Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
L D R


__ADS_3

Sharen banyak menghabiskan waktu bersama dengan Nathan di dalam Apartement yang disewa oleh Nathan. Memasak, makan, nonton TV, Sharen lakukan disana. Mereka sama-sama sudah dewasa, laki-laki dan perempuan sering menghabiskan waktu bersama di dalam Apartement, tapi keduanya masih mempunyai batasan. Tidak melakukan hal lebih dari kissing. Seperti tidak mungkin ya? Tapi, kenyataannya begitu. Nathan bisa saja melakukan lebih dari itu, apalagi saat ini Sharen sedang bucin-bucinnya. Tapi, Nathan adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Dia tidak mau mengecewakan keluarga Sharen dan keluarganya sendiri. Ya, meskipun melakukan kontak fisik, tapi masih dalam tahap yang wajar.


"Emangnya, semua perempuan suka nonton Drakor ya sayang..?", tanya Nathan yang ikut menonton Drakor yang sedang ditonton oleh kekasihnya.


"Hmmm.., nggak tau. Tapi, aku suka aja.., liat oppa-oppa ganteng..",


"Calon suami kamu, kurang ganteng..?",


"Ya nggak gitu.., kamu kan real nih. Mereka kan cuma di TV aja.., cuma sekedar liat. Kalo kamu kan bisa disentuh, bisa diajak ngobrol, bisa dimiliki juga. Mereka nggak..",


"Pinter banget ngerayu aku..",


Sharen yang tidur di pangkuan Nathan, langsung terbangun begitu ponselnya berbunyi. Adik iparnya memanggilnya melalui sambungan video.


"Kenapa sih..?",


"Ini Kinara video call..., bentar ya..",


Sebelum menerimanya, Sharen merapikan rambutnya.


"Halo Na...",


"Halo mbak.., lagi apa..? ganggu nggak..?",


"Lagi nonton TV..,


ada apa..?",


"Hmmm mau ngucapin terima kasih, kiriman dari Aussie udah Na terima mbak.."


"Oh udah ya..


Iya..sama-sama Na..",


Beberapa waktu yang lalu, Sharen memang mengirimkan barang untuk Zee, berbarengan saat mengirimkan paket untuk mommy yang berisi kado untuk Tante Farah.


"Mau liat nggak? udah dipake mbak..lucu banget..",


"Iya..mana Ze.., kakak kangen..."



"Duh..gantengnya keponakan aunty.., gemes..bajunya pas ya Na.., ih cocok banget dipakenya..",


"Iya mbak, pas..pantes banget dipakenya.."


"Itu udah bisa duduk Na? Ze masih 3 bulan kan?",


"Belum bisa mbak, itu kan dijepit sama bantal..",


"Na.., kalo jatuh gimana?",


"Kan Kina awasin mbak..",


"Ponakan aunty udah bisa apa? ",


"Ooooo...", oceh Ze.


"Oooo..udah bisa bilang gitu ya ganteng..,tambah gemoy ya kamu.."


"Iya mbak, apalagi sekarang dibantu sama susu formula...,


jadi makin berisi badannya..",


"Bulan depan, aunty pulang, kita jalan-jalan ya ganteng...",


"Iya aunty..


Hmmm..mbak Sharen ada dimana? ini bukan Apartement mbak kan?",


"Hehe emang nggak..


Nih lagi disini..", Sharen mengarahkan ponselnya ke arah Nathan.


Kinara menutup mulutnya saking kagetnya.


"Mas Nathan ya mbak..?",


"Halo dok..,


gimana kabarnya..?",


"Baik mas...


Mas Nathan di Aussie juga..?",


"Iya..,


Nggak sengaja ketemu dia disini.."


"Alhamdulillah, Na ikut lega..., jadi disana mbak Sharen ada yang jagain, yang ngelindungin..",


"Pasti dok..",


"Na.., jangan bilang-bilang ke Javas atau lainnya ya? Javas nggak ada disitu kan?",


"Nggak mbak, mas Javas lagi nge-gym..


Emangnya kenapa mbak..?",


"Aku sama Nathan masih backstreet..",


"Backstreet?


Mbak Sharen sama Mas Nathan udah jadian..?",


Sharen mengangguk...


"Alhamdulillah...


Langgeng ya mbak..",ucap Kinara sumringah.


"Doain lancar ya Na..",


"Pasti mbak..

