
"Hari ini jadi? mau pergi sama Farah..?",
"Iya mas.., dia ngajakin belanja.., mau hunting souvenir juga..",
"Ra.., mas bisa minta tolong sama kamu..?",
"Iya mas.., apa..?",
"Jangan sampai Farah merasa rendah...",
"Maksudnya..?",
"Kalo dia mau bayar keperluan pernikahan Sharen dan Nathan, jangan kamu tolak. Financial Aldo, lebih dari apa yang kamu kira selama ini. Dia, orang kepercayaan Mas. Dia mas bayar sangat mahal. Jadi, mereka sangat mampu untuk hanya sekedar membayar apa yang nanti akan kalian beli atau pesan. Ngerti kan..?",
Aira mengangguk.
"Acara Pernikahan Nathan sama Sharen emang cuma resepsi sekali aja, pihak mereka nggak akan ngadain acara ngunduh mantu, karena relasinya juga sama seperti relasi mas. Teman Sharen, teman Nathan juga, keluarga juga nggak begitu banyak. Kalo kamu emang mau bayar, ya udah bilang aja 50-50, tapi kamu izin ke dia. Tapi jangan maksa juga..",
"Iya mas..,
Tapi, kan kasian mas kalo biaya dari mereka semua..",
"Mas selalu punya cara untuk itu Ra, ngerti maksudnya kan..? ",
"Iya ngerti mas..",
"Sampein ke Sharen juga ya, jangan sampe mertuanya tersinggung..",
"Iya mas..",
Sharen turun ke lantai dasar setelah siap dengan penampilannya. Hari ini, dia akan pergi untuk membeli keperluan dan perlengkapan acara pernikahannya. Tidak hanya bersama Mama Mertuanya, tapi ditemani oleh Mommy Aira.
"Udah siap..?",
"Udah Mah.., maaf nunggu lama..", jawabnya. Sharen menyalami Mama Nathan lalu cipika cipiki.
"Nggak apa-apa..masih pusing..?"
"Udah ilang mah, nggak tau kalo nanti pusing lagi.., anak Mamah sih udah pergi.."
"Nathan udah berangkat ya Sha..?",
"Udah Mah, hampir sejam yang lalu..",
"Ya udah, yok..
berangkat sekarang aja..",
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil milik Mama Farah. Sharen duduk di samping driver, sedangkan Mommy dan mertuanya duduk di belakang.
Sharen sibuk dengan ponselnya. Sedang apa? Tentu, mengirimkan pesan kepada suaminya
tentu.
Nath..., lagi apa..?
Ih..nggak bales..
Sayangku...
Suamiku..
p
p
p
p
p
Nath..., sayang..suamiku...
Jangankan dibalas, dibaca saja tidak. Centang dua, tapi Nathan belum membacanya.
"Sha..., menurut kamu yang mana..?",
Sharen menoleh ke belakang.
"Apa Mah..?",
"Kamu nggak denger tadi Mamah sama Mommy kamu, lagi diskusi..?",
"Nggak mah..", Sharen meringis.
"Ini kan kita mau ke toko kain dulu, mau yang ada di samping mall, atau ruko depan mallnya?",
"Yang samping mall aja Mah.., kemarin Sharen abis dari sana, koleksi kainnya banyak yang premium..",
"Oh oke.., kita ke sana ya pak..", ucap Mamah Farah pada drivernya.
Sharen kembali serius dengan ponselnya. Chat yang dikirimnya belum dibalas, membuat Sharen penasaran. Tidak sabar menunggu, Sharen akhirnya menghubungi adiknya.
"Vas.., suami kakak dimana?",
"Halo..,
Assalamualaikum...
Gitu kek.., nggak pake basa-basi ya..?",
"Iya.., halo..Assalamualaikum...
Nathan dimana? suami kakak mana..?",
"Lagi tidur..",
"Belum nyampe emangnya..?",
"Belum Queen, tadi kan nungguin rombongan Vano, Kai, Rai sama Tama juga.., ini baru setengah jalan.., baru juga masuk tol..",
"Kapan nyampenya..?"
