Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Milikku


__ADS_3

Ketiganya sampai di rumah. Di teras, sudah menunggu dua orang laki-laki kesayangan Kinara. Siapa lagi, kalo bukan Javas suaminya dan putra tampannya Ze.


Kinara turun, langsung menghampiri Ze namun tidak berani menyentuhnya.


"Anak Mama, lama nunggunya ya..,


Maaf ya sayang..",ucapnya yang langsung mendapatkan sambutan dari Ze yang girang karena melihat Mamanya.


"Bersih-bersih dulu gih sayang, Ze kayaknya mau nen..., nanti malam gantian Papanya.."


"Kebiasaan deh, mesum di depan anak..",


"Cepetan sayang...",


"Iya iya...


Mama masuk dulu ya, mau mandi...",


Kinara masuk berganti dengan Sharen yang mendekati Javas dan anaknya.


"Halo Ze...",


Javas langsung menyodorkan punggungnya ketika Ze disapa oleh auntynya. Dia menghindarkan Ze dari Sharen.


"Ih.., kamu apaan sih.." pukul Sharen pada pundak adiknya.


"Kakak kotor, dari salon. Jangan deket-deket Ze, sana bersihin badan dulu...",


"Hmmm cuma nyapa aja nggak nyentuh,


iya kan ganteng....", ucap Sharen.


Ze yang murah senyum juga terlihat girang ketika melihat aunty nya.


"Suami kakak, belum pulang ya Vas..",


"Belum.., kan Javas emang yang sengaja pulang lebih awal..",


"Jahat banget, suami kakak disuruh kerja keras..",


"Lah, wajar. Dia aja udah pengajuan cuti..",


"Cuti..?",


"Huum.., 3 hari katanya..",


"Kok kakak nggak tau..",


"Ya Javas nggak tau lah..


Kakak.., disuruh bersihin badan malah duduk disitu..",


"Bentar, Kakak ambil nafas dulu..."


Javas ikut duduk disamping Sharen, namun terhalang oleh meja yang berada di tengah-tengah mereka.


"Vas...",


"Hmmmm..."


"Kakak minta restu ya..,


doain semoga pernikahan kakak langgeng, bisa bahagia kayak kamu sama Kina..",


"Kenapa tiba-tiba melow kayak gini?",


"Ya.., kakak minta doanya aja..


Dulu, waktu kamu nikah kan kamu juga minta restu sama kakak, sekarang gantian..., kakak minta restu sama kamu...",


"Iya, Javas doain kak...,


semoga langgeng sampe kakek nenek..",


"Vas...",


"Apalagi..?",


"Sebelumnya kan kamu juga ngelarang kakak deket sama Nathan, tapi kamu keliatan santai waktu Dad bilang kalo aku sama Nathan udah nikah..",


"Ya gimana terpaksa..",


"Vas...",


"Iya-iya...nggak...


Javas udah tau waktu meeting di Bali.., Daddy udah cerita sama Javas..",


"Jadi, kamu udah tau sebelumnya?",


"Udah.., Daddy cerita..hmm bukan. Javas yang tanya, kenapa tiba-tiba Daddy ngenalin Nathan waktu itu, sebagai menantunya. Ternyata kalian udah dinikahin di bawah tangan. Karena kepergok..., iya kan? makanya kalo mau lakuin itu liat situasi duku, lagi ada dimana? ",


"Ya kalo nggak gitu kan nggak dinikahin..",


"Jadi, kakak sengaja?",


"Nggak sih...,


Ya, kan spontan aja Vas. Abis LDR, kan kangen...",


"Alah.. dulu aja nolak Nathan mentah-mentah..",


"Ya kan dulu, sekarang udah nggak...",


"Iya deh.., apapun itu bagi Javas, yang penting kakak bahagia...",


"Makasih Vas..",


"Javas masuk dulu ya kak,


Ze kayaknya pengen nyusu..,


tuh..suami kakak pulang..",

__ADS_1


Mobil Nathan masuk ke halaman rumah, Sharen menyambut kepulangan suaminya dengan senyuman.


Sharen mencium tangan Nathan. Ingin membalas dengan menyematkan satu kecupan di kening, Sharen justru menghindar.


"Kenapa? nggak mau dicium..?",


"Nggak gitu...",


"Oh..malu diliatin Mamang sama security..?",


"Nggak juga..",


"Terus.., apa..?",


"Aku baru dari luar, kata Javas aku kotor. Tadi mau nyium Ze aja nggak boleh...",


Nathan gemas, dia langsung mencium kening dan kedua pipi Sharen begitu mendengarkan jawaban istrinya.


"Iya.., Ze kan masih bayi sayang.., pantes aja Javas nggak ngizinin. Beda sama aku..., jangan kan cium, lebih dari itu aja kalo kamu mau, aku juga mau..",


Sharen mencubit kecil perut suaminya.


