Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Khawatir


__ADS_3

Aira keluar dengan wajah merah padam. Kemarahannya pada Erna memuncak, apalagi saat bertemu tadi mantan teman dekatnya tidak menunjukkan itikad baik. Apalagi minta maaf, menyapapun tidak. Padahal, sebelumnya hubungan mereka sangat dekat.


Aira langsung menetralkan wajahnya begitu dirinya berjalan mendekat ke arah suami dan putranya yang menunggu di lobby.


"Loh..,kok makan es krim..?",


"Enak mom..",


"Jaz kan baru sembuh, sayang..",


"Dad yang ngasih mom..", jawabnya dengan masih melanjutkan memakan es krim.


Aira duduk, lalu menyambar air mineral yang masih setengah botol. Dia langsung meminumnya hingga habis tidak tersisa.


"Haus? emangnya di dalam tadi nggak ada minum?"


"Huh.., lega..",


"Kamu apain Erna?" tanya Rendra.


"Kenapa?",


"Kamu nggak jawab pun mas udah tau apa yang kamu lakuin di dalam sana..",


"Mas khawatir sama dia?",


"Mas lebih khawatir kamu jadi tersangka, daripada khawatir kalo dia kenapa-napa..",


"Emangnya Aira siapa? pembunuh? Erna masih nafas tuh di dalam sana..",


"Alhamdulillah.., istri mas nggak sadis..",


"Iya nggak lah, cuma Aira guyur aja pake minuman.., abisnya kesel......",


"Siapa yang disiram mom?",


"Cicak yang mau nemplok sama Daddy sayang, jadi mommy siram, biar pergi jauh..",


"Oh gitu.., kita jadi pergi mom?",


"Ayo.., lets go.."


"Beli mainan banyak ya mom..?",


"Iya sayang..


bilang sama Dad..",


"Boleh kan Dad..?",


"Boleh dong.., yok.., Jaz boleh beli apapun yang Jaz pengen..",


"Asyek..",


Mereka bertiga keluar dari hotel miliknya. Rendra menggendong Jaz dan sebelah tangannya dia gunakan untuk mengenggam tangan istrinya. Meskipun sudah berumur tapi Aira dan Rendra masih terlihat sangat muda, tetap cantik dan tampan.


Javas dan Mine membawa paper bag masing-masing di kedua tangannya. Javas menemani Mine berbelanja berbagai keperluan untuk dibawanya kuliah keluar negeri.


Bukan cafe atau restoran yang keduanya pilih untuk menikmati makan siang yang terlambat. Tapi, Apartement milik Javas yang sudah beberapa hari ini tidak berpenghuni. Meskipun hanya sebuah spaghetti buatan Mine yang rasanya ala kadarnya. Namun, bagi keduanya rasanya lebih nikmat dibandingkan koki di restoran mewah.


"Semuanya udah? ada yang kurang lagi?"


"Nggak, semuanya udah kebeli kak..,


makasih udah ditemenin, Bebi..",


"Kalo kita tunangan dulu, sebelum kamu pergi, gimana?",


Mine yang sedang mencuci piring bekas makan mereka, hanya tersenyum manis.


"Kok nggak dijawab?",


"Tunangan? buat ngiket mine?"


"Iya.., paling nggak kamu udah nggak bisa kemana-mana..",


"Liat ini?",ucapnya dengan menunjukkan cincin yang melingkar dijari manisnya.


"Kenapa?",


"Ini kado ulang tahun Mine dari kak Javas..,


buat Mine ini udah lebih dari cukup menunjukkan keseriusan kak Javas sama Mine..",


"Bukan itu yang aku mau. Tunangan.., mempertemukan dua keluarga.., nggak usah bahas pernikahan.., aku mau kita tunangan secara resmi..",


"Your dad, your mom.., Mamaku, papaku, udah setuju sama hubungan kita. Buat apalagi sih?",


"Kamu nolak?",


"Nggak gitu sayang...", ucapnya mengeringkan tangannya. Mine menghampiri Javas lalu memeluknya erat.


"Mine takut kehilangan kak Javas..,


tapi, tunggu dulu seenggaknya sampe Mine lulus kuliah, kita nikah..


Kakak mau nunggu kan?",ucapnya melepas pelukan lalu menatap Javas lekat.


"Pasti sayang..,


tolong jaga cinta kita..",


"Mine setia kok..,


Kak Javas tuh.., yang masih tanda tanya..",


"Tanda tanya? maksudnya? kamu nggak percaya..? ",


"Ya gimana, udah tau kakak punya Mine, tapi masih aja digodain. DM instagram aja penuh sama chat cewek-cewek..",


"Biasanya kan kamu yang bales..,"


"Iya.., mine yang bales.., abisnya kesel..",


"Disana banyak bule-bule cakep..",

__ADS_1


"Terus kenapa?


Pacar Mine juga cakep kok..", ciumnya pada pipi kekasihnya.


