Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Berharap Lebih.


__ADS_3

Kinara bangun dari tidurnya. Efek obat yang diminumnya ternyata luar biasa. Sampai-sampai, dia bermimpi jika Javas mencium keningnya. Jelas, Kina percaya jika itu mimpi belaka. Karena baginya, tidak mungkin Javas akan melakukannya


Ingin memastikan apa yang dialaminya hanyalah halusinasi, Kinara langsung mencari keberadaan Javas. Mau bertanya? Entah.


Laptop Javas sudah kembali lagi di atas meja kamarnya. Namun, si empunya tidak tau ada dimana. Kinara yang merasa jika rasa sakitnya sudah menghilang, lalu turun ke lantai dasar.


"Bik.., mas Javas kemana?",


"Non Kina udah sembuh?",


Kina menggeleng.


"Lumayan Bik.., udah nggak pusing kayak tadi..",


"Syukurlah.., mau dibuatin jamu?",


"Boleh bik..


Mas Javas, kemana?",tanya nya sekali lagi.


"Oh.., tadi diajak nyonya belanja ke supermarket ujung jalan..",


"Oh..,


Hmmm.., udah lama?",


"Mungkin udah sejam-an yang lalu..",


"Hmmm.., berarti udah lumayan ya..",


"Iya non..,


ini Bibik buatin jamu ya, nanti Bibik anter ke kamar.."


"Kina tunggu disini aja deh..,


Lama nggak?"


"Lama..",


"Ya udah.., Kinara balik ke kamar aja ya bik..",


"Baik non..",


Kinara kembali ke kamarnya. Selang setengah jam kemudian, Javas dan mommy Aira pulang. Menaruh belanjaanya di dapur.


"Wah.., banyak banget nyonya..",


"Iya bik.., buat stok dua minggu..",


"Taruh mana mom?", tanya Javas yang membawa dua kantong plastik belanja dimasing-masing tangannya.


"Situ aja Kak..", ucap Aira.


"Oh ya..mas Javas.., tadi mbak Kina nyariin..",


"Kina? nyariin Javas bik?",jawab Javas.


"Iya..",


"Dia butuh sesuatu..?",


"Non Kina nggak bilang apa-apa.., cuma nyari mas Javas aja..",


"Oh ya udah..",


Khawatir, dengan segera Javas langsung menaruh kantong belanjaan yang dibawanya.

__ADS_1


"Vas.., Mommy mau liat keadaan Kina..",


"Iya mom.., ayo..",


Javas dan Mommy Aira naik ke atas menuju kamar.


Ceklek..


Javas membuka pintu kamarnya, disusul mommy Aira yang langsung melihat ke sekeliling. Suasana kamar Javas, ternyata sudah berubah.


Kinara berbaring di atas ranjang. Namun, saat melihat keberadaan ibu mertuanya, Kinara langsung bangun, menyandarkan setengah badannya ke sandaran ranjang.


"Na.., udah tiduran aja..",


"Udah kebanyakan tidur mom..",


"Gimana keadaan kamu? masih pusing..?",


"Sedikit.., tapi sudah mendingan..",


"Kamu beneran nggak mau berobat? siapa tau bener, kalo kamu lagi hamil..", tanyanya yang membuat Kinara bingung harus menjawab apa.


Kinara memandang ke arah Javas. Namun, suaminya berekspresi datar.


"Nggak perlu mom.., ini cuma pusing biasa..",


"Lebih cepat tau, lebih baik kan Na?",


"Mommy nggak usah khawatir, tapi tanda-tanda orang hamil kan nggak cuma pusing kepala aja kan mom..?",


"Iya sih..",


"Jaz gimana keadaanya?",


"Cuma flu aja.., kebanyakan es krim..


"Kasian.., kenapa sih mom..?",


"Jaz itu perasa.., sensitif. Apalagi, mommy yang marahin dia..",


"Mungkin karena biasanya kan dimanja-manja, dimarahin dikit langsung shock..",


"Iya mommy jadi kapok...


Ya udah kalo gitu, mommy keluar ya. Mau nyiapin buat makan siang..",


"Iya mom.., makasih udah ditengokin..",


"Sama-sama..",


Mommy keluar, tapi langsung disusul oleh Bibik yang membawakan dua gelas jamu yang dibuatnya.


"Itu apa bik..?",


"Jamu buat non Kina mas..",


"Jamu..?"?


Udah deh.., nggak usah aneh-aneh..",


"Nggak apa-apa mas.., sini bik biar Kina minum..",


Javas mengamati istrinya yang meneguk habis gelas kecil yang berisi jamu. Rasanya, tentu saja pahit, karena Kinara langsung menyipitkan matanya ketika selesai meminumnya.


"Pahit Na..?", tanya Javas.


"Iya mas..

__ADS_1


itu juga bik..?", tunjuknya pada satu gelas yang satunya.


"Ini penawarnya non, dari jahe.., jadi biar nggak pahit.


Kinara kembali meneguk habis.


"Makasih ya bik.., enak rasanya..",


"Besok Bibik buatin lagi kalo non Kina mau..",


"Iya.., boleh..",


"Kamu dokter, tapi percaya sama khasiat jamu?"


"Percaya mas, sebelum ada obat juga duluan ada jamu..",


"Saya permisi dulu non, mas Javas.." pamitnya.


"Na.., kamu cari aku", tanyanya setelah Bibik keluar dari kamar.


"Iya mas..",


"Kamu butuh sesuatu? apa?",


"Nggak mas..cuma tadi Kinara kira mas Javas balik lagi ke kamar..",


"Kapan?",


"Waktu katanya mau ke ruang kerja.., ternyata cuma mimpi..",


"Tadi aku emang balik ke kamar.., terus diminta mom nemenin ke supermarket..",


"Jadi... tadi Kina nggak mimpi ya..",


Berarti bener mas Javas tadi........, batin Kina dalam hati


"Apanya..? ",


Tau apa yang Kina maksud, Javas kembali bersuara.


"Oh..,


Iya emang kenapa? ada yang salah? kamu istri aku kan?",


Kinara mengangguk.


"Aku mau mandi dulu..",


"Ini masih siang mas..",


" Gerah banget Na...,nggak usah siapin baju Na.., aku bisa sendiri. Kamu istirahat aja..",


"Iya mas..",


"Oh ya..,nggak usah dimasukkin dalam hati kata-katanya mommy ya..",


"Iya..,Kinara tau..",


"Abis ini makan siangnya dikamar aja.., nanti biar diantee sama Bibik..",


"Makasih..",


Kinara menatap punggung suaminya yang berjalan menuju kamar mandi.


Mas.., jangan buat Kinara berharap lebih, batinnya.


Masih ada lanjutannya sebenarnya, tapi ngantuk banget. Aku ada acara teman-teman.

__ADS_1


Besok pagi, Author lanjutin ya. Mudah-mudahan bisa.


__ADS_2