Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Kisah Kasih


__ADS_3

Nathan bahagia, penantian dan perjuangannya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Sharen akhirnya menerima cintanya, dan saat ini mereka resmi menjadi sebagai sepasang kekasih.


"Hmmm..permisi...",ucap pelayan restoran tersebut dengan membawa makanan menu makan malam mereka.


Sharen dan Nathan yang sedang berpelukan, langsung melepas tautan tubuh mereka.


"Maaf kalo menganggu. Tapi, ini menu makan malamnya..",


"Terima kasih...", jawab Sharen malu-malu karena kepergok sedang berpelukan dengan kekasihnya.


"Kamu menerimanya..?", tanya pelayan itu.


Sharen bingung.


"Hmmmm..iya..", jawabnya.


"Wah, selamat..,kalian sudah menjadi sepasang kekasih.


Kamu tahu? seharusnya manager kami tidak menerima bookingan full tempat. Apalagi, hanya untuk moment seperti ini. Bukan melamar atau menikah, tapi hanya meminta seorang gadis untuk menjadi kekasihnya. Selain berani membayar mahal, dia juga bercerita kalo ini kesempatannya untuk mengungkapkan cinta pada gadis yang sudah lama dicintainya. Dan, akhirnya manager kami menerimanya...",


Sharen menatap Nathan yang tersenyum dengan tersipu.


"Ah..maaf.. Aku terlalu banyak bicara.


Silahkan makan, dan nikmati malam kalian...",


"Terima kasih..",


Menikmati makan malam pertamanya bersama pujaan hatinya. Rasanya tidak bisa lagi dia ungkapkan dengan kata-kata. Rasanya seperti mimpi.


"Nath, kenapa kamu lakuin ini semua..?"


"Just for you, sayang..,


Ini semuanya nggak ada apa-apanya.., kamu terlalu berharga buat aku Sha..",


"Nath....makasih...",


Nathan tersenyum.


"Makan sekarang, apa mau disuapin..?",


"Hmmm..nggak..",


"Aku nggak nyangka kamu mau masih pake kalung yang aku kasih buat kamu...",


Sharen melepas sendok yang dipegangnya. Dia beralih memegang liontin dari kalung yang dipakainya.


"Karena aku suka...",


"Suka sama yang ngasih, atau suka sama kalungnya?",


"Suka sama kalungnya...",


"Nggak suka sama yang ngasih..?",


Sharen menggeleng.


"Nggak...",


Ekspresi wajah Nathan langsung datar.


"Tapi..., aku cinta....", ucap Sharen kemudian yang langsung disambut oleh senyuman lebar Nathan.


"Gemes banget sama kamu..", Nathan mencubit pipi kecil kekasihnya.


Mengambil beberapa potret sebagai kenang-kenangan. Bahwa pada malam dan di tempat itu, sebagai awal perjalanan cinta kasih mereka. Nathan akhirnya memutuskan mengajak Sharen keluar dari restoran tersebut setelah mereka menghabiskan makan malamnya.


"Kamu udah bayar mahal , kenapa cepet-cepet keluar dari sini.. ",


"Nggak apa-apa sayang.., kamu kan juga harus cepet pulang..",


"Nggak mau lama-lama sama aku..?",


"Kalo bisa , bahkan 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan, 365 hari dalam setahun, aku bisa sama-sama kamu terus. Tapi, nanti kalo kita udah nikah.., sekarang kamu harus pulang, besok ketemu lagi...",


"Iya, ini Daddy udah tanya-tanya kenapa belum pulang juga..",


"Tadi, izinnya mau kemana?",


"Pergi sama temen..",


"Bilang kalo sama aku..?",


"Nggak...",


Nathan mengangguk.


Mengemudi dengan menggunakan satu tangannya. Satu tangannya lagi, Nathan gunakan untuk menggenggam tangan Sharen.


"Sayang..",


"Hmmmm.."


"Iya sayang.., nggak bisa gitu..?",


"Iya Nath...",


"Iya sayang...",


"Nggak romantis banget...",


"Aku malu.., canggung Nath..",


"Coba dulu...",


"Hmmmm..., nggak bisa, rasanya aneh..",


"Ya udah nggak apa-apa..,


Mau mampir ke suatu tempat?",


"Nggak.., kan udah malem..",


"Anak baik..


ini salah satu yang buat aku sayang sama kamu..", ucapnya dengan mencium tangan. Sharen.


Keduanya, akhirnya sampai di Apartement hampir jam 11 malam. Ini, karena jarak Restoran dengan Apartementnya lumayan jauh.


