MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
HAPPY BIRTHDAY TWINS W, B, VIRA


__ADS_3

Acara ulang tahun twins W twins B juga Vira di rayakan sangat meriah, Bima memeluk pundak Reva sambil tersenyum bahagia. Ulang tahun putri Prasetya, juga putra putri Bramasta di sambut oleh banyaknya tamu undangan, Rama Viana, Jum Bisma, Reva Bima sibuk menyambut tamu dari berbagai golongan.


Bahkan sahabat Bisma dari LN semuanya datang, rekan kerja Bima baik dalam dan luar negeri juga datang, tamu Rama dari berbagai kalangan juga turut menyambut hari bahagia.


Warga kampung Jum juga datang, keluarga besar Reva, dan Viana, seluruh karyawan VCLO juga hadir. Lisa sebagai pemimpin baru VCLO turun langsung untuk menyambut kebahagiaan keluarga dua pemimpin VCLO.


Melihat tamu yang hampir tidak ada habisnya, Wildan berjalan duduk di bawah meja kue ultah, menggunakan earphone sambil tertidur.


Acara akan di mulai, tapi semuanya binggung karena putra Bramasta menghilang, Reva langsung ingin menangis menatap Bima.


"Tenang sayang, Wildan ada di sekitar kita." Bima sangat yakin putranya sedang berada di tempat yang tenang dari keramaian.


Bima membuka penutup meja kue, melihat Wildan masih tertidur, Rama dan Bisma juga melihat. Bima langsung menggakat putranya, Reva mengelus dada melihat Wildan yang tertidur.


Perlahan Bisma membuka earphone Wildan, suara orang mulai terdengar, Wildan langsung bangun menutup telinganya, tawa orang mulai terdengar melihat bocah tampan yang super dingin.


Wildan melihat dirinya dalam gendongan Papinya, menatap Vira, Bella Billa dan Winda yang manyun karena menunggu dirinya.


"Lama banget, Bella mau makan kue!" teriak Bella kesal.


Wildan langsung turun, berdiri di tengah Vira dan Winda.


"Kamu tidak akan mati jika tidak sempat makan kue." Wildan langsung menatap tajam Bella, kepala Bella langsung tertunduk takut.


Semuanya menyanyikan lagu ulangtahun, setiap anak di dampingi orang tua. Vira tersenyum menatap Daddy dan Mommy. Wildan dengan wajah malas menatap kue ultah berwarna pink, senyuman Winda tidak pernah pudar, terus tersenyum bertepuk tangan sambil bernyanyi. Bella dan Billa juga sangat bahagia, Bella sangat terpesona ingin mencoba kue besar mereka.


"Happy birthday to you, happy birthday happy birthday happy birthday to you." Windy, Erik, Ravi, dan Tian ikut bernyanyi dengan semangat 45 seperti sedang bernyanyi kemerdekaan, orang sudah berhenti tapi mereka masih saja bernyanyi, membuat banyak orang tertawa.


"Woy woy woy, sudah selesai." Windy menutup mulut tiga bocah di sampingnya.


Selesai potong kue dan saling menyuapi, lanjut acara menonton acara pentas musik. Acara yang diadakan di pinggir pantai dengan penerangan yang sangat indah.


"Daddy, Ravi ingin bernyanyi."


Rama menggagukan kepalanya, Ravi langsung berdiri menarik Erik, Tian dan Windy. Ketiga bocah ikut naik panggung, berada di atas panggung, keempat bocah bisa melihat seluruh orang yang duduk menatap mereka.


"Kita ingin bernyanyi apa?"


"Ravi jangan bikin malu," Windy mengerutkan keningnya.


"Ravi, semua orang menatap kita." Tian merasakan demam panggung.


"Erik, kamu saja yang melucu." Ravi menatap Erik yang mirip patung.


"Aku bukan pelawak, kenapa kaki aku gemetaran."


Reva dan Viana sudah tertawa terpingkal-pingkal melihat anak-anak, Rama juga tersenyum melihat tingkah lucu pertengkaran kecil di atas panggung.


Wildan menghela nafas melihat empat bocah yang bikin malu, dia langsung melangkah mendekati panggung melewati belakang, meminta bantuan para pemain musik untuk mengiringi permainan pianonya.


Pemain piano meninggikan kursi agar Wildan mudah memainkan musiknya, menyesuaikan dengan tubuhnya. Suara piano mulai terdengar, Wildan pernah mendengar musik yang pernah empat bocah nyanyikan sambil menjaga Wildan, Winda dan twins B juga Vira, Wildan sampai pengen mual mendengar lagu yang diulang-ulang.


Ravi langsung tersenyum, mengerakan kakinya mendengar piano Wildan yang membuat, Tian yang keringat dingin langsung bisa mengatur nafas, Erik juga mulai tenang.


...Ravi...


...Duduk-duduk ramai ramai,...

__ADS_1


...Mari Torang baku pantun,...


...Mulai dari sekarang,...


...Harus sopan dan satun....


