Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Kina day -2


__ADS_3

Berbelanja baju, sepatu, tas pokoknya hari ini Javas ingin memanjakan istrinya. Dia berbohong, bukannya dia ingin berbelanja, tapi dia ingin membelanjakan istrinya. Hanya beberapa saja barang yang Javas beli. Selebihnya untuk Kinara. Entah berapa ratus juta yang dia keluarkan, tapi yang jelas mereka masing-masing membawa kantong belanjaan di tangan kanan dan kirinya.


"Mau apa lagi..?",


"Udah cukup, udah banyak mas..",


"Beli baju dinas, mau?"


"Hmmmmmm nggak...",


"Kenapa? nggak mau nyenengin mas?",


"Kina malu.., belinya di online shop aja ya. Terserah, mas yang pilih..",


"Oke..beneran ya..


Mas yang pilih, kamu nggak boleh protes..",


"Iya nggak, asal nggak aneh-aneh aja bentuknya..",


"Nggak aneh, sexy pasti...",


"Mas.., pengen cemilan dong..",


"Laper..?"


"Heem...",


"Ya udah, yuk..


tapi ini belanjaannya ditaruh di mobil dulu..",


Penuh, ketika mereka memasukkan barang belanjaan mereka ke dalam mini cooper baru milik Kina. Mereka lantas masuk kembali ke dalam mall, untuk pergi berbelanja ke dalam supermarket.


"Mau apa?",


"Cemilan aja mas..


Mas..kita nonton aja yuk..mau nggak? kan masih sore..",


"Kamu mau?",


"He'em...", angguk Kina dengan bersemangat.


"Iya sayang..ayo..., ya udah ayo belanja dulu...",


"Nggak usah kan mau nonton. Belinya di dalem aja mas..",


"Oke..ayo...",


Menuruti keinginan Kina sekali lagi. Mereka berdua akan menonton bioskop dan mereka memilih untuk menonton film Hollywood yang ikut serta dibintangi oleh aktor Indonesia.


"Mas..ini aja ya.., Julia Roberts loh..",


"Iya..sayang...",


"Mbak tiketnya 2 ya..",


Tiket sudah ditangan, dan cemilan sudah Kina beli. Mereka berdua kini hendak masuk ke dalam bioskop.


"Kenapa kita nontonnya nggak nyari bioskop private aja?",


"Seru kayak gini mas..rame-rame...",


"Iya deh..",


"Mas nggak suka..?",


"Nggak gitu sayang...",


"Ya udah, masuk yuk...",


Saat mereka hendak masuk, ponsel Javas berbunyi. Dan, kalian tau dari siapa? telepon dari Tante Farah. Javas ragu, hendak menjawabnya namun Kina langsung bertanya.


"Kenapa nggak diangkat mas?",


"Dari Tante Farah..",


"Ya udah angkat aja..",


Kina memang ingin tahu, ada apa Tante Farah menelpon Javas. Apakah sedang menunggu kedatangannya?


"Halo Tante..",


"Vas..kamu dimana?",


"Lagi sama Kina Tante..",


"Kamu kesini ya Vas..",


"Nggak bisa untuk hari ini Tante, Javas kan udah bilang kemarin sama Tante..",


"Vas.., Mine demam. Panasnya tinggi banget, dari tadi dia ngigau, manggil-manggil nama kamu..",


"Tapi, Javas nggak bisa Tante..",


"Tolong Tante Vas...",

__ADS_1


"Maaf Tante..Javas nggak bisa untuk hari ini...",


Javas kemudian menutup teleponnya. Hari ini, dia ingin menepati janjinya pada Kinara.


"Kenapa mas?",


"Mine demam katanya..",


"Terus, mas mau ke sana..?",


"Nggak sayang..", ucap Javas.


"Ya udah, yuk..masuk..",


Hendak masuk, tapi kali ini ponsel Kina berbunyi. Dan, itu dari Tante Farah. Mereka memang sudah sempat bertukar nomor telepon saat di rumah sakit.


"Halo Tante..",


"Kina..Javas sama kamu kan? tolong Tante Na...",


"Mine demam ya Tan?",


"Iya Kina.., Tante minta tolong sama kamu ya, buat ngizinin Javas ke sini..",


"Kina cuma minta waktu sehari aja loh Tante, sehari...aja mas Javas nggak kesitu dulu..",


"Tapi, Mine lagi demam...",


"Iya, tapi Kina juga lagi pengen nikmatin waktu sama suami Kina..",


"Tante minta tolong Na..",


"Maaf Tante, hari ini waktu mas Javas cuma buat Kina aja..makasih ",


Kina lantas menutup teleponnya. Dia lantas menggandeng suaminya masuk ke dalam bioskop.


Beberapa kali Kina menangkap wajah Javas yang terlihat gelisah. Kina tahu penyebabnya, dan kali ini memang Kina ingin bersikap acuh. Egois, tapi ini karena dia jarang mendapatkan waktu Javas.


"Mas.., mau jenguk mbak Mine..?", tanya Kina saat mereka keluar dari mall.


"Nggak usah, kan mas udah janji sama kamu..",


"Boleh kok jenguk, Kina sekalian ikut..",


"Nggak usah sayang.., besok aja..",


"Kenapa? mas nggak mau kalo Kina ikut jenguk? kenapa? mas takut? merasa diawasi? mas jadi nggak bebas? gitu maksudnya..?",


"Nggak gitu sayang..",


Tidak ingin penolakannya menjadi kesalahpahaman diantara keduanya. Javas akhirnya melajukan kendaraannya menuju rumah sakit, tempat Mine di rawat.


