Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Berubah..


__ADS_3

"Mas..., siniin Ze nya..",


"Lagi tidur, kasian Na...",


"Nggak apa-apa, ditaruh di box aja mas..biar Na yang nungguin..",


"Kasian.., baru aja tidur..., nanti nangis lagi..",


"Ya udah, biar Na gendong deh, siniin...",


"Biar sama mas aja, kenapa sih?",


"Udah waktunya sarapan, mas sarapan dulu gih..",


"Nanti aja bisa Na..",


Javas memang sedang menggendong Ze yang terlelap tidur. Ze memang sedang rewel, badannya demam karena efek imunisasi. Tapi, kata dokter itu adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan.


"Ya udah kalo gitu..", Kinara duduk di bibir ranjang. Mengamati putranya yang terlelap tidur dengan mulut yang menganga.


"Kok malah duduk disini..? sana sarapan dulu aja, biar Ze sama mas Na..",


"Nggak deh, Na nungguin Ze aja..",


"Sarapan dulu sayang, Ze kan udah sama Papanya..., kamu kan nyusuin.., kalo nggak makan gimana nanti ASI nya..?",


Kinara melihat Javas dengan pandangan yang berbeda. Seperti ada sesuatu, tapi entah apa itu.


"Kenapa..? kok ngeliatnya gitu banget..",


Kinara menggeleng sambil tersenyum.


"Kenapa sih? ada yang salah sama mas ya..? apa?", tanya Javas.


"Nggak ada...


anak kita ganteng ya mas..?",


"Gimana nggak ganteng, mamanya aja cantik, papanya ganteng..",


"Tapi, Ze mirip banget sama mas...",


"Kalo anak laki-laki biasanya kan mirip banget sama mama nya. Tapi, ini mirip banget sama Papanya. Kata orang-orang, kalo anak laki-laki wajahnya mirip banget sama Papanya, itu tandanya Mamanya cinta banget sama Papanya..., emang gitu ya sayang...?",


"EHmmmm...., iya kali...",


"Berarti bener kan? kamu cinta banget sama mas..? ya, meskipun kamu masih marah, tapi kamu kan cinta banget sama mas..., bener kan..",


"Masa sih...?",


"Iya kan bener..? makanya Ze tuh mirip banget sama Mas, mamanya aja cinta banget...",


"Dih, geer deh..


Ze mirip banget sama mas, itu karena pas hamil Mas kan nggak nemenin. Ze lahir mirip Papanya , biar mas nggak ragu, Ze anak mas atau bukan...",


"Astagfirullah.., mas aja nggak pernah kepikiran kayak gitu loh Na...",


"Ya kali aja kan, mikir kalo Na selingkuh gitu..",


"Nggak sayang.., sama sekali nggak kepikiran...",


"Bagus deh kalo gitu.., sampe kepikiran kayak gitu, Awas aja. Na bakalan pergi lagi, bawa Ze..",


"Jangan sayang...",


Sebenarnya Kinara memang sedang menggoda sekaligus mengetes suaminya. Tapi, Javas malah menganggapnya serius.


"Mas.., boleh Kina sarapan duluan...?",


"Mas gemes loh sama kamu. Kan mas tadi udah bilang, kamu sarapan duluan aja. Nggak apa-apa sayang..",


"Iya.., Kina sarapan dulu ya mas..., kalo Ze nangis, panggil Kina aja..",


"Kamu aja nggak bisa nenangin Ze kan tadi..",

__ADS_1


"Iya iya..Papanya yang bisa..",


"Jangan ngambek..",


"Nggak kok...",


Kinara bergabung bersama kedua mertuanya serta adik iparnya yang sudah berada di ruang makan.


"Loh, Javas mana Na..?", tanya Mommy.


"Di kamar Mom..,lagi gendong Ze...",


"Ze masih demam?", tanya Dad kali ini.


"Masih Dad.., tapi sudah turun panasnya..",


"Apa dibawa ke rumah sakit aja Na..?",


"Nggak perlu mom.., Na udah konsultasi sama dokter anak. Ze masih doyan susu, terus tidurnya juga masih nyenyak. Cuma kalo lagi bangun aja memang rada rewel..",


"Kalo butuh apa-apa, bilang ke Mommy ya..?",


"Iya mommy makasih...",


Obrolan mereka terhenti ketika Jaz yang memang sudah menyelesaikan sarapannya, pamitan untuk berangkat ke sekolah.


"Jaz pamit dulu, udah habis mom..",


"Anak pinter...,


Belajarnya yang serius ya sayang, biar jadi anak pinter..",


"Oke mommy...


Dad.., pamit dulu...",


"Jangan nakal ya..",


"Iya Daddy...


