanya pada Nathan.
"Kenapa buru-buru sih? nggak takut kalo jatuh..?",
"Kamu lupa? kalo aku model.. heelsnya cuma 7cm, nggak ada apa-apanya sama yang biasanya aku pake kalo kerja.."
"Iya-iya.., aku tau.
Kamu laper banget?"
"Nath, lepasin tangan aku..",
"Kamu belum jawab pertanyaan aku..",
"Aku mau cari Tama..",
"Tuh, Tama keliatan. Lagi mau ambil makan.."
"Nath, lepasin tangan aku. Nggak enak kalo diliat Luna..",
"Luna lagi sama keluarganya, emangnya kenapa kalo liat?",
"Nath...",
Nathan melepas pegangan tangannya.
"Ya udah, pelan-pelan tapi. Aku takut kamu jatuh..",
Mau menghindar rasanya tidak bisa. Nathan terus menempel Sharen. Bahkan, Nathan mengambil menu makanan yang sama persis dengan Sharen. Mungkin, hanya kebetulan karena memang mereka berdua mempunyai selera yang sama.
Sharen memilih untuk duduk satu meja dengan Tama yang tampak asyik dengan makanan di depannya.
__ADS_1
"Laper ya Tam..",
"Iya Sha...",
"Laper apa doyan Tam..", ucap Nathan yang ikut bergabung bersama. Mereka bertiga makan bersama, dengan posisi Sharen yang berada ditengah, diapit oleh Tama dan Nathan.
"Tadi siang aku nggak sempet makan. Kerjaan banyak...",
"Wah, beruntung tuh Sha punya Asisten kayak Tama..",
"Hehehe iya...",
Suasana hening seketika saat mereka menikmati makanan yang ada dihadapannya. Mata Sharen tiba-tiba tertuju pada gelang yang dipakai oleh Nathan. Sharen salah fokus dengan liontin yang "B", yang Nathan kenakan.
B untuk Belvanya? yang berarti namanya, atau B untuk Bella? nama kepanjangan Luna? Fanessa Bella Luna. Sharen meliriknya, namun dia juga penasaran dan akhirnya mencoba memancing Nathan.
"Nath.., gelang yang kamu pake kok lucu..",
"Hah..? ini..?", jawabnya dengan sedikit mengangkat tangannya dan memperlihatkan gelang itu dengan jelas.
"Iya.., couple-an sama Luna..?",
"Nggak sih..,
"Bagus.., lucu..",
"Kamu mau..? buat kamu aja nih..",
Nathan melepas gelang dari tangannya.
"Nggak Nath.., aku kan cuma muji aja..",
"Nggak apa-apa.., nih buat kamu..",
Sharen melihat sekilas Tama, yang terlihat tersenyum licik. Sepertinya, Tama tahu maksud Sharen.
"Ini kan gelang inisial..",
"Iya..?",
"Yah kan B.., namaku Sharen.., nggak usah deh Nath..",
"Kenapa emangnya? nama kamu kan ada B nya....",
__ADS_1
"Kalo disangka B itu buat Bian, gimana?",
"Nggak..!!! ini B nya buat Belvanya bukan yang lain..", tegas Nathan.
Dan, ucapan Nathan barusan semakin memperkuat dugaan Sharen jika B memang untuk Belvanya, namanya.
"Sini.., tangan kamu..",
"Nggak deh, udah penuh tangannya..",
"Ya udah, nih..simpen..",
"Iya..makasih ya Nath..", kata Sharen dengan memasukkan gelang ke tasnya.
Tama tak kuasa menahan senyumnya, dan untuk saja tawanya tidak pecah kala itu. Nathan masih tidak sadar jika sikapnya ke Sharen sudah cukup menunjukkan perasaannya selama ini.
"Kak Nathan disini..?",
"Iya.., kamu darimana aja..?",
"Tadi ikut foto, terus ikut kak Gladys ke kamarnya..",
"Oh...",
"Luna sampe belum makan kak..",
"Ya udah,ambil makanannya dulu, kakak tunggu sini..",
"Iya kak.., bentar..",
Luna menjauh dari meja Nathan, untuk mengambil makanan. Sharen dan Tama melihat sendiri perbedaan perlakuan Nathan kepada Luna. Dan, sekarang giliran Tama yang memancing
"Kok nggak diambilin?",
"Udah, tuh ngambil sendiri..",
"Kasian.., nggak diperhatiin sama pacarnya sendiri..",
"Tadi Sharen aja ditawarin mau diambilin..",
"Karena aku tau seleranya Sharen, kalo Luna agak susah..",
"Oh gitu..", ucap Tama yang akhirnya menyerah. Dia sudah tau Nathan akan menggunakan jurus seribu bayangannya untuk mengelak.
__ADS_1
Segini dulu deh ya.., besok lanjut lagi.