
Sharen benar-benar marah pada Nathan. Bukan hanya karena diam-diam Nathan mencintainya, tapi juga Nathan yang telah mempermainkan Luna. Meskipun, Luna sudah menyakitinya, Sharen beranggapan jika ini adalah buntut dari kekecewaan Luna terhadap Nathan. Dan, buntutnya Sharen lah yang harus menanggung akibatnya.
Sharen sama sekali tidak menghiraukan usaha Nathan untuk meminta maaf padanya. Semua chat tidak Sharen balas , teleponnya apalagi.
"Sudah untung, nggak aku blok..", isi chatnya pada Tama yang menanyakan alasan Sharen yang acuh pada Nathan.
Sha..maafin
Kasih kesempatan buat aku Sha..
Apa penjelasan ku kemarin nggak cukup buat kamu Sha?
Kamu mau tau kenapa aku pilih jadi pengagum rahasia kamu? karena aku takut kamu kayak gini. Kamu jauhin aku..
Aku nggak minta kamu balas Sha, tapi tolong terima kalo aku ini cinta sama kamu. Tolong ngerti Sha, aku lakuin ini semua buat kamu Sha. Karena aku peduli, aku sayang sama kamu...
Sharen hanya membaca dan sama sekali tidak mau membalas chat yang Nathan kirimkan untuknya. Sharen masih memerlukan waktu untuk menerima semuanya.
Sharen sudah bersiap untuk turun, namun tiba-tiba ponselnya berdering kembali. Kali ini, telepon dari Tama.
"Sha.., hari ini ke kantor apa ke butik?",
"Kenapa? butuh tanda tangan?",
"Nggak..., ini secret admirer mau ngirim hadiah...",
"Halah..., udah bukan secret admirer lagi, kan udah nggak secret..",
"Oh iya.., lupa..",
"Emang.., hari ini mau ngasih apa?",
"Jadwal hari ini coklat sama setangkai bunga..
Aku berkata "Aku mencintaimu" dan aku bersungguh-sungguh. Tapi aku menyakitimu, sekarang "Aku minta maaf" dan aku juga bersungguh-sungguh.
Itu ucapan dari dia..",
"Oh ya udah.."
"Aku kirim kemana? kantor, butik atau ke rumah?",
"Nggak usah.., aku mau terima kalo itu coklat Merlion tapi belinya beneran di Singapore..",
"Ada-ada aja Bu boss...,
masih marah?",
"Menurut kamu? Gimana? hatiku sakit, pipiku juga sakit.., sakit semuanya Tam...",
"Iya-iya..
ya udah deh kalo nggak mau terima..",
"Hmmm.., bilangin nggak usah kirim-kirim lagi..",
__ADS_1
"Iya-iya..",
Sharen memoles wajahnya, untuk menutupi luka lebamnya akibat ulah Luna. Sedikit lagi juga akan hilang.
Kring..kring..kring..
Telepon kamarnya berbunyi, dan itu dari mommy yang memanggilnya untuk segera turun sarapan.
"Iya mommy, bentar..",
"Masih sakit sayang..?",
"Nggak mom.., Sha turun ya..",
"Oke sayang...",
Di ruang makan sudah ada adik-adiknya yang menunggu kehadirannya. Daddy di ujung, disamping kirinya ada Mommy dan Jaz. Disamping kanan Daddy ada Javas dan juga Kinara.
Sharen duduk di samping Kinara yang sudah menghabiskan setengah dari makannya.
"Moma udah sehat?", tanya Jaz kepada Sharen.
"Masih lemes...",
"Kalo udah semangat lagi, anterin Jaz sekolah dong...",
"Iya Jaz nanti ya...",
Hening ketika mereka menikmati sarapan. Dan, suasana sepi itu pecah ketika Maid tiba-tiba mendekat.
Hampir saja tersedak, ketika mendengar nama Nathan disebut. Sharen buru-buru meneguk air putih yang ada di depannya.
