Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Masih LDR


__ADS_3

Tidak seperti saat kepergiannya dulu yang diantar oleh hampir seluruh keluarga besarnya. Sharen kira kepulangannya juga akan disambut, tapi ternyata tidak. Hanya Mamang sopir dan pengawal Daddy yang menjemputnya di Bandara. Tidak ada jemputan, apalagi sambutan dari keluarganya.


"Saya bantu non..", ucap Mamang yang langsung mengambil alih koper yang diseret oleh Sharen.


"Makasih mang..",


Daddy masih sama. Tidak banyak bicara, hanya sekedarnya saja. Marah? tidak. Kecewa? iya. Tapi, wajah Daddy biasa saja. Tidak ada raut kegelapan sama sekali. Apakah ini tandanya hubungan Sharen dengan Nathan akan mendapatkan restu dan naik ke jenjang yang selanjutnya. Mungkin iya. Tapi, belum tahu juga. Daddy belum mengutarakan keputusannya. Apalagi, nanti saat bertemu dengan mommy. Keputusan A, bisa saja berubah menjadi B.


"No.., kamu mau langsung diantar pulang..?", tanya Daddy kepada Vano ketika mereka bertiga sudah berada di dalam mobil.


"Mobil Vano kan ada di rumahnya Dad..",


"Oh iya, Daddy lupa...",


Sharen hanya diam. Padahal, jarinya sudah gatal untuk memegang ponselnya dan segera memberitahukan kepada kekasihnya jika dirinya sudah mendarat dengan selamat. Tapi, Sharen menahannya karena sekarang dia duduk berada di samping Daddynya. Sharen sungkan, apalagi setelah kejadian kepergok di Apartement. Malu.., rasanya.


Padahal, andaikan Sharen tahu. Apa yang dilakukan Sharen dan Nathan lebih mending dibandingkan dengan Daddy dan Mommy nya saat muda dulu. Tinggal satu Apartement, hingga akhirnya terpaksa Mommy menerima pinangan Daddy karena mereka sudah terlanjur melakukan hal terlarang. Bahkan, seharusnya Sharen mempunyai seorang kakak jika dulu Mommy nya tidak keguguran Tapi, namanya juga masa lalu. Tidak perlu dibahas, ambil positifnya saja. Toh, rumah tangga Daddy dan Mommy langgeng hingga sekarang.


"Kamu mau langsung pulang, atau mau ada yang dibeli Sha..?", tanya Daddy.


"Pulang aja Dad, Sha capek..",


"Mang.., langsung ke rumah aja ya..",


"Baik pak..",


Tuh kan? Daddy masih bersikap biasa pada putrinya. Tapi, entah kenapa Sharen seperti merasa ada yang disembunyikan oleh Daddy. Entah apa itu.


Masuk ke halaman rumahnya. Di teras rumah, ada Kinara yang sedang menimang Zee dengan ditemani oleh Mommy.


Mommy terlihat sumringah ketika mobil milik Daddy berhenti.


"Mas..", ucap Mommy yang menyambut Daddy dengan mencium tangannya yang dibalas Dad dengan mencium kening Mommy.


Sharen turun dari mobilnya yang langsung disambut oleh sapaan Kinara.


"Mbak Sharen...",


Mommy terperanjat.


"Sha...", ucapnya tidak percaya jika putri sulungnya kini berada di hadapannya.


"Mommy...",


"Kamu pulang Sha?bukannya masih 2 Minggu lagi? kamu sakit Sha..?", tanya Mommy dengan memerika kening Sharen.


Mommy nggak tau kalo aku pulang? Daddy nggak cerita tentang insiden di Apartement.


"Nggak mom..", geleng Sharen.


