
Kinara dengan seksama mengamati tangan Javas yang dengan lincahnya memandikan putra mereka, Ze. Bayi itu nampak berkedip-kedip seakan menikmati, ketika tangan Papanya mengusap kepalanya. Tidak seperti orang tua yang pertama kali memandikan bayi, Javas justru terlihat sudah biasa melakukannya. Kinara bukannya tidak bisa, tapi perannya sepertinya sudah diambil alih oleh Javas. Kinara hanya bertugas untuk menyusui putranya saja. Atau sesekali menjaga Ze saat suaminya mandi, makan atau sedang menunaikan ibadah. Selebihnya, dilakukan oleh Javas, termasuk menggantikan popok.
"Nah.., anak Papa ganteng banget. Udah kayak pak haji aja nih...",
Kinara tersenyum, lucu ketika melihat putranya kini sudah memakai pakaian, sebuah gamis bewarna putih. Ya, ini adalah hari spesial untuk Ze. Acara Aqiqah Ze.
"Ze sama Mama dulu ya sayang, Papa mau ganti baju dulu..",
Ze yang biasanya menangis jika digendong oleh Kinara, sepertinya kali ini dia menurut. Bayi itu nampak tenang dalam gendongan sang Mama meskipun bukan dalam keadaan menyusu.
"Wangi banget anak Mama.., gantengnya.., lebih ganteng dari Papa ya..", bisik Kinara saat mengucapkan kata terakhir. Takut, suaminya yang berada di walk in closet akan mendengar.
Kinara sendiri, sudah mengenakan gamis bewarna soft biru. Baju ini sudah disiapkan oleh Sharen, dan Kinara tinggal mengenakannya saja.
Javas terlihat tampan, dengan baju Koko yang bewarna senada dengan yang dipakai oleh Kinara.
"Yuk turun...", ucap Javas yang mengambil alih kembali Ze dari tangan Mamanya. Tidak protes, karena memang Ze tidak bisa lepas dari Papa.
Ketiganya turun ke bawah. Karena satu jam lagi acara akan segera di mulai.
Acara Aqiqah Ze memang diselenggarakan di kediaman Ody Rendra. Ya, meskipun di adakan di rumah, tapi nuansa mewah dan meriah sudah terlihat dari dekorasi yang menghiasi halaman belakang. Hanya tiga hari persiapan, tapi acaranya bisa sesempurna ini. Ya, memang Omy Aira sudah jauh-jauh hari membooking sebuah EO untuk menghandle acara untuk cucunya. Karena beliau berkeyakinan jika menantu dan cucunya akan pulang ke rumah. Dan benar saja, dugaan Omy Aira.
Itulah mengapa baik Omy Aira bisa menyiapkan acara ini dengan sangat sempurna. Hanya nama Ze saja dalam dekorasi yang dibuat secara mendadak. Selebihnya sudah disiapkan. Sharen pun yang kebagian untuk menghandle hampers untuk para tamu undangan pun bisa berhasil mengeksekusi dengan baik. Itulah mengapa, Kinara tidak ingin terlibat dalam acara Aqiqah Ze, karena percaya jika mommy mertua dan kakak iparnya pasti mempersiapkannya dengan baik.
Warna soft blue ternyata adalah warna seragam keluarga. Mommy, Daddy, Sharen dan Jaz juga memakai pakaian dengan warna yang sama. Hanya Ze saja yang bewarna berbeda, mungkin karena Ze adalah tokoh utama dalam acara ini. Dan.., ini semua dipersiapkan oleh onty cantik, Sharen.
"Cucu Omy, duh gantengnya.., nggak tidur ya.., tau kalo acara ini buat Ze, iya..?",
"Kayaknya tau mom...",
"Na..sapa dulu ya keluarga yang udah pada dateng..",
"Iya mom..",
Kinara berjalan berdampingan dengan Javas yang menggendong Ze. Mereka bertiga menyalamai satu persatu keluarga yang sudah hadir. Rupanya, Sea dan Kai juga hadir di acara tersebut.