...Erik...


...Kalau ikan di dalam kolam,...


...Bunga tumbuh di tengah taman,...


...kalau cinta sudah datang,...


...jarak jauh terasa nyaman....


...Tian...


...Langit biru terlihat sendu,...


...Warna hijau biru dan semu,...


...Jarak jauh tumbuhkan rindu,...


...Ingin selalu dekat dengan mu....


...Windy...


...Dari mana datangnya lintah, ...


...Dari gunung turun ke kali,...


...Dari mata turun ke hati....


...Ravi, Erik, Tian, Windy....


...Rasa Sayange, rasa sayang sayangae,...


...liat dari jauh, rasa sayang Sayange....


...Rasa Sayange, rasa sayang Sayange,...


...liat dari jauh, rasa sayang Sayange....


Wildan menahan tawa, seperti dugaan Wildan keempat bocah hanya hafal sampai di situ, mungkin sampai lebaran ular juga tidak akan berhenti sampai mulut mereka capek.


Musik Wildan sudah berhenti, tapi empat bocah masih saja berjoget dan bernyanyi, sesekali berebut mix.


"Hubby, cepat turunkan mereka, bisa pingsan semua orang menunggu lagu mereka habis."


Bima diikuti yang lainnya berjalan ke depan, untuk menurunkan keempat bocah yang masuk ingin bernyanyi.


"Daddy, Ravi masih ingin bernyanyi."


"Nanti di rumah saja."


"Ayah, suara Tian jelek ya?"

__ADS_1


"Bagus nak, tapi lebih bangus kalau kamu belajar menyanyi lebih giat lagi." Bisma ingin tertawa, ingin sekali Bisma mengatakan lebih baik tidak usah benyanyi, karena putranya tidak punya bakat di musik.


"Kakak ipar, Erik ingin bermain musik."


"Iya sayang, nanti kamu sekolah musik." Ammar mengelus kepala anaknya yang jatuh cinta dengan musik.


"Papi Windy malu sekali, suara Windy jelek."


"Kenapa sayang, setidaknya kamu punya kepercayaan diri, suara kamu tidak kurang bagus karena kamu memang bukan penyanyi." Bima mencium kening putri kesayangannya.


Pasta berakhir hampir tengah malam, para bocah juga sudah terlelap. Bima memanggil Reva untuk menemaninya berjalan-jalan keluar.


"Ada apa Ayy, tidak lelah dengan acara hari ini?" Reva menggenggam tangan Bima sambil memeluk lengannya karena merasakan dingin.


Bima menarik tangan Reva untuk berdiri di hadapannya, Bima mencium kening, kedua pipi, hidung, kedua mata, dagu dan bibir Reva.


"Happy anniversary sayang, I Love you."


"Happy anniversary Ayy, I love you too."


Keduanya berpelukan, suara petasan berhamburan di langit, semua lampu mulai padam, hanya cahaya kembang api yang terlihat, Reva meneteskan air matanya. Bima memeluk dari belakang, tersenyum melihat keindahan langit.


"Va temani aku sampai akhir hayat ku."


"Iya Ayy kita menua bersama, membesarkan anak-anak kita."


Lampu kembali hidup, suara berisik terdengar. Viana dan Jum datang membawakan kue ucapan happy anniversary untuk Bima dan Reva, ketiganya berpelukan. Septi juga datang membawakan bunga memberikannya ke Bima untuk diberikan ke Reva.


"Kehadiran kalian juga hadiah terindah dalam hidup Reva, tanpa kalian Reva bukan siapa-siapa."


"Reva, kamu juga hadiah terindah dalam hidup kak Vi."


"Jum juga sayang Reva," ketiganya berpelukan, saling menangis dan menghapus air mata.


"Gue dilupain!" Septi langsung manyun.


"Sep, sampai kapanpun kamu sahabat terbaik Reva, tidak akan pernah Reva lupakan, kamu orang yang selalu mensupport Reva, dalam hal apapun, bahkan kamu siap melakukan kesalahan demi bisa menemani Reva, kamu sahabat terbaikku Sep."


"Iya iya, jangan menangis ini hari bahagia kamu, ingat tidak siapa orang yang mendukung kamu untuk mengejar Bima?"


"Rama, kamu selalu ngatain aku pencinta Om-om akhirnya kamu juga menikah dengan Om-om."


"Reva, jangan ingat hinaannya!" Reva memeluk Septi, Viana dan Jum juga ikut memeluk.


"Ini acara anniversary siapa? kenapa mereka yang berpelukan?" Bima menatap istrinya, Viana langsung mendorong Reva ke dalam pelukan Bima.


Viana langsung berlari memeluk Rama, Jum juga memeluk Bima, dan Septi dalam pelukan Ammar.


Mereka melihat kearah langit, lampu kembali mati, keadaan gelap hanya mereka yang berpasangan yang tahu adegan selanjutnya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


SATU EPS LAGI TAMAT.

__ADS_1


***


__ADS_2