Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Perawatan


__ADS_3

"Aku kerja dulu ya..,


nanti aku jemput di rumah Daddy..?",


"Iya.., nanti biar dianterin Mamah ke sana aja. Baju, tas aku disana semua..",


"Iya sayang,


nanti tolong sekalian bawain kemeja batik aku ya.., kita berangkat kondangan dari rumah Daddy aja kalo gitu..",


"Dibawain, yang mana? aku kan belum hafal baju kamu..",


"Apa aja, serasiin aja sama dress yang mau kamu pake..


Sekalian bawain beberapa baju..,


jangan lupa underware-nya juga..",bisiknua


"Buat apa? kan di Apartement udah ada baju kamu..",


"Iya nggak apa-apa, kan kamu yang milihin..",


"Ya udah,


hati-hati ya..",


Sharen mencium punggung tangan suaminya. Lalu, dibalas Nathan dengan kecupan di kening serta ciuman di pipi kanan dan kirinya.


"Iya sayang..


kamu juga.., have fun sama Mamah..",


Sharen melambaikan tangannya ketika mobil yang dikendarai suaminya melaju. Sengaja, Nathan tidak berangkat satu mobil dengan Papa Aldo meskipun tujuannya sama. Karena tujuan pulang mereka nantinya akan berbeda


"Ayo Sha.., pilih aja kamu mau pake yang mana..?", tanya Mama Farah kepada menantunya. Keduanya, kini berada di kamar Mine.


"Mamah aja yang pilihin ya..",


"Pilih aja Sha..,


kenapa? kamu nggak enak?",


Sharen cepat mengangguk.


"Nggak apa-apa, Mine pasti juga seneng kakak iparnya pake baju dia. Lagian, kan ini juga urgent...",


Sharen akhirnya memilih untuk mengenakan dress simple dengan panjang setengah betisnya. Hanya itu, sepertinya yang cocok dengannya. Sisanya, panjang diatas lututnya yang pasti akan membuat suaminya memberikan peringatan padanya.


"Udah Sha..?",


"Iya mah..,


udah..",


"Kok bawa koper segala..?


kalian langsung ke Apartement?",


"Iya mah.., kata Nathan gitu..


Nanti Sharen dianterin ke rumahnya Daddy aja ya mah, sekalian berangkat kondangan dari sana..",


"Ya udah,


palingan lusa mamah nengokinnya..",


"Iya mah nggak apa-apa..",


Sharen dan Mamah Farah berangkat ke salon, tempat mereka akan memanjakan tubuhnya beberapa jam ke depan.


"Loh..,


ini mobilnya Jaz mah..", ucap Sharen ketika melihat mobil Jaz sudah terparkir di depan salon.


"Mamah janjian sama mommy..?",tanyanya.


"Nggak Sha.., Mamah nggak tau..


ayo masuk...",


Sharen dan Mamah masuk. Ya benar, Mommy disana sedang berbicara dengan resepsionis. Tidak sendiri tapi ditemani oleh Kinara.


"Lho mom..disini..?",


"Lah..kalian ke sini juga..?",


Mommy Aira dan Mamah Farah spontan langsung cipika cipiki begitu keduanya bertemu.


"Iya, aku yang ngajakin Sharen.." ,


"Udah reservasi belum..?", tanya Aira kepada besannya.


"Udah Ra.., by Wa. Berdua sama Sharen..",


"Oh ya udah, berarti kan langsung dilayani juga...",


Coba saja di dunia ini, semua mertua dan menantu bisa akrab dan rukun seperti mereka. Pasti, akan terjadi ketertiban dunia. Hahahaha..

__ADS_1


"Zee mana Na..?", tanya Sharen dengan celingak celinguk mencari keberadaan keponakannya.


