
Sharen akhirnya memutuskan untuk memajukan jadwal liburannya. Selain mendengarkan saran dari Nathan, rupanya pekerjaannya juga menjadi pertimbangan utama. Tama sebagai asistennya dianggap sudah mampu untuk menggantikan dirinya.
"Dad.., Mom..Sha majuin ya jadwal liburannya..",
"Oke sayang.., terserah kamu..",
"Udah di reschedule semua Sha? perlu bantuan Tante Vina?",
"Nggak perlu Dad.., nanti Sha sendiri aja yang urus. Hari ini Sha mau ke butik, baru ke Prime..",
"Sayang..
Hmmm..gimana obrolan kamu sama Kak Gladys kemarin?",
"Aman mom.., jangan khawatir..Sha sama kak Gladys baik-baik aja kok..",
"Syukur deh..,kalo kamu mau balik sama Bian, mom sama Dad nggak akan ngelarang..",
"Nggak usah Queen.., move on aja udah..", sahut Javas.
"Semua ada di kakak Vas.., biarin dia sendiri yang nentuin..",
"Sha nggak pengen balikan mom.., masih usaha buat move on, meskipun berat..",
"Liburan nanti juga bisa lupa kok sayang..",
"Mom.., mau punya menantu bule nggak?", tanya Sharen iseng.
"Mommy suka produk Indonesia Sha.., apalagi yang SNI..", gurau Aira.
"Yang SNI menurut mom itu yang kayak gimana?",
"Yang paling utama dia yang sayang sama kamu, yang bisa ngelindungi kamu. terus bisa berbaur sama keluarga kita, yang paling penting bisa ngambil hatinya Dad sama Javas.., udah. Simple kan?",
"Yang bisa ngambil hatinya Dad sama Javas itu yang paling susah mom..",
"Pasti nanti juga ada sayang.., tapi belum ketemu aja..",
"Sha mau berangkat dulu ya mom..",
"Hati-hati sayang..",
"Dokter mau ke rumah sakit kan? mau bareng sama aku lagi nggak?",
"Boleh mbak..?",
"Boleh..ayok..",
Jalinan asmaranya dengan Bian memang sudah selesai. Sedih sudah pasti. Namun, Sharen tidak ingin berlarut-larut. Masa depannya masih panjang, toh masih sebatas pacaran. Putus adalah sesuatu yang wajar.
"Kemarin aku ketemu sama kak Gladys dok.., dan kayaknya memang mereka dekat, lebih dari sahabat..",
"Karena video yang beredar itu ya mbak?",
"Huum, dugaanku semakin kuat..",
"Mungkin mas Bian butuh refreshing mbak.., dan yang ada waktu saat itu cuma mbak Gladys..",
"Berat loh dok.., sebenarnya. Cuma ya udah.., aku juga sadar diri bukan pacarnya kak Bian lagi. Tapi..secepat ini ya kak Bian dapet penggantinya aku. Kak Gladys pula orangnya..",
"Terkadang mencari pengganti dari seseorang yang kita sayang, itu juga salah satu usaha buat move on mbak..",
__ADS_1
"Bukannya pelampiasan ya dok namanya?",
"Tergantung niatnya dia. Ingin sekedar melupakan atau memang melupakan untuk mengantikan?",
"Pusing ah dok.., udah biarin aja.., 2 hari lagi aku juga udah nggak di Indo kok. Paling nggak ya nggak liat mereka..",
"Iya mbak.., sabar ya..",
"Enak ya curhat sama dokter.., nggak cuma didengerin, tapi dikasih masukkan juga..",
"Saya sama mbak Sharen kan sama-sama perempuan, jadi ya bisa merasakan..",
"Aku tuh nggak punya temen curhat kayak gini loh dok.., cuma sama dokter nih aku cerita. Paling biasanya aku ceritanya sama Mom kalo nggak sama Tante Fafa.., karena cuma mereka yang bisa aku percaya..",
"Kalo mbak Sharen butuh temen curhat, cerita aja sama saya..",
"Makasih ya dok..",
"Sama-sama..",
Memastikan pekerjaan di Butik berjalan sesuai rencana menjadikan Sharen lega untuk meninggalkan Indonesia untuk pergi berlibur.
"Sha.., kamu ngantor nggak hari ini?", tanya Tama melalui percakapan Chat.
