
Semalam, Sharen kembali bertengkar dengan Bian yang merasa tidak terima karena menganggap Sharen memutuskan hubungan sepihak. Bian meminta untuk kembali kepada Sharen. Bian merasa jika rasa cemburunya adalah sesuatu yang sangat wajar. Tapi, bagi Sharen ini bukanlah untuk yang pertama kalinya, bahkan sudah berulang-ulang terjadi kepada mereka. Bukannya sama-sama instropeksi diri, tapi mereka malah kembali bersitegang. Sharen yang ingin mendapatkan ketenangan justru dibuat gondok oleh sikap Bian. Dan, akhirnya Sharen memilih untuk tetap sendiri.
Ini adalah hari pertamanya tanpa Bian, sekaligus hari keduanya bekerja tanpa Nathan. Sharen yang biasanya ramah menyapa karyawan Prime, hanya menundukkan kepalanya ketika memasuki kantor. Sesekali menganggukkan kepalanya ketika ada karyawan yang memberinya salam. Itupun, tanpa melihat wajahnya.
Sharen masuk ke dalam ruangannya. Sharen sedikit dikejutkan oleh Tama yang sudah berada di dalam.
"Tam..",
"Hai.., tumben jam segini udah dateng..",
"Iya.., suntuk di rumah, mending kerja.
Bunga ini?",
Sharen memegang setangkai bunga mawar yang berada di atas mejanya. Dia melihat Tama yang seperti salah tingkah.
"Ini dari kamu?",
"Bukan..",
"Secret admirerku itu beneran kamu?",
"Bukan dari aku.., tuh baca sendiri.
Dari your love, Bian..",
"Ckckck..",
"Baru berantem?",
"Iya..",
"Udah biasa.., namanya juga orang pacaran..",
"Siapa yang pacaran?",
"Kamu sama Bian lah, siapa lagi? masa aku sama kamu? kalo kamu mau sih nggak apa-apa..",
"Nggak..
udah putus..",
"Hah? putus? serius?",
"Iya.., bosen aku..",
"Bosen..? jangan-jangan kamu selingkuh ya?",
"Enak aja..,
Aku bosen berantemnya masalahnya sama. Itu-itu terus.., mending jomblo aja kan? Liburan.., siapa tau nanti dapet bule..",
"Nggak niat balikan? ",
"Saat ini belum.., padahal nyesek aku.., udah sayang banget sama dia.., tapi gitu..",
"Nggak usah galau mending sarapan dulu tuh.., dikirimin sama secret admirer..",
"Kok tau aku belum sarapan?",
"Udah dibilangin itu aku..",
"Hmmmm.., boong banget..
Ini tadi makanannya dianter Abang go food lagi?",
"Iya.., dititipin resepsionis..",
"Tam.., aku hari ini ada schedule apa?",
"Nggak ada.., kenapa?",
"Abis makan siang nanti aku nggak balik.., mau gantian ke butik..",
"Oke..,
aku handle kerjaan yang ada disini..",
"Makasih tam..",
"Sama-sama cantik..",
"Gombal banget..",
"Abis makan, file yang ada dimeja tanda tangani ya Sha..",
"Oke..",
Sharen masuk ke dalam ruangan Javas, dia kira adiknya tidak dikantor. Tapi, Javas terlihat sangat serius melihat layar laptop yang ada didepannya.
"Pagi pak..",
"Pagi..", Javas melihat ke arah Sha, lalu kembali ke laptop, lalu kembali memandangi Sha.
"Queen.., aku kira siapa..
Duduk kak..",
"Makasih..",
"Aku nggak suka dipanggil bapak.., aku masih muda..",
"Iya-iya mas Presdir..",
__ADS_1
"Butuh tanda tangan?",
"Iya..",
Sharen mengamati wajah Javas yang sama sekali tidak menunjukkan kesedihan meskipun saat ini dia LDR dengan Mine.
"Udah..,
ada lagi Queen?",
"Kamu kok keliatan ganteng banget.."
"Hah? baru tau? kemana aja?
baru sadar? selama ini pingsan?",
"Andai aja kamu bukan adik kakak.., udah kakak gebet..",
"Dasar buayawati..",
"Kakak jomblo nih..",
"Putus?",
"Iya..",
"Serius?"
"Serius..."
"Bian selingkuh? atau kamu selingkuh? nggak mungkin putus karena nggak direstui kan?",
"Biasalah.., berantem.., cemburu kok sama Nathan..",
"Nathan? lah emang kenapa sama kalian..?",
"Gara-gara waktu kakak jemput Oma, iseng nyamperin Nathan. Dikiranya kakak boong..",
"Udah dijelasin?",
"Udah.., tapi kakak terlanjur kecewa udah dikatain boong..",
"Kalo aku liat kakak sama Nathan emang Deket banget sih, wajar dia cemburu..",
"Kak Bian sama kak Gladys juga, gimana? ",
"Nah itu juga..,
ribet ya kalo punya sahabat lawan jenis..",
"Mine gimana kabarnya?",
"Baik..",
"Ya namanya juga LDR beda negara, beda waktu, pasti nggak selancar kalo disini kak..tapi its oke nggak apa-apa.., dia kan disana kuliah..",
"Iya sih..
Kakak abis makan siang ke butik ya Vas.., nggak balik lagi..",
"Ya sama..,
Javas abis ini mau ke bengkel..",
"Dad ke kantor..?",
"Ada di ruangannya, lagi sama Om Aldo sama Mami Vina.."
"Kakak keluar dulu Vas..",
"Oke..",
Sebelum menuju butik Sharen memutuskan untuk pergi ke Cafe. Sebuah tempat yang menjadi favoritnya ketika suasana hati sedang tidak menentu. Cafe milik Nathan, adalah tujuannya.