"Nggak Na ajak mbak, lagi di rumah sama mbak Susnya..",


"Lah..tumben kamu mau ninggalin Ze..",


"Iya..,


Mommy ngajak.., kan sekarang nggak ada mbak Sharen, jadi Na yang nemenin. Pas izin mas Javas, juga dibolehin. Ya udah, Na pergi aja..",


"Ya iyalah Javas ngizinin, orang kamu mau perawatan, pasti seneng tuh dia..",


"Hehe iya mbak..,


Mbak mau perawatan, mau nyenengin suami juga..?",


"Aku juga diajakin Mamah sih Na..",


"Belum pecah telur mbak..?", tanya Kinara usil.


"Ih..., kepo...",


"Gimana sakit apa nikmat..?",


"No comment...",


"Itu sih derita elo, masa bodoh.....",


"Lah malah nyanyi..., bunda corla kali ah..",


Kinara dan Sharen tertawa bersama. Setelahnya mereka berpisah karena berada di ruang privat yang berbeda.


"Pagi menjelang siang mbak..",


"Iya mbak...",


"Ganti dulu ya mbak...",


Sharen melepas seluruh pakaian, termasuk underware-nya. Dia memakai kemben dan tidur dengan posisi tengkurap. Sharen hendak di massage. Sharen dilayani oleh beauty therapist yang sudah beberapa kali melayaninya.


"Mbak Sharen udah lama ya nggak kesini..",


"Iya mbak, lumayan. Aku kan pulang dari Aussie mbak..",


"Oh.., kerja ya mbak..?",


"Sekolah lagi mbak.., modelling..",


"Mbak Sharen kesini sama siapa..? sama Ibu?",


"Mertua? mbak Sharen udah nikah..?",


"Iya udah..",


"Kok saya nggak tau mbak? di IG juga nggak ada fotonya?",


"Iya emang belum dipublish..


nanti ya..",


"Suaminya pasti ganteng..",


"Mbak tau anaknya ibu Farah..?",


"Tau.., mas Nath-nath itu kan? yang biasanya jemput ibu Farah..?",


"Iya..ya itu suami aku mbak..",


"Loh.., mbak Sharen istrinya mas Nath..?",


"Hehe iya..",


"Wah..selamat mbak..


udah dari lama batin.., kayaknya mbak Sharen cocok sama mas Nath. Eh, sekarang malah udah nikah..., pasti nanti anaknya cakep-cakep deh..",


"Ah..mbak bisa aja...


doain aja ya mbak..",


"Aamiin mbak..",


"Mbak udah nikah juga..?",


"Pernah nikah mbak, sekarang udah nggak..",


"Maksudnya? divorce..?",


"Iya mbak...",


"Hmmm ikut prihatin ya..",


"Iya mbak.., ya begitulah mbak namanya juga pernikahan...", ucapnya. Meskipun mengobrol, tapi tangannya masih aktif memijat.


"Kalo boleh tau, karena apa mbak..?", Sharen iseng bertanya.


"Karena LDR mbak..,

__ADS_1


saya kan pulang dua Minggu sekali, nggak jarang sebulan sekali...,


ya namanya laki-laki kan butuh diperhatikan, apalagi kebutuhan ranjangnya..",


"Ya masak cuma karena kebutuhan ranjang nggak dipenuhi, mbak jadi pisah..?",


"Namanya juga kebutuhan mbak, ya harus dipenuhi. Memang Rumah tangga itu nggak melulu soal kebutuhan batin mbak, tapi kan kita dua kepala yang jadi satu. Kita nggak tau apa yang ada di dalam pikiran pasangan kita. Saya menyadari itu mbak, jadi hasrat nggak terpenuhi, akhirnya kami sering cekcok..",


"Kenapa mbak nggak berhenti aja, atau suaminya yang pindah kerja ke kota ini?",


"Saya udah cinta sama pekerjaan mbak, kalo saya berhenti, kebutuhan rumah tangga kami juga kekurangan, karena suami saya juga serabutan. Kalo dia yang kesini, tapi nggak ada keahlian..",


"Hmmm.., gitu ya mbak..",


Gimana sama Nathan yang selalu aku tolak ya? Apa dia juga berpikir pisah sama aku, karena kebutuhan batinnya nggak terpenuhi?