"Se...., makasih sudah datang ya.., maaf kakak belum bisa jenguk kamu..",
"Nggak apa-apa kak...",
Sea melihat Ze dengan tatapan sedih. Ya, mungkin saja dia sedang membayangkan putrinya yang hanya bisa bertahan 2 jam setelah dilahirkan.
"Andai aja, anak Sea masih ada kak..",
"By.., udah ya..ikhlasin aja...", ucap Kai.
Kinara iba dengan Sea. Ya, sebagai seorang ibu Kinara tentunya bisa merasakan apa yang Sea rasakan.
"Sea mau gendong Ze..?", tawar Kinara pada sepupunya iparnya.
"Boleh kak..?",
"Boleh...",
Javas memberikan putranya . Sea terlihat masih kaku saat menggendong bayi, tapi untungnya dia melakukannya dengan benar.
"Kak Javas, boleh minta difotoin nggak?", tanya Sea. Dia ingin berfoto bertiga bersama suaminya dan Ze.
Meskipun hanya menggendong dan berfoto bersama Ze, tapi Sea terlihat sangat bahagia.
"Makasih ya kak Kina, kak Javas udah ngebolehin Sea buat gendong baby Ze. Doain Sea ya kak, semoga secepatnya dikasih pengganti..",
"Iya,, kakak doakan ya, semoga nggak lama lagi kamu dikasih rejeki lagi sama Allah..",
Berlalu dari Sea dan Kai, Kinara dan Javas menghampiri sanak keluarga yang lain. Tidak seperti saat menyapa Sea dan Kai, Javas dan Kinara hanya menganggukkan kepala seraya mengucapkan terima kasih. Untuk mempersingkat waktu, karena pagi itu yang datang ke acara Aqiqah Ze juga lumayan banyak.
Tapi, saat mereka menyapa keluarga Om Aldo, mau tidak mau Kinara sedikit berbasa-basi dengan Tante Farah.
"Makasih Tante udah dateng ke acaranya Ze..",
__ADS_1
"Sama-sama.., Kina Tante seneng banget waktu denger kabar kalo kamu kembali.., terus lahiran...",
"Terima kasih Tante..., mungkin emang udah saatnya pulang..",
Javas sedikit tegang ketika istrinya mengobrol dengan mantan calon mertuanya. Ya, takut jika istrinya akan kembali mengingat kesalahannya yang membuat Kinara memilih untuk pergi. Tapi, Javas berdoa semoga nanti Kina tidak membahas dan tidak berpengaruh dengan hubungan mereka yang sebenarnya sudah kembali menghangat.
"Tante minta maaf ya Na.., gara-gara Tante kalian jadi pisah..",
"Maaf Tante.., Kina nggak mau bahas itu sekarang. Ini hari bahagianya Kina, jadi maunya yang bahagia-bahagia aja..",
"Iya udah..,
Kalo gitu Tante doain semoga keluarga kalian utuh kembali. Semoga Ze menjadi anak Sholeh kebanggaan keluarga..",
"Aamiin..makasih Tante..",
Kinara dan Javas duduk disinggasana, tepat di depan backdrop bertuliskan "Aqiqah Ze". Dengan khusuk mereka mengikuti serangkaian acara Aqiqah.
Hingga puncak acaranya adalah memotong rambut Ze sebagai wujud lahirnya seorang anak.
Javas memberikan sedikit sambutan. Saat memperkenalkan nama putranya.
"Zeev Allafta Perdana.
Nama lengkap putra kami. Zeev bermakna tampan bersinar. Allafta adalah pemersatu, dan Perdana adalah nama klan keluarga kami. Jadi, kami berharap dengan lahirnya Ze menjadikan kami keluarga yang selalu hidup rukun, sakinah, mawaddah warrahmah. Mohon doa untuk para hadirin, semoga anak kami menjadi anak sholeh, berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga, selalu diberikan kesehatan, serta perlindungan dari Allah SWT..",
Ze memang anak pintar. Sepanjang acara Aqiqah berlangsung, anak itu tidak menangis sedikitpun. Tidak sedang tertidur, Ze tetap tenang dalam pangkuan Papanya. Benar-benar anak pintar ya Ze.