"Kalo cepet sih satu setengah jam lagi, ya paling dua jam lah. Nanti mampir di rest area dulu.., kenapa..?",
"Kalo Nathan bangun, suruh baca pesan kakak ya..",
"Oke.., dibaca doang kan?",
"Ya dibalas juga lah Vas..",
"Iya-iya..
yang pengantin baru..",
"Hmmm.., kayak nggak pernah aja. Ya udah kalo gitu, bilang sama Drivernya, hati-hati...",
Mamah Farah dan Mommy Aira sampai melongo memperhatikan Sharen. Mereka berdua memang baru tahu kebucinan Sharen kepada Nathan. Dulu saja, menolak. Tapi sekarang? Bucin tingkat akut.
"Kayak kamu waktu muda dulu ya Ra..",
"Enak aja.., kamu tuh..
kalo Aldo keluar kota pasti galau..",
"Alah.., kayak kamu nggak aja..,
Kalo Rendra keluar kota juga nggak bisa diem.., inget nggak kita malem-malem pernah nyusulin mereka? Rendra kecelakaan karena kamu ngambek sama dia? ",
"Masih inget kamu?",
__ADS_1
"Inget lah, orang aku yang nyetir. Baru pertama kalinya nyetir keluar kota, jarak jauh kayak gitu..",
"Hehehe..
nurun ke anak kita ya Far..",
"Emang...buah jatuh tidak jauh dari pohonnya..",
Sharen kesal, karena pesannya belum juga dibalas oleh suaminya.
"Udah yok..
suami kamu kerja.., biarin aja. Kan ada Javas..", ajak Mommy pada putrinya yang raut mukanya manyun.
"Kenapa? Nathan nggak bisa dihubungi?",
"Iya Mah, kata Javas, Nathan tidur. Mungkin dia ngantuk.."
"Semalem, ngapain aja kalian? sampe Nathan ngantuk gitu..?",
"Nggak ngapa-ngapain Mah, tidur aja..",
"Kirain bikinin Mamah cucu..",
Sha tersenyum malu.
"Nggak mah.., ih mamah bisa aja. Kan Sha jadi malu..",
Mereka memasuki toko yang menjual kain. Rencananya hari ini mereka akan membeli kain untuk seragam keluarganya.
"Keluarga kamu sama keluargaku disamain aja, gimana Ra..?",
"Oke nggak apa-apa Far..",
"Tapi, keluarga ini kita tetep beda dari keluarga yang lain ya mom, mah..",
"Iya.., coba nanti kamu aja yang pilih..",
"Sha.., kamu mau sekalian beli kain buat gaun pengantin..?",
"Nggak Mah.., Sha kan udah punya. Dibeliin Nathan.., malahan udah hampir jadi gaunnya..",
"Nanti Mama liat ya kalo udah jadi..",
"Iya mah..",
"Udah.., nggak usah dipikirin. Suami kamu kan lagi kerja, dia nggak akan macem-macem. Perginya kan sama Javas juga, iya kan?",
Sharen mengangguk.
"Mendingan kamu ikut milihin kain yang mau kita beli...",
Untung saja, Rendra sudah memberikan wejangan sebelum mereka pergi. Sehingga, Aira membiarkan saja ketika Mamah Farah membayar semua belanjaan mereka . Di toko kain saja, sudah menghabiskan puluhan juta.
"Abis ini kita kemana mah..?", tanya Sharen.
"Ke Mall ya Sha..",
Masih sesekali melirik ponselnya, namun masih belum ada tanda-tanda jika suaminya membalas pesan.
"Sha.., kamu pilih ya.., mana yang kamu suka..", ucap Mama Farah ketika mereka sudah sampai di outlet perhiasan ternama.
