Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Nyaman


__ADS_3

Sharen dan Nathan rupanya bukan kloter terakhir yang tiba di Restoran hotel. Tapi, ada Jaz dan Zee yang datang bersama baby sitter.


"Nah ini..., yang ditunggu nongol juga...


ayo makan sayang..


Jaz mau makan apa? bilang sama mbak sus..", ucap Mommy Aira.


Jaz hanya menggeleng. Dia sudah sembuh tapi sepertinya masih lesu.


"Nggak mau makan..?",


"Nggak...", jawab Jaz malas.


"Mau kemana Jaz..?", tanya Daddy.


Dia justru berjalan menuju meja Sharen.


"Kak....",


Jaz menghampiri Nathan.


"Mau makan..?", tawar Nathan.


"Enggak...",


Jaz menepuk-nepuk kedua pahanya, lalu menunjuk ke arah Nathan.


"Mau dipangku..?", tanya Nathan.


"Heemmmn...", angguk Jaz.


"Sini....",


Dengan semangat, Jaz naik ke atas paha Nathan. Sesampainya, Jaz langsung bersandar pada dada kakak iparnya. Ini, membuat Nathan yang sebenarnya juga sedang malas sarapan, melepas sendok yang dipegangnya. Nathan mendekap Jaz.


"Ngantuk..?", tanya Nathan.


"Heemmmm...",


Keduanya kompak memejamkan matanya.

__ADS_1


"Ih..ini apaan sih, tuyul dateng-dateng langsung minta pangku..", goda Sharen dengan mencubit kecil tangan adiknya.


"Apaan sih kak...", Jaz kesal karena tidur ayamnya di usik.


"Ini suami kakak...",


"Biarin...",


"Suami kakak ini.., ngapain kamu minta pangku..",cubitnya lagi pada tangan Jaz.


"Kak......",


"Tuyul.., makan jangan tidur...", godanya lagi.


"Kakaaaaaaaakkkkkkk....", teriak Jaz yang kesal karena terus-terusan di cubit oleh kakak perempuannya.


"Sayang.., udah..biarin aja..",Nathan menyingkirkan tangan Sharen yang terus-terusan menyubit adiknya.


"Aku juga mau dipelukin gitu...", ucap Sharen yang berganti menggoda suaminya.


"Iya nanti, kalo sampe kamar..", jawab Nathan asal. Dia kembali memejamkan mata dengan tangannya yang masih mendekap Jaz. Mungkin, Jaz juga rindu dengan kakak iparnya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya.


Jaz terlelap dalam gendongan Daddy yang mengambil alih. Sesi sarapan selesai dan nampaknya hari ini keluarga mereka tidak ada schedule pergi jalan-jalan atau semacamnya.


"Sayang.., hari ini cukup di kamar aja ya..,


mas mau tidur...",


"Tidur terus.., kan aku mau jalan-jalan..",


"Nanti sore aja ya jalan-jalannya


ngantuk banget ini...",


"Kan bisa tidur nanti aja..",


"Udah nggak kuat sayang, kasih waktu dua jam aja, abis itu kita jalan-jalan...",


"Kesiangan mas...",


"Kalo gitu, nanti sore aja ya..",

__ADS_1


"Ya udah deh kalo gitu..,tapi beneran nanti jalan-jalan ya yank..",


"Iya..., mau kemana emangnya..?",


"Jalan-jalan pokoknya..,


pengen pacaran...",


"Iya sayang..",


"Tapi aku pengen ke minimarket.., mau beli cemilan, boleh ya..",


"Jangan sendiri...",


"Terus sama siapa? mas kan nggak mau..",


"Iya nanti.., sekalian jalan-jalan..


matanya mas ngantuk banget ini Sha..",


"Aku sama mamah Farah aja boleh?",


"Ya udah..telepon mamah aja ya..",


"Hmmmm...",


Alih-alih menelepon ibu mertuanya, Sharen justru berjalan mendekati lemari. Sharen mengambil salah satu baju, dan berganti pakaian.


Sharen naik ke atas ranjang, menyusul suaminya yang tidur.


"Yank...", ucapnya menggoyangkan badan suaminya yang tidur memunggunginya.


"Yank..." Sharen tidur dengan memeluk Nathan.


Sadar dipeluk, Nathan berbalik badan.


"Katanya mau keluar sama Mamah?",


"Males..., mau nemenin mas aja..",


"Hmmmm.., sini...", Nathan membawa istrinya dalam pelukan. Sharen menyambutnya dengan senyuman. Rasanya hangat.

__ADS_1


Meskipun mengaku hanya menemani suaminya, namun lama kelamaan Sharen menjadi terhanyut. Dia mengantuk dan akhirnya tertidur dalam dekapan suaminya.


__ADS_2