Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Tidak Sabar


__ADS_3

Selang 2 jam, acara dilanjutkan dengan siraman. Keluarga Rendra Perdana sudah berganti dengan pakaian adat Jawa. Termasuk, si kecil Zee yang mengenakan beskap, jarik serta blangkon. Bayi kecil itu terlihat sangat tampan. Apalagi, bentuk tubuhnya yang padat berisi membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


Jika tadi Sharen yang mengungkapan isi hatinya, sekarang giliran kedua orang tuanya. Sharen kini duduk bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya.


"Anakku Sharen yang sangat amat Daddy sayang...


Nak....


Ucapan Daddy berhenti sejenak, menahan agar tangisannya tidak pecah.


Terima kasih sudah hadir dikehidupan kami dan kamulah yang mengajarkan Daddy dan Mommy menjadi orang tua.


Sharen....


Sebentar lagi kamu akan mengarungi bahtera rumah tangga bersama laki-laki yang kamu cintai.


Nak....


Daddy menghela nafasnya panjang.


Maafkan Daddy dan Mommy jika selama menjadi orang tua....


Kali ini Daddy benar-benar tidak mampu menahan tangisnya. Mommy mengelus pundak suaminya yang bergetar. Tangis Daddy akhirnya pecah. Cukup lama menunggu tangisan Daddy reda.


"Mas.., bisa lanjutin?", tanya Mommy.


Daddy mengangguk. Beliau langsung menghapus air matanya menggunakan tissue yang diberikan oleh Javas.


Maafkan Daddy dan Mommy jika selama menjadi orang tua, kami keras selama membesarkan Sharen. Daddy sering marah, bahkan selalu melarang kamu untuk ini dan itu. Tapi ketahuilah nak.......


Tangisannya kembali pecah. Dan, akhirnya beliau menggeleng.


"Mas nggak bisa Ra..", ucapnya pada sang istri. Mommy Aira langsung mengambil catatan yang ada dipangkuan suaminya. Mommy Aira yang melanjutkan ungkapan hati mereka sebagai orang tua.


Tapi, ketahuilah nak itu semata karena Daddy dan Mommy sangat menyayangi Sharen. Ada banyak kekhawatiran yang kami rasakan, apalagi kamu adalah putri kami satu-satunya. Kekhawatiran yang Daddy dan Mommy paling takutkan adalah laki-laki yang menjadi pendamping hidup Sharen nantinya. Namun, ketakutan dan kekhawatiran itu sirna ketika kamu akhirnya memilih Nathan, orang yang kamu cintai dan kami yakin, Nathan adalah orang yang bisa menjaga dan melindungi kamu, seperti apa yang kami lakukan untukmu. Nak, pesan Daddy dan Mommy jadilah istri yang berbakti kepada suamimu. Berbahagialah dengan pilihanmu Sha..


Sharen sungkem, sebagai simbol rasa hormat nya kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Bahagia ya sayang..,


jadi istri yang selalu menghormati dan menghargai suamimu. Nathan adalah imam, dia adalah panutan...",


"Makasih mommy...


Sharen akan menjadikan Mommy sebagai istri panutan Sharen..",


Giliran kepada Daddy.


Lama berpelukan, Daddy memberikan wejangan singkatnya kepada sang putri.


"Daddy berat melepaskan kamu nak, tapi Nathan adalah laki-laki yang memang tepat buat kamu. Bahagia ya Sha.. jangan segan datang ke Daddy kalo Nathan menyakiti kamu...",


"Dad..terima kasih selama ini sudah menjaga Sharen dengan penuh kasih sayang. Daddy tetap cinta pertama Sharen...",


Tidak seperti acara sungkeman yang baru saja berlangsung dengan haru. Kali ini acara inti yaitu siraman atau memandikan Sharen berlangsung dengan penuh canda tawa. Apalagi ketika melihat Sharen yang kedinginan ketika tubuhnya diguyur air. Prosesi siraman diakhiri dengan "bopongan" yaitu ketika Sharen dibopong atau digendong oleh Daddynya menuju kamar untuk berganti pakaian.


Malam harinya, dilanjutkan dengan acara Midodareni. Dengan berpakaian adat Jawa lengkap, Nathan dan keluarganya datang dengan membawa seserahan untuk pengantin perempuan.


Daddy menyampaikan pesan untuk calon menantunya.


