
Kinara membaca habis buku yang baru dibelinya. Hanya iseng, daripada harus mengobrol dengan Javas, lebih baik menghabiskan waktunya dengan menambah wawasannya. Ribuan nama-nama bayi yang bagus, beserta artinya.
"Udah nemu yang cocok?",
"Nemu apa mas?",
"Itu yang kamu baca..",
"Oh..,namanya bagus-bagus mas.., ada yang cocok..",
"Aneh ya kamu..",
"Aneh kenapa?",
"Mana ada petani nggak pernah nanem padi, tapi panen..",
"Maksudnya gimana sih?",
"Nggak usah dibahas, nggak penting..",
"Apa sih? Kina nggak tau maksud mas Javas..",
"Perumpamaan aja Na.., gitu aja nggak paham..",
"Emang nggak..",
Mereka berdua akhirnya sampai di rumah. Kinara kembali ke rumah Mom Aira dan Dad Rendra dengan status yang sudah berbeda dan berubah. Istri dari Javas Perdana.
"Na.., ngapain?", tanya Javas ketika Kinara membuka bagasi mobil.
"Ambil barang-barang mas..",
"Ini di rumah mom sama dad. Bukan di rumah Kakek atau nenek..",
"Iya Na tau..",
"Astaga.., harus dijelasin detail ya Na? tuh liat udah ditunggu sama Bibik, barangnya mau dibawain ke dalem.., mobil? udah langsung diparkirin sama driver...",
"Iya mas kan udah kebiasaan. Kinara belum biasa, ini mau belajar dibiasin...", ucapnya sebelum di dahului oleh Javas.
"Itu kata-kataku, kenapa kamu pake..?",
"Ya biarin.., kina kan udah hafal..",
"Udah yuk masuk..",
Kinara disambut hangat oleh Maid yang berada di rumah. Statusnya sebagai nyonya muda, membuatnya semakin dihormati oleh pekerja disana.
"Selamat datang non..",
"Non...?", ucap Kinara yang heran karena nama panggilannya kini sudah berganti.
"Iya non..",
"Mbak aja bik..",
"Kan mbak Kina udah jadi istrinya mas Javas.., lupa ya..",
"Iya bik.., dia lupa. Biarin aja lupa sama suaminya sendiri..", ucap Javas ketus. Javas naik ke lantai 2, meninggalkan Kinara yang sepertinya masih ingin mengobrol dengan Maid yang sebelumnya memang sudah akrab dengannya.
"Ckck..,mas Javas kenapa sih?",
"Ngambek itu non..",
"Bik udah deh.., manggilnya biasa aja..",
"Nggak apa-apa non..",
"Oh ya.., koper yang warna item itu isinya baju kotornya mas Javas, yang pink punya Kina ya bik..",
"Iya.., baik non..",
__ADS_1
"Koper ini biar kina aja yang bawa ke atas..
"Non.. jangan.., saya bawain aja..",
"Udah.., nggak usah biar Kina aja..",
"Non..jangan. Nanti mas Javas marah sama saya. Apalagi, kopernya gede kayak gini..",
"Ya udah deh..",
Ponsel Kinara berbunyi. Dan, tidak dia sangka ternyata Javas yang menelponnya.
"Halo mas..",
"Masih ngobrol ya? ngapain sih? kan setiap hari juga ketemu..",
"Iya mas.., ini loh nunjukkin baju yang mau dicuci..",
"Naik sekarang..",
"Iya-iya..",
Kinara naik ke lantai atas diikuti maid yang berada di belakangnya.
"Bik.., itu tolong taruh di kamar mas Javas aja ya..",
"Baik non..",
Maid yang disuruh, menuruti permintaan Kina. Tidak banyak bicara ketika ada sesuatu yang terasa mengganjal. Bukannya menuju ke kamar Javas, Kina justru masuk ke dalam kamarnya.
Maid mengetuk kamar Javas.
"Na.., kamu ma-u...",
Javas menghentikkan ucapannya ketika yang berada didepan kamarnya adalah Bibik, bukan istrinya.
"Kok Bibik..? kina mana?",
"Mbak Kina ada di kamarnya mas..",
Ya udah..",
"Ini saya nganterin kopernya mas..",
"Iya.., udah taruh aja. Nanti Javas yang masukkan sendiri ke dalam..",
Tanpa membuang banyak waktu, Javas langsung menelopon Kinara.
