Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Terguncang


__ADS_3

Sharen menumpahkan kerinduannya dengan memeluk erat suaminya. Nathan-nya akhirnya kembali.


"Yank..., aku kangen banget...",


"Kamu baik-baik aja kan Sha..?"


"Hmmm....", Sharen melepaskan pelukannya.


"Kamu kemana aja sih yank..",


Nathan hanya tersenyum.


"Nath....", Sharen menuntun tangan suaminya untuk menyentuh perutnya.


"Apa Sha..?",


"Aku hamil...",


"Kamu hamil...?", Nathan meresponnya dengan antusias.


"Iya Nath.., ini anak kita...


kamu percaya kan?",


Nathan seperti teringat sesuatu. Tiba-tiba dia menjauhkan tangannya dari perut Sharen


"Nggak Sha..,


aku nggak bisa ngasih kamu anak. Ini nggak mungkin...",


"Tapi, aku hamil Nath..ini anak kamu..


ini anak kita...",


"Nggak Sha.., itu nggak mungkin...",


Nathan pergi.., dia kembali meninggalkan Sharen.


"Nath...tunggu.., ini anak kita...ini anak kamu.., Nath...


ini anak kamu...anak kita...


Nathan...jangan pergi...


Jangan ninggalin aku lagi Nath...


Kasian anak kita Nath....",


Mata Sharen terpejam tapi mulutnya terus mengigau. Ini membuat Kinara, Javas, Mommy langsung beranjak dari duduknya untuk menghampiri Sharen.


Kinara menepuk pipi Sharen perlahan.


"Mbak....mbak...mbak Sharen...., bangun mbak...",


Nyawanya seperti tiba-tiba masuk kembali ke dalam tubuhnya. Sharen membuka matanya.


"Nathan pergi.., dia nggak seneng kalo aku hamil...",


"Itu cuma mimpi mbak...", Kinara menenangkan kakak iparnya dengan memeluknya.


"Nathan nggak seneng kalo aku hamil Na.., dia nggak percaya kalo yang ada di perut aku ini anaknya..., Nathan pergi ninggalin aku...", Sharen menangis. Kinara kembali menenangkan Sharen dengan mengelus rambutnya.


"Nggak mbak.. Mas Nathan percaya kok kalo ini anaknya dia.., itu tadi cuma mimpi...",


"Kalo gitu, kenapa dia nggak pulang Na.., kenapa...?",


"Iya nanti pulang, sabar ya mbak...",


Mommy dan Javas keluar dari ruangan. Mereka sedih dengan keadaan Sharen yang belum kunjung membaik. Sharen terguncang.


"Gimana mom..? kasian kak Sharen..",


"Mommy juga nggak tau Vas..",


"Javas sebenarnya nggak rela kalo Kak Sharen balik lagi sama Nathan. Tapi, sekarang udah ada anak di perutnya kak Sharen Mom..., kasian kalo anaknya lahir nggak ada Ayahnya..",

__ADS_1


"Nathan terlalu dalam menyakiti Sharen, tapi Nathan juga obatnya...",


"Dad beneran nggak tau dimana Nathan?",


Mommy menggeleng.


"Tiap mommy tanya, Daddy bilang nggak tau Vas..",


"Dibujuk Mom...,


yang penting Nathan ketemu, selebihnya nanti urusan belakangan. Yang penting kak Sharen keadaannya membaik dulu. Liat tubuhnya sampe kurus kering kayak gitu mom..",


"Nanti Mommy bujuk ya Vas..",


"Mommy pulang aja dulu, biar Javas sama Kina yang jagain Kak Sharen.., bujuk Dad mom..",


"Kamu nggak balik ke kantor..?",


"Nggak.., Javas mau disini dulu..


nanti malem biar Javas aja yang nemenin kak Sharen..",


"Jangan Vas.., kasian Kina kalo tidur disini.., dia juga baru aja keluar dari rumah sakit..",


"Kina biar pulang mom..",


"Mommy pulang dulu ya.., nanti malam mommy sama Dad aja yang nemenin kakak kamu...",


"Ya udah, liat nanti Mom..",


Mommy yang hendak pulang, terlebih dahulu berpamitan dengan Sharen. Putrinya sudah terlihat tenang.


"Mommy pulang dulu sayang..,


nanti kesini dulu ya..., kamu mau dibawain apa? pengen makan apa sayang..?",


"Nggak pengen apa-apa..


Sha cuma mau Nathan...", ucapnya.


"Iya.., Mommy cari Nathan ya...",


"Bener ya Mom...",


"Iya sayang..


kamu makan yang banyak ya, biar kuat. Kasian anak kamu....",


"Iya nanti Sha makan...",


Hati orang tua mana yang tidak teriris melihat keadaan putrinya yang terlihat sangat tertekan. Mommy menangis dihadapan suaminya.