"Nath.., Daddy percaya kamu bisa menjaga dan melindungi Sharen, seperti apa yang selama ini Daddy lakukan. Perlakukanlah dia seperti ratu, seperti kami yang selalu mengistimewakan Sharen. Kamu adalah imamnya, jadi tuntunlah dia sesuai dengan ajaran agama. Nasehati dengan lembut jika istrimu berbuat salah. Jangan membentaknya apalagi sampai memukulnya. Serahkan kembali ke Daddy, jika kamu tidak lagi mencintainya. Dengan senang hati Daddy akan menerima Sharen dan menghujaninya dengan cinta. Tapi, Daddy percaya kamu akan menyayangi, melindungi dan mencintai dia seumur hidup. Daddy yakin kamu laki-laki yang tepat untuk Sharen...", ucap Daddy dengan tegas. Beliau mengakhiri nasehatnya dengan menepuk bahu Nathan.


"Daddy..., Nathan akan menjaga Sharen dengan segenap jiwa dan raga. Mencintainya dengan sepenuh hati, dan menemani Sharen dalam suka maupun duka seumur hidup Nathan . Terima kasih sudah menghadirkan bidadari ke bumi ini Dad.., mom..", ucapnya singkat.


Sharen bisa dengan jelas melihat Nathan, meskipun melalui layar televisi. Ingin rasanya berlari ke venue untuk mengobati rasa rindunya dengan memeluk erat suaminya. Tapi, sayangnya Sharen dalam keadaan dipingit. Saat ini dia bahkan berada di dalam kamarnya.


Mommy Aira, mempersilahkan Mama Farah beserta keluarga yang berjenis kelamin perempuan untuk melihat keadaan Sharen. Mama Farah dibuat pangling melihat menantunya yang berbalut dengan kebaya modern lengkap dengan hiasan sanggul serta paes tipis yang menghiasi wajah Sharen. Sha seperti putri keraton, terlihat cantik dan sangat anggun.


"Mantu Mama, cantik banget sayang...",


"Makasih Mama...",senyum Sharen.


Mama Farah berfoto berdua bersama Sharen. Katanya, ini permintaan Nathan.


"Katanya dia nggak mau liat Sharen mah..",

__ADS_1


"Nggak tau, tadi minta Mama foto berdua sama kamu.., katanya kangen banget..",


"Sharen titip ini buat mas Nathan...",


"Apa ini..?", tanya Mama Farah ketika menerima amplop dari Sharen.


"Isinya surat Mah, biar di baca sama Mas Nathan..",


"Kalian ada -ada aja deh..


Ya udah, mama ambil ya..nanti Mama kasihin ke Nathan..",


"Makasih Mah...",


Keluarga Nathan akhirnya pamit undur diri, karena besok hari juga masih ada acara penting. Yaitu, acara akad nikah Sharen dan juga Nathan.


Sesampainya di kamar, Nathan membuka amplop titipan Sharen yang diberikan oleh Mamanya. Rasa penasarannya dari tadi muncul ketika menerima dari Mama Farah. Nathan mencoba membukanya.


"Mas Nathan sayang,


aku kangen banget yank...


Hmmm..cuma mau bilang i love you aja sih... tapi pengen dengan cara yang beda.


Oh ya, ini foto-foto aku waktu di make up.., ini Jaz yang fotoin pake kamera polaroidnya. Lucu ya? Tapi aku tetep cantik kan..? Malam ini terakhir kita pisah yank, mulai besok kita udah bisa sama-sama lagi-lagi.., rasanya udah nggak sabar. Mas jangan lupa istirahat ya.., see you tomorrow sayang..


I love you...",


Nathan membaca dengan diiringi dengan senyumnya. Sharen yang dulu dingin kepadanya sekarang sudah berubah. Selalu mengungkapkan perasaan kepadanya, dan Nathan sangat bahagia. Nathan buru-buru menelepon istrinya untuk membalas rasa cintanya.


Mencoba beberapa kali panggilan, namun sayangnya Sharen tidak meresponnya. Istri Sirinya sepertinya sudah istirahat nyenyak.


"Selamat malam sayang, selamat beristirahat, i love you too..", ucapnya dengan mencium foto Sharen.


Bab selanjutnya akad nikah sama resepsi yak..


maafin author jarang banget update, sibuk sekali...,

__ADS_1


__ADS_2