MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
MENGAKHIRI HUBUNGAN


__ADS_3

Seseorang melangkah mendekati Reva memberikan flashdisk, langsung melangkah pergi. Reva tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobilnya, Reva mengecek hasil CCTV hubungan gelap