
Javas diperkenalkan sebagai kandidat utama pengganti Rendra sebagai pemimpin Prime grup di hadapan Direksi berserta jajarannya. Tentu ini hanya formalitas saja, karena sebagian besar dari mereka adalah keluarga serta kerabat.
Tidak seperti saat di rumah tadi, Javas terlihat sudah siap untuk memikul tanggung jawab besar. Javas yang diminta untuk memberikan sambutan singkat, juga terdengar sangat lancar berbicara. Sungguh, ini diluar ekspektasi Rendra juga Sharen.
Tepuk tangan terdengar ketika Javas mengakhiri sambutannya. Diikuti oleh Aldo dan Vina yang memulai menjabat tangan Javas sebagai ucapan selamat karena sebentar lagi dia akan resmi menjabat sebagai pemimpin Prime grup.
"Selamat keponakan Tante.., semoga Prime grup berkembang pesat, dibawah pimpinan kamu ya..",
"Makasih Tante.., minta dukungan dan doanya Tan..",
"Pasti sayang..",
"Selamat Vas.., sebentar lagi gantiin Daddy.., om bangga sama kamu..",
"Terima kasih om..,
tolong bimbingannya ya om..",
Di ruang meeting hanya menyisakan Dad Rendra, Sharen serta Javas.
"Dad nggak nyangka kamu bisa berbicara selancar tadi..",
"Kejutan buat kakak Vas, ternyata kamu memang layak buat gantiin Dad..",
"Makasih Dad, Queen..",
"Jadi, anak dad..udah siap kan?",
"Siap nggak siap, harus siap kan Dad?",
"Nah..gitu.., baru laki..",
Obrolan santai mereka terhenti sejenak ketika ada suara ketukkan pintu, disusul dengan masuknya perempuan cantik paruh baya yang menggandeng anak kecil berseragam. Ya, mereka adalah Mom Aira dan si kecil Jaz.
"Selamat siang semuanya..",
"Mom...",
"Halo Dad.., kak Sha, kak Vas..",
"Halo tuyul.., udah selesai sekolahnya?",
"Udah pulang..",
"Bentar banget, kamu sekolah atau main..?",
"Sekolah bentar aja, Jaz bisa pinter apalagi kalo sekolahnya lama. Jaz pasti pinternya ngalahin pinternya kak Vas, iya kan mom..?",
"Iya sayang.., makanya Jaz rajin belajar ya, biar pinter.., kayak Kak Sha sama kak Vas..",
"Pasti mom..",
"Gimana tadi sayang, lancar?",
"Lancar mom..",
__ADS_1
"Javas the best mom.., udah kayak CEO beneran..sambutannya kayak jalan tol, lancar..",
"Oh ya..? selamat sayang..
apa mom bilang, Javas pasti bisa..",
"Iya mom.., berkat doa mommy.
Jalan Javas masih panjang..",
"Doa mommy selalu menyertai kamu..",
"Kalo liat Javas tadi, jadi inget waktu muda dulu sayang..",
"Kejam, tegas galak ya mas..",
"Mana ada, mas itu cuma cool, aslinya kan baik..",
"Iya.., suami Aira emang baik, ganteng pula..",
"Udah-udah, kalo denger mom sama Dad saling ngerayu gitu, Sharen itu jadi ngeri, beneran deh takut kalo Jaz punya adik..",
"Jaz kan emang pengen punya adik kak..",
"Enggak..!!!!", jawab Sharen dan Javas kompak.
"Udah-udah.., pabriknya mom sama Dad udah tutup, anaknya cuma kalian bertiga aja..",kata Rendra.
Eljaz langsung lesu ketika mendengar ucapan Daddynya. Harapannya untuk mempunyai adik, pupus sudah.
"Kita jadi makan diluar mas? ", tanya Aira kepada suaminya.
"Kak Sha sama kak Vas, mau ikut?", tanya mom Aira.
"Boleh mom..",
"Vas boleh ngajak Mine, nggak?",
"Boleh.., ajak aja sayang..",
"Sha juga mau ngajarin Bian?",
"Nggak deh mom, kak Biannya lagi ada kerjaan..
Mau makan dimana kita?",
"Dimana aja, tapi mommy belum boleh makan yang aneh-aneh.., kita ke resto masakan asli Indonesia aja ya..",
"Oke dad.., mau Sharen pesenin tempatnya nggak?",
"Boleh Sha..",
"Kak Javas..,Jaz pengen naik mobil merah dong..",
"Oke ayo..",
__ADS_1
Aira memeriksa tasnya berulang kali, namun belum menemukan sesuatu yang dia cari. Rendra memperhatikan istrinya yang terlihat kebingungan.
"Kenapa sayang? cari apa?",
"Mas.., Aira lupa bawa obat. Padahal perasaan udah dimasukkin ke tas..",
"Coba tanya sus.."
"Nggak..nggak.., tadi Aira yang nyiapin sendiri..",
"Mau muter balik ke rumah dulu?"
"Nggak usah mas..kasian anak-anak kalo nunggu.."
"Terus? kamu nggak minum obat?",
"Aira minta tolong dokter Kinara aja nganter ke resto..",
"Ya udah, coba kamu hubungi dokter Kinara..",
Javas berada di pintu luar resto untuk menunggu kekasihnya datang. Javas tidak menjemput Yasmine, karena kebetulan dia juga sedang berada di luar. Bukannya Yasmine yang datang, malah dokter Kinara. Javas agak sedikit heran dengan kedatangannya.
"Dokter kok kesini, ada apa?",
"Ini mas..,obat ibu Aira ketinggalan..ada obat yang nggak boleh di skip minum..,",
"Oh..",
"Maaf mas, saya bisa minta tolong? bisa nggak kalo obatnya saya titipin ke mas Javas aja..?",
"Ada obat penting yang diperlukan mom kan? kenapa nggak dikasihin langsung aja biar cepet. Dokter kan yang disuruh, kenapa malah nyuruh saya?"
Astaga, orang ini kenapa sih.., galak banget.
"Kalo gitu, saya permisi mas..",
"Eh tunggu..",
Kinara menghentikkan langkahnya.
"Iya mas.., kenapa?",
"Udah tau mommy di meja mana?",
" Sudah, tadi ibu Aira udah chat saya..",
"Oke kalo gitu..",
Berinteraksi dengan Javas ternyata membutuhkan skill yang luar biasa. Apa itu? Mengeluarkan stok kesabaran untuk menghadapi orang sedingin kutub Utara. Ya, tentu saja sikap Javas itu hanya berlaku untuk Kinara.
"Bu Aira.., ini obatnya..",
"Makasih dok.., ayo sekalian duduk. Kita makan sama-sama ya..",
"Maaf Bu, saya langsung pulang aja. Kasian drivernya nunggu..",
__ADS_1
"Tadi pake Driver siapa? Pake Udin ya? biar saya telepon biar dia ikut makan juga sama driver yang lain.., ayo dokter duduk dulu..",
( lanjut besok ya..)