Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
The Winner Is....


__ADS_3

Antara yakin dan tidak yakin. Tapi, keyakinan Nathan lebih besar dari keraguannya. Itulah mengapa dia mengiyakan ajakan Sharen untuk taruhan. Selain rute yang dibilang cukup lumayan, kondisi fisik Sharen juga yang menjadi pertimbangannya. Sharen paling mager jika berurusan dengan kegiatan olah raga. Dia memang seorang model, tapi hanya sesekali saja berolah raga. Sisanya, hanya menjaga badannya dengan makanan sehat. Apalagi, Sharen baru kali ini bersepeda. Lain halnya, dengan Tante Aira. Yang walaupun sudah tidak lagi muda, tapi kerap menemani om Rendra untuk bersepeda meskipun jarak yang cukup dekat.


Setelah satu jam perjalanan, rombongan keluarga akhirnya sampai di sebuah taman yang jika weekend begini memang dalam keadaan yang cukup ramai. Tidak mengapa, sesekali memang membutuhkan interaksi dengan banyak orang seperti ini.


Tidak heran jika Jaz sudah sampai disana karena dia mengendarai mobil. Sudah biasa, jika si kecil Jaz menjadi pusat perhatian. Bahkan, beberapa ibu-ibu sempat meminta foto dengannya. Dengan background, mobil Javas. Kesempatan ya Bu.


"Gila.., adik Javas auranya kayak artis..., keren bener..", ucap Javas yang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik kecilnya.


"Biarin aja Vas.., tuh adik kamu emang pantes ya jadi artis.., ganteng, putih.., gemesin gitu...",


"Jadi, Javas nggak ganteng ya mom..",


"Ganteng sayang..., mommy ngurus kamu dari lahir, beda sama Jaz. Kasian dia.., makanya mommy tuh seneng kalo liat dia kayak gini..",


"Iya-iya.., udah ah kok jadi sedih gitu. Yang penting sekarang kan keluarga kita udah balik utuh mom..",


"Iya sayang..",


Daddy Rendra ikut memfoto Jaz , bak artis yang baru jumpa penggemar. Kina pun demikian, menggunakan ponselnya untuk merekam adik iparnya.


"Capek..?",tanya Nathan.


"Hmmm nggak..",


"Nyerah aja deh..",


"Nggak ya..enak aja..,


Bukannya kamu ya yang capek. Keringet sejagung-jagung gitu..",


"Kenapa? mau ngelap?",


"Idih..ogah...",


"Ini tandanya tuh aku sehat Sha..",


"Emang gitu?",


"Iya lah...",



"Kapan Daddy ngajak kamu?",


"Baru tadi pagi..",


"Langsung bilang iya, gitu?",


"Iya dong.., disuruh jagain kamu..",


"Alah.., itu sih bisanya Daddy sama kamu aja. Aku bisa jaga diri..",


"Om Rendra kan udah jagain mommy kamu. Javas, udah jagain istrinya. Jaz , mobil-mobilan sendiri. Kamu sama siapa? kalo nggak sama aku..? udah deh, terima aja kalo aku ini ditakdirin buat jadi penjaga kamu, kamu ditakdirin buat nemenin aku..",


"Udah deh Nath, diam...pusing aku dengernya..",


"Iya-iya...


Ngomong -ngomong emang nggak bisa ya baju kamu dikancingin aja? ",

__ADS_1


"Ini fashion.., emang gini kok..",


"Dada kamu, pusar kamu kemana-mana Sha.., coba nggak ada aku.., udah disamperin sama mereka...", ucap Nathan yang nenunjuk segerombolan pemuda yang juga sedang beristirahat.



Sharen kala itu mengenakan sport bra dengan celana pendek yang memperlihatkan paha mulusnya. Tenyata Nathan 11-12 sama seperti Daddy Rendra dan juga Javas. Tidak rela miliknya di lihat oleh orang lain kecuali dirinya sendiri.


