
Kabar bahagia datang dari Kai dan Sea. Saat ini Sea sedang mengandung buah hati pertama mereka, sekaligus ini adalah cicit pertama bagi Oma Widya Perdana. Keluarga besar Widya Perdana menyambutnya dengan bahagia. Dan, saat ini mereka sedang makan malam bersama.
"Selamat Sea...",
"Makasih Bude.., kok repot-repot...", ucapnya dengan menerima satu buah paper bag pemberian dari Aira.
"Nggak apa-apa..., hadiah buat kamu, biar kamu seneng. Bumil itu harus bahagia terus, biar baby-nya sehat..",
"Aamiin, terima kasih..",
"Selamat Chels..."
"Makasih kak Kina..., semoga kak Kina segera nyusul ya..",
Kinara mengangguk tersenyum. Sebenarnya ada rasa sedih di dalam hatinya. Karena memasuki usia 5 bulan pernikahannya, belum juga ada tanda-tanda kehamilan.
"Selamat Bro...",
"Makasih kak..., semoga cepet nyusul ya. Biar anak kita seumuran...",
"Santai, doain aja. Aku juga nggak mau buru-buru, se-dikasihnya aja..",
"Sipp.., usaha terus dong..",
"Kalo itu sih pasti, gas puoll...",
Semenjak tadi saat tiba di kediaman Om Revan, gelagat Kina memang tidak seperti biasa. Pandangannya kosong, banyak melamun. Diajak bicara pun hanya dibalas seadanya. Javas tahu, jika istrinya mungkin merasa insecure. Tapi, kehamilan bukan ajang perlombaan. Siapa cepat, dia yang menang. Ini hanya soal rezeki, kalau sudah waktunya pasti akan tiba.
"Oma.., Kina pamit dulu ya. Oma jaga kesehatan..",
"Iya...
Kamu kapan ngasih Oma cicit..? nggak ditunda kan? Mumpung Oma masih ada, Oma pengen liat anak kamu sama Javas, Na..", ucap Oma.
"Doain aja ya Oma.., semoga secepatnya..",
"Iya, Oma doain.., makan yang sehat , banyakin buah sama sayur..",
"Iya Oma...",
Hati Kinara semakin ciut ketika mendengarkan harapan Oma untuknya. Jika Oma saja berkata demikian, bagaimana dengan kedua mertuanya? Daddy dan Mommy tentu saja juga berharap dia bisa hamil secepatnya, hanya saja keduanya sungkan untuk mengucapkan itu kepadanya.
"Sayang..,siapin baju tidur ya..",
"Iya mas..",
Sementara Javas berada di dalam kamar mandi, Kinara menyiapkan baju tidur untuk suaminya. Selesai, Kinara naik ke ranjang, lalu memejamkan matanya. Kinara memilih untuk tidur lebih awal.
Javas naik ke atas ranjang, lalu memeluk istrinya yang tidur dengan membelakanginya.
"Kamu tidur..",bisik Javas pada telinga sang istri.
"Hmmmm...",
"Kenapa sayang?",
Kinara menggeleng.
"Na ngantuk mas..",
"Kamu sedih karena belum hamil..?", tanya Javas to the point.
"Maaf belum bisa mas bahagia.., belum bisa ngasih keturunan, belum bisa ngasih mommy sama Daddy cucu, belum juga bisa ngasih mbak Sharen sama Jaz keponakan.., belum bisa ngasih cicit buat Oma..",
"Kamu ngomong apa sih..,
Sini...", ucapnya dengan menyuruh istrinya untuk tidur menghadapnya.
"Maaf mas..",
Air mengalir dari mata Kinara, dia menangis dengan memejamkan matanya.
"Hei.., kenapa nangis?", ucap Javas dengan menghapus air mata yang membasahi pipi Kinara.
"Kina belum belum bisa jadi perempuan seutuhnya..",
"Kamu kepikiran kata-kata Oma tadi..?",
Kinara membuka matanya. Kembali, air mata keluar.
"Na takut ngecewain keluarga ini mas..., apalagi Dad sama mommy...",
"Nggak usah mikir macem-macem...",
"Kalo Na nggak bisa mengandung, mas mau nikah lagi..?",
"Kamu tuh ngomong apa? kamu sehat, mas sehat. Kita bisa punya anak, tapi mungkin belum diizinin sekarang...",
"Kita check up ya mas..?",
"Nggak perlu...",
"Mas nggak pengen punya baby?",
"Bukan gitu sayang, jangan salah pengertian. Mas yakin, kalo nggak ada yang salah sama kita.., emang belum dikasih aja kan?",
"Apa salahnya check up?",
"Nggak salah, tapi nunggu kalo usia pernikahan kita udah setaun, dan kamu masih kosong, kita periksa bareng - bareng. Kita langsung ke Spore aja, cari dokter SpOG yang bagus disana.., oke..?",
Kinara mengangguk, sambil mengeratkan pelukannya pada Javas. Tapi, air matanya kembali mengalir.