Sebelum Sharen masuk, keduanya mengobrol di dekat pintu, dengan tubuh Sharen yang bersandar pada dinding.


"Nath.., makasih untuk hari ini..",

__ADS_1


"Makasih juga, karena udah terima aku, Sha..",


"Makasih udah pilih aku..",


"Udah dari dulu.., tapi kamunya aja yang nggak mau..", ucap Nathan dengan memainkan anak rambut.


"Ada banyak hal yang aku pertimbangkan Nath..",


"Hmmm, iya aku ngerti. Apa yang buat kamu akhirnya mau terima aku..?",


"Karena aku cinta kamu, aku nggak mau kehilangan kesempatan, aku nggak bisa kehilangan kamu lagi Nath..., aku nggak sanggup kalo kamu pergi lagi..",


Nathan tersenyum lebar.


"Sayang, kita backstreet dulu ya.., nggak usah bilang ke orang tua kita.., tentang hubungan kita...",


"Ada hati yang kamu jaga, Nath..?",


"Kalo ada hati yang harus aku jaga, itu cuma hati kamu Sha.., nggak ada yang lain..


Sangat susah mendapatkan kamu, dan aku nggak mau perjuanganku selama ini sia-sia..


Aku cuma takut, kamu terpengaruh lagi sama omongan-omongan diluar sana.., yang membuat kamu ragu sama aku, sama hubungan kita. Aku cuma mau pondasi cinta kita kuat.., sebelum kita hadapi ujian-ujian kedepannya..",


"Karena itu? nggak ada yang lain..?",


"Percaya sama aku Sha.., tunggu waktu yang tepat buat aku untuk mempersunting kamu..., aku nggak mau lama-lama pacaran, kita langsung nikah aja. Mau kan..?",


Sharen mengangguk..


"Jangan pernah lagi, ragu sama aku ya...", ucapnya menyentuh pucuk kepala Sharen.


"Iya Nath..",


"Sekarang kamu masuk.., istirahat.


Kalo Daddy tanya, bilang aja sama temen.., tapi sebenarnya aku juga ragu, seorang Rendra Perdana nggak nyuruh orangnya buat ngawasin kamu..",


"Emang nggak ada kok..",


"Ada.., tapi mungkin kamu aja yang nggak tau. Tapi, nggak apa-apa...., yang penting kamu percaya sama aku..",


Sharen mengangguk.


"Kamu masuk ya, istirahat..",Nathan menyematkan satu buah ciuman pada kening Sharen.


"Kabari, kalo udah sampe ya..",


"Iya sayang..",


Nathan mengangkat wajah Sharen, sebelum dia pergi, dan....


cup...


Nathan mencuri satu buah ciuman pada bibir Sharen meskipun hanya sebuah kecupan tanpa lum*atan.


Nathan tersenyum.


"I love you..",bisiknya.


"I love you, too....",


"Kamu masuk dulu, aku baru pergi..",


"Iya..",


Dua sejoli yang baru dilanda asmara itu, masih saja mengobrol melalui sambungan video. Padahal, baru saja mereka bertemu. Ya, namanya juga lagi kasmaran, apalagi mereka baru saja jadian. Di maklumkan saja.


"Besok shift apa?",


"Shift pagi sayang...",


"Ya udah, bobo sekarang..",


"Aku masih kangen sama kamu...",


"Gombal, baru aja ketemu..


Ini udah tengah malem Nath...",


"Ya nggak apa-apa, emangnya kenapa..?",


"Kan besok kerja...",


"Kerjanya kan santai sayang..jadi pelayan itu capeknya cuma fisik aja, dibandingkan kerja di kantoran, capeknya Double...",


"Iya sih..,


kenapa pilih kerja jadi pelayan..?",


"Gabut.., waktu itu ada teman yang nawarin, ya udah ambil aja..",


"Gabutnya aneh..",


"Kan galau karena kamu..",


"Ye.., aku lagi deh..",


"Aku kesini buat lupain kamu, tapi kamu tiba-tiba muncul..",


"Aku emang mau sekolah disini...",


"Kita jodoh berarti Sha..",


"Aamiin...",


"Jadi nerusin kuliah..?",


"Mau.., kan baru cari-cari kampus..,


kecuali ada yang mau ngelamar..",


"Mulai sekarang, pikirin mau konsep pernikahan seperti apa.., mau mahar apa, mau seserahan apa..",