Javas tersenyum hingga berkata ", Kakak maunya nggak disini, tapi disini..",


Javas yang memulai mencium bibir Mine. Keduanya memang sering melakukan, hampir setiap mereka bertemu. Namun, hanya sebatas kissing, Javas tidak berani berbuat lebih. Javas benar-benar menjaga Mine, dia tidak ingin merusak kekasihnya dengan melakukan hubungan yang belum semestinya mereka lakukan.


Javas dan Mine memang lebih suka menghabiskan waktu berdua di Apartement dibandingkan berjalan-jalan berjam-jam di mall. Saat ini, keduanya tengah menonton film di ruang tengah.


"Kalo nanti Mine udah nggak disini, jangan nakal ya..",


"Nggak sayang..",


"Jangan kabur-kabur lagi. Udah paling bener emang tinggal di rumah.., ada yang nyiapin makan.., ngerawat kalo sakit, yang paling penting ada yang bangunin..",


"Iya.., bawel..",


"Bukan bawel.., tapi biar kak Javas hidupnya teratur..",


"Iya-iya.., ini juga udah teratur..",


"Jangan banyak begadang ya kak..",


"Nggak pernah..",


"Biasanya kan nge-game sampe lupa waktu, lupa kerja..",


"Tapi nggak lupa sama kamu..",


"Gombal..",


"Seharusnya kakak yang ngasih pesan sama kamu.., bukan malah sebaliknya.., kakak disini ada mommy, kamu? disana cuma tinggal sama maid..",


"Siapa bilang..",


"Lah.., terus?",


"Mine ditemenin sama kak Nathan..",


"Nathan? ",


"Iya.., kak Nathan nemenin Mine.., ya mungkin 2 atau 3 bulan sih. Kalo Mine udah bisa adaptasi, ya kak Nathan pulang..",


"Nathan nggak kerja?",


"Nggak tau.., paling cuti. Atau nggak resign..",


"Kok resign? nanti yang bantuin Queen, siapa?",


"Kak Sharen juga kan mau liburan.., jadi kan pas momentnya..",


"Oh iya sih..,


Kakak mau urus visa..,biar bisa nyamperin kamu kesana..",


"Nggak usah.., biar Mine aja yang pulang...",


"Kenapa sih kayaknya nggak boleh banget kalo aku yang kesana..",


"Ya kan keluarga mine disini.., jadi mending Mine aja yang pulang..",


"Halah..",


"Takut kamu kenapa-napa..",


"Ada kak Nathan Bebi.., nggak usah nethink gitu deh..",


"Iya sayangku..",


"Mine mau mandi dulu, abis itu anterin pulang ya sayang ..",


"Mandi bareng..",godanya..


"Jangan nakal ya..", Mine masuk ke kamar Javas lalu mengunci pintu.


Tepat pukul 8 malam, Javas mengantarkan Mine kerumahnya. Hari ini, lebih dari 8 jam mereka menghabiskan waktu bersama. Berbelanja dan sisanya berada di Apartement sekedar bercerita dan memasak bersama.


"Makasih ganteng, udah dianterin anak Tante..",


"Sama-sama Tan, Vas langsung balik ya Tan..",


"Iya hati-hati.., jangan ngebut Vas..",


"Iya Tante.., salam buat om Aldo sama Nathan..",


"Nanti Tante sampein..",


Tante Farah dan Mine melepas Javas sampai mobilnya keluar dari halaman rumah mereka.


"Gimana hari ini, happy?", tanya Farah pada putri cantiknya.


"Happy mah..",


"Ya udah..yuk masuk..",


Kepulangan Javas langsung disambut oleh Aira yang sepertinya memang menunggu kedatangannya. Mommynya bahkan sengaja menunggu Javas di depan pintu utama.


"Akhirnya..kamu pulang juga..",


"Javas emang baru dari Apartement mom.., Javas tetap tinggal di rumah.., nggak kabur lagi..",


"Eh.., bukan itu.., tapi mommy mau minta tolong..",


"Minta tolong? apa? emangnya Daddy kemana?",


"Daddy di dalam sama Jaz..,


mommy mau minta tolong cariin dokter Kinara..",


"Cari dokter? emangnya dia belum pulang?",


"Belum...",


Javas masuk ke dalam rumah lalu mendapati Jaz dan Daddy, serta Queen di ruang tengah. Jaz ikut duduk, mengamati adiknya yang sedang sibuk bermain.

__ADS_1


"Palingan juga sama pacarnya mom..",


"Kan kamu tau sendiri, tadi dia bilang cuma sama temennya...",


"Mainannya baru ya Jaz?",ucap Javas mengalihkan pembicaraan mommynya.


"Iya..dibeliin dad sama mom..",


"Mainan banyak kayak gini, baru semua?",


"Iya.., dibeliin dad sama mom..",


"Bener-bener.., anak kesayangan ya kamu..",


"Kamu, pengen dibeliin juga sama Dad?", tanya Rendra menyindir putranya. Padahal, saat kecil dulu Rendra juga kerap membelikan mainan untuk Javas. Tidak kalah banyak dan mahal dari kepunyaan Jaz.


