
Mata Javas yang masih berkabut menandakan jika gair*hnya masih belum padam. Justru semakin berkobar .
Javas kini mulai bergerak, namun dengan tempo yang sangat pelan. Tidak ingin menyakiti Kinara.
"Sakit..?", tanyanya.
"Sakit..tapi enak..", jujur Kinara.
"Mau dienakin lagi?",
Kinara mengangguk tersenyum.
Mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Javas kembali bergerak. Namun, kali ini dia lakukan dengan lebih bertenaga. Kinara yang awalnya mengaku kesakitan terlihat menikmati.
Kinara menggigit bibir bawahnya, menikmati tumbukan serta dorongan yang dilakukan suaminya dibawah sana. Kinara menggerakkan tubuhnya seirama dengan dorongan yang dilakukan oleh Javas.
"Shhhhmmmmmmas Javas..., hhhmmmmmnnphhhhh....",
"Iya sayang....",
Semakin Kinara bersuara, semakin gencar serangan yang dilakukan oleh Javas. Meskipun dengan sekuat tenaga, namun tidak sampai membuat sakit Kina. Justru Kina semakin mende*sah menandakan jika dirinya juga merasakan kenik*matan.
"Mas sayang banget sama kamu Na..", ucapnya. Javas kembali mencium bibir Kinara, namun tanpa melepas pertemuan di bawah sana. Keduanya sangat menikmati aktivitas in*tim yang baru pertama kali mereka lakukan.
"Jangan digigit sayang...", ucap Javas. Cium*an Kina berubah menjadi ci*uman liar.
"Mas....", ucap Kina, pergerakannya lain dari sebelumnya. Tubuhnya bergerak tidak karuan, belingsatan ke kanan dan ke kiri, tubuh bawahnya semakin bergerak ke atas serta ke bawah.
"Mau sampai puncak sayang..?",
"Aahhhhh...maaaas...uhhhghh....",Kina memeluk erat tubuh Javas, dengan jari tangannya yang sedikit menggores punggung Javas.
Tahu apa yang akan terjadi, Javas semakin mempercepat tempo gerakannya.
"Mas.....",
"Iya sayang..
Mau lebih cepet lagi..?"
"Hmmmmmm..", angguk Kina.
Javas menuruti permintaan Kina untuk bergerak lebih cepat.
"Aaghhhhhmmmmmm mas...",
"Des*ah lagi sayang.., mas suka..",
Kina kembali mempererat pelukannya. Tubuh bawahnya juga dia gerakkan lebih cepat serasi dengan tumbukan Javas.
"Uhhhhmmmmmmmm...",
Kina mendongakkan wajahnya, pelepasannya sepertinya baru saja dia dapatkan.
"Udah...?", tanya Javas.
Kina menjawabnya dengan anggukkan.
"Pinter..",ucapnya.
__ADS_1
Javas melepas miliknya dari dalam Kinara. Bukan mengakhiri, namun Javas merubah posisinya, ke samping Kinara.
"Sayang...",
Javas membawa tubuh Kinara menghadap kepadanya.
"Nurut sama mas malam ini ya..", pintanya.
Javas mencium Kinara, memberikan rangs*angan dengan meraba tubuh polos Kinara. Javas kembali melakukan foreplay. Nampaknya dia tidak ingin terburu-buru meskipun sebenarnya juga dia sudah menggebu.
Buah da*da milik Kinara sepertinya menjadi bagian tubuh favorit Javas. Dia kembali menikmatinya, dengan mengul*um dan menye*sapnya kuat hingga membuat Kinara Mendes*sah sedikit berteriak.
"Awwwwwwww....mas...a.a.a....hhhhhhhh ",
Kinara mengalungkan kedua tangannya pada leher Javas, menenggelamkan wajah pada pundak suaminya. Kinara membiarkan Javas untuk berbuat sesukanya.
"Cup..cup..cup..", Javas menghujani leher Kinara dengan sebuah kecupan singkat. Disusul dengan sapuan halus dari lidahnya. Kinara yang merasa geli hanya bisa pasrah.
Javas akhirnya menyerah, dan kembali memposisikan tubuhnya di atas Kinara. Dia akan segera memulai pertarungannya.
Javas bergerak di atas tubuh Kinara. Berbeda dari sebelumnya, kali ini dia lakukan dengan sekuat tenaga. Cepat, tepat dan akurat.
"Hhhhmmm mas...ahhhhh...masss....", des*ahan Kinara yang tak mampu menyimpan suara sexynya ketika suaminya berhasil menemukan titik sensitif dari miliknya.
