Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Sopir


__ADS_3

"Sayang.., nanti ke kantor mas ya...",


"Mau dibawain bekal?",


"Nggak usah, kita makan siang bareng aja..",


"Iya mas...,


Rambutnya wangi banget...", ucapnya dengan menciumi rambut istrinya.


"Gimana nggak wangi, tiap hari keramas..",


"Emangnya mas nyuruh...?", ucapnya sedikit menggoda.


Kina berbalik badan menghadap ke arah suaminya.


"Iya sih..., nggak nyuruh.., tapi gara-gara mas , Kina jadi Kermas terus...",


Javas tersenyum.


"Kamu bikin candu..", ucapnya dengan mendekati istrinya.


Keduanya berciuman, padahal baru beberapa jam lalu mereka berdua mandi bersama. Jangan heran, namanya juga pacaran setelah menikah. Jadi, ya begitulah. Tiada hari tanpa kontak fisik.


Kinara mendorong pelan dada suaminya untuk mengakhiri ciuman meraka.


"Kenapa?",


"Nanti kalo keblabasan.., mas Javas nggak jadi kerja..",


"Paling bentar doang..",


"Nggak percaya.., biasanya juga bilang gitu, tapi kenyataannya berkali-kali...",


"Nggak sayang...


yuk kebawah. Mas udah siap...",


"Yuk.., nggak ada yang ketinggalan kan?",


"Nggak...",


Keduanya turun ke bawah untuk menikmati sarapan bersama. Sudah ada mommy, Daddy dan Jaz kecuali si cantik Sharen yang belum menampakkan batang hidungnya.


"Pagi kak dok...",


"Pagi Jaz..",


"Kok tekat kak?",


"Telat? kemana?",


"Kesini.., biasanya kan duluan Kak Kina dari Jaz. Emangnya kak Kina, abis ngapain? lama banget...",


Kina dan Javas saling pandang. Begitu pula mommy dan Daddy yang menahan tawa. Susah memang menjelaskan pada Jaz yang masih kecil.


"Tuyul.., emangnya mau ngapain nungguin kak Kina..?",


"Tiap hari kan Jaz udah biasa liat wajah cantiknya kak Kina, kalo sehari aja nggak liat, kayaknya gimana gitu..",


"Astagfirullah..., tuyul... heh kamu itu masih kecil loh. Kak Kina ini istrinya kak Javas, jamu malah mau ngerayu-rayu...dosa...",


"Kenapa dosa.., kan Jaz muji kak Kina.., iya kan kak dok..",


Kina hanya tersenyum. Adik ipar yang sebenarnya lebih cocok menjadi keponakannya ini memang sangat menggemaskan.


"Awas aja jadi pebinor..",


"Apa itu...",


"Anak kecil..nggak usah tau...",

__ADS_1


"Dasar anak besar.., huuuuu...belagu..",


"Udah Jaz sayang, dimakan ya sarapannya. Mau disuapin sama mommy?",


"Nggak mommy, terima kasih. Jaz kan udah gede...",


Celotehan Jaz memang kerap kali menjadi hiburan gratis untuk keluarga Rendra Perdana.


"Kak Sharen mana mommy.., kok nggak turun...",


"Kenapa? kamu juga udah biasa liat wajah cantiknya kak Sharen?",


"Nggak sih, kalo kak Sharen cantik..tapi Jaz lebih suka kak Kina...",


"Alah..masih tuyul tapi udah bisa gombal.., untung aja kamu adik kakak..",


"Udah-udah.., sarapan dulu yuk..., kak Javas ada meeting kan?", tanya mommynya.


"Iya mom.., ada..",


"Ya udah, ayo buruan sarapan...


Na..suaminya dilayanin dulu...",


"Iya mom...",


Selang beberapa menit kemudian, Sharen akhirnya turun. Sharen cantik dengan balutan dress cream panjang di bawah lututnya. Rambut bergelombangnya dia biarkan terurai.


"Pagi semua..", ucapnya dengan ceria.


"Kayaknya bahagia banget...", sahut mommy.


"Iya dong, kan punya keluarga bahagia...",


"Aamiin..Alhamdulillah..