"Dokter Kina..", ucap seorang perempuan yang menyapa Kina saat dia dan Javas masuk ke dalam rumah sakit.


"Dokter Ambar...",


"Lama nggak keliatan di rumah sakit ya dok..",


"Iya..lagi pengen di rumah dok..",


"Pak Javas..", sapa dr. Ambar pada Javas.


Javas hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Mas.., duluan aja, Kina masih pengen ngobrol...",


"Oke..mas masuk dulu ya sayang..",


Kinara mengobrol dengan rekannya di rumah sakit. Sama-sama dokter muda dan lulusan dari Universitas yang sama.


"Oke dok..nanti kabar-kabar lagi ya..",


"Iya sip...,


aku duluan ya...",


"Oke.. bye ..",


dr. Ambar keluar, sedangkan Kinara ke dalam. Keduanya berpisah setelah 30 menit mengobrol.


"Kina...", sapa seseorang.


"Mas Nathan...",


"Sama Javas?",


"Iya.., mas Javas udah duluan...",


"Katanya nggak bisa kesini?",


"Daripada mas Javas nggak bisa tidur mikir keadaan Mine, mending Kina temenin kesini kan?",


"Hmmm..iya..


btw, selamat ulang tahun ya...",


"Makasih mas..

__ADS_1


kok tau?",


"Iya liat dari story WA nya Javas, Tante Aira, Om Rendra, dari Jaz juga..",


"Story nya mbak Sharen..?",


"Dia nggak bikin..",


"Bikin mas..",


"Masa sih? nggak ada di aku..", ucap Nathan yang segera mengecek ponselnya.


"Ada lho.., nih..", tunjuk Kina.


"Nggak ada Na..",


"Mas Nathan di blok..?",


"Nggak.., dihide kayaknya..",


"Kasian....", ledek Kina.


Keduanya masuk ke dalam ruang rawat Mine bersama-sama. Tidak seperti apa yang diucapkan Tante Farah, Mine justru terlihat segar.


"Malam mbak Mine..gimana keadaannya?", tanya Kina.


"Malam dok.., udah mendingan nggak demam lagi kayak tadi..",


"Oh..,semoga terus membaik ya mbak..",


"Makasih dok..,


dokter sama kak Nathan?"


"Iya.., tadi ketemu di depan..",


"Dokter sama kak Nathan, cocok lho..


Iya kan kak Javas?", tanyanya pada Javas yang duduk disampingnya.


Kina hanya tersenyum. Javas langsung berekspresi aneh, ketika istrinya justru dijodohkan dengan kakak Mine. Itu hal yang konyol.


"Mine..kamu gimana keadaannya..?"


"Udah mendingan kak..


Kak Nathan, dokter Kina cantik loh.., nggak kalah cantik sama kak Sharen..dokter Kina udah punya pacar..?",


"Hmmmm..yang deketin banyak mbak, tapi saya nggak mau...",


"Mau nggak di deketin sama mas Nathan..?",


"Nggak ah, nanti ada yang marah..", jawabnya sambil melirik ke arah Javas yang terlihat jealous. Kina puas melihat wajah Javas yang merah padam menahan marahnya.


Kina membiarkan suaminya dekat dengan Mine, dia lantas duduk di Sofa samvil mengobrol basa-basi dengan Tante Farah dan Nathan.


"Makasih ya Na, udah izinin Javas..",


"Seperti biasanya Tante.., Kina selalu berbagi waktu dengan mbak Mine..",


Kina yang bosan, langsung keluar dari ruangan Jasmine, tanpa berpamitan pada Javas yang terlihat sibuk menyuapi Mine. Javas yang baru sadar, akhirnya hanya pasrah ketika tahu jika istrinya pulang terlebih dahulu .


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan Javas memang sengaja untuk pamit agar bisa pulang lebih awal.


"Biasanya kak Javas kan pulang kalo Mine udah tidur..",


"Iya, tapi kak Javas pulang duluan ya Mine. Kak Javas capek..",


"Ya udah, besok ke sini lagi kan kak..?",


"Iya.., kakak pamit dulu ya..",


Javas buru-buru keluar dari ruangan Mine. Dia terlihat tergesa, namun langkahnya terhenti ketika ada suster yang memanggilnya.


"Pak Javas...",


Javas berhenti.


" Ya...",


"Istrinya jangan ditinggal..", ucap suster tersebut sambil menunjuk Kina yang tertidur di atas sofa.


Javas mengira Kina sudah pulang, tapi ternyata istrinya itu tetap menunggunya. Dan, rela tidur di sofa tunggu.


"Sus..bisa minta tolong OB atau security, markirin mobil saya ke depan sini nggak? mini Cooper putih, belum ada platnya. Ini kuncinya..",


"Iya pak.., saya telepon dulu..",


Javas yang tidak tega membangunkan Kina, akhirnya menyuruh security untuk memarkirkan mobilnya, tepat di depan pintu ruangan VVIP. Seharusnya pintu itu dibuka hanya untuk pasien yang sudah diperbolehkan untuk pulang. Tapi, ini Javas. Pemilik rumah sakit.


Javas membopong istrinya masuk ke dalam mobil. Dan, Kina akhirnya terbangun.


"Mas...",


"Shuttt...udah tidur aja ya sayang.., kita pulang sekarang...", ucap Javas yang langsung menutup pintu bagian kiri.


Javas disadarkan oleh beberapa hal, hari ini. Betapa berharganya perempuan yang saat ini disampingnya. Kesetiaan Kinara tak perlu dia diragukan lagi. Javas semakin bersalah pada Kinara. Tapi, coba kita lihat besok hari. Akankah Javas akan berubah?

__ADS_1


__ADS_2