
Tidur Sharen cukup. Semalam masih tetap video call dengan kekasihnya, tapi tidak sampai larut malam. Nathan menyuruhnya tidur lebih awal. Dan, Sharen menurut. Benar-benar istri idaman.
Pagi ini Sharen membuat sarapan dua kali lipat dari porsi biasanya. Bekal untuk Nathan, yang sebelumnya sudah dia janjikan. Hanya sebuah sandwich, kopi hangat serta satu kotak jus kemasan. Sharen menatanya ke dalam paper bag, dan siap meluncur ke Swalayan.
Oh ya, semenjak mereka menjalin hubungan, entah bagaimana caranya, Nathan bisa bekerja masuk shift pagi. Tidak ada shift siang atau malam. Jadi, waktu mereka bertemu lebih banyak. Sharen pergi sekolah, Nathan pergi bekerja. Kegiatan mereka masing-masing bisa selesai hampir di jam yang sama. Ah..., senangnya.
"Sayang.., bekalnya udah aku anter.
Aku pergi sekolah dulu, i love you...",
"Makasih cintaku.., aku juga bentar lagi mau pergi kerja.. hati-hati ya. Pulang kerja nanti, aku mampir, love you too..
Nathan senang, sejauh ini hubungannya dengan Sharen berjalan dengan lancar. Keputusannya untuk backstreet dari masing-masing keluarganya memang menjadi pilihan yang tepat. Sharen dan Nathan bisa fokus dengan hubungan mereka tanpa harus mendengar atau memikirkan omongan miring tentang hubungan mereka.
Saat ini Nathan mulai menyiapkan mentalnya, untuk bertemu kembali dengan Om Rendra. Rencananya, saat kembali ke Indonesia nanti, Nathan akan langsung bertemu dengan Om Rendra dan meminta restu mengenai hubungannya dengan Sharen. Jika Om Rendra memberikan lampu hijau, Nathan langsung melamar dan menikahi Sharen.
Namun, jika Om Rendra masih belum memberikan restunya, Nathan akan terus berjuang. Yang paling penting, dia sudah berusaha.
Sayangnya, Nathan tidak bisa cepat kembali ke Indonesia karena dia sudah terikat kontrak dengan tempatnya bekerja. Dia akan dikenakan penalty besar, jika sebelum jangka waktu 3 bulan, dia keluar dari pekerjaannya. Sebenarnya, Nathan bisa saja membayar denda tersebut, tapi ini bukan soal uang. Tapi, tanggung jawab dan profesionalitas kerja.
Bagaimana dengan mamanya? Ya, selain larangan dari Mommy Aira, Mama Farah lah yang dari awal kurang setuju dengan Nathan yang mendekati Sharen. Sudah tahu alasannya kan? Mama Farah tidak ingin putranya disepelakan oleh keluarga menantunya nanti. Betul, memang Om Rendra sangat otoriter, tapi lebih daripada itu. Dia sangat sayang dan sangat mempercayai Nathan, lebih dari Javas putra kandungnya sendiri.
Sebelum berangkat, Nathan menyempatkan diri untuk menelepon Papanya.
"Halo Pah...",
"Nak..., akhirnya setelah hampir sebulan kamu ngilang, kamu menghubungi Papa....,
gimana kabar kamu?",
"Baik pah..
Papah gimana?",
"Papa sehat..., mama...., sering sakit. Karena mikirin kamu..",
"Nggak usah mikirin Nathan Pah, Nathan baik-baik aja..",
"Papa lagi dikamar, Mama baru dibawah, Papa panggilin ya..",
"Nathan matiin teleponnya kalo Papa panggil Mama..",
"Kamu masih marah..?",
"Mama lebih percaya sama orang lain dibanding sama anaknya sendiri kan? buat apa Nathan pulang..",
"Mama mau kamu pulang Nath...",
"Nggak.., sebelum Mama sadar...",
"Mama udah berubah Nath.., kamu pulang ya. Atau Papa Mama susul kamu? kamu di Aussie ya?",
Ya, percuma mengelak. Nomor yang dipakainya adalah nomor Aussie.
"Iya Pa..",
"Ketemu Sharen..?",
"Sharen ..?",
"Iya dia kan disana.., kalian nggak ketemu..?",
"Nggak...
nanti mungkin ketemu...",ucapnya. Nathan jujur kan?Memang saat ini dia belum bertemu, tapi nanti.