"Kasian Sharen mas, dia sampe mimpi kayak gitu. Dia ketakutan kalo sampe Nathan nggak ngakuin anak yang ada di perut Sharen itu anaknya...",


"Kalo nggak ngakuin ya udah, Mas bisa ngerawat anak itu.., masukin aja di KK kita, anggap aja itu adiknya Jaz..., Sharen bisa nerusin pendidikannya di luar negeri, anaknya biar kita aja yang ngerawat..",


"Mas.., maksud Aira nggak gitu...,


Beneran Daddy nggak tau dimana Nathan? kasian Sha Dad...",


"Mas nggak tau...",


"Aira tau mas sangat kecewa sama Nathan.., karena mas percaya banget sama dia. Tapi, tolong liat keadaan anak kita mas. Sharen tertekan, dia stress, kasian anak yang ada di perutnya mas.., Sharen males-malesan makan , sedangkan anaknya perlu nutrisi. Pikiran Sharen juga kacau, kalo ibu hamil tuh nggak boleh stress mas, dia harus happy. Kata dokter, kehamilan Sharen juga rentan. Besok kita temenin dia USG, semoga aja janinnya bisa berkembang dengan baik. Aira nggak bisa bayangin kalo terjadi apa-apa sama bayi yang dikandungnya. Sharen pasti tambah stress mas...",


"Mas memang nggak mau tau Nathan ada dimana..",


"Cari mas.., demi anak kita...",


"Terus, kalo ketemu mau gimana Ra..? Dia udah nyakitin anak kita..",


"Mas harus mengesampingkan ego,


Demi Sharen mas, demi cucu kita...,


Cari Nathan ya mas...",

__ADS_1


"Nathan mungkin ada di luar negeri..",


"Mas udah cari dia..?",


Daddy Rendra hanya diam.


"Terus dia ada dimana..?",


"Mas nggak tau..",


"Cari tau mas..,


semakin lama Nathan kembali, semakin lama pula anak kita menderita. Biarkan Sharen ketemu dulu sama Nathan, kedepannya dipikir nanti aha.., yang penting ketemu dulu...",


"Iya..nanti mas usahakan..",


"Aira mau mandi, abis itu kita siap-siap ke Rumah sakit, mas ikut ya..",


"Mas di rumah aja..",


"Kenapa mas? nggak tega liat Sharen kan? makanya mas cari Nathan...",


"Andai aja mas dulu nggak dorong Sharen terima Nathan, mungkin nggak kayak gini Ra..",


Mommy Aira mendekati Daddy.


"Nggak usah nyalahin diri sendiri mas.


Ini mungkin ujian rumah tangga mereka..., kayak kita dulu...,


kita jagain Sha ya.., biar Javas sama Kina pulang. Kina juga lagi hamil mas, kasian..dia juga abis pulang dari rumah sakit..",


"Iya mas ikut..",


"Mommy tau, Daddy sayang banget sama Sharen. Dad tau yang terbaik untuk dia. Termasuk, Nathan. Mungkin Nathan cuma mau menenangkan diri aja Dad. Sebenarnya Mommy juga kecewa. Tapi, liat keadaan Sharen, Mommy jadi nggak tega..",


Daddy menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Nathan. Daddy merasa mempunyai andil, karena dulu Dad sangat mendukung Nathan untuk mendapatkan Sharen. Tapi, setelah semuanya berjalan sesuai harapan, Nathan justru berubah haluan.


"Halo Ra...",


"Iya Far...",


"Ra.., Sharen nggak ada di Apartement, dia ada di rumah kamu kan..?",


Mama Farah menghubungi Mommy untuk menanyakan keberadaan Sharen. Setiap hari, Mama Farah memang selalu berkunjung ke Apartement untuk menghibur Sharen.


"Sharen nggak ada disini Far..",


"Ra.., Sharen nggak ada di Apartement, dia kemana Ra? aku coba hubungi juga nggak bisa..",


Melihat itikad baik dari orang tua Nathan yang selalu mendukung putrinya, membuat Mommy Aira mengurungkan niatnya untuk menutupi keadaan Sharen.


"Sha sakit Far.., dia di rawat di rumah sakit..",


"Astaga.., Sha sakit ya Ra..sakit apa? dia nggak apa-apa kan..?"


"Dia cuma drop aja. Makan nggak teratur, tidur juga nggak bisa, dia stress mikirin Nathan...",


"Ra.., maaf....",


"Nggak apa-apa, ini semua bukan salah kamu, atau Aldo Far. Tapi, Nathan yang pergi gitu aja, tanpa bilang sama Sharen...",


"Ra.., aku sama Aldo, boleh jenguk kan?",


"Boleh.., nanti aku kirim nomor kamarnya ya. Aku juga mau siap-siap kesana.., kita ketemu di rumah sakit..",


"Iya Ra.., aku tunggu whatsappnya..",


Mommy Aira memutuskan untuk memberitahu dimana Sharen, tanpa menyampaikan keadaan yang sebenarnya jika Sharen sedang hamil. Namun, Aira berjanji kepada dirinya sendiri. Jika Aldo atau Farah meragukan jika anak yang dikandung Sharen adalah cucunya, Aira tak segan untuk menutup akses komunikasi dengan besannya itu. Kalau perlu, Aira akan memaksa Sharen untuk berpisah dengan Nathan. Bagi Aira, kewarasan dan kesehatan putrinya adalah hal yang paling utama.


Laki-laki itu berdoa khusuk di dalam masjid. Memutuskan untuk mengunjungi Baitullah, dengan tujuan mendapatkan ketenangan hati dan jawaban atas pertanyaannya selama ini. Ujian pernikahan yang diterimanya sangat mengguncang batinnya. Nathan memasrahkan semuanya kepada yang Maha Kuasa.


"Jika ini adalah kehendak-Mu, maka berikanlah hamba-Mu ini ketabahan dan keikhlasan untuk menjalaninya ya Allah...",


Nathan mencari ketenangan dengan berangkat ibadah ke tanah suci. Sengaja tidak memberitahukan kepada siapapun. Termasuk istrinya yang malam itu dia tinggalkan seorang diri.

__ADS_1


"Maafin mas, Sha...", ucapnya di akhir doanya.


__ADS_2