"Kok pulang..? ada apa..?",


"Anak pulang kok ditanya kenapa? pulang ya pulang Ra.., kamu tuh aneh-aneh aja..",


"Iya maksud Aira nggak gitu Mas.., Sharen baik-baik aja kan..?",


"Baik-baik aja, kan kamu liat sendiri..,


mas ngajak Sharen pulang, karena sekolahnya juga udah mau selesai..",


"Kan mau kuliah?",


"Iya sambil pikir-pikir lagi.., jadi mas ajak dia pulang dulu..",


"Alhamdulillah..,


Aira kira ada apa mas..",


"Masuk yuk..",ucap Daddy.


"Mommy.., Vano numpang tidur ya.., ngantuk banget..",


"Iya.., di kamar biasanya ya..",


"Oke mom..."


Sharen justru tidak ikut masuk ke dalam rumahnya. Dia mendekati keponakannya yang terlihat sangat menggemaskan.


"Ze..., aunty kangen banget...",


"Mbak.., kok pulang nggak bilang-bilang sih..",


"Iya.., disuruh Daddy pulang..",


"Kenapa..? ketauan kalo disana ada mas Nathan..?",


"Hmmmmm...


Astaga Na.., hampir aja aku lupa. Aku belum chat ke Nathan kalo udah sampe..",


"Siniin mbak Ze nya..",


"Nggak apa-apa, bisa pegang hape sambil mangku Ze kok..",


Sayang, aku udah sampe di rumah. Pulang kerja langsung chat aku ya. Aku tunggu, i love you..


Eljaz terlihat sangat senang ketika baru saja dia membuka oleh-oleh yang di bawakan oleh kakaknya dari Aussie. Hanya sebuah coklat, tapi Jaz terlihat sangat senang. Untungnya, setelah mengurus sekolahnya saat itu Daddy mengajaknya untuk berburu oleh-oleh untuk Jaz.


"Kak Sha.., makasih..Jaz seneng banget...",


"Iya ganteng..,


sama-sama..",


"Ini juga dari Aussie kak..?",


"Bukan Jaz, itu dari Jepang, yang beli Daddy.


Itu yang satu buat Zee ya..",


"Iya kak..


Asyik..Jaz punya mainan baru..",


"Kamu kangen sama kakak nggak sih..?",


"Kangen dong..",


"Kayaknya lebih seneng sama coklat atau mainannya daripada sama kakak..",


"Jaz kangen sama kakak, tapi Jaz juga seneng dapet mainan sama coklat..", Jaz memeluk dan menciumi Sharen.


Sebentar lagi, Nathan pulang dari bekerja dan Sharen sudah menunggu Nathan untuk menghubunginya.


Benar, selang beberapa menit kemudian, Nathan menghubunginya melalui sambungan video.


"Halo sayang..,


Kamu udah sampe..?",


"Aku kangen...", rengek Sharen.


"Ditanya apa, jawabnya apa..",


"Emang aku kangen kok..,

__ADS_1


Kamu nggak kangen?",


"Kangen sayang..,


kenapa kok kayaknya sedih gitu..?",


"Nath.., Daddy sama sekali nggak menyinggung tentang hubungan kita..",


"Ya udah, nggak apa-apa sayang..",


"Kalo kita nggak direstui gimana?",


Nathan hanya tersenyum.


"Kenapa malah senyum? orang aku serius loh..",


"Sabar sayang.., baru aja nyampe diindo..",


"Tapi, aku penasaran Nath..",


"Ya udah, kalo penasaran, tanya aja sama Daddy..",


"Aku sungkan, tapi takut juga.


Yang bikin aneh, Mommy sama sekali nggak tau kalo aku pulang..",


"Daddy nggak bilang..?",


"Nggak.., Mommy tadi aja kaget liat aku..",


"Oh.., ya mungkin biar surprise aja sayang..",


"Mungkin...


Kamu kapan sih balik pulangnya..?",


"10 hari lagi sayang..",


"Lama banget dari kemarin 10 hari terus.., nggak kurang-kurang deh Nath..",


"Sabar sayangku..",


"Bentar-bentar tunggu...", Sharen nampak menghitung dengan jarinya.