"Aw.., geli...",


"Ya abisnya kamu gitu...,


masuk yuk...",


Nathan melepas pakaian kerjanya, kemeja lalu melepas celananya. Membuat Sharen menutup mata dengan kedua tangannya.


"Masih pake boxer sayang..,


jangan takut gitu...",


Sharen membuka tangannya sambil menyengir kuda.


"Baru aja diliatin boxernya, belum yang di dalamnya..",


"Ih mesum..",


"Nggak mesum, tapi intim..",


"Nath.., katanya kamu mau cuti? mau kemana?",


"Nggak kemana-mana, pengen berduaan aja sama kamu..",


"Kirain mau ngajakin liburan...",


"Ya ayo..kalau kamu mau..,


kemana? keluar kota? keluar negeri, atau keluar angkasa..?",


"Nanti aja deh, kalo abis nikah resmi...",


"Daddy ngajakin kita staycation di hotel..",


"Kapan..?",


makanya aku minta kamu buat bawain baju aku, nggak lupa kan?",


"Nggak..tuh..",


"Sekarang kamu packing, aku mau mandi dulu . Atau, kamu mau kita mandi bareng..?",


"Nggak Nath..", geleng Sharen.


"Kapan-kapan mau ya..?",


Spontan, ingat dengan beauty therapist yang melayaninya, Sharen tidak ingin nasib rumah tangganya sama. Sharen mengangguk.


"Asyik..., nggak sabar buat mandi bareng sama kamu..",


Sharen mengenakan gaun polos bewarna caramel yang serasi dengan kemaja batik yang Nathan kenakan. Sebelum turun ke lantai bawah, Sharen iseng mengajak suaminya berfoto bersama.


"Ih.., bagus Nath.., iya kan?",


"Mau upload di IG?",


"Nggak ah, di status Wa aja...",


"Kamu cantik, aku cakep.


Kira-kira anak kita nanti, secantik dan seganteng apa..?",


"Kan belum di buat..",


"Kapan maunya..? kapan nggak takut lagi..?",


Sharen menaikkan bahunya. Untung, Nathan sabar. Dia hanya merespon dengan tersenyum.


"Halo kak Nath...",


"Halo Jaz.., kok pake kaos..? kamu nggak ikut..?",


"Ikut.., tapi kata Mommy nanti Jaz tunggu di kamar aja. Sama Ze..", tunjuknya pada keponakannya yang sebenarnya lebih pantas untuk menjadi adiknya.


"Oh gitu..",


"Kak Nath, boleh nggak kalo Jaz numpang di mobilnya kak Nathan? boleh ya..", rayunya.


Nathan menoleh ke arah Sharen untuk meminta persetujuan.


"Terserah kamu..", ucap Sharen.


"Ya udah ayo...",


"Asyik..makasih kak Nath..",


"Tapi, nggak boleh rewel ya..", peringat Sharen.


"Oke kak..",


"Kesenengan Mom sama Dad tuh, jadi bisa pacaran lagi..", ucap Sha.

__ADS_1


Jaz tidak duduk tapi berdiri diantara Sharen dan Nathan. Jaz memang sudah terbiasa dan dekat dengan Nathan. Jadi, tidak ada kecanggungan sama sekali. Nathan adalah pahlawan bagi Jaz. Karena kakak iparnya itu, dia bisa bertemu dengan Mommy yang bertahun-tahun disembunyikan oleh keluarganya.


Mereka pergi ke salah satu hotel, tempat diadakannya acara. Tentu, salah satu hotel berbintang milik Prime grup. Mobil Mommy dan Daddy diurutan paling depan, disusul oleh mobil Nathan. Sedangkan mobil Javas yang ditumpangi oleh istri dan anaknya, berada di urutan ketiga. Terakhir, mobil yang ditumpangi oleh pengawal Daddy, serta kedua baby sitter.


"Mommy ke acara dulu ya.., Jaz yang pinter. ada mbak sus sama Ze, kalian langsung ke kamar..",


"Oke mommy...", jawab Jaz.


Dengan ditemani oleh pengawal, Jaz, Ze dan kedua baby sitternya langsung menuju kamar mereka.


"Akhirnya, baru pertama kali ini Staycation tapi nggak tidur sama Jaz..", gumam Sharen yang mendapatkan senyuman meremehkan dari suaminya. Ya, kini Sharen sudah mempunyai suami dan malam nanti tentu dia akan bermalam dengan Nathan.


"Kasian.., selama ini jadi obat nyamuk ya? merk apa sayang?Bay*Gon, H*it, atau V*ape..


andai aja udah dari dulu sadarnya.., pasti kamu nggak perlu tidur sama Jaz. Nggak akan gigit jari liat kemesraan Daddy Mommy, Javas sama Kina..",


"Iya kan udah dulu Nath, jangan di bahas Mulu Napa sih..",


Acara megah nan mewah sudah terlihat dari dekorasi serta banyaknya tamu yang hadir di sana.


