
Persidangan kasus Brit sudah dilakukan, Windy datang bersama Steven melihat Bundanya divonis bersalah, karena menerima suap, juga penggelapan dana.
Selain Brit banyak pengusaha lainnya yang terlihat, Saka tersenyum melambaikan tangannya melihat puluhan pengusaha masuk ke dalam perangkap Saka.
Sidang selesai, Ghina berdiri memberi hormat kepada hakim, meminta izin untuk menunjukkan sesuatu, juga meminta keadilan.
Semua orang kembali duduk, Ghina menyerahkan rekaman menunjukkan jaksa yang sedang bertugas dalam persidangan menerima suap, mobil mewah, juga uang milyaran.
Kehebohan terjadi, Steven dan Saka tersenyum. Lima polisi, dua jaksa terlibat kasus dengan Brit menerima suap.
Kepolisian langsung menahan jaksa, juga polisi yang bersalah. Ghina mengucapkan terima kasih, tersenyum melihat Windy yang memberikan jempolnya.
Windy berjalan mendekati Brit yang akan dibawa ke penjara khusus, Windy meminta maaf akan tetap menghormati Brit sebagai Bundanya, walaupun bukan ibu kandungnya.
Brit langsung ingin menyerang Windy, mengatakan semuanya belum berakhir. Steven merangkul Windy melangkah meninggalkan Brit yang mengamuk.
Mobil Steven pergi meninggalkan Brit yang meminta Windy kembali, air mata Windy perlahan menetes melihat ke belakang Bundanya di masukkan ke dalam mobil tahanan.
Stev menggenggam tangan Windy, mencium memahami perasaan Windy yang sedang gelisah.
Paman Sam menghubungi Stev, ada seorang wanita mencari Vero memaksa ingin bertemu, sedangkan Vero sedang rapat penting.
Mobil Steven langsung melaju menuju perusahaan, Windy menemani Steven ingin bertemu dengan kekasih Vero, jangan sampai membuat masalah di perusahaan.
"Stev, izinkan aku berbicara sekali ini saja."
"Silahkan menunggu nona tuan Vero sedang meeting."
"Aku ingin bertemu Stev."
"Stev yang mana, direktur bernama Stevero, sedangkan CEO Steven. Nona ingin bertemu yang mana?"
"Siapa Steven?"
"Kakaknya pak Vero."
"Sejak kapan Vero punya saudara?"
"Silahkan masuk." Steven melangkah bersama Windy masuk ke dalam ruangannya.
Sisilia menatap Stev, pria dan wanita yang dia lihat di pantai bersama Vero, Lia pikir hanya teman Vero. Lia langsung melangkah mengikuti Stev yang mempersilahkan duduk.
__ADS_1
Windy duduk di samping Steven memeluk lengan Stev. Lia menatap Windy yang melihatnya dengan tatapan tidak suka.
"Perkenalkan aku Sisilia, mantan pacar Stev."
"Aku tahu. Masalahnya bisa kamu tidak membuat keributan di kantor, aku yakin kamu orang yang berpendidikan." Stev berbicara santai.
Pintu ruangan diketuk, Vero masuk membanting berkas melihat Lia menemuinya lagi.
"Bisa tidak kamu jauhi aku?"
"Stev, aku tahu kamu membenci aku, tidak bisa memaafkan aku. Aku doakan kamu bisa hidup bahagia bersama wanita yang kamu cintai."
"Pergilah, tidak ada yang perlu kita bicarakan."
"Kamu mencintai Windy, Putrinya Britania yang sedang heboh kasusnya karena penangkapannya."
Vero mencengkram kuat lengan Lia, meminta segera pergi.
"Ada hubungan apa Vero dan Windy?" Tatapan mata Steven tajam melihat Vero.
Lia mengatakan di handphone Vero penuh foto Windy, foto yang diambil saat Windy tidak menyadarinya.
Windy berjalan, mengambil handphone Vero membuka galerinya. Ucapan Lia ada benarnya, Steven juga melihat banyaknya foto Windy.
Windy membanting ponsel Vero, Stev duduk dikursinya menundukkan kepalanya memijit kepalanya.
Vero juga duduk di sofa, Windy juga duduk di sofa meminta Vero menjelaskan. Air mata Windy menetes tidak menyukai cara Vero yang mencintainya, padahal Vero tahu Windy sangat mencintai Steven.
