Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Jodoh Nggak Kemana


__ADS_3

Hari pertama bekerja tanpa ada Nathan yang membantunya. Meskipun sudah ada Tama sebagai pengganti Nathan, tetap rasanya berbeda.


"Kamu masih komunikasi sama temen-temen SMA kita, Tam?",


"Nggak.., cuma sama Nathan aja sih..",


"Kamu punya pacar nggak?"


"Kenapa tanya-tanya?",


"Ya cuma tanya aja.


Apa kamu masih sama Citra?",


"Kira-kira, kamu suka sama aku nggak Sha?",


"Suka sebagai apa nih?"


"Cowok.."


"Suka.., kamu baik..",


"Kalo sebagai pacar..?",


"Aku udah punya pacar..",


"Yah.., nggak ada kesempatan dong..",


"Nggak lah.., gini-gini.., aku setia tau..",


"Yayaya.., percaya deh..",


"Tam.., kamu tau nggak siapa secret admirer yang suka ngirim bunga, makanan buat aku..",


"Emang siapa Sha?",


"Jangan-jangan kamu ya Tam..,


dari dulu kan kamu ngefans sama aku..",


"Bisa jadi Sha..,


kamu kan tau sendiri, aku orangnya nggak gampang nyerah, pantang mundur..",


"Kamu kapan seriusnya?",


"Kalo kamu mau diseriusin, bulan depan aku lamar deh..",


"Bodo ah.., capek ngomong sama kamu..",


"Kalo ngambek, tambah cantik loh Sha..",


"Emang aku cantik..",


"Makanya aku suka.., dari dulu..",


Sharen enggan lagi menanggapi ucapan Tama. Baginya, hanya omong kosong belaka. Tama ternyata masih masih seperti dulu, suka banyol.


"Kamu belum jawab pertanyaanku loh Tam..",


"Pertanyaan yang mana?",


"Masih sama Citra?",


"Nggak.., kan lagi sama kamu nih?",


"Alah..terserah kamu lah..",


"Abis ini meeting sama pak Rendra ya Sha..",


"Oh.., Daddy jadi ke kantor ya hari ini..",


"Tadi di rumah nggak ngobrol, emangnya?",


"Ngobrol, tapi aku kira cuma Javas aja yang ke kantor..",


"Iya.. Javas nanti juga ada..",


"Meeting jam berapa?",


"Jam 2 siang, setelah makan siang..",


"Oke..",


"Sha.., bentar lagi kamu mau liburan ya?",


"Ya.., sebulan liburan.., kamu magata tuh..",


"Magata? apaan tuh?",


"Makan gaji buta..",


"Aku ikut aja Sha..",


"Enak aja.., nggak ya..",

__ADS_1


Ini adalah perdana meeting bersama Presdir serta calon kandidat Presdir. Rendra sudah kembali aktif bekerja di kantor.


Tidak seperti sebelumnya yang terlihat sangat galau. Javas tampak serius mengikuti jalannya meeting, sesekali dia juga menyampaikan pendapat serta memberikan sanggahan. Javas terlihat sangat mirip dengan Rendra saat muda dulu.


"Keren banget sih, adiknya kak Sha..", puji Sharen kepada adiknya ketika mereka keluar dari ruang meeting.


"Ini kan gara-gara kamu Queen, coba aja kamu mau gantiin Dad, aku nggak usah susah payah belajar kayak gini..",


"Buktinya, kamu bisa kan? pinter deh adiknya kakak..",


"Hmmmm..",


"Mine udah sampe?",


"Udah daritadi..


emangnya kakak nggak tanya sama Nathan?",


"Nggak lah..",


"Nggak kangen..?",


"Hah? kalo kak Bian yang pergi, kamu tanya gitu wajar. Ini.., Nathan..",


"Ya kenapa? biasanya kakak kan barengan.., sekarang ditinggal..",


"Nggak apa-apa.., bertahun-tahun kan udah bareng..",


"Abis ini mau pulang? bareng yok.., naik mobil mahal..",


"Ogah...,


kakak mau pacaran dulu..",


"Dad sama mom kerumah om Revan.., pada ngumpul disana.., nyusul ya nanti kak..",


"Iya.., Mom tadi udah bilang.., kakak nanti nyusul..",


"Javas duluan ya.., sampai ketemu nanti..",


"Oke.., hati-hati Vas..",


Bertemu Bian di Cafe favorit mereka. Dengan wajah berseri, Sharen menyapa kekasihnya.


"Halo sayang..",


"Hei.., duduk..", jawab Bian.


Sharen langsung menetralkan senyumnya ketika melihat wajah Bian yang terlihat tidak mengenakkan. Padahal, saat di chat tadi terlihat baik-baik saja.


"Tadi malem kamu ke bandara? katanya nggak? kamu bohong..",


"Oh gara-gara itu.., kak Bian marah?",


"Menurut kamu?",


"Marah..",


"Syukur kalo kamu ngerti..",


Bukannya merasa bersalah, Sharen malah terlihat terpancing emosinya.