"Iya.., suruh kesini aja Bik..",
Wajah mommy juga berubah ketika tahu Nathan bertamu ke rumahnya. Namun, ya begitulah, Daddy Rendra langsung memberikan peringatan.
"Apa yang terjadi sama Sharen, bukan salah Nathan sepenuhnya..",
"Aira masih nggak terima mas..",
"Iya mas tau, tapi biar Nathan yang selesaiin ya..",
Sharen sepertinya tahu jika kedua orang tuanya sudah mengetahui apa yang terjadi padanya. Berusaha menutupi pun sepertinya percuma.
"Pagi Om..Tante..", ucap Nathan sopan.
"Pagi..
Duduk Nath..", ucap Daddy Rendra.
Nathan duduk, disamping Jaz yang itu berarti dia duduk berhadapan dengan Sharen.
"Sarapan dulu Nath? ", tanya mommy Aira.
"Makasih Tante...",
__ADS_1
"Ya udah, ambil sendiri ya Nath..",
Tanpa sedikitpun Sharen enggan untuk meluruskan pandangannya. Sharen hanya menunduk dengan sesekali melihat ke arah Daddynya yang terlihat tersenyum kepadanya.
"Katanya Daddy nggak mau ngejodohin, tapi ngapain Nathan pagi-pagi udah kesini?", gerutu Sharen dalam hatinya.
Tahu kan suasana rumah pasti selalu hidup jika ada kehadiran si kecil Jaz? dia ini memang menggemaskan.
"Kak Nath, makan yang banyak ya.., biar sehat...",
"Iya Jaz..",
"Kak..nanti anterin sekolah, bisa nggak?", tanyanya.
"Jaz.., nggak boleh gitu.. Jaz kan udah ada sopir..",
"Kan udah lama nggak pernah di anterin kak Nathan mom. Dulu, Jaz sering dianterin sama kak Sharen sama Kak Nathan..",ucap mommynya.
"Lain kali aja ya Jaz.., kak Nathan kesini mau ketemu sama Daddy dulu..",
"Oh gitu...,
Kalo gitu pas pulang aja, dijemput ya kak...",
"Maaf Jaz nggak bisa..",
"Yah.., kenapa? kak Nathan masih ngobrol sama Daddy?",
"Nggak bisa.., kakak mau ke Singapore..",
Sharen kaget, dia langsung menghadap ke arah Nathan. Pandangan mereka saling beradu.
"Ke Singapore Nath? ada apa disana?", tanya Daddy.
"Mau jalan-jalan aja om, sekalian mau beli oleh-oleh coklat. Nanti sore juga udah balik lagi om..",
"Tuh Jaz, titip gih mainan sama kak Nathan, mumpung dia ke Singapore..", kata Mommy.
"Boleh kak..?",
"Boleh dong.., sekalian mau dibeliin coklat Merlion nggak Jaz..?", ucapnya dengan memandang ke arah Sharen.
Sharen membuang mukanya.
"Padahal, aku cuma iseng bilang kayak gitu, kenapa jadi orang serius amat sih..", ucapnya dalam hati.
Daddy Rendra hanya menggeleng ketika melihat tingkah putrinya. Tanpa dijelaskan, Daddy Rendra tahu jika Nathan pergi ke Singapore hanya untuk membelikan putrinya coklat.
Spoiler :
"Kalo tau kayak gini, mendingan mommy ngizinin Sharen punya suami bule..", ucap mommy.
Nathan hanya menundukkan kepalanya ketika mendengar ucapan mommy Aira. . Dan, lagi-lagi Daddy memberikan dukungan kepadanya.
"Sharen anak perempuan kita satu-satunya. Cucu perempuan satu-satunya dari Widya Perdana. Mas nggak ngizinin Sharen punya suami bule...",
__ADS_1
"Alah.., mas plin plan...",