"Papa kira kalian ketemu...,
Kamu kapan pulang Nath..?",
"2 bulanan lagi Pah..nunggu kontrak kerja habis..",
"Kamu kerja? dimana? Cafe kamu gimana?",
"Nathan kerja di swalayan Pah,
Cafe masih jalan Pah..",
"Swalayan?Jadi apa Nath? Manager? Marketing? purchasing? atau apa?",
"Jadi pelayan..",
__ADS_1
"Astaga Nath, kok bisa? kamu nggak bilang sebelumnya kamu kerja dimana? posisi kamu sebagai apa? ",
"Nggak penting Pah, yang penting kerja..",
"Papa kirimin uang ya..",
"Nggak usah, uang Nathan masih ada..
Bilang ke mamah Pa.., pulang ke Indo nanti. Nathan bawa calon istri. Setuju nggak setuju, Mama harus bisa terima..",
"Kamu udah punya pacar..?",
"Udah Pah, bukan pacar tapi calon istri..",
"Yang ada di foto IG itu?
cantik Nath, pasti Mama setuju..",
"IG..?
Nathan nggak posting apa-apa..",
"Itu.., dia upload foto sama kamu.., kamu di tag...",
"Hmm iya, nanti Nathan cek dulu.
Udah dulu ya Pah, Nathan kerja dulu. Nggak usah ngasih tau nomor Nathan ke Mamah. Nathan mau tenang disini..",
"Ya udah hati-hati...
kalo kontrak kerjanya udah habis, beneran pulang..",
"Pulang, tapi nikahin ya Pah..",
"Iya nikah,
Papa siap-siap kerja dulu, biar bisa nabung buat biaya nikahan kamu..",
"Uang Papa kan banyak..",
"Aamiin Alhamdulillah..
ya udah, hati-hati disana ya..",
"Cantik.., buka DM Tante ya..",
Sudah bisa dipastikan, sebentar lagi Mamanya akan mengetahui keberadaannya. Dan, akan membuatnya pusing. Tapi, yang akan membuatnya lebih pusing adalah jika kekasihnya mengetahui foto tersebut, pasti akan membuatnya salah paham dan memicu pertengkaran diantara mereka.
Nathan meninggalkan pesan melalui DM IG. Berharap Lila akan segera membukanya dan melakukan apa yang dia minta. Sayangnya, Nathan tidak mempunyai banyak waktu untuk mengurus perkara foto tersebut. Dia harus segera pergi berkerja.
Nathan tidak berkonsentrasi bekerja. Dia bahkan beberapa kali melakukan kesalahan dengan mengambilkan beberapa barang yang salah untuk customernya.
Sial, baru saja merasakan indahnya asmara, sudah ada kerikil kecil yang menganggu indahnya kisah cintanya.
Nathan tidak membuang waktunya, selepas pulang bekerja dia segera menuju Apartement milik Sharen untuk menjelaskan semuanya. Foto yang di upload Lila, adalah foto yang diambil sebelum Nathan dan Sharen berpacaran.
Nathan yakin, Sharen sudah melihat foto tersebut. Kekasihnya itu, aktif menggunakan medsos miliknya, karena selain berprofesi sebagai desainer, dia juga seorang model yang menerima banyak endorse berbagai macam produk.
Nathan sengaja menunggu kepulangan kekasihnya, tepat di depan pintu kamar Sharen. Tidak biasanya Sharen pulang terlambat seperti ini.
Menunggu hampir satu jam, akhirnya dia melihat Sharen yang berjalan. Benar kan, wajahnya sudah ditekuk ketika Sharen melihat Nathan dari kejauhan. Nathan, sebagai berdiri di depan pintu Apartement.
"Sayang..., aku mau jelasin..",
"Apa..? ",
"Ini semua nggak seperti yang kamu pikirin. Aku nggak tau kalo Lila upload foto, itu juga foto sebelum kita pacaran..",
"Foto itu cuma salah satu aja kan? masih banyak foto kamu sama dia?",
"Nggak cuma 3 eh 4 kayaknya..",
"3 eh 4 eh 5 bukan 10 eh 15..,
ini yang buat kamu nggak mau publikasi kalo kita pacaran? kamu mau backstreet biar cewek-cewek yang deketin kamu itu nggak tau kalo kamu punya pacar? kamu takut kalo pasaran kamu, turun? gitu Nath? jadi ini?",
Sharen sepertinya cemburu. Padahal, cuma foto biasa. Foto dengan pose Lila yang berdiri di belakang Nathan yang berjongkok. Dengan, tangan Lila yang membentuk simbol " peace " yang diletakkan di samping kanan kiri kepala Nathan. Caption Lila juga tidak ada yang aneh hanya " Rabbit". Foto itu diambil beberapa hari sebelum acara barbeque.