"Buat Sharen? kan kemarin udah dibeliin Mah sama Nathan...",
"Kan Nathan, ini Mamah yang mau beliin kamu..",
"Tapi mah..",
"Udah.., pilih aja Sha. Yang mana yang kamu suka.., biar nanti bisa kepake..", ucap Mommy Aira.
Sebenarnya Sharen, merasa tidak enak. Tapi, lebih tidak enak lagi apabila dia tidak memilih perhiasan, seperti kata Mama Farah.
"Sha.., kamu pilih aja mana yang kamu suka. Nurut aja, biar mertua kamu nggak tersinggung. Farah banyak uang kayak mommy, jadi jangan khawatir..",
"Makasih ya Mah, udah dibeliin..",
"Sama-sama..,
kamu pengen beli apa lagi? tas? sepatu? baju..?",
"Kayaknya nggak deh Mah..,
kemarin pas lamaran udah dikasih banyak, di kamar udah nggak muat..",
"Beneran?",
"Iya Mah.."
"Ya udah.., kalo gitu..Mamah aja yang pilihin buat kamu..",
"Mah, tapi Sharen udah punya banyak loh..",
"Udah yuk.., mamah yang pilihin.., nggak boleh nolak.."
Mama Farah yang awalnya kurang menyetujui hubungan Nathan dan Sharen, nyatanya juga terlihat antusias untuk mempersiapkan acara pernikahan mereka.
"Mah.., makasih ya, udah dibeliin banyak banget..",
"Iya sama-sama..
Kalo gitu Mamah pulang dulu ya Sha..,
Ra.., besok aku jemput ya..",
"Nggak usah, aku aja yang gantian jemput kamu deh Far, jam 9 pagi sampe di rumah mu ya..",
"Oke..",
"Emang mau kemana?", tanya Sharen.
"Mau test food catering Sha..
mau ikut?",
"Nggak deh Mah, besok Sharen mau ke butik aja.., mau ngecek gaun Sha juga..",
"Oke..
besok mamah mampir deh ya..",
"Iya mah..,
Mamah hati-hati ya..",
"Iya Sha..,
Bye Ra..." Mama Farah melambaikan tangannya. Mobilnya melaju keluar dari halaman rumah Aira.
...----------------...
Nathan akhirnya menghubungi istri cantiknya. Dia sudah sampai di hotel setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang.
"Istri aku, pundung? kamu ngambek..?",
"Nggak...",
"Kenapa sih sayang..? kan tadi Javas udah bilang sama kamu, aku ngantuk banget tadi.., tidur di mobil..",
"Kenapa aku nggak dibolehin ikut coba.. kita kan pengantin baru, masa iya aku udah ditinggal kayak gini?",
"Kan cuma sebentar sayang, aku kerja loh.., perginya juga sama adik kamu, sama sepupu kamu. Eh ya, sama sahabat kocak kamu juga..",
__ADS_1
"Nggak menjamin kamu nggak nakal disana..",
"Astaga.., nakal gimana sih? aku udah punya istri, masa iya aku nakal disini..",
"Udah punya istri, diajakin mandi bareng aja nggak mau..",
Nathan tersenyum. Merasa di beri umpan, Nathan akhirnya meladeni "Kenakalan" istrinya.
"Beneran mau mandi bareng? nggak nyesel..?",
"Nggak lah, kan sama suami sendiri..",
"Jangan sampe kamu minta ampun minta berhenti ya sayang.., siapin mental kamu dulu. Coba deh tanya sama dokter Kina, pertama kali sakit apa nggak..?",
"Hah..?",
"Pasti kamu nggak tau kan?",
Sharen menggeleng.