Ketika baru saja duduk ditempatnya, Sharen langsung dihampiri oleh waitress Cafe yang memang sudah mengenalnya.
"Siang mbak Sharen..",
"Siang...",
"Bentar ya mbak..",
Suasana siang itu memang terlihat rame oleh para pengunjung yang juga ingin menikmafi makan siangnya.
"Silahkan mbak..",
Tanpa bertanya pesanan apa yang ingin Sharen pesan , waitress Cafe langsung meletakkan minuman serta makanan untuknya. Dua menu di Cafe ini memang tidak boleh ketinggalan dinikmati jika Sharen berkunjung.
"Kan aku belum bilang mau pesen ini..",
"Mbak Sharen kan biasanya pesen ini.., bener kan?",
"Sampe hafal ya mbak..",
"Iya mbak,
Ada tambahan lagi mbak?",
"Udah cukup, aku lagi diet..",
"Badan udah bagus kok diet mbak..",
"Hahaha.., biar tambah oke lah mbak..
__ADS_1
Mbak makasih ya..",ucap Sha ramah.
"Sama-sama mbak
Satu buah latte machiato serta waffle yang menjadi temannya siang itu.
"Di dalam keramaian aku masih merasa sepi ", sebuah lirik yang menggambarkan perasaannya saat ini. Andai saja ada Nathan, mungkin Sharen bisa berkeluh kesah dengannya.
Sharen yang sedang asyik menikmati kesendiriannya, tiba-tiba dihampiri oleh seseorang.
"Kak Sharen..",
Sharen mendongak, ternyata dia adalah Luna. Salah satu penyebab kandasnya hubungannya dengan Bian.
"Lun..",
Sharen yang memang sedikit kesal hanya menyapanya, tidak ingin basa-basi menawarkan tempat duduk kepada Luna.
"Kak, Luna boleh duduk nggak?", tanyanya seperti sedikit ragu.
"Oh.., silahkan..", jawabnya lagi-lagi singkat.
"Kak Sha sama Kak Bi.., putus ya?",
"Iya..",
"Maaf kak, Luna nggak maksud apa-apa..",
"Nggak apa-apa.., dari dulu juga gitu kan?",
"Kak.., bukan gitu kak..",
"Aku sama Nathan udah Deket, jauh sebelum aku pacaran sama kak Bian.., Nathan juga udah sahabatan sama aku, jauh sebelum kamu jadian sama dia. Aku juga sedikit shock waktu tau kalian berhubungan. Dan lebih nggak nyangka lagi kalo kamu sama kak Bian selalu mempermasalahkan kedekatanku sama Nathan..",
"Iya Luna akuin cemburu.. tapi cuma sebatas itu kak.., nggak ada niat buat jadi penyebab putusnya kak Sha sama kak Bi.."
"Aku juga sebenarnya nggak niat kok putus sama kak Bian.."
"Mau balikkan kan kak?",
"Saat ini belum..,
Aku masih pengen sendiri..aku bosen masalahnya gitu terus..",
"Kasian kak Bian, dia sedih banget..",
"Aku juga sedih, karena kak Bian ternyata nggak percaya sama aku..",
"Kak Bi percaya sama kakak..",
"Kamu juga sering bilang sama Nathan kamu keberatan sama hubunganku sama dia kan?",
"Ya.., tapi kak Nathan selalu kasih pengertian sama Luna..",
"Seharusnya kalian percaya sama pasangan masing-masing. Masih untung kamu Lun, Nathan orang sabar, dia santai kalo kamu curiga terus sama dia..",
"Iya kak..,
Mau balikkan ya kak?",
"Kenapa?Bian suruh kamu bilang sama aku?",
"Nggak kak.., tapi aku kasian sama kak Bian..",
"Kalo memang aku sama kak Bian jodoh, pasti ada jalannya kok..
Percaya sama pasangan itu penting Lun, itu pondasi sebuah hubungan. Aku juga tau kalo kak Bian berteman dekat sama kak Gladys, tapi aku nggak pernah permasalahin itu, karena tau kalo mereka udah berteman, bahkan saat aku masih ada diperutnya mommy.."
Luna akhirnya menyerah, bujuk rayunya ternyata tidak mempan. Sha masih bersikukuh dengan keputusannya untuk mengakhiri hubungannya dengan Bian.
"Nathan gimana kabarnya..?",
"Kak Sha nggak pernah chat , atau telepon?",
"Nggak sama sekali..",
"Kenapa?",
"Takut kamu cemburu..", ucapnya. Sebenarnya Queen hanya asal bicara, karena alasan utamanya bukan itu. Queen hanya ingin membiasakan diri tanpa ada Nathan.
"Kak.., jangan gitu dong..",
"Lun.., kakak duluan ya..,
mau ke butik dulu..",
Sharen akhirnya pergi meninggalkan Luna. Marah? tidak sama sekali. Sharen memang ingin sesegara mungkin sampai dibutiknya karena ada klien yang ingin bertemu dengannya.
"Mbak.., berapa?",
"Udah lunas mbak..",
"Lunas? dibayar sama Luna ya?",
"Bukan.., mas Nathan yang bayar..",
"Nathan? dia kan nggak disini, dia pulang?", tanyanya serius.
"Bukan mbak.., tapi sebelum pergi mas Nathan berpesan. Kalo mbak Sharen kesini, kapanpun, apapun yang mbak pesan, mas Nathan bilang nggak usah bayar, semuanya free.., buat ganti karena Mas Nathan nggak bisa nemenin mbak Sharen di sini.."
"Oh gitu ya..,
makasih ya mbak..",
__ADS_1
"Bahkan saat kamu jauh, kamu masih inget gimana aku disini, tanpa kamu Nath..", batinnya dalam hati.