Mungkin yang membuat Sharen cemburu adalah komentar-komentar di sana yang menyebut keduanya sebagai pasangan serasi. Termasuk komentar Icha.
"Wah sebentar lagi PJ ya..",
__ADS_1
( PJ : Pajak Jadian )
"Kamu ngomong apa sih sayang? kan udah aku jelasin dari awal.. ini baru perkara foto aja loh, bukan hal yang besar...",
"Perkara foto..? Hey, Dave Nathaniel.., perempuan mana yang rela kekasihnya , foto di upload sama perempuan lain. Sedangkan aku aja yang pacar kamu, masih nahan-nahan nggak post apapun, karena kita backstreet...
Mama sama Papa kamu bahkan udah follow Lila..",
"Iya sayang, aku minta maaf..
aku udah DM Lila.., minta hapus foto itu..",
"Nggak perlu...",
"Kenapa..?",
"Aku udah ketemu sama dia..",
"Kamu ngelabrak dia..?",
"Nggak.., aku bicara baik-baik kok sama dia. Aku bilang, aku ini pacar kamu.., aku juga udah jelasin kalo jauh sebelum kalian kenal, kamu udah duluan ketemu sama aku, bahkan saat kita masih jadi embrio pun, kita udah sama-sama di dalam perut Mommy sama Mama Farah. Iya kan..?",
"Astaga Sha...", Nathan menggelengkan kepalanya dengan senyuman sulit diartikan.
"Kenapa..? kamu nggak terima..? kamu mau marah sama aku..?",
"Gini ya, kalo kamu cemburu..?",
"Iya..1 Lila, 2, 3, 4, 10 pun aku jabanin kalo dia macem-macem sama yang aku punya. Kamu cuma milik aku Nath, nggak ada yang boleh ganggu..., termasuk Lila...",
Nathan langsung mendekati Sharen, mendekatkan wajahnya dan tanpa aba-aba, dia mencium bibi Sharen. Tidak ada perlawanan, Sharen bahkan membalas pertautan bibir mereka. Awalnya Nathan lakukan dengan kasar, namun berubah menjadi lembut ketika Sharen menerimanya. Keduanya saling melum*at, bahkan mereka lakukan sampai kedua nafasnya terengah. Berhenti, ketika suara nafas Sharen benar-benar berat karena kehabisan nafas.
Nathan tersenyum puas. Bukan karena barusan adalah first kiss mereka. Tapi, Nathan gemas karena baru saja melihat kekasihnya yang cemburu.
"Bibir kamu, manis banget, aku suka..",
"Ih..apaan..", jawabnya malu.
"Jadi, kamu terlambat pulang karena nemuin Lila?",
"Iya.., udah dihapus kan postingannya? itu karena aku yang minta..",
"Kamu bilang apa..?",
"Ya bilang kalo aku nggak rela kalo foto pacar aku diupload sama perempuan lain..", ucapnya menjelaskan lagi.
"Ketemuan sama Lila dimana?",
"Ketemuan di Cafe, tadi aku tanya Icha, Lila ada dimana? kebetulan dia lagi sama Icha...,
Seandainya jadi aku, kamu juga nggak rela kan kalo fotoku dipajang di akunnya cowok..?",ujarnya.
"Rela.., itu fotografer juga biasanya upload foto kamu kan?",
"Itu kan karena aku kerja..",
"Iya.., dan setelah kita Nikah, kamu nggak usah jadi model lagi. Aku nggak suka tubuh kamu dilihat banyak orang..",
"Aku nggak boleh kerja..?",
"Boleh, tapi jadi desainer atau kerja kantoran lagi..",
Sharen mengangguk, menurut.
"Aku punya makanan, kamu mau makan bareng nggak Nath..", pamer Sharen pada makanan yang dibawanya.
"Boleh sayang, aku belum sempat makan, pulang langsung ke sini..",
"Ya udah, ayo masuk..", godanya pada Nathan.
"Kan kita backstreet sayang..",
"Iya-iya, tunggu aku ambil piring dulu.
Keduanya makan bersama, masih sepiring berdua. Tapi, kali ini mereka memakai dua sendok. Nathan menyuapi Sharen dan sebaliknya, Sharen menyuapi Nathan. Sungguh asyik, berada di negara tetangga tapi makannya lesehan seperti di negeri sendiri.
"Tadi, bekalnya abis nggak..?",
"Abis sayang.., makasih ya..",
"Besok mau di bawain lagi..?",
__ADS_1
"Mau..",
Sharen dan Nathan saling melempar senyum dan melanjutkan makan siang menjelang sore mereka.