"Kenapa nangis lagi..?",
"Makasih udah sabar nunggu...",
"Siapa bilang sabar..", jawab Javas dengan menciumi kedua mata istrinya.
"Terus..?",
"Gimana kamu bisa hamil kalo nggak kita proses..", ucap Javas dengan membuka satu persatu kancing piyama yang istrinya kenakan.
__ADS_1
"Mas mau apa?",
"Bercinta, mau apalagi..?mau kan?",
Kinara mengangguk pelan. Keduanya mulai bercinta, dan berharap malaikat kecil segera hadir di perut Kinara.
"Ahhhhhhhhhnmm....mas...",
"Iya sayang...",
"Jangan kenceng-kenceng...",
"Hmmmmmm....",
( Belum mood buat part hot guys, jadi diskip dulu aja hehehe..)
Dunia maya dihebohkan oleh postingan Nathan yang menunjukkan video singkat ketika Sharen berada di Apartemennya. Aktivitas saat Sharen memasak untuknya. Bukan itu yang membuat gempar, melainkan caption dari postingan tersebut.
Future Wife, my Queen.
Postingan Nathan tersebut langsung dibanjiri oleh ribuan komentar. Banyak yang mengelu-elukan dan mengaku baper pada mereka. Namun, tidak sedikit yang menghujat Nathan dan Sharen yang dianggap telah mempermainkan perasaan Luna dan Bian. Loh........!
So sweet, kak Nathan dimasakin sama kak Sharen..
Tuh kan, mereka berdua emang kayaknya ada something spesial..
Sudah kuduga, pasti bukan sekedar sahabat..
Apakah kalian udah nggak terjebak dalam friend zone lagi?
Kasian Luna sama Bian, dikhianati sama Nathan Sharen..
Kak Sharen masih sama kak Bian nggak sih..?
Udah nggak..kan Kak Bian
udah tunangan
Masa? sama siapa?
Sama kak Gladys.., sepupunya Sharen.
wow.. berarti kak Sharen dong yang
dikhianati.
Ya gitu deh..
Woi..kalo punya jari dijaga
emang nggak baca komen diatas apa?
Sorry, gua Lunathan garis keras..,
nggak peduli sama komentar yang lain..
Sharen cantik, tapi sayang sukanya sama pacar orang..
Lah yang posting kan Nathan, kenapa
nyalahin Sharen?
Sharen udah putus sama kak Bian? duh.., jadi ini sebabnya ya?
Kasian Luna ya..
Nathan akhirnya memilih untuk menonaktifkan kolom komentarnya. Tidak masalah jika dirinya dihujat, tapi dia tidak akan rela jika Sharen yang menjadi korban kekejaman jari netizen yang seringkali keterlaluan dalam berkomentar.
Hai guys, hanya ingin meluruskan. Aku sama Luna udah nggak ada hubungan spesial lagi. Kami mengakhiri dengan cara baik-baik. Penyebabnya karena sudah tidak ada lagi kecocokan, bukan karena adanya pihak ketiga .
Nathan memilih untuk membuat klarifikasi singkat melalui insta story'. Sedikit berbohong memang, karena penyebab putusnya dengan Luna memang karena Sharen. Tapi, siapa yang berani berkata jujur? Jika ada, maka hubungan Bian dan Gladys yang akan menjadi taruhannya.
Nathan mencoba menghubungi Sharen, namun sayang Sharen tidak merespon teleponnya. Nathan memilih untuk meninggalkan pesan untuk Sharen.
Cantik.., lagi apa? Hari ini nggak usah buka sosmed dulu ya..
Sementara itu, Sharen yang masih berada di ruang makan, tiba-tiba kedatangan tamu. Siapa dia? Gladys, kakak sepupunya.
"Pagi Sha..",
"Pagi kak, mau cari mommy? baru aja pergi sama Daddy..",
"Nggak kok, mau ketemu kamu..",
"Oh..,
sarapan dulu kak..",
__ADS_1
"Nggak usah.., kakak udah sarapan..",
"Hmmmm.., ada apa kak? ", tanya Sharen yang segera mengakhiri sarapannya dengan meneguk habis jusnya.