"Na.., ngapain kamu dikamar?",
"Beres-beres mas.., kan Kina mau pindah ke kamarnya mas Javas.., atau kalo nggak usah pindah, ya Kina nggak perlu beres-beres..",
"Enak aja nggak usah pindah. Kamu maunya gitu? mau mommy sakit lagi? mau kalo aku dihajar sama Daddy gara-gara kamu?",
"Iya nggak mau.., tapi kan Kina nggak punya pakaian dikamarnya mas Javas.., Kina mau ngambil dulu mas.., mau beberes dulu..",
"Nggak usah.., nanti biar diberesin sama maid..",
"Iya-iya.., ini kina ke kamarnya mas Javas..",
Kina menutup teleponnya. Selang 10 detik kemudian, dia sudah sampai dikamar Javas.
Tok..tok..tok..
Kina mengetuk pintu kamar Javas yang tertutup sebagian.
"Masuk Na..",
Kinara masuk ke dalam kamar Javas. Sebuah kamar yang luas, mewah dan semuanya tertata dengan rapi. Sebuah kamar bergaya klasik Eropa yang didominasi oleh warna putih dengan sedikit variasi warna hitam.
Sama seperti kamar Kinara, puluhan foto terpajang di dalam sana, tak ketinggalan foto Mine dan Javas yang berpose dalam berbagai gaya.
__ADS_1
"Nggak usah heran..., sama kan kayak kamu?",
"Iya..,
Mas Javas udah prewed ya sama mbak Mine?",tanya Kinara yang melihat gaya serta hasil foto yang terlihat sangat bagus.
"Itu cuma foto biasa.., kebetulan pake kamera bagus aja..",
"Maaf ya mas..",
"Lebaran udah lewat.., kenapa maafnya baru sekarang?",
"Kan dulu Kina juga belum disini mas..",
"Aku nyuruh kamu cepet-cepet kesini.., aku mau tanya..",
"Apa mas?",
Javas masuk ke dalam walk in closetnya. Jika saja ada lalat yang terbang, mungkin akan bisa masuk ke dalam mulut Kina yang menganga takjub ketika melihat koleksi pakaian Javas. Sangat banyak dan dari berbagai brand ternama
"Kamu mau lemari yang mana Na? Kanan apa kiri?",
"Kina cukup 2 pintu aja mas.., sisanya buat mas Javas..",
"Emangnya cukup cuma 2 aja..?",
"Iya..satu gantungan satunya lagi buat yang lipatan. Barang kina kan nggak banyak..",
"Yang Kiri aja ya.., disitu kayaknya nggak banyak barang aku. Jadi lebih gampang mindahinnya..",
"Iya mas..",
"Nanti kalo mommy pulang, lemari kamu juga pasti bakalan penuh. Apalagi, kalo ada kak Sharen.., pasti diajakin belanja terus..",
"Kina nggak suka belanja mas..",
"Iya.., nanti juga biasa kok, makanya kamu biasain..",
Kinara memanyunkan bibirnya ketika Javas menyindirnya seperti itu.
Kinara duduk di bibir ranjang sedangkan Javas duduk di Sofa menyalakan TV.
"Mas.., kina boleh tanya sesuatu?",
"Apa?",
"Mas Javas pengen balik ke rumah, karena mau nyusulin mbak Mine, ya?
Javas tidak menjawabnya. Bukan karena melamun, tapi sepertinya enggan menjawab pertanyaan Kinara.
"Kapan mas?", tanyanya lagi.
Javas masih belum menjawab pertanyaannya.
"Kenapa mas Javas nggak bilang?", ucapnya.
Javas yang kesal karena mendapatkan pertanyaan bertubi-tubi dari Kinara. Akhinya mematikan TV yang sedang ditontonnya.
"Kamu kenapa sih Na?",
"Kina kan tanya, tapi mas Javas nggak jawab..",
"Iya.., harusnya malam ini aku pergi ke Aussie..",
"Kina bantuin packing ya mas?",
"Kamu tuh kenapa sih Na? emangnya aku bilang kalo mau pergi ke Aussie? nggak kan?",
"Katanya nanti malem..",
"Nggak.., aku batal ke Aussie..., dan kamu juga nggak usah tanya alasannya apa. Karena seharusnya kamu tau..", Javas yang sudah tidak bisa membendung kekesalannya akhirnya memilih untuk meninggalkan Kinara di kamar.
__ADS_1
"Mas Javas.., mas..", Kina mencoba untuk mencegah kepergian Javas, tapi sepertinya gagal.
Javas sudah pernah mengatakan kepada Kinara, jika tidak perlu bertanya apapun tentang Mine. Dan, itu yang membuat Javas kesal.