"Meriah banget..",


"Acara kita nanti, kayak gini juga kok Nath..", ucap Sharen.


"Iya, seperti kemauan kamu sayang...",


"Halo pak Nathan...", ucap lelaki yang tampaknya juga seorang tamu. Dia menghentikan langkah Nathan yang hendak mencari tempat duduk. Untungnya undangan sudah disertai nomor tempat duduk sehingga Nathan dan Sharen tidak perlu khawatir.


"Halo pak..apa kabar..",


Mereka berdua bersalaman lalu mengobrol. Yang menjadi topik pembicaraan juga tidak jauh dari urusan pekerjaan. Sharen yang berada disamping Nathan hanya diam dan sesekali melihat ke wajah suaminya. Tidak hanya tampan, tapi Nathan juga pintar.


"Hmmm ini..?", tanya laki-laki itu menunjuk ke arah Sharen. Ya, tangan Sharen memang menelusup di sela-sela lengan Nathan.


"Ini, putri pak Rendra kan?",


"Ya benar pak, ini Sharen Perdana. Istri saya..",


"Istri? pak Nathan sudah menikah? kok saya nggak diundang..",


"Sudah menikah, tapi belum dirayakan pak. Tunggu saja undangannya..",


"Oke-oke.., saya tunggu pak..


Mari pak..sampai bertemu kembali...",


Nathan dan Sharen melanjutkan langkahnya, dan kebetulan mereka satu meja dengan Mom Dad, serta Papa Mama Farah.


"Wah, kok bisa pas ya..",


"Iya kan udah diatur Mah..", ucap Papa Aldo.


"Nanti kalo dinikahannya Nathan Sharen juga disetting kayak gini..?", tanya Farah.


"Iya dong.., biar enak mah kalo satu meja kenal semua..",


Mereka sangat menikmati pesta pernikahan tersebut. Saat ini mereka hanya tamu, tapi sebentar lagi akan menjadi tuan rumah.


Acara hampir selesai, dan mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel. Sayangnya, Papa Aldo dan Mama Farah tidak bisa ikut bergabung karena esok hari nanti Papa Aldo akan bertolak keluar negeri untuk perjalanan dinas, tentunya ditemani oleh Mama Farah.


"Maaf ya, Mamah nggak bisa tengokin kalian di Apartement..., ini Papa mendadak banget harus dinas..",


"Nggak apa-apa Mah, nanti aja kalo Papa Mamah udah pulang...,


Papah Mamah hati-hati ya..",


"Makasih Sha..


Jagain Sharen Nath..",


"Iya pasti Mah..",


"Ra aku pamit ya...",


"Oke Far, hati-hati untuk besok...",


Mereka berpisah. Keluarga Rendra Perdana naik ke atas, menuju kamar mereka. Sedangkan Papa Aldo dan Mama Farah harus kembali pulang.


Entah kenapa feeling Sharen kali ini menunjukkan sesuatu akan terjadi. Namun, masih tetap positif thinking.


"Ini kamar kita Nath..?",


"Iya sayang..,


masuk yuk..",


Lampu otomatis hidup ketika mereka sudah berada di dalam. Sebuah pemandangan yang tidak biasa. Aroma harum khas bunga langsung tercium. Ranjang tempat tidur mereka dihiasi oleh kelopak bunga yang dibentuk menjadi hati.


"Nath....",


"Sayang...,


udah siap kan..?", tanyanya.


Pantes aja, perasaanku nggak enak. Ternyata, Nathan menginginkan ku malam ini.


"Nath..aku...",


Tidak perlu menunggu persetujuan atau jawaban. Nathan, menyentuh wajah istrinya dan menangkap dengan kedua tangannya. Setelahnya, dia menyatukan bibirnya. Dengan tidak sabaran, Nathan langsung melahap bibir istrinya. Bahkan, tidak peduli saat itu masih tersisa lipstik di bibir istrinya.


Tidak ada penolakan, Sharen membalas ciuman tersebut. Sharen meladeni usaha Nathan. Keduanya melakukan ciuman dengan liar, bahkan Nathan berusaha membuka kancing dress yang istrinya kenakan. Sadar, Sharen menghentikan Nathan.


"Nath...",


"Kenapa sayang..?", tanyanya dengan suara beratnya. Nathan sepertinya sudah terbakar gairahnya.


"Izinin aku bersihin make up, aku juga mau ganti baju dulu...",


"Setelah itu..?",


"Lakukan apa yang kamu mau...", ucapnya dengan mengecup bibir suaminya. Sharen meninggalkan Nathan yang masih berdiri terpaku. Masuk ke dalam toilet dan mengganti dress-nya di dalam sana.


"Malam ini, kamu milikku seutuhnya Sha...",

__ADS_1


__ADS_2