Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Bersama


__ADS_3

Nathan membantu istrinya untuk mengeringkan rambutnya. Sharen menatap Nathan dari kaca, suaminya terlihat sangat telaten melakukannya.


"Yank.., makasih...",


"Buat semalem..?", tanyanya. Semalam mereka memang bercinta, rasanya sangat berbeda ketika melakukannya setelah bersitegang. Juga.., mereka melakukannya dengan sangat hati-hati, karena ada bayi dalam kandungan Sharen.


"Nggak..,kan mas juga seneng kan?",


"Iya..seneng banget sayang..


makasih..",


"Tapi salah satunya memang itu sih yank...",


"Terus utamanya karena apa..?",


"Makasih karena kamu selalu penuhin permintaan aku..",


"Sama-sama sayang...,


mas juga mau makasih karena kamu udah maafin mas..",


"Hari ini aku mau jalan-jalan ya..",


"Kan nggak boleh capek-capek.., pake kursi roda aja ya..?",


"Nggak mau..,


kalo capek kan bisa digendong, iya kan?",


"Iya.., mau kemana nanti..?",


"Kemana aja...",


Nathan tersenyum, dia melanjutkan kegiatannya membantu istrinya untuk mengeringkan rambut.


"Mas.., perutku sakit banget...", keluh Sharen dengan memegangi perutnya.


Nathan yang panik, langsung mematikan hair dryer, dia langsung berlutut memeriksa perut istrinya.


"Kenapa sayang..? sakit? kita ke rumah sakit ya.., ini pasti gara-gara semalem kita ngelakuin itu...? terlalu keras ya..?",


"Ih nggak mas...,


Aku laper...",


Nathan menurunkan bahunya, lega sekaligus merasa tertipu.


"Sha.., jangan buat mas panik sayang..",

__ADS_1


"Laper banget mas..,


kita sarapan abis itu jalan-jalan ya..",


"Ya udah ayo.."


"Aku mau shopping.., kayaknya bentar lagi baju-baju aku udah nggak muat deh..",


"Beli semau kamu Sha..,


terserah mau beli apa..,yang penting kamu seneng. Apa, kita sekalian beli perlengkapan baby juga..? mau..?",


"Kata orang tua nggak boleh yank, pamali. Entar aja kalo udah 7 bulan...",


"Ya udah yok..,kasian..


kamu laper kan..?",


"Bukan aku yank.., baby nya yang minta makan...",


"Oh ya.., berarti anak papa ya yang minta makan.., mama nya nggak?",goda Nathan.


"Nggak...",jawab Sharen dengan menggelengkan kepalanya.


"Nanti makan yang banyak ya sayang, biar cepet gede di dalam sana..", elusnya pada perut Sharen.


Nathan tau, Sharen pasti malu jika berterus terang. Pasalnya, Sharen baru saja meneguh habis 2 gelas susu buatan Nathan. Tapi, ternyata belum mampu untuk membuat istrinya kenyang.


"Sha..., sini sayang...", seru Mama Farah ketika melihat menantunya.


"Iya mah...",


"Mau makan apa..?",


"Apa aja mah..",


"Nath..sana ambilin dulu istrimu makan...",


"Iya mah..


mau apa sayang??",


"Aku ambil sendiri aja mas..",


"Heh..., nggak usah..


biar Nathan aja yang ngambil. Kamu duduk manis disini aja..",


"Iya mah..",

__ADS_1


Sharen duduk disamping ibu mertuanya. Lihatlah dulu saja Mama Farah menentang hubungan mereka. Tapi, sekarang beliau justru terlihat sangat menyayangi menantunya. Apalagi, sekarang sudah ada calon cucu yang berada di perut Sharen.


"Semalem mama nungguin kalian.., katanya mau jalan bareng.., kok nggak jadi..kenapa..?", tanya Mama.


Sharen melirik ke arah suaminya. Nathan hanya tersenyum smirk. Sharen bingung menjawabnya.


"Hmmmm..anu mah...itu apa..., Sharen...eh..bukan...maksudnya mas Nathan......anu....",


Sharen gelagapan, bingung harus menjawab pertanyaan ibu mertuanya. Tidak mungkin kan? jika dia berkata sedang ingin disentuh oleh suaminya? bisa malu tujuh turunan delapan tanjakan.


"Kenapa..? kalian nggak apa-apa kan? apa dimarahin sama Rendra...?",


"Bukan mah.., itu...apa...", Sharen menyenggol suaminya yang terlihat biasa saja, santai seperti dipantai. Nathan justru terlihat menikmati sarapannya.


"Apa sayang..?", tanya Nathan.


"Kalian kenapa sih..?",


Sharen hanya tersenyum lebar.


"Ckck...mama tau.., pasti Nathan lagi nengokin anaknya ya..? gitu aja jawabnya susah bener. Ya.., Mama ngerti kok.., pernah juga di usia kalian...",


Sharen tersenyum kembali, kali ini lebih lebar.


"Mainnya nggak usah aneh-aneh.. nggak boleh sering-sering Nath....", sahut Papa yang sedari tadi diam, tapi ternyata ikut menyimak obrolan mereka.


"Tenang aja Pah, Nathan bisa kontrol kok..., semalem enak kan sayang..? nggak sakit..? anak kita baik-baik aja kan..?"tanya Nathan blak-blakan yang di respon Sharen dengan menganggukkan kepalanya.


"Tuh..Pah..mah...",


"Ya udah kalo gitu.., pokoknya awas aja ya Nath, kalo ada apa-apa sama Sharen sama cucu Mamah..",


"Nggak.., tenang aja Mah...",


"Oh ya, Mamah mau ke rumah sakit..ketemu sama Rendra Aira.., kalian ikut ya..?",


"Mau ngapain Mah..?", tanya Nath.


"Katanya kamu mau minta bantuan? gimana sih..?",


"Sharen mau belanja katanya Mah..",


"Wah..asyik banget kayaknya...",


Sharen merubah ekspresi wajahnya ketika mendengar ucapan dari ibu mertuanya. Sharen merasa tidak enak.


"Mamah ikut ya.., sekalian kan udah lama nggak belanja bareng sama mantu Mamah..", ucap Mama Farah lagi. Sharen kira, Mamah Farah menyindirnya dengan sarkas, tapi ternyata sebaliknya.


"Ya udah, ayo mah...",

__ADS_1


"Pah.., boleh kan?", tanya Mama Farah pada suaminya.


"Boleh, kan dompet Papa ada di tas Mamah..., mau larang juga pasti ngomel..", gerutu Papa Aldo yang ditanggapi Mama Farah dengan mulutnya yang cemberut.


__ADS_2