Kinara sampai mencengkeram sprei ketika merasakan dorongan yang dilakukan oleh Javas semakin kuat. Des*hannya naik satu oktaf lebih tinggi.
"Sabar ya sayang.., mas mau sampai..", Javas menautkan kedua telapak tangannya pada jemari Kinara. Semakin kencang dan cepat.., semakin tinggi kecepatannya.
"Mas..
mas ..ahh...mas...
mas...mas Javas...hhhhmmm huuuhhhhh...",
Javas akhirnya memperlambat gerakan namun memperdalam miliknya masuj pertanda jika baru saja mendapatkan pelepasan.
Cup...
Javas mencium kening Kinara.
"Makasih sayang...ini malam terbaik dan terindah yang mas miliki..",
Javas menghempaskan dirinya di samping Kinara.
Aktivitas intim yang mereka lakukan tak cukup sampai disitu saja. Mereka melakukannya lagi dan lagi. Tidak ada kata lelah, yang ada hanya kata aaah..
( bagian ehemnya disingkat aja yak.. tenang nanti ada bab gini lagi kok, hihi..)
Dengan tubuh keduanya yang masih telanjang hanya ditutup oleh selimut
Kinara berada di pelukan Javas, setelah mereka mengakhiri aktivitas panas mereka. Kinara dan Javas akhirnya tertidur usai lelah dengan kegiatan ranjang.
"Jam berapa ini mas..?", Kinara akhirnya terbangun.
"Masih jam 4 pagi, sayang..",
"Mas..,kina belum siap-siap. Jam 5 kan di makeup..",
"Hmmmmm..., ya udah sekarang mandi.
__ADS_1
Mandi bareng yuk..",
"Kina udah telat nih..",
Kina yang hendak bangun dari tidurnya, merasakan ada yang berat di bawah sana. Terasa linu dan sedikit perih.
"Mas.., bisa minta tolong digendong nggak? kayaknya lagi berasa sakitnya..",
"Apanya yang sakit..?",
"**** *..", bisiknya.
"Tadi waktu maen.., nggak kenapa-napa, kenapa sekarang jadi gitu..?",
"Nggak tau mas..",
",Itu tandanya nggak boleh berhenti, disuruh gituan terus..",
"Mas mau nolongin nggak?"
"Iya iya sayang, ayo..",
Javas membopong Kinara masuk ke dalam kamar mandi. Tahu kenapa Javas minta mandi bersama? Biar cepet. Tapi, salah.., bukan itu yang author maksud. Javas memang ingin merasakan bagaimana rasanya mandi bersama dengan istri. Dan, niat terselubungnya adalah Javas ingin kembali menikmati tubuh istrinya. Namun, hanya sekedar meraba dan mere*mas payudara. Serta sebuah ciuman bibir sebagai pengantar paginya hari ini.
"Hmmmm...mas..",
"Besok kita coba bercinta di dalam kamar mandi ya. Kayaknya seru sayang.., pasti enak..",
"Iya mas..",
Tidak ada waktu lagi bagi Kinara. Dia harus cepat bersiap. Kinara sudah memakai pakaiannya. Dengan handuk yang melilit rambut basahnya, dia kembali masuk ke dal kamar mandi untuk mengeringkan rambutnya.
Berkali-kali mencoba, tapi hairdryer yang ada dikamar mandi kamarnya tidak berfungsi. Padahal tinggal mempunyai waktu 20 menit lagi, tapi malah hairdyernya tidak bisa berfungsi.
Kinara keluar dari kamar mandi hendak meminta bantuan suaminya, namun dia malah mendapati Javas yang kembali tertidur. Ingin membangunkan, tapi Kinara takut bercampur kasihan.
Mencari keberadaan ponselnya namun tidak ketemu. Mencoba meminta bantuan pihak hotel, namun teleponnya tidak berfungsi.
"Kina harus gimana ini?",
Akhirnya hanya mondar-mandir ke sana dan kemari, dengan sesekali melihat ke arah Javas yang tertidur.
"Gimana ini? rambutku masih basah..", gumamnya.
Kegelisahan Kinara sepertinya di dengar oleh Javas yang tiba-tiba membuka matanya.
"Sayang.., kok belum siap..malah mondar-mandir disitu..",
Kinara mendekati suaminya, dia duduk di bibir ranjang.
"Mas.., hairdyernya nggak bisa Na pake.., kayaknya rusak..",
"Masa? mungkin kamu yang nggak bisa ngidupin.., coba lagi..",
"Nggak bisa mas..",
"Ya udah, mas pinjemin Kak Sha aja..",
"Mas.., jangan...",
__ADS_1
"Kenapa?",
"Kina malu...",