Gimana sayang? masih pusing..?",


"Jangan lupa minum obat yang Na kasih ya mbak..",


"Iya Na.., abis makan langsung aku minum...",


"Kamu beneran mau datengin undangan yang Daddy semalem tunjukkin ke kamu? kalo nggak kuat, biar nanti Ray atau Kai aja yang dateng...",


"Nggak Dad.., Sharen aja yang dateng nggak apa-apa...",


"Ya udah kalo gitu. Undangannya jangan lupa ya..",


"Iya.., udah Sharen masukkin ke tas...",


"Oke sayang.., makan yang banyak anak Daddy...",


Jaz sudah pergi ke sekolah, Javas dan Daddy juga sudah pergi ke kantor. Sharen juga pamit kepada mommy nya untuk pergi.


"Sharen pergi dulu mommy...",


"Iya sayang.., hati-hati ya.


Di anterin mamang kan?"


"Iya mom...",


"Mommy sama Kina nanti mau belanja bulanan, kamu mau nitip apa?",


"Nggak ada mom..",


"Ya udah, selamat bekerja sayang...",


"Iya mommy..bye...


Bye Kina...",

__ADS_1


Sharen masuk ke mobil B*MW pinjaman dari Daddy nya yang sudah terparkir di halaman rumahnya. Sharen masuk dan duduk di kursi penumpang belakang.


"Mang.., ke gedung ini ya...", ucapnya dengan memberikan undangan tersebut kepada sopir sambil memainkan ponselnya karena Sharen sibuk bertukar pesan dengan Tama.


"Mang.., tau alamatnya kan..?"


"Tau non...",


"Oh ya udah..


Eh.....", Sharen yang Dejavu dengan suara yang baru saja dia dengar, langsung beranjak dan melihat ke kursi sopir. Dan, benar saja ternyata Sharen tidak salah dengar.


"Nathan......",


"Hehe.. halo cantik...",


"Kok bisa kamu...?",


"Bisa..., aku jadi sopir kamu hari ini...",


"Nggak jelas deh, udah aku mau turun aja..",


Namun terlambat, Nathan sudah mengunci pintu belakang. Dan, dia mulai melajukan mobilnya.


"Nath...",


"Duduk aja yang manis disitu.., aku anterin kamu ke tempat tujuan...",


"Kamu kenapa sih Nath..?",


"Mau jagain kamu...",


"Ini pasti rencana Dad...",


"Iya.., Om Rendra minta aku nemenin kamu...",


"Kamu apain Dad? kamu kasih apa Daddy..., kenapa bisa percaya sama kamu sampe kayak gini..?",


"Om Rendra udah punya segalanya. Harta, Istri cantik, anak cantik dan ganteng, keluarga harmonis. Udah lengkap hidupnya. Kamu mau tau kenapa Om Rendra bisa percaya sama aku..?",


"Apa emangnya?",


"Karena om Rendra tau, cuma aku yang bisa ngelindungin kamu, cuma aku yang bisa ngertiin kamu.., cuma aku laki-laki yang tulus cinta sama kamu, rasa sayangku besar buat kamu. Nggak perlu aku jelasin ke Om Rendra, beliau pasti bisa rasakan...",


"Tapi kamu sahabat aku Nath...., please stop...",


"Iya aku sahabat kamu.., itu kan yang buat kamu nggak bisa terima aku? karena kamu takut kehilangan aku kan Sha? kalo kita sahabatan, hubungan kita bisa deket, langgeng.., gitu kan maksudnya. Tau pointnya apa. Kamu sebenarnya nggak bisa kehilangan aku....",


"Ngaco...",


"Kamu takut kehilangan aku, kenapa kamu nggak mau milikin aku aja? Hmmm...?",


Sharen diam.


"Kenapa diem? aku bener kan?",


"Apaan sih.., udah nyetir aja yang bener...",


"Kamu cantik pake kalung itu..", ucapnya melihat Sharen melalui kaca.


Sharen bergerak salah tingkah.


"Makasih...", ucapnya dengan membuang mukanya.


"Cantik banget...", ucap Nathan dengan melihat Sharen melalui kaca.


Sabar ya kalo baca novelnya Author. Alurnya emang kayak keong...


Mau kemana sih mereka..


Lanjut besok malam yak...

__ADS_1


__ADS_2