Sharen akhirnya berpikir sejauh itu. Padahal, rumah tangga orang lain tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam rumah tangganya. Tapi, ya baguslah. Sharen jadi berpikir tentang kewajiban yang harus dia lakukan sebagai seorang istri yaitu melayani kebutuhan suaminya. Baik lahir maupun batinnya.


"Suami mbak, selingkuh nggak..?",


"Ya pasti iya mbak, meskipun dia ngaku cuma pelampiasan aja. Saya sakit hati mbak. Mending pisah aja...",


"Yang sabar ya mbak..",


"Iya mbak..selalu.., saya juga sudah ikhlas...",


Sharen jadi dibukakan pikirannya. Cepat atau lambat, Nathan juga akan menuntut haknya, dan Sharen juga tidak mungkin terus-terusan menundanya. Sharen tidak ingin rumah tangga yang baru dibangunnya, akan hancur berantakan karena hal itu.


Melakukan perawatan tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki dalam beberapa jam, akhirnya Sharen turun. Dia kira, akan menjadi orang yang paling akhir, tapi ternyata hanya ada Kinara yang sudah selesai. Mommy dan Mamah Farah sepertinya masih di dalam ruangannya.


"Kok udah selesai Na..?",


"Iya mbak, kan nggak menicure pedicure.., kasian nanti kalo jarinya kena Zee...",


"Mommy sama Mamah Farah, belum selesai?",


"Belum mbak..",


"Heran deh,


Oma-oma pada perawatan apa sih?Padahal, aku ada tambahan perawatan..",


"Perawatan apa mbak..?",


"Spa........", jawab Sharen lalu membentuk huru V dengan menggunakan jarinya.


"Ratus...?", ucap Kinara lumayan nyaring, membuat pengunjung lain yang sedang menunggu, menoleh ke arah mereka.


"Dih..Kina..sekalian aja deh pake mic...",


"Hehe maaf, kan aku kaget..


katanya takut..?",


"Ya gimana, cepat atau lambat juga pasti Nathan nuntut haknya. Iya kan..?",


"Iya sih..",


"Kamu nggak perawatan?",


"Udah dong, itu malahan yang nomor satu diingetin sama mas Javas. Biar nggigit katanya..",


"Kina..., sekarang kamu ketularan mesumnya kayak Javas ya..",


"Namanya juga suami istri mbak...",


"Kalo Ze punya adik, gimana?",


"Ya mau gimana? ya nggak apa-apa, yang penting Papanya tanggung jawab...",


Mommy Aira dan Mamah Farah akhirnya selesai. Meskipun sudah berkepala 4, tapi keduanya terlihat masih muda. Ya jelaslah. Uang punya banyak, otomatis membuat mereka juga rajin untuk melakukan perawatan. Meskipun, dasarnya mereka memang sudah cantik.


"Mah, Sharen pulang bareng mommy aja ya..",


"Loh kan kamu berangkatnya sama Mamah, ya pulang sama Mamah dong..",


"Daripada Mamah nanti bolak-balik Mah, maksud Sharen, gitu..",


"Iya Far, nggak apa-apa..,


Biar Sharen pulang ya sama aku aja ya..",


"Beneran nggak apa-apa..?",


"Iya nggak apa-apa...",


"Ya udah kalo gitu, tapi jangan berpikir aku ninggalin Sharen ya Ra..",


"Nggak Far..",


"Koper Sharen mah..", ucapnya.


"Iya biar diambil driver ya..",


Sharen akhirnya pulang bersama Mommy dan Adik iparnya. Malam nanti mereka akan pergi untuk menghadiri pesta pernikahan yang diadakan oleh klien Prime grup.


segini dulu ya, Author lagi kurang enak badan. Doain aja besok biar bisa update lagi. Makasih.

__ADS_1


__ADS_2