"Coba nanti tanya dulu..",
"Pertama kali apa sih maksudnya..?",
"Bercinta..",
"Hmmmm, aku kan cuma nawarin mandi bareng aja Nath..",
"Sekali kamu nyerahin tubuh kamu buat aku, nggak bakalan aku sia-siain. Aku kemarin masih berbaik hati, bersabar karena kamu juga masih pusing. Lagipula, aku mau nunggu sampe resepsi nanti. Tapi, kalo aku udah nggak bisa nahan, ya terpaksa aku bakalan "nyerang" kamu. Nggak masalah juga, kan kita udah halal...",
"EHmmmm...",
"Apa..? masih mau ngajakin mandi bareng? tunggu aku pulang, lusa ya sayang.., tapi janji?",
"Janji apa..?",
"Janji nggak nangis ya..",
"Ye..emangnya aku anak kecil..",
"Ya kita buktiin aja nanti..",
"Ya udah..",
"Aku kangen banget sama kamu..",
"Siapa suruh aku nggak boleh ikut..",
"Next ya, kalo memang tempat dan schedule nya memungkinkan, aku ajak kamu dinas..",
"Bener ya..",
"Iya sayang..,
hari ini gimana? belanja apa aja tadi..?",
"Aku dibeliin Mamah perhiasan, ada tas, baju, sepatu, pokoknya banyak Nath..",
"Wah, senengnya..",
"Tapi, aku nggak enak Nath..",
"Kenapa? kamu kan menantunya. Satu-satunya pula...",
"Iyalah, satu-satunya. Orang anaknya cuma kamu..",
"Ya bisa aja punya menantu lagi kan?",
"Oh..., kamu punya niatan Nath..",
"Bercanda sayang, mana mungkin aku nyia-nyiain kamu sih...",
"Awas aja kalo berani macem-macem..",
"Nggak sayang, janji deh..",
"Ya udah, bersih-bersih gih. Aku juga mau mandi..",
"Iya sayang, jangan lupa siapin diri buat mandi bareng ya..", goda Nathan.
Alih-alih pergi ke kamar mandi, Sharen justru keluar dari kamarnya menuju ke kamar Zee, yang kebetulan Kinara berada disana.
"Wah, ada Aunty...",
"Ih...Ze lucu banget sih. Mainannya banyak banget Na..",
"Iya mbak, dibeliin Papa nya terus, belum lagi Mommy sama Daddy juga..",
"Seneng ya Na kalo udah punya baby..",
"Alhamdulillah mbak, tiap hari buka mata rasanya bersyukur banget..., mbak Sha semoga nanti cepet isi ya..",
"Aamiin...
Na.., aku mau tanya dong..",
"Iya mbak, apa..?",
"Pas pertama kali buka segel, sakit nggak..?",
"Buka segel? oh pas malam pertama?",
"Huum.., sakit? nggak kan..?",
"Ya pasti sakit lah mbak..orang awalnya buntu terus dilewati, ya sakit dong..",
"Kakak tanya serius Na..",
"Lah, Na juga jawabnya serius. Dulu, Na aja sampe mau nangis, Mas Javas yang jadi korban. Na sampe cakar punggungnya..",
"Emang iya Na..?",
"Iya mbak, sakit...",
"Kok aku takut Na..",
"Nggak apa-apa, rileks aja..",
"Ze kenapa telinganya ditutupin gitu..?",
"Biar dia nggak denger obrolan kita mbak..",
"Denger pun, dia juga nggak ngerti Na..",
"Hahaha iya..
Mbak Sharen mau menyiapkan diri nih ceritanya..?",
"Aku takut Na..",
"Nggak apa-apa, lama kelamaan juga enak, bikin nagih.., hihihi..", ucap Kinara.
"Ya udah, kakak mau mandi dulu deh..",
"Mbak Kina kesini, cuma mau tanya itu ya..?",
"Hehe iya..tau aja..",
Sharen kembali ke dalam kamarnya. Dia mengambil ponselnya, dan langsung mengirimkan pesan kepada suaminya.
"Nathan sayang, aku batal ngajakin kamu mandi bareng. Aku takut sakit..",
__ADS_1
Diujung sana, seorang laki-laki tertawa terbahak ketika membaca pesan itu.
Next Bab, nggak LDR lagi kok..