"Makasih Jaz..., hati-hati ya. Belajar yang rajin nanti...",


Hanya tinggal bertiga bersama Mommy dan Daddy. Keduanya, merupakan panutan Kina dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama Javas. Lebih dari 25 tahun usia pernikahan mereka, tapi keduanya masih terlihat mesra. Sama dengan Kina dan Javas, Mommy dan Daddy juga pernah mengalami hal sulit di dalam pernikahan mereka. Tapi, pernikahan Mom dan Dad tetap bertahan, justru semakin solid.


Kinara menandaskan segelas susu sekaligus mengakhiri sesi sarapannya.


"Mom..Dad.., Kina duluan ya...",


"Loh, Na.., Javas nggak diambilin Sarapan..?",


"Nggak mom.., biar mas Javas kesini aja Mom. Gantian Kina yang jagain Ze..",


"Diambilin Na.., kasian Javas, pasti udah laper. Ze pasti bangun nanti kalo pindah tempat..",


Kinara membawa satu buah nampan berisi makanan serta minuman untuk sarapan suaminya.


"Mas...",ucapnya yang menyapa suaminya yang sudah berganti posisi. Berbaring dia atas kasur, dengan Ze yang berada di pangkuannya.


"Sarapan dulu ya.., nih Kina bawain sarapannya..",


"Taruh dulu aja sayang.., mas nggak bisa makan...",


"Ya kan tinggal mangap, apa susahnya sih...?",


"Mau nyuapin?", tanya Javas sumringah.


"Iya...",


Belum juga disodorkan sendok, tapi Javas sudah membuka mulutnya lebar-lebar.


"Enak banget...", ucap Javas ketika mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


"Enaklah, Bibik yang masak...",


"Bukan karena masakannya, tapi karena disuapin sama kamu..",

__ADS_1


"Hmmmm...",


"Marahnya udahan dong sayang.., mas kangen sama kamu...",


"Emang Kina kemana? kan disini aja, gimana kangen?",


"Ya, udahan marahnya. Bersikap kayak biasanya, lembut, nurut, sabar sama suami...",


"Kalo nurut sih bisa, tapi lembut sama sabar itu kayaknya yang susah, karena mas kayaknya nggak bisa digituin. Kina jadi kayak Mommy aja ya, yang galak tapi sayang sama suaminya..?",


"Terus, kalo kamu marah, ngomel kayak mommy, gitu..?",


"Iya lah..",


"Ya udah boleh.., tapi kamu kayaknya nggak bisa kayak gitu..",


"Kenapa emangnya?",


"Wajah nggak mendukung, kamu emang ditakdirin jadi Kinara yang lembut, penurut terus penyabar..",


"Kalo mas maunya kayak gitu, berarti yang harus berubah, siapa? mas kan..?",


"Iya sayang..


Kamu udah liat kalo mas berubah kan?",


Kinara mengangguk.


"Berarti kamu udah maafin mas..?",


"Udah.., marahnya tinggal dikit aja..",


"Makasih sayang...",


Sharen sepertinya memang benar-benar menghindari Daddynya. Dia bahkan sengaja tidak turun untuk sarapan. Sharen langsung pergi bekerja, tanpa memasukkan sedikitpun makanan ke dalam perutnya.


"Tam.., jangan ke kantor dulu ya.., kita sarapan...",


"Kamu belum sarapan..?",


"Belum...",


"Mau sarapan apa?",


"Bubur ayam aja deh..",


"Oke deh...


Oh ya Tam, nanti siang aku mau makan siang sama Satria.., kamu nggak usah nganterin ya. Aku nanti dijemput Satria dikantor...",


"Oh nggak bisa, kemanapun kamu pergi, aku harus tetep ikut..",


"Gila ya kamu Tam..",


"Dari dulu Sha.


Aku nggak bisa langgar perintah om Rendra. Cari mati itu namanya..",


"Terus, mau jadi obat nyamuk kamu..?",


"Iya lah, ba*ygon atau Vap* juga boleh...",


"Aku kan lagi pedekate Tam, masa iya ada kamu..",


"Silahkan semobil sama Satria, tapi aku tetep dibelakang mobil kalian. Monggo kalo mau duduk semeja, tapi aku tetep ikut masuk ke dalam cafe, restoran, atau apapun itu. Yang penting aku bisa liat kamu dan memastikan kalo kamu baik-baik aja..",


"Siapa sih yang nyuruh kamu kayak gini? Nathan kan..?"


"Ngarep banget Nathan masih perhatian sama kamu ya?Dia aja nggak kayak biasanya. Sekarang nggak pernah sama sekali bahas kamu, meskipun aku sama dia lagi ketemu.., yang dibahas pasti soal kerjaan, selebihnya tentang game..",


"Masa...? dia marah sama aku..?",


"Nggak juga, dia capek aja kayaknya. Capek ngejar cinta kamu yang semakin dikejar malah semakin jauh.....",


...Ngantuk guys, lanjut besok ya.....

__ADS_1


__ADS_2