"Seharusnya kakak tanya dulu, kenapa tiba-tiba aku ke bandara..",


"Karena kamu mau nganterin sahabat kamu itu kan? Aku kan udah bilang dari awal, aku nggak masalah kamu nganterin Nathan, malahan aku anter. Tapi, kamu nolak dengan alasan kamu capek..",


"Emang aku capek..",


"Tapi, demi Nathan.., kamu lawan rasa capek kamu, iya kan?",


"Oh.., kak Bian cemburu?",


"Aku cuma nggak suka aja kalo kamu bohong..",


"Kakak udah 2x loh ngatain aku bohong..",


"Faktanya, kayak gitu kan Sha..",


"Kenapa sih? kamu selalu telan mentah-mentah apa yang dibilang sama Luna? kenapa kamu nggak tanya sama aku dulu, bener apa nggak?",


"Ya.., tapi bener kan kamu semalem emang ke bandara..?",


"Iya..bener..",


"Berarti Luna bener kan?",


"Luna emang adik kamu.., tapi aku pacar kamu, seharusnya kamu juga percaya sama aku..",


"Aku percaya sama kamu..",


"Maunya apa sih kak? ",


"Aku nggak suka, dikit-dikit..kamu minta putus..",


"Loh.., siapa yang minta putus sih? emang ada kata-kata itu?",

__ADS_1


"Lah itu, barusan?",


"Oke.., aku jelasin ya..


Semalem, aku emang nggak ada niat buat ke bandara, ikut nganter Nathan atau Mine. Tapi, aku jemput Oma, Om Revan sama Tante Fafa yang baru balik dari Spore. Oma minta dijemput sama cucu-cucunya, lengkap tanpa terkecuali..,termasuk aku. Nggak tau kenapa permintaan Oma nggak kayak biasanya. Aku nggak mungkin , nggak dateng. Aku nunggu Oma landing, tapi sebelum itu aku iseng nyamperin Nathan, aku kira dia udah take off. Ternyata belum.., aku salah karena nggak cerita sama kamu, karena aku pikir Luna pasti udah cerita. Sebenernya aku pengen cerita sekarang, tapi ternyata Luna udah cerita duluan kan?",


"Aku minta maaf.."


"Nggak perlu, kak Bian nggak salah.


Tapi, aku udah bosen.., masalah kita dari dulu itu sama. Kamu lebih percaya sama Luna daripada sama aku. Kak Bian sama Luna sama-sama cemburu. Padahal, aku sama Nathan emang dari kecil sudah sama-sama, bahkan sebelum aku atau Nathan kenal sama kamu, kenal sama Luna.."


"Sorry sayang.., aku terlalu takut kehilangan kamu..",


"Kita putus..!!",


ucapnya langsung berdiri meninggalkan Bian.


"Sayang..",


"Lepasin kak.., semuanya selesai.."


"Kamu egois Sha.., kamu nggak pernah ngerti perasaanku yang cemburu tiap kali liat kamu sama Nathan, liat kalian tiap hari bersama...",


"Aku sama Nathan cuma sahabat, nggak lebih.."


"Nggak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan tanpa ada rasa Sha.., kamu inget itu..",


"Kakak nggak ngaca? terus kakak selama ini sama kak Gladys? apa? sahabatan apa pacaran? berarti kalian ada rasa? gitu..",


"Sha..",


"Kita putus..", ucapnya yang langsung melenggang pergi, tanpa mempedulikan Bian yang berusaha mencegahnya.


Tidak ada air mata yang keluar. Sharen yang emosi langsung memacu mobilnya dengan kencang. Skillnya jangan ditanya, dia juga tak kalah handalnya seperti Javas jika berada di jalanan.


Semua anggota keluarga berkumpul di rumah Revan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keadaan oma Widya, beliau dalam keadaan stabil. Namun, memang ingin melihat anak, menantu dan cucunya berkumpul. Mungkin, karena akhir-akhir ini mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


Sebagai seorang ibu, Aira peka dengan kondisi putrinya yang terlihat sangat berbeda. Murung, tidak ceria seperti biasa.


"Anak mommy kenapa? kok diem aja dari tadi. Biasanya godain si Ray?"


"Sha sama kak Bian putus..",


"Putus? kenapa?",


"Sha capek mom, bosen..


Kak Bian selalu aja cemburu sama Nathan, masalahnya, itu terus.."


"Bukannya Bian selama ini sangat pengertian sama kamu?",


"Iya.., dia dewasa. Tapi, Sharen nggak suka dicemburui mom, apalagi sama Nathan. Sharen aja nggak pernah cemburu kalo Kak Bian deket sama Kak Gladys..",


"Perlu mommy ngomong sama Bian?",


"Nggak perlu mom.., kalo jodoh nggak kemana..",


"Tapi, kalian pacaran udah lama. Nggak sayang? nanti ketemu sama orang baru, mulai dari 0 lagi.., mending yang sekarang aja, diperbaiki Sha..",


"Nggak mom.., gini dulu aja..",


"Nggak usah sedih ya.., nanti juga rukun lagi kok..",


"Jangan bilang sama Dad ya mom..",


"Kenapa?",


"Ribet nanti..",


"Daddy selalu dukung kamu, sama siapapun itu, asalkan kamu bahagia..",


"Iya, takutnya nanti panjang urusannya mom.., mommy kan tau sendiri Daddy kayak apa?",


"Tau.., nanti juga Daddy tau sendiri kok..,


Mau diambilin makanan nggak?",


"Makasih mom.., Sha ambil sendiri aja..",


"Mommy balik ke dalem ya? Javas minta disuapin..",


"Javas..?",


"Eh maksud mommy Jaz..",


"Sama anak sendiri, lupa nama..",


"Daddy sih.., ngasih namanya mirip..",


"Mommy sih, nggak bangun-bangun..",


"Bisa aja kamu..,


udah nggak usah menyendiri gitu, nanti keinget sama Bian..",

__ADS_1


"Iya.., bentar lagi masuk mom..",


__ADS_2