
Yeayyy...hari ini Weekend dan inilah waktu yang biasanya dimanfaatkan oleh keluarga Rendra Perdana untuk berkumpul bersama. Minggu lalu hanya sekedar mengobrol di rumah, tapi kali ini Daddy sudah mempunyai rencana yang lain. Apa itu? Bersepeda bersama.
Malam tadi saat makan bersama, Daddy sudah memberitahukan rencananya pada istri serta anak menantunya. Tidak ada yang berani menolak atau beralasan. Ini agenda rutin mingguan. Siapa saja boleh memberikan idenya dan kali ini ide yang diberikan Daddy tidak buruk. Sharen yang kurang suka untuk berolah raga pun, tetap mengikuti kegiatan yang direncanakan oleh Daddynya.
"Widih..., udah siap aja..., pake sepatu olah raga, pake topi..., keren...", ucap Javas yang memberikan jempol kepada si bungsu Jaz.
"Iya dong.., Jaz ganteng kan kak Kina..?", tanyanya pada kakak iparnya.
"Yang muji siapa, yang ditanya siapa...", gumam Javas yang selalu merasa diabaikan oleh adiknya. Jaz memang senang menggoda kakaknya dengan mencari perhatian pada Kinara.
"Iya..ganteng banget...",
"Sama mas, gantengan siapa sayang...",
"Gantengan Jaz lah...", sahut adiknya.
"Iya gantengan Jaz...
sedikit.., mas yang banyak..", bisiknya Kina yang lalu disambut oleh senyuman oleh Javas.
"Mommy sama Daddy mana Jaz..?
kak Sharen mana?"
Jaz menaikkan bahunya.
"Nggak tau.., mungkin bentar lagi turun...",
"Kamu mau pake sepeda yang mana? nanti kamu ketinggalan.. Iku", tanya Javas.
Bukannya jawaban yang di dengar, Jaz justru hanya tersenyum lebar, memperlihatkan giginya yang tersusun rapi.
"Ditanya malah senyum doang...",
"Jaz kan naik itu...", tunjuknya pada mobil merah yang berjalan menuju ke arah mereka. Javas mendelik. Bukan tanpa sebab, tapi mobil yang sedang dikendarai mamang adalah mobil miliknya.
"Itu mobil kakak...",
"Emang..., Jaz pinjem.., kan Jaz cuma punya Alphard, nggak punya yang kayak punya kak Javas. Mau minta dibeliin, kata Daddy nunggu nanti kalo udah SMA.
__ADS_1
Kinara menahan tawanya. Adik iparnya ini memang senang sekali menjahili kakaknya.
"Ya kan bisa kamu pinjem mobil Daddy, tuh yang bagus masih banyak...",
"Tapi kan yang keren menurut Jaz ya punya kak Javas..", ucapnya yang langsung masuk ke dalam mobil yang kala itu sudah disetel menjadi mobil atap terbuka.
"Gregetan kakak sama kamu.., nggak minta izin dulu.., langsung nyamber aja..",
"Jangan pelit, nanti kuburannya sempit..",
"Astagfirullah...amit-amit... iya deh terserah kamu aja Jaz..kalo nanti rusak gimana?",
"Tenang, Jaz ganti..",
"Gayanya...,
emang punya duit..",
"Duit Daddy lah...",
"Ckckk.. terus kamu naik mobil sendiri, gitu..?",
"Iya dong..,
Si kecil Jaz naik ke atas mobil. Dia langsung memakai kaca mata hitamnya. Lucunya lagi dia mengusir mamang. Jaz beralih duduk ke kursi kemudi. Lalu, apa yang dia lakukan? Dia meminta mamang memfotonya, dengan berpose kedua tangannya memegang stir seolah-seolah sedang menyetir.
"Gaya banget dah..., untung kamu adik nya kakak Jaz..jaz..",geleng Javas.
Kinara hanya terkekeh melihat kelakuan adik iparnya.
Mommy dan Daddy akhirnya keluar. Keduanya bak pasangan muda. Daddy memakai kaos ketat yang mencetak tubuh kekarnya. Apalagi mommy, tubuhnya yang berisi terlihat masih kencang saat mengenakan celana hot pants.
"Liat tuh anak Daddy.., mobil Javas main diserobot aja...",
"Ya sudah, nggak apa-apa.., emang dia suka kok sama mobil kamu. Mau koleksi mobil lagi nggak?",
"Daddy mau beliin buat Javas..?",
"Iya kalo kamu mau..",
__ADS_1
"Asyik..benaran ya Dad..",
"Iya bener..",
Mereka sudah berkumpul. Sepeda pun sudah disiapkan. Tapi, Queen masih belum menampakkan batang hidungnya.
"Sharen mana sayang..?",
"Bentar lagi juga turun...
Nah itu dia..", ucap Aira yang melihat putrinya akhirnya keluar.
"Tinggal nunggu kakak aja lho..",
"Iya maaf Mom...",
"Ya udah ayok.., Sha pake sepeda yang itu aja deh ya..",
"Bentar..tunggu dulu...", ucap Daddy.
"Kenapa Dad? ada yang kelupaan..",
"Kita tunggu Nathan dulu..",
"Nathan? Daddy nyuruh dia kesini? pagi-pagi gini Dad..?",
"Iya biar rame . kenapa?",
"Kenapa Nathan Dad.., nggak ada yang lain gitu..?",protes Sharen..
"Siapa? Rai..? Vano..? atau Bian?",
"Ih..Daddy gitu...",
"Tunggu dulu sayang..",
Aira hanya diam mendengar percakapan suami dan putrinya. Tidak protes, karena percuma. Tahu, jika suaminya menyukai sesuatu pasti akan bersikap demikian. Tapi, bukan berarti Aira setuju jika Nathan mendekati Sharen.
Singkat dulu ya...
__ADS_1