"Bawel..",


"Nggak bawel, tapi buat kebaikan kamu..,


Nanti kalo kita udah nikah, nggak boleh pakai pakaian kayak gitu ya..",


"Aku model Nath.., kerjaku kan emang kayak gitu..",


"Berarti kita nikah ya..",


"Eh...nggak gitu...",


"Boleh kerja kok, tapi bisa difilter, kerjaan mana yang diambil..mana yang nggak..",


"Apaan sih ngatur-ngatur..",


"Nggak ngatur, tapi istri itu harus nurut sama imamnya. Liat mommy kamu, mana berani pakai pakaian yang terbuka..",


"Apaan nggak jelas..",


"Jelas..., cuma perlu waktu aja...",


Sharen yang badmood, tidak lagi menjawab ucapan dari Nathan.


Sudah cukup lelah, akhirnya rombongan keluarga Rendra Perdana menyudahi kegiatan tersebut. Mereka bergegas kembali menuju ke rumah.


"Ayo Sha..",


Sharen diam, dari wajahnya sepertinya ada sesuatu.


"Kok diem.., ayo...",


"Iya...", Sharen berusaha berdiri, namun. Dia malah berteriak.


"Aw aw...aw...",


Nathan yang sudah bersiap naik ke sepeda, dengan spontan langsung turun sampai sepedanya terjatuh.


"Kenapa??",


"Sakit....",


"Apanya yang sakit..?", periksa Nathan.


"Kaki...",


"Kaki kamu kram...?",


Daddy,Mommy, Javas dan Kina menghampiri Sharen dan Nathan.


"Kenapa Sha..?",

__ADS_1


"Sakit mommy...",


"Kayaknya kram Tante..", ucap Nathan yang langsung sigap memeriksa kaki Sharen.


"Minum dulu Sha..", ucap Nathan yang memberikan sebotol air untuk Sharen.


"Sakit sayang..?",


"Iya mommy..",


"Kamu naik mobil aja ya sama Jaz, nanti biar sepedanya, mamang aja yang bawa..",


"Nggak mom.., Sha masih kuat..",


"Kuat gimana, muka kamu aja kesakitan gitu..",


"Aww...sakit Nath..", keluhnya saat Nathan mencoba memijat pelan kakinya.


"Iya sabar.., harus diregangin dulu. Kamu naik mobil aja ya pulangnya..",


"Nggak...",


"Jangan bandel...",


"Sha.., naik mobil aja. Daddy nggak mau kamu kenapa-napa..",


Sharen akhirnya menurut, dan mau untuk pulang dengan naik mobil. Tidak hanya dengan Jaz, tapi dengan Nathan yang menyopir.


"Aku nggak kalah kan Nath..",ucapnya memastikan.


"Kalah dong..",


"Kan aku kram, bukannya nggak kuat..",


"Sama aja.., itu namanya udah takdir, iya kan Jaz?",


"Iya kak Nath..",


"Tuyul..,kenapa ikut-ikutan..", ucap Sharen dengan menoel kepala Jaz.


"Sha.., nggak sopan, itu kepala bukan bola..",


"Hehe iya..",


"Jadi mengakui kekalahan kan?",


Sharen diam.


"Queen Sharen Belvanya Perdana.., jawab..


Kamu ngakuin kekalahan kan sayang..?",


"Nggak ya.., ini bukan kalah..",


"Kamu yang mulai, jadi harus konsisten. Jangan jadi orang plin-plan..,


Kamu kalah kan? ngasih kesempatan buat aku kan?",


Lama merespon, dan akhirnya Sharen menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Beneran? oke..,kita deal.. Jangan coba-coba menghindar lagi Sha..",


Dan, akhirnya Nathan yang menjadi pemenang dari pertaruhan ini. Meskipun tadi sempat berpikir jika dirinya akan kalah. Namun, takdir berkata lain. Nathan menang dan berhak mendapatkan kesempatan.


__ADS_2