
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Jaz. Karena sore nanti Daddy dan Mommynya akan kembali dari Spore. Sudah hampir satu minggu tidak bertemu, tentu membuat Jaz rindu kepada Aira dan Rendra.
"Kak.., nanti Jaz ikut jemput mom sama dad ya?",
"Iya.., nanti kamu dianter sama sopir ya langsung ke bandara. Kakak nanti dari bengkel langsung nyusul kesana..",
"Iya kak..",
"Kamu sama siapa? sus Sri apa sama dokter?",
"Kata mom..sama dua-duanya aja...",
"Oke..",
Belum ada yang berubah, keadaan masih sama. Beberapa hari ini Javas masih kehilangan kontak dengan Yasmine. Sudah dibantu oleh Tama yang mempunyai akses komunikasi dengan Nathan, tapi belum kunjung mendapatkan hasil. Entah ada apa dengan mereka, yang jelas hal ini menyebabkan Javas segera memproses Visa Aussienya. Javas ingin menyusul Mine dan keluarganya untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
"Tam.., gimana? udah proses kan?",
"Iya udah diurus..",
"Kabari kalo udah jadi..
Nathan gimana? udah bisa dihubungi?",
"Belum.., chat aja daritadi nggak di read..",
"Ada apa sih sebenernya? aku ada salah apa sama Mine? perasaan aku disini nggak macem-macem. Abis kerja juga langsung pulang..",
"Nggak pernah jalan sama cewek kan?",
"Mana ada.., nggak pernah..",
"Itu sama dokter?",
"Ck.., Mine juga kenal sama Kinara.., lagian kalopun aku jalan sama dia, pasti ada Jaz. Dan aku juga nggak pernah macem-macem..",
"Sabar aja sabar..",
"Dari kemarin udah sabar Tam..",
"Bucin banget ya sama Mine..",
"Gimana nggak bucin.., aku udah lama sama dia.."
"Sabar boss sabar..",
"Kak Sharen juga nyariin Nathan?"
"Iyups.., dan masalahnya sama. Nathan juga nggak bisa dihubungi..",
"Kenapa mereka ? aku penasaran..",
"Sabar..sabar..",
"Aku cabut dulu Tam.., mau jemput Oma..",
"Oke boss, hati-hati dijalan..",
Jaz langsung berlari ketika melihat mommynya keluar dari pintu kedatangan. Dia
"Mommy....",
"Bungsunya mommy..", ucapnya memeluk erat Jaz.
"Jaz kangen mommy..",
"Mommy juga kangen banget.."
"Jaz nggak kangen sama Dad..?"
"I Miss you too, Dad..",
"Kasih salam dulu buat Oma..", perintah Rendra.
__ADS_1
Jaz langsung menghampiri Oma yang berada di atas kursi roda yang didorong oleh Om Revan.
"Assalamualaikum, Oma..
Oma sehat?"
"Waalaikumsalam, cucu Oma yang paling bontot.., Oma kangen banget sama kamu. Malam ini nginep di rumah Oma kan?
Jaz langsung mendongak, melihat kedua orang tuanya.
Aira dan Rendra kompak menganggukkan kepalanya. Sebelumnya, mereka termasuk Javas memang sudah berencana untuk bermalam di rumah Oma.
Anak, menantu, cucu, juga calon cucu menantu berkumpul sebagai bentuk support system bagi Oma Widya yang baru saja sembuh dari sakitnya. Sayangnya, tidak ada Sharen yang hadir ditengah mereka. Tetapi, Sharen sudah menyapa Omanya tadi lewat video call.
"Mom.., suasana hati Daddy gimana?",
"Maksudnya?",
"Bad mood atau nggak?",
"Nggak kok..Daddy mana pernah bad mood..",
"Kalo sama mommy pasti nggak pernah, kalo sama anak-anaknya kan nggak. Kalo lagi banyak pikiran pasti uring-uringan.."
"Nggak kok.., mood Daddy hari ini sangat good. Ada apa sayang? kamu butuh sesuatu?",
"Javas butuh bantuan Dad..",
"Kenapa? ada masalah di Prime?"
"Sampe saat ini Mine, Nathan, Om Aldo, Tante Farah, masih belum bisa dihubungi mom..",
"Maaf ya Mom nggak bisa bantu sayang. Udah tanya kesana kesini tapi nggak ada hasil. Dad kayaknya juga belum bisa kontakkan sama Om Aldo, tapi coba kamu bilang sama Dad. Tuh, mumpung Dad lagi sendirian..",
"Iya mom..",
Javas menghampiri Daddynya yang duduk sendiri di teras rumah. Hari sudah mulai larut, tapi Daddynya masih betah, berada diluar menikmati udara malam sambil menikmati secangkir coklat hangat buatan mommy Aira.