Jika dilihat kasat mata, mungkin bisa dibilang Kinara dan Javas adalah sepasang suami istri yang terlihat serasi dan harmonis. Mereka kompak, mereka juga terlihat bahagia. Padahal, dibalik itu semua ada Kinara yang belum memberikan maaf untuk Javas, ada Javas yang tetap berusaha untuk menunjukkan keseriusannya untuk mendapatkan maaf dari Kina. Juga, ada masalah yang belum selesai.
"Mau Kina ambilin makan mas.., atau Ze biar sama Kina aja..?"
"Nggak usah, nanti Ze nangis lagi.."
"Ckck..belum juga sama Kina, mas udah ngomong gitu..",
Ya sayang, kamu maunya sama Papa kan? nggak mau sama Mama..?",
"Jadi, mau diambilin makan atau nggak?",
"Iya sayang, sekalian suapin juga..",
"Alah kesempatan..",
"Mas kan nggak bisa makan.., gimana caranya? kan lagi mangku Ze..",
Kinara mengambilkan makan untuk suaminya, dan dengan terpaksa dia juga menyuapi Javas yang tengah sibuk dengan putranya.
"Makasih sayang.., seneng banget disuapin..",
Sharen lega, akhirnya tugas yang diberikan mommy untuknya bisa dia selesaikan dengan baik. Hampers yang bisa dipenuhi sesuai permintaan mommy, juga seragam keluarga yang dikerjakan timnya hanya dalam waktu 3 hari saja. Dan, bisa selesai dengan hasil yang sangat memuaskan.
"Jaz.., kapan mau sunat...?",
"Jaz kan masih TK kak..",
"Emangnya kenapa kalo masih TK? nggak boleh sunat..?"
"Jaz belum berani..", bisik adiknya.
"Ah, C-man ah.., makanya diledek sama kak Javas terus..",
"Ya biarin...",
"Makan yang banyak biar cepet tinggi, terus nanti sunat. Kakak buatin acara kayak gini, tapi nggak di rumah..",
"Terus dimana kak?",
"Di hotel lah.., nanti acaranya lebih rame daripada Aqiqah Ze..., kayak sunatnya kak Javas dulu, meriah Jaz. Mommy sama Daddy ngundang artis..",
__ADS_1
"Ya nanti lah, kalo Jaz udah berani kak..",
"Hmmm..",
"Kak ini namanya nasi apa sih?",
"Nasi kebuli..",
"Dibuatnya dari apa? kok enak banget..",
"Udah..,dimakan aja..",
Jaz makan bersama Moma Sharen. Sedangkan mbak Sri terlihat makan bersama mbak Susur.
"Boleh duduk disini..?", tanya seseorang.
Suara itu tidak asing baginya, dan Sharen langsung menganggukkan kepalanya tanpa menjawab.
"Halo kak Nath..",
"Halo Jaz..., apa kabar?",
"Baik kak..",
"Ganteng banget pake gamis kayak gitu..",
"Makasih kak, Kak Nath juga ganteng banget..",
Sharen sibuk dengan makanannya dan tidak menghiraukan Nathan dan Jaz yang tengah bercengkerama ringan.
"Kak..Jaz ambil minum dulu ya..",
"Udah, disini aja.., nanti juga diambilin sama mbak Sri..",
"Orang Jaz hausnya sekarang kok..",
Jaz meninggalkan Sharen dan otomatis tinggallah Sharen dan Nathan berdua.
"Apa kabar, Sha..?",
"Baik...",
"Kenapa sekarang nggak pernah ngantor..?",
"Ngantor kok..",
"Nggak ada, aku nggak pernah liat kamu..",
"Maksudnya?",
"Aku sudah gabung di Prime lagi..",
"Hah..?", kagetnya yang kali ini dia memandang ke arah Nathan.
"Kenapa? kamu kaget? nggak nyangka?",
"Kenapa tiba-tiba gabung lagi?",
"Om Rendra yang minta...",
"Hanya karena itu?",
"Ya karena kamu juga..",
Sharen terdiam.
"Daddy, masih aja usaha buat deketin aku sama Nathan lagi..",
Lanjut besok lagi...
__ADS_1