"Enggak..nggak 10 hari tapi udah kurang jadi 9 hari kan..?",


"Hmmmm.. iya udah selisih 1 hari..",


"9 hari lagi kan..?",


"Iya.., 9 hari lagi aku pulang.., tapi kalo hari ini orang yang dites buat gantiin aku Lulus dan diterima. Aku pulangnya 6 hari lagi..",


"Hah..?.yang bener..?",


"Iya..bener sayang...",


"Aku tunggu kamu pulang Nath..",


"Iya.., sabar ya cantik..


Aku udah sampe ke Apartement, nanti lanjut lagi ya. Aku mau bersih-bersih dulu..",


"Iya..


Bye.., jangan macem-macem ya..",


"Iya sayang...,


Bye..",


Sharen mengetuk ruang kerja Daddy. Mendapat izin, Sharen langsung masuk.


"Dad.., sibuk..?",


"Nggak.., cuma liat schedule Dad aja..",


"Dad.., Sharen mau bicara , bisa..?",


"Iya.., ada apa..?",


"Dad.., restui Sharen sama Nathan ya..?",


Daddy melepas pandangannya dari i-pad yang dipegangnya, beliau melihat Sharen yang berbicara dengan wajah takut.


"Seharusnya yang minta restu, itu Nathan bukan kamu Sha..",


"Nathan kan udah sering minta restu sama Daddy, sekarang giliran Sha.


Daddy bilang mau ngomong soal hubungan. Sharen sama Nathan setelah kita sampe Indo. Ini udah kan? sekarang, Sha mau ngomongin itu Dad.., mau direstui Alhamdulillah..",


"Kalo nggak..? kamu mau apa..?",


"Ya minta direstui lagi Dad..",


"Andai aja kamu dulu, denger apa kata Daddy, mungkin sekarang kamu sama Nathan udah nikah, mungkin malah kamu udah ngasih Daddy cucu..",


"Setiap orang kan punya proses Dad. Dulu, hati Sharen belum terketuk.., tapi sekarang udah terbuka..",


"Tunggu Nathan pulang, kita bicarakan semuanya..",


"Daddy terima Nathan kan..?


Anak yang dikandung Dewi, bukan anak Nathan Dad..",


"Iya.., Daddy tau..",


"Terus, kenapa Daddy nggak kasih restu..?",


"Daddy ngomong kayak gitu? nggak ada kan?",


"Berarti Daddy restuin kan..?",


"Daddy juga nggak bilang kayak gitu..",


"Sha, harus gimana Dad..?",


"Tunggu sampe Nathan pulang. Lagipula, Daddy juga belum ngomong sama Mommy, apalagi tentang kamu sama Nathan yang kepergok di Apartement..",


Sharen menunduk, jika mengingat insiden di Apartement, dia merasa sangat malu.


"Iya Dad..",


"Udah malem, sekarang kamu tidur..",


"Sharen permisi...",


Ya belum menemukan titik terang, tentang restu Daddy dan Mommy. Sharen masih harus bersabar menunggu kepulangan Nathan.


Beberapa kali ponselnya berbunyi, tapi pemuda itu masih setia dengan tidurnya. Hari memang masih pagi, sehingga membuatnya masih betah memejamkan matanya.


Mungkin jika dihitung ini adalah panggilan ke 17 dan barulah dia merasa terusik.


My Wife


calling.....

__ADS_1


Nathan memeriksa ponselnya dengan sebelah matanya yang terbuka.


"Halo sayang...",


"Nath.., masih tidur..?",


"Iya sayang..


Ngantuk banget..",


"Iya maaf, tadi malem kita emang sampe larut malam..",


"Humm...