"Emang kamu mau nikahin aku..?",


"Pasti sayang...",


"Nath.., kalo mama kamu nggak setuju, gimana?",


"Tuh kan, ini yang aku bilang tadi, kita backstreet aja.., ya gini.., karena kamu mikir yang nggak-nggak..",


"Kalo ternyata Daddy kamu yang nggak setuju, gimana?",

__ADS_1


"Masih ada Javas buat nikahin kita..",


"Astaga sayang,


aku nggak mau kayak gitu. Orang yang aku jabat tangannya nanti saat aku ijab qobul, ya Om Rendra, bukan Javas atau yang lain. Kamu tuh mikirnya kita berjuang bareng, bukan malah nikah diam-diam..",


"Ya kalo itu satu-satunya cara, gimana?",


"Kita pasti punya jalan kok.., percaya sama aku. Kalo kamu nggak mau berjuang, nggak apa-apa, biar aku aja. Yang penting kamu tetap disamping aku..",


"Aku mau kok Nath..",


"Gitu dong..


Kamu ngantuk..? tidur gih..",


"Iya..ngantuk banget..",


Keesokan harinya.


Lagi-lagi, Sharen terlambat bangun. Bukan galau sebab memikirkan seorang Dave, tapi karena semalam dia dan Nathan mengobrol sampai larut malam.


Tapi, meskipun terlambat bangun, Sharen masih menyempatkan waktu untuk memasak sarapannya, Oatmeal.


Baru saja enak-enak menikmati sarapannya, bel berbunyi. Kesal, tapi jika tidak dibukakan, juga belnya tidak akan berhenti.


"Morning, sayang...", sapa Nathan setelah Sharen membuka pintu.


"Morning,


ini baru jam 8, tapi udah nongol disini..",


"Aku kangen, pengen banget ketemu sama kamu..",


"Hmm, ayo masuk..",


"Nggak.., disini aja..",


"Kenapa..?",


"Kita backstreet sayang.., pasti di dalam ada CCTV kan? Om Rendra pasti ngawasin kamu..",


"Kok tau kalo ada CCTV..?",


"Aku mengenal baik om Rendra.. udah hafal..",


"Iya, kamu kan orang kepercayaan Dad..",


"Kamu mau sekolah? udah siap-siap..?",


"Belum.., aku lagi sarapan...",


"Aku belum sarapan..",


"Kok bisa belum sarapan tapi udah kesini aja..?",


"Ya justru itu, aku minta makanan..",


Sharen kembali masuk ke dalam.


Ingin sekali menyusulnya, tapi Nathan menahan.


Sharen kembali dengan mangkok ditangannya.


"Itu apa..?",


"Sarapan.., makan bareng yuk..",


Mereka sarapan semangkok berdua. Duduk lesehan di depan Apartement. Sharen bergantian, menyuapi Nathan dan memasukkan sendok ke dalam mulutnya sendiri.


"Tiap pagi, aku kesini minta sarapan ya..",


"Kan masakan aku nggak enak..",


"Gitu aja ngambek...",


"Hmmmm..


Udah buka mulutnya lagi..",


"Haus sayang..",


"Jus jeruk, mau..?",


"Boleh...",


Sharen kembali masuk dan keluar dengan membawa satu gelas jus jeruk.


"Makasih sayang..",


"Mulai sekarang, aku bawain bekal ya.., kamu ambil atau aku antar ke swalayan..",


"Beneran..?",


"Iya.. tapi jangan protes sama menunya.., kalo nggak enak, tetep harus dimakan..",


"Aku suka apapun yang kamu bawain..",


"Gombal..",


"Beneran..",


"Beneran gombal..?",


"Nggak sayang..",


Depan sini, ada penghuninya nggak..?",


"Nggak tau, kayaknya nggak ada.. kalo samping sini, ada mahasiswa... Kenapa emangnya?",


"Kalo kosong, mau aku beli..",


"Buat apa..?",


"Biar selalu deket sama kamu..biar nggak digodain sama tetangga samping..",


"Nggak usah Nath, disimpen aja uangnya..",


"Nggak suka kalo dijagain sama pacar sendiri..?",


"Bukan gitu, nggak usah beli. Kalo sewa nggak apa-apa..", jawab Sharen meringis.


"Ih..gemes sama kamu...", ucapnya mencubit hidung kekasihnya.

__ADS_1


"Nathan...., ih.......


Ayo cepatan diabisin sarapannya, kamu kerja aku sekolah...", ucapnya dengan menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulut Nathan.


__ADS_2