
Keluarga Rendra Perdana sedang menikmati makan pagi . Waktu dimana mereka bisa berkumpul bersama sebelum melakukan aktivitas masing-masing.
"Pagi anak ganteng..",
"Pagi mommy...
hmmm..Jaz boleh nggak pagi ini nggak usah sarapan aja..",
"Loh..kenapa?",
"Mau diet...",
Javas yang sedang meminum jusnya hampir saja tersedak. Daddy yang memotong roti, sampai menghentikan tangannya. Kinara yang sedang mengunyah, sejenak berhenti. Ada apa gerangan dengan tuyul yang satu ini?
"Diet?",
"Iya..kata ibu-ibu yang kemarin foto sama Jaz, pipi Jaz gembul...malu mommy..",
"Apa sih? nggak jelas deh kamu Jaz..",ucap Javas.
"Kan lucu sayang.. pipi kamu cubby...",
"Pokoknya Jaz mau diet. Jaz minum susu aja..",
"Makan ya..biar semangat belajarnya.."
"Jaz mau diet...",
"Jaz kan ganteng kalo pipinya gembul. Sarapan ya ganteng...biar nggak sakit. Emangnya Jaz mau disuntik..?",ucap Kinara lembut.
"Hmmmm..iya deh
Jaz sarapan aja.."
Dan, akhirnya ucapan Kinara yang di dengar dan dipercaya oleh Jaz.
"Alah..nggak jelas.., maunya dibujuk sama kakak iparnya..", gumam Javas.
Sharen menjadi anggota keluarga paling akhir yang tiba di ruang makan. Tanpa tahu drama yang sebelumnya terjadi, dia menyapa keluarganya.
"Pagi semua..", ucapnya yang langsung duduk dan segera memilih menu sarapannya pagi ini.
"Permisi nyonya..",
__ADS_1
"Iya bik.., ada apa..?", ucap Aira.
"Nyah.., ini betul jas nya tuan Rendra? Saya mau memasukkan ke dalam lemari..",
Aira mengernyitkan dahinya dan melihat dengan seksama jas yang sedang di bawa oleh Maidnya.
"Itu bukan punya bapak Bik.., itu punya mas Javas..",
"Oh.. baik nyonya.., saya masukkan ke dalam kamar mas Javas kalo begitu...",
Namun, Kinara yang merasa asing dengan jas tersebut langsung bertanya pada suaminya.
"Mas beli jas baru ya..? kok Kina baru liat..",
"Hmmmm.., nggak sayang.., kayaknya itu bukan punya mas...",
"Loh..terus punya siapa mas..?", tanya Kina.
Javas menaikkan bahunya.
"Apa orang laundry nya yang salah ya bik.., coba nanti ditelepon aja Bik..",
"Baik nyonya..",
"Oh..itu punya Nathan bik, taruh di kamar Sha aja ya...",
"Baik non...",
"Nathan...? kok bisa disini?", tanya mommy.
"Iya mommy, waktu dia nganter Sha kondangan, jasnya Sha pinjem. Waktu itu Sha tembus..",
"Oh gitu..",
"Ya udah, dibalikin aja Sha..",
"Iya Dad, nanti Sha bilang ke dia biar diambil ke sini..",
"Kok diambil? kan kamu yang pinjem, harusnya dikembaliin Sha..",
"Iya-iya nanti Sharen telepon.
Hari ini meeting jadinya jam berapa Vas..?",
__ADS_1
"Jam 11 kak..",
"Lah, kok menjelang makan siang Vas, kenapa?",
"Ya gimana kak, kan tamunya datangnya jam segitu..",
"Oke..",
"Jangan telat ya nanti..",
"Iya bos, siap..",
Sharen sudah siap dengan pakaian kerjanya. Menggunakan dress dipadu padankan dengan blazer, terlihat santai tapi tetap formal. Hari ini memang ada klien dari luar negeri yang akan berkunjung ke kantor Prime grup. Klien yang dibilang cukup penting. Sharen ingat dengan Nathan ketika dia melihat jas yang ditaruh Bibik di atas ranjangnya. Mengikuti apa ucapan Daddy, Sharen yang hendak mengembalikan jasnya mencoba menghubungi Nathan terlebih dahulu.
"Sakit..? bohong.., orang kemarin aja seger buger gitu..",
"Pulang dari rumah kamu, aku kehujanan...",
"Emang nggak neduh Nath..",
"Nggak...",
Ke sini ya..., butuh kamu..",
"Modus..",
"Beneran...kesini ya cantik...",
"Hmmm aku pikir-pikir dulu...",
"Please....",
"Aku ada meeting hari ini..",
"Bentar aja....",
"Hmmmm...
ya udah iya..",
"Aku tunggu ya...",
__ADS_1