
"Awas aja ya, kami nggak terima diperlakukan kayak gini..",
"Udah han, ayo keluar.." ajak Erna yang memang sudah tau jika yang dihadapi sekarang adalah seorang Javas. Putra Rendra Perdana yang lebih kejam dari ayahnya.
"Tante mau apa?", ucap Javas yang ikut mengikuti mereka berdua. Javas memastikan jika duo racun ini benar-benar keluar dari supermarket dan langsung keluar dari mall miliknya.
Sementara itu, Kinara merasa tidak enak kepada ibu-ibu yang berada di depan kasir.
"Maaf ya Bu..", ucapnya menundukkan kepalanya sejenak.
"Itu suaminya ya neng?",
"Iya Bu..maaf ya bu..jadi ribut kayak gini..",
"Nggak apa-apa neng.., dua orang tadi emang jahat banget mulutnya. Ibu aja nih neng pengen bejek-bejel mulutnya, gregetan..."
"Iya Bu, mereka memang benci banget sama saya..",
"Neng yang punya mall ini?",
"Suami saya Bu.., tapi saya nggak tau pasti..",
"Kok nggak tau neng..?",
"Saya kan pengantin baru Bu.., jadi nggak tau..",
"Oh gitu...,
Hati-hati ya neng.., kalo mau pergi harus selalu sama suami, takutnya nanti kejadian kayak tadi..",
"Iya Bu, terima kasih..",
"Ya udah, neng aja duluan.., ibu belakangan aja..",
"Nggak apa-apa Bu, ibu kan yang antri dulu..",
"Ya ibu nggak enak atuh neng sama yang punya mall...",
"Ibu aja duluan, nggak apa-apa..", ucap Javas yang tiba-tiba muncul.
"Mas...",
"Belanjaannya ditinggal aja ya sayang.., nanti biar di anter ke Apartement..",
"Terus bayarnya gimana ini mas..?",
"Gampang itu.., kita pergi dari sini ya..",
"Iya mas..,
mari Bu...saya duluan ya Bu..",
"Oh ya.., semua belanjaan ibu-ibu disini gratis, nanti tinggal tunjukin KTP saja.., nanti diurus sama manager disini..",
__ADS_1
"Beneran nak?"
"Ini serius ya pak?",
"Wah..Alhamdulillah, rejeki..",
"Semuanya saya yang tanggung Bu.., kami permisi dulu. Ayo sayang..",
Kalo dihitung mungkin ada belasan ibu-ibu yang mendapatkan rejeki nomplok belanja gratis hari ini. Tidak seberapa mungkin, tapi belanjaan mereka cukup banyak, hampir semua troly yang didorong oleh ibu-ibu itu dalam keadaan penuh.
"Emang kurang ajar...mereka berdua, berani-beraninya ngomong yang nggak-nggak tentang kamu..",
"Udah mas.., sabar..", ucapnya mengusap-usap tangan Javas.
"Kamu tau nggak? waktu mas keluar tadi, ibunya Firman bilang apa?",
"Apa mas..?",
"Dia doain katanya semoga kamu mandul, kita nggak punya anak.., kalo bukan perempuan, udah mas ajakin duel...",
Kinara diam.
"Bener-bener mulutnya nggak bisa diatur..",
Kinara masih diam, tanpa mengeluarkan kata-kata untuk menenangkan suaminya.
"Kamu kenapa diem?",
Kina menggeleng.
"Kina takut..",
"Takut kenapa? takut kalo omongan ibunya Firman itu bener?",
Kina mengangguk kali ini..
"Nggak usah takut sayang, ibunya Firman nggak ada hubungannya sama kita. Kamu pernah denger nggak? doa jelek berbalik ke diri orang itu sendiri...",
"Tapi mas.., sampe sekarang Kina belum hamil.."
"Hey.., kamu kan dokter , seharusnya tau kan? Pabrik Javas junior aja, baru aja mas buka..,katanya 3hari lagi siklus haid kan? ya udah, kita tunggu aja. Kalaupun emang belum hamil, berarti belum rejekinya kita. Mas nggak apa-apa, berarti kita yang harus berusaha lagi kan? Mau cek kandungan?",
"Tapi, kalo belum hamil juga, masalahnya bukan cuma di Kina aja, tapi mas juga..", ucapnya dengan sangat pelan, Kina takut Javas akan tersinggung.
"Mas harus cek juga?",
"Iya..",
"Oke.., mas cek sayang..nggak apa-apa. Tapi, kalo kita berdua sehat, tapi kamu belum juga hamil, jangan kecil hati ya...",
"Iya mas..",
"Nggak usah diambil hati sama omongan ibunya Firman. Kalo mas tau kamu bakalan kepikiran, tau gitu mas nggak akan bilang ini ke kamu..",
__ADS_1
"Iya Kina nggak apa-apa mas..",
"Kamu tau nggak, kenapa mas ngasih gratis ibu-ibu yang liat mas berantem sama Hana sama Erna?",
"Nggak mas.., kenapa?",
"Buat antisipasi, kalo Hana sama Erna nanti bikin ulah. Bukan nggak mungkin mereka nanti lapor sama polisi..",
"Hubungannya apa?",
"Buat jaga-jaga kalo Hana sama Erna macem-macem. Jadi, ibu-ibu yang disana tadi, bisa jadi saksi. Mas udah kantongin identitas mereka, dituker sama belanjannya mereka yang tadi. Kalo mas butuh, tinggal datengin alamatnya..",
"Hmmm gitu yah, mas pinter ya..",
"Iya dong, suami siapa dulu..?",
"Tapi, emangnya mereka masih berani macem-macem mas?"
"Kayaknya sih nggak, tapi nggak tau juga. Namanya juga orang labil..",
"Iya..
Belanjaan Kina nanti gimana mas?"
"Nanti dibawain ke Apartement..
Kamu pengen kemana lagi..?",
"Ke bengkel mas, yuk..?",
"Mau apa?",
"Na.., belum pernah kesana..",
"Ya udah, kita kesana.., tapi temenin mas cukur rambut dulu..",
"Mau dicukur gimana? kan udah ganteng..?",
"Apa kamu bilang..?",
"Udah buruan nyalain mobilnya..",
"Kamu bilang apa barusan? mas ganteng?",
"Buruan ih.., ayo..nyalain..",
"Bilang sekali lagi....", Javas menoel payud*ara Kina.
"Mas.., nggak sopan..",
"Mas ganteng ya?",
"Heem...",
__ADS_1
Senyum terukir dari bibir Javas.
"Baru kali ini kamu bilang gitu.." ucapnya, dia menyalakan mesin lalu mulai mengemudikan mobilnya, meninggalkan mall.