"Ngantor.., ini juga mau kesana..",
"Cepetan gih, aku udah laper..",
"Laper kok bilang ke aku.., makan dulu sana..",
"Masalahnya disini ada makanan banyak banget, buat kamu..",
"Dari siapa?",
Tanpa membalas pesan dari Tama, Sharen pergi meninggalkan butik, bergegas ke Kantor Prime grup.
Sesampainya disana, Sharen dibuat heran oleh seseorang yang selama ini diam-diam mengaguminya. Bucket bunga besar, rangkaian bunga serta makanan kesukaan Sharen sudah tersedia di ruangannya.
"Happy independent woman..",
Sebuah kalimat lucu tulisan yang terdapat di balon bewarna pink tersebut.
"Tulisannya aneh..", ucap Sharen.
"Iya ya.., merdeka Sha..", ucap Tama dengan mengepalkan tangannya.
"Aku baru putus, malah dirayain kayak gini.., bahagia di atas penderitaan orang.., lagian darimana coba dia tau..",
"Kamu kan lagi viral, lupa?",
"Oh iya.., hmmm.., ini banyak banget ya makanannya..",
"Kamu belum makan kan Sha? makan yuk..",
"Sebenernya aku sebel loh Tam.., tapi karena aku juga laper, yok makan sama-sama..",
Sharen menikmati makan siangnya kala itu dengan Tama.
"Sha.., kamu nggak mau cari tau lagi, siapa dibalik ini semua?",
"Katanya kamu? ya udah anggep aja gitu kan..",
__ADS_1
"Hehehe.., beneran nggak mau cari tau? aku bisa bantu..",
"Nggak lah, biarin aja udah.., yang penting dia nggak jahat sama aku.., oh ya Tam.., nanti bantuin aku re schedule jadwal liburan ku ya. Mau aku majuin..",
"Kenapa? kena charge banyak lho Sha..",
"Nggak masalah, aku udah bilang sama Dad..",
"Oke..oke.., aku lupa kalo kamu itu anak sultan..",
"Bukan anak sultan, tapi anak perempuan satu-satunya Rendra Perdana.., keren nggak tuh..",
"Iya iya.., keren Sha..",
Meskipun kemarin sudah berhasil berkomunikasi dengan Nathan, namun nyatanya jarak dan waktu memang menjadi penghalang diantara mereka. Belum lagi, Sharen yang memang tidak enak hati untuk menghubungi Nathan terlebih dahulu. Walaupun sebenarnya sudah berulang kali Nathan katakan, "kapanpun Sharen membutuhkan, Nathan akan selalu ada.."
Akhirnya dengan memberanikan diri, Sharen menghubungi Nathan terlebih dahulu, tapi melalui Chat.
"Nath, aku majuin liburannya, 2 hari lagi..",
Lebih dari sepuluh menit, tapi tidak ada balasan dari Nathan, karena pesannya juga belum dibaca.
"Kamu lagi sibuk ya Nath?",
Sharen akhirnya memilih untuk merebahkan tubuhnya , ketimbang menunggu balasan pesan dari Nathan yang sepertinya sedang sibuk.
"Nah gitu dong..,
maaf ya Sha.., aku lagi keluar sama Mine. Ini baru aja sampe Apartement..",
"Aku ganggu ya?",
"Ngga kok..
Gimana hari ini? happy?",
"Hari ini aku makan siang sama Tama, ngehabisin makanan dari seseorang.., bukannya dikasih semangat malah dikasih bunga, dikasih balon, makanan kesukaanku, sama dikirimin Tumini..",
"Tumini? apaan?"
"Tumpeng mini..",
"Hahaha.., kayak syukuran dong..",
"Iya makanya.., sebel kan?",
"Biar kamu lebih happy.., ada harapan di balik itu semua..",
"Masa sih?",
"Mungkin aja kayak gitu..",
"Nath.., boleh telepon nggak?",
"Jangan sekarang.., aku capek banget..",
"Berarti aku ganggu dong..",
"Aku lagi chatan juga sama Luna..",
"Oh.., oke.., kalo gitu aku ke bawah dulu ya Nath, barusan dipanggil sama mommy..",
__ADS_1
"Next time lanjut lagi Sha.., bye..",
Sedikit ada rasa kecewa, namun Sharen mengerti jika Nathan juga harus membagi waktu dengan kekasihnya. Tidak ingin ada kesalahpahaman dengan Luna, seperti sebelum-sebelumnya.