"Duduk son..",
"Lagi apa dad?",
"Lagi netralin pikiran. Beberapa hari ini udah pusing mikir keadaan oma. Alhamdulillah Oma udah baikan, udah sehat. Prime aman kan?",
"Aman dad..",
"Good..dari awal Dad udah yakin kalo kamu itu mampu..",
"Makasih dad..
Can you help me, dad?",
Jika Javas sampai meminta bantuan kepada Daddynya, itu artinya segala usahanya tidak membuahkan hasilnya. Posisi Javas sudah kepentok.
"Apa Son?",
"Beberapa hari ini, Mine, Nathan atau orang tuanya nggak bisa dihubungi. Semuanya baik-baik aja kan Dad?",
"Sebenernya Dad juga masih berusaha menghubungi mereka, tapi belum ada hasil. Dad baru cari tau nomor barunya om Aldo..",
"Javas khawatir sama Mine dad..",
"Dad ngerti.., kamu tunggu kabar dari Dad..
Sebelumnya kalian berantem?",
"Nggak dad.., Vas sama Mine baik-baik aja. Javas juga nggak pernah macem-macem.."
"Nggak perlu khawatir Vas.., mudah-mudahan semuanya baik-baik aja..",
"Javas kira, Vas punya salah sama Mine dad.., ternyata dugaan Vas salah. Karena Nathan juga seperti menghindari kak Sharen..",
"Nathan menghindari Sharen? kan memang mereka beda negara..",
__ADS_1
"Chat dan telepon kak Sharen juga diabaikan sama Nathan Dad..",
"Beneran kayak gitu?",
"Iya Dad..",
"Tenang aja, nanti Dad cari tau..",
"Makasih Dad.., Javas masuk dulu..",
"Oke..",
Rendra tentu tidak tinggal diam, karena kedua anaknya yang terkesan diacuhkan oleh kedua anak Aldo, sahabat sekaligus orang kepercayaannya. Terlebih, bagi Javas yang selama ini memang menjalin hubungan asmara dengan putri Aldo. Kebingungan serta kegundahan Javas, tentu saja wajar. Terlebih lagi, putranya merasa selama ini hubungannya dengan Yasmine baik-baik saja.
Setelah memutar otaknya semalaman, mencari jalan dan cara agar mendapatkan kontak terbaru dari Aldo. Akhirnya Rendra berhasil mendapatkannya. Darimana? kebetulan Apartement Rendra di Aussie satu gedung dengan milik Aldo. Rendra meminta "orangnya" untuk mencari tahu.
"Al..",
"Ren...",
"Kamu pasti sudah tau kenapa aku minta orangku untuk cari kamu..",
"Iya Ren.., aku tau..",
"Aku berbicara sebagai seorang Ayah dari Javas..., kenapa Mine mengacuhkan Javas?
Ada apa sama Nathan yang mengacuhkan Sharen?"
"Aku bisa jelaskan Ren.."
"Javas seperti dipermainkan.., anakku Sharen merasa sudah tidak dianggap sahabat sama Nathan. Anak-anakku salah apa Al?",
"Ren....................................................................",
Dengan seksama Rendra mendengarkan penjelasan dari Aldo. Bukan tidak membantah, namun kali ini semua ucapan Aldo memang tidak bisa terbantahkan. Sepanjang obrolan yang berdurasi hampir 30 menit, Rendra hanya diam sesekali menimpali dengan kata singkat. Tidak seperti sebelumnya yang bernada tinggi, kali ini dia merendahkan suaranya.
"Semoga kamu ngerti, Ren.."
"Ada Nathan disitu?"
"Iya Ren..",
"Tolong sampaikan sama Nathan, aku mau bicara. Suruh angkat teleponku..",
"Iya Ren..",
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Aldo, Rendra langsung beralih menghubungi Nathan.
"Halo Nath..kamu pasti udah tau apa yang mau om omongin ke kamu..",
"Tau om..",
"Kenapa?",
"Maaf om.............................................................",
"Nggak usah banyak alasan. Kamu nggak tau gimana sedihnya anak om?",
"Maaf sekali lagi om..",
"Jangan abaikan Sharen lagi.., atau Om kasih tau apa yang sebenernya terjadi..?",
"Jangan om..",
"Oke.., om tunggu respon dari kamu. Satu lagi, mungkin kamu bisa membodohi Javas atau Sharen.., tapi kamu nggak bisa lakuin itu sama Om. Kamu pikir, om nggak tau kalo Tama itu dibawah kendali kamu? Om tau selama ini kalian masih lancar komunikasi.., om nggak akan cari tau kenapa Tama bisa nurut sama kamu dan ikut menutupi ini semua...",
"Iya om..",
"Om udah tau semua, dan Om udah janji sama papa kamu untuk tidak membuka ini didepan Javas, Sharen atau Tante Aira..",
"Makasih om..",
Spoiler di IG yak..
__ADS_1