Aku bangun dulu ya.., mau sholat..",


"Nath.., jangan dimatiin..",


"Nanti lanjut lagi sayang..",


"Ubah jadi video ya.., aku mau liat kamu..",


"Iya sayang...",


Beralih dari telepon dan video. Sharen sangat hafal dengan sebuah ruangan yang sekarang dihuni oleh Nathan. Ruangan yang setiap sisi sudutnya tertata oleh tanganya. Sharen melihat jelas kegiatan Nathan. Mengamati setiap gerak gerik laki-laki yang sangat amat dia rindukan kehadirannya.


"Nath.., kamu ada di kamarku..?",


"Iya.., Daddy yang nyuruh..",


"Berarti hubungan kita direstui kan?",


Nathan menaikkan bahunya.


"Yah..kirain..",


"Daddy nyuruh tinggal disini juga biar aku bisa ngabisin sisa makanan di kulkas...",


"Daddy..jahat banget..",


"Bercanda sayang..,


Apartement kamu kan lebih luas , jadi lebih nyaman kalo ditempatin.., gitu bilangnya Daddy..",


"Terus Apartement yang kamu sewa, gimana?",


"Ya nggak gimana-gimana, cepet atau lambat kan emang harus aku tinggal. Jadi, mendingan aku disini, di Apartement kamu, tidur di kamar kamu..",


"Hmmm.., aku jadi kangen disana..",


"Kangen kamarnya, atau kangen aku..?",


"Kangen dua-duanya..",


"Kamu berubah banget..",


"Berubah gimana?",


"Keliatan banget bucinnya sama aku.., kenapa? baru sadar kalo sebenarnya kamu cinta banget sama aku..?",


"Iya..aku nggak bisa tanpa kamu lagi..",


"Kenapa dulu jual mahal..?",


"Kan dulu, sekarang udah nggak..",


"Hmmm..,


Ya mau dulu atau sekarang, nggak penting. Yang paling penting sekarang kita bisa sama-sama..",


"Berarti tinggal 8 hari pulang kan..?",


"Nggak sayang.., tapi 5 hari lagi..?",


"5 hari..?",tanyanya antusias


"Iya.., orang yang kemarin dites, lulus. Dia diterima kerja buat gantiin aku..",


"Bentar lagi ketemu kan?",


"Iya sayang, jemput ya..",


"Pasti...,


Nath.., aku udah bicara sama Daddy semalam..",


"Terus, apa katanya?",


"Disuruh nunggu kamu dulu..",


"Ya udah, kan bentar lagi aku pulang, jadi sabar aja ya..",


"Iya..


Nath, sebenarnya waktu kamu sama Daddy di dalam terus aku disuruh nunggu, kalian ngobrolin apa? kamu belum pernah cerita sama sekali sama aku..",


"Nggak ada apa-apa, itu urusanku sama Daddy aja. Antara laki-laki dengan laki-laki, kamu belum perlu tau..",


"Main rahasia sama aku..?",


"Nggak sayang, yang paling penting kan aku sama Daddy bisa selesain masalah itu dengan baik, iya kan?",


"Tapi, sama mas fotografer itu? kenapa dia dateng..?",


"Ya..ya..., kan dia udah kenal lama sama aku. Kalo Daddy ada Vano, masa iya aku sendiri?",


"Hmm..iya sih,


aku tuh lega banget kamu nggak diapa-apain sama Daddy..",


"Nggak bakal kok.., tenang aja..


Rencana kamu hari ini, mau kemana?"


"Nggak kemana-mana..",


"Sayang, aku mau mandi dulu ya..mau siap-siap kerja. ",


"Oke nanti dilanjut lagi.


Di kulkas masih ada ayam, tinggal angetin aja ya. Jangan lupa makan yang banyak..",


"Iya sayang..,


jaga kesehatan disana ya, tunggu aku pulang..",


"Iya Nath..,


i'm waiting for you..",


"I love you, sayang..


Bye..",


"I love you, too...

__ADS_1


__ADS_2