__ADS_1


Eehh...ehhh...",


Terdengar Ze menangis.


"Kenapa Na..?",


"Hehe ini Ze tiba-tiba tumbang mbak,


dia kaget.., kan dia emang belum bisa duduk..,


Cup cup sayang...",


"Ya udah Na, ditenangin dulu aja Zee nya ya..",


"Iya mbak..


Bye aunty...",


Selain Tama, Kinara adalah salah satu tim Sharen Nathan. Dia yang selalu mengingatkan Sharen dengan usaha yang Nathan lakukan untuk mendapatkannya. Sayangnya, memang dulu Sharen bebal.


Keduanya sudah menghabiskan sarapan berdua. Seperti biasa, Sharen memasak dan makan di Apartement Nathan. Kini, keduanya siap untuk melakukan aktivitasnya masing-masing.


"Kalo ada pelangan cantik, jangan diliatin terus ya. Dijaga tuh matanya..",


"Terus kalo nggak diliatin? gimana? aku kan pelayan, Sha..",


"Pokoknya jangan macem-macem..",


"Iya-iya sayang..,


nggak kok.., cuma cinta sama kamu..",


"Siapa..?",


"Aku cuma cintanya sama kamu..",


"Harus...


Ya udah, aku berangkat dulu ya..",


"Iya..hati-hati.


Kalo ada yang gangguin di jalan, teriak kenceng ya...",


"Heem..,


Jangan lupa... ini..", tunjuk Sharen pada keningnya sendiri.


Nathan mendekat, dia menyematkan satu kecupan sebelum keduanya berpisah.


"I love you, sayangku...",


"I love you, too..


Bye...",


Sharen berdoa di dalam hatinya ketika gurunya membacakan lima nama murid yang ikut ke acara fashion show yang diadakan di kota Perth. Semoga dirinya tidak menjadi salah satu murid yang ditunjuk sebagai perwakilan dari sekolahnya.


"Bianca


Maria


Ansley...


and the last... Sharen..",


Sharen menurunkan bahunya ketika mendengar namanya disebut.


"Maaf Miss, bisa nama saya dicoret saja..?",tanya Sharen dengan mengangkat tangannya.


"No..,


perwakilan berasal dari murid yang mempunyai nilai bagus, dan salah satunya kamu..


Oke..sekarang kita latihan catwalk.


Kalian harus menampilkan kemampuan terbaik, jangan mempermalukan sekolah kita..",


Seharusnya senang dan bangga menjadi salah satu murid yang ditunjuk. Apalagi, acaranya masuk dalam kategori acara fashion show taraf internasional.


"Padahal aku udah nolak Nath, tapi nggak boleh mundur...",


"Kenapa mundur? kan ini kesempatan bagus buat kamu. Kalo kita udah nikah, aku udah larang kamu jadi model loh...",


"Aku di Perth selama seminggu, besok aku terbang. Seminggu kita nggak ketemu, kamu nggak kangen sama aku..?",


"Oh.., jadi karena itu kamu males-malesan? karena kita LDR-an, iya..?",


Sharen mengangguk.


"Nggak apa-apa sayang, kan cuma seminggu aja. Nanti kalo udah nikah juga kita bareng-bareng terus kan? sabar ya..",


"Kalo kamu macem-macem, disini gimana? nanti kalo Lila deketin kamu lagi, gimana?",


"Lila lagi...


Seribu Lila pun aku tolak, cuma karena kamu sayang...",


"Bener ya, jangan aneh-aneh disini.., aku aduin Daddy beneran kalo kamu sampe nyakitin aku..",


"Dapetin kamu aja, butuh bertahun-tahun berjuang Sha, masa iya aku sia-siain gitu aja..?",


Mood Sharen adalah Nathan. Suasana hatinya akhir-akhir ini menjadi happy. Wajahnya saja terlihat sangat segar. Tapi, jika Sharen dan Nathan sedang berselisih paham, mood Sharen langsung acak-acakan. Tapi, untungnya tidak berlangsung lama karena mereka selalu menyelesaikan masalah dengan cepat tanpa menundanya.


Nathan berkesempatan mengantar Sharen ke sekolahnya. Sharen berangkat bersama - sama dengan guru dan temannya yang lain.