"Kalo Javas pengen dibeliin ya bukan mobil mainan kayak gini dad.., tapi yang beneran..", jawab Javas asal.


"Besok temuin om Aldo di kantor, kasih tau mobil apa yang kamu pengen.., biar diurus..",


"Hah? serius dad?",


"Serius..",


"Bener ya Dad.., Javas lagi pengen mobil sport.., harganya........",Javas tidak meneruskan ucapannya.


"Mahal? berapa M?",


"Javas sebenernya punya uang, tapi belum cukup..",


"Salah sendiri nggak mau ngomong sama Daddy..",


"Makasih Dad..",


"Sha dibeliin apa dong?",


"Kamu kan udah dikasih holiday sama Dad.., kurang?",


"Hehehe.., nggak dad.., Sha mau liburan aja deh..",


Selama ini Javas memang berusaha untuk membeli apa yang dia mau dengan uang hasil jerih payahnya sendiri. Tidak ingin hanya mengandalkan pemberian Daddynya, meskipun sebenarnya dengan senang hati akan dipenuhi oleh orang tuanya.


"Tuh.., udah diturutin sama Daddy. Sekarang giliran kamu nurutin mommy..",


"Apa sih mom?",


"Tolongin cari Kinara, Vas..",


"Dokter Kinara nggak bisa ditelepon?",


"Hapenya nggak aktif..",


"Tunggu aja sampe jam 10 malam.., ini kan masih jam 9 kurang..Javas gerah, mau mandi dulu..",


"Ya udah, kamu mandi..abis itu balik kesini.."


"Iya mom..iya..",


Javas naik menuju ke kamarnya. Padahal saat ini dirinya merasa senang, karena sebentar lagi keinginannya untuk memiliki mobil sport baru akan segera terwujud . Tapi, disisi lain dia juga merasa jengkel karena masih harus mencari keberadaan dokter pribadi mommynya. Seharusnya saat ini Javas bisa beristirahat.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Javas segera kembali ke ruang tengah untuk menemui mommynya kembali. Sambil berharap, semoga dokter Kinara sudah kembali ke rumah.


"Ganteng banget sih anak mommy..",


"Gimana? udah pulang kan?"


" Belum vas.., mommy khawatir. Tolong cariin ya..",


"Terus Javas harus cari kemana mom.., kan Javas nggak tau dia ada dimana..",


"Temen kamu kan banyak, ya coba tanya-tanya gitu..",


"Kenapa nggak minta tolong driver aja sih, kenapa harus Javas?",


"Kamu nggak mau dimintai tolong?",


"Bukannya gitu mom..",


"Ya udah, kalo gitu cariin ya..",


"Mommy.., anak baru pulang bukannya ditanyain udah makan apa belum? malah disuruh nyari orang ilang..",


"Mommy tau kalo kamu udah makan..",


"Darimana?",


"Tuh..statusnya Mine.., kalian abis dari Apartement kan?",


"Hemmm.., iya udah iya.., Javas cariin..


perasaan kalo Queen belum pulang, juga nggak kayak gini..",


"Kalo Sharen belum pulang, mommy nggak khawatir karena udah jelas dia pergi sama Bian. Hape Sharen juga aktif, jadi mommy bisa tanya posisinya. Kalo ini kan beda, Dokter Kinara nggak tau ada dimana.., tadi emang dia ngabarin ke mommy, izin pamitnya pulang abis magrib. Tapi, sampe sekarang kok nggak pulang..",


"Kenapa khawatir banget sih mom?",


"Dokter Kinara umurnya juga seumuran sama kamu, jadi mom udah anggep dia kayak anak mommy sendiri. Mommy khawatir dia kenapa-napa. Mom kasian, dia disini kan sendirian. Sama kayak mommy dulu, anak rantau.., nggak punya siapa-siapa.. ",


"Mas nggak kamu anggep, sayang..?", sahut Rendra.


"Ya nggak gitu maksudnya mas.., jauh dari orang tua tuh rasanya beda mas..",


Javas juga kan punya saudara perempuan. Nanti seumpama kak Sharen ada kesulitan saat jauh dari kita, mudah-mudahan Allah kasih orang baik buat nolong kak Sha, sebagai balasan karena kamu udah nolong perempuan lain...",


"Iya mom, Javas bantu cari..",


Javas akhirnya luluh dan mau untuk mencari dokter Kinara.


"Loh.., pake motor sayang..?",


"Iya mom..biar sat set.., biar cepet..",


"Nggak kedinginan?",


"Kan pake jaket.., ya udah Javas pergi dulu ya.., mudah-mudahan ketemu..",

__ADS_1


"Iya hati-hati.., mommy udah kirim nomor hape dokter Kinara, siapa tau nanti udah aktif..",


"Iya mom..",


__ADS_2