"Windy, salah aku di mana aku tidak merusak hubungan kalian, cinta yang aku miliki hanya aku rasakan sendiri. Kalian berdua tidak perlu memperdulikan perasaan aku." Vero mengambil ponselnya memecahkan tanpa sisa.
"Ver, hubungan kita baik seharusnya tidak seperti ini."
"Kalian berdua berbicaralah, aku ada pekerjaan." Steven melangkah pergi.
Windy memeluk Steven dari belakang, tidak ingin masalah ini akan menjadi hambatan pernikahan mereka.
"Ay kita bertiga harus berbicara, aku tidak ingin kamu merasa bersalah, apalagi mengalah untuk Vero. Sampai kapanpun cinta aku hanya untuk kamu Stev." Windy mengusap air matanya.
"Jangan bodoh kak Stev, Lia sengaja melakukan ini untuk merusak hubungan kita. Vero minta maaf jika membuat kak Stev kecewa." Vero mengusap air matanya.
"Jangan tinggalkan Windy."
__ADS_1
"Kenapa kamu berpikir aku akan meninggalkan kamu?"
"Windy tahu, Ay tidak akan memperjuangkan wanita yang ada pria lain yang mencintainya, apalagi ini adik Ay."
"Windy, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Aku hanya ingin kalian berdua tidak ada salah paham, Ay izinkan Vero meluapkan isi hatinya. Aku mencintai kamu Windy." Steven mencium kening Windy.
Steven melangkah memeluk Vero, mengusap kepala Vero yang menangis memeluk Stev. Vero meminta maaf karena sudah lancang mencintai wanita yang tidak seharusnya dia cintai.
Senyuman Steven terlihat, perasaan cinta tidak bisa dihindari. Steven mengerti cinta Vero tulus, Stev juga meminta maaf dia memohon Vero belajar mengubah perasaan.
"Vero ikhlas kak Stev bersama Windy, Vero sayang kalian berdua."
"Berterima kasihlah kepada perempuan tadi, sebelum pernikahan aku tidak ingin ada perasaan yang terpendam."
"Windy tidak ingin dicintai."
"Kalian berbicaralah, aku ada pekerjaan sebentar." Steven menepuk pundak Vero, melangkah pergi meninggalkan keduanya.
Steven berlari melangkah ke luar perusahaan, menuju parkir mobilnya. Stev sudah menduga sejak pertama bertemu di pantai, tatapan mata Lia selalu padanya. Tidak heran Saka memperingati Steven untuk berhati-hati, karena Lia perempuan penggoda.
Lia sengaja datang ke kantor membuat keributan, dia bukan hanya ingin bertemu Vero, tapi ingin menemui Steven juga. Membuat pertengkaran antara keduanya, kehadiran Windy memberikan kesempatan keuntungan baginya.
"Calon istri kamu selingkuh dengan adik kamu, tidak pernah aku sangka Stevero memiliki kakak yang tampan, juga memiliki kekayaan yang berlimpah. Dia sengaja memanfaatkan kamu Ven."
"Panggil aku Stev, siapa Ven?"
"Mereka berdua sengaja ingin menyakiti kamu."
"Berapa banyak informasi yang kamu dapatkan untuk mendekati aku, Lia tidak heran kamu menjadi dokter yang payah, karena kamu memang tidak mempunyai sisi baiknya."
"Aku membantu kamu Steven."
"Aku sudah terbiasa berurusan dengan wanita model kamu, mengadu domba aku dan Vero tidak akan pernah berhasil, juga cara kamu membuat aku dan Windy bertengkar tidak akan pernah terjadi." Steven tersenyum licik.
"Lia, aku pria yang sudah terbiasa ditinggalkan, disakiti, diremehkan. Melihat tingkah kamu bukan sesuatu yang mengejutkan, kamu salah target."
Steven mencengkram rahang Lia, memperingatinya untuk jangan pernah mengusik hidup Vero, apalagi melibatkan Windy.
Stev tidak main-main soal mengancam, dia akan melakukan jika kemarahannya dipancing. Britania tidak mungkin masuk penjara jika dia tidak membuat Steven marah merusak foto kakaknya.
"Kamu akan menyesal saat Vero mengkhianati kamu." Lia langsung melangkah pergi, meninggalkan Steven.
__ADS_1
Stev menghela nafasnya, melihat perempuan seperti Lia yang hanya mencintai uang.
***