"Hati-hati ya, nanti sampai disana langsung telepon..",


"Iya Nath..


pasti jadi kangen banget sama kamu...",


"Aku juga bakalan kangen sama kamu...",


"Aku pergi dulu ya..

__ADS_1


bye..",


"Bye sayang...",


Sharen masuk ke dalam bis, dengan melambaikan tangannya ada kekasihnya.


"Itu pacar kamu..?",


"Iya..",


"Ganteng banget..",


"Iya, itu pacar aku..",


"Iya aku tau, aku cuma muji aja.


Orang indo juga ya?",


"Iya.., sama kayak aku..


dia teman dari kecil..",


"Oh.., gitu..",


Sharen memang galak, jika ada perempuan yang coba-coba mendekati Nathan. Padahal, temannya hanya menanyakan siapa Nathan ,dan memuji wajahnya. Tapi, respon Sharen sudah seperti seolah-oleh Nathan akan direbut. Benar-benar bucin.


"Gimana sayang..?",


"Tempatnya enak sih Nath..


disini banyak supermodel...",


"Wah....seneng dong..,


berarti bagus sayang.., berarti kamu layak disandingkan sama mereka..",


"Hmmm.., tapi disini nggak ada kamu..",


"Cuma sebentar aja kan LDR-annya..",


"Iya.."


"Sayang, bisa nggak aku minta sama kamu..?",


"Apa..?",


"Pilih bajunya jangan yang terbuka ya..? Boleh? Bisa nggak minta yang kamu peragain nanti itu yang tertutup. Ya minimal itu gunung kembarnya nya jangan diliatin.., bawahannya juga, minimal di atas lutut pas.


Bisa minta kayak gitu?"


"Sejam lagi aku fitting. Nanti aku minta kayak gitu ya..",


"Harus bisa diusahain ya, kalo udah dipake, kirimin ke aku..",


"Iya Nath..",


Nathan lega, setelah melihat baju yang diperagakan Sharen adalah dress panjang tertutup dengan lengan putung. Seperti dress pada umumnya, hanya saja nanti kata Sharen dia akan di make up sedikit bold. Ya, tak apalah terlihat galak, yang penting jangan terlihat terlalu seksi.


Beruntungnya Sharen mempunyai pacar seperti Nathan yang multiperan. Dia bisa diajak bicara sebagai pacar, teman, kakak juga sebagai saudara.


"Capek banget..",


"Dihapus make upnya tebel banget itu eyeshadow ya udah kayak nyi Blorong aja..",


"Jelek ya Nath..",


"Tetep cantik, tapi jadi tegas gitu..,aku nggak suka aja..",


"Iya ini dihapus loh..",


"Balik ke Sydney, kapan sayang..?",


"Besok masih ada gala dinner, berarti lusa Nath.., kangen ya?",


"Banget..,


kamu nggak kangen sama aku..?",


"Kangen juga, tapi mau gimana lagi..?",


"Ya udah..nggak apa-apa.., bentar lagi ketemu kan..?",


"Iya..


Nath..aku ngantuk..",


"Tidur sayang...",


"Oke..,


kamu juga ya..",


"Iya.., good night..",


Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Sharen kembali ke Sydney setelah seminggu lamanya berada jauh dengan Nathan.


Dengan menyeret kopernya, Sharen berjalan cepat tidak sabar untuk kembali bertemu dengan kekasihnya. Kebetulan, Nathan juga baru pulang bekerja, dan hendak masuk ke dalam Apartementnya.


"Nath....",


Sharen berlari, menghampiri Nathan yang berdiri di depan pintunya. Nathan membuka tangannya untuk menyambut kekasihnya.


"Aku pulang...", ucap Sharen yang langsung memeluk erat Nathan.


"Kangen nggak..?",


"Kangen banget...",


Keduanya berciuman dengan tempo cepat dengan saling membalas. Ciuman yang mereka lakukan penuh nafsu, mungkin karena berhari-hari tidak bertemu. Tangan Nathan bahkan sampai menyusup ke dalam kemeja yang Sharen kenakan. Sharen dan Nathan bahkan tidak peduli berada dimana mereka saat ini. Mungkin juga tidak peduli jika ada yang melihat, keduanya hanya ingin menumpahkan kerinduannya.


"Nathan...!!!


Sharen....!!!!",


Sharen dan Nathan menghentikkan aktivitasnya, ketika mendengar suara tegas menyebutkan nama mereka.

__ADS_1


__ADS_2