"Kamu punya hubungan sama Nathan?",
"Punya.., kenapa?",
"Pacaran?",
"Nggak.., Deket aja kayak biasanya...",
"Udah liat postingan dia yang terbaru?",
"Postingan apa? yang aku lagi masak itu? udah liat..., kenapa?",
"Kolom komentarnya rame, netizen pada ribut, aku juga terseret..",
"Uda biarin aja..",
"Kamu bener-bener nggak bisa jaga perasaan Luna ya Sha..",
"Jaga perasaan? kakak nyuruh Sha jaga perasaan Luna?",
"Iya.., dia masih cinta sama Nathan, tapi gara-gara kamu, mereka jadi putus, gara-gara kamu juga Luna musuhin kakak..",
"Kalo mereka putus, ya jangan salahin Sha dong, kan mereka yang punya hubungan..",
"Tapi gara-gara kamu, mereka jadi putus..",
"Gara-gara kakak, Sha juga putus sama kak Bian..., abis itu selang berapa bulan kakak sama kak Bian tunangan, sebentar lagi nikah. Berarti kak Gladys juga nggak bisa jaga perasaan Sha kan?",
"Oh kamu belum ikhlas kalo kakak jadi sama Bian?",
"Bukan perkara ikhlas nggak ikhlas.., tapi lucu aja gitu. Luna musuhin kak Gladys, kenapa Sha yang disalahin? salah Sha apa emangnya..?",
"Kan kakak udah bilang tadi, karena kamu Luna putus sama Nathan, kakak yang dimusuhi Luna..",
"Itu karena kak Gladys maen belakang sama kak Bian, kalo nggak juga mungkin Luna nggak pacaran sama Nathan, kak Gladys udah tau kan sebabnya? apa perlu Sharen bilang ke Nathan buat nunjukin video itu?",
"Video apa?",
"Jangan pura-pura beg*o, emangnya Sharen nggak tau? kalo video kissing itu diliat pakdhe, abissss kakak sama kak Bian..",
"Kamu ngancem kakak?",
"Nggak.., ngapain ngancem.
Belum lagi, kalo mommy sampe tau..",
"Bener-bener ya kamu Sha..",
"Sebelum nyuruh orang jaga perasaan, mendingan kak Galdys ngaca dulu. Kakak udah bisa belum...",
Gladys yang sudah tidak mampu berkata-kata lagi akhirnya pergi meninggalkan Sharen yang terdengar naik pitam dari nada bicaranya. Gadis itu sudah lama diam, tapi kali ini dia harus bersuara.
Nathan yang khawatir, akhirnya memilih induk pergi ke rumah Sharen. Feelingnya benar, jika pujaan hatinya sedang dalam kondisi tidak baik. Apalagi, saat masuk tadi dia berpapasan dengan Gladys yang bermuka muram.
"Bik..Sharen ada dimana?",
"Non Sharen lagi sarapan, sama non Gladys..",
"Oke makasih..",
Nathan langsung berlari menuju ruang makan, dan benar firasatnya.
Sharen menangis.
"Sha....", ucapnya.
"Nath....",
"Kenapa?",
"Semua orang nyalahin aku..", ucapnya yang langsung memeluk Nathan.
"Kenapa cantik..?",
"Kak Gladys nyalahin aku, karena dia musuhan sama Luna, aku juga di serang sama netizen, banyak DM yang masuk di IG ku, banyak komentar buruk di postinganku.., aku juga udah baca komen di postingan kamu.., salahku dimana Nath..?",
"Kamu nggak salah, mereka aja yang usil. Nggak usah buka sosmed dulu ya sayang..",
Sharen mengangguk.
"Nah, gitu kan cantik..,
Kamu diapain sama Gladys..?",
"Nggak diapa-apain, tapi dia marah..terus aku marahin balik...",
"Nah..gitu kan pinter. Jangan mau diinjek-injek ya..,kamu kuat..",
"Tapi aku kesel Nath..",
"Iya, kesel boleh tapi jangan tunjukkin di depan dia ya..",
Sharen mengangguk mengerti. Nathan membawa Sharen duduk kembali.
"Minum dulu ya cantik, nggak boleh nangis lagi, jangan cengeng..", ucapnya dengan mengusap airmata Sharen.
"Makasih Nath..",
"Sama-sama...",
Begitulah Nathan, dia memang selalu ada buat Sharen. Hujatan yang diterima Sharen memang karena postingannya. Tapi, Nathan juga berhak menunjukkan pada semua orang bagaimana tentang perasaannya kepada Sharen.
Nathan menatap serius Sharen yang mencoba tenang dengan meneguk air minumnya.
"Bagaimana bisa aku tahan perasaan ini Sha, sedangkan kamu selalu menarik perasaan ini begitu dalam.., i love you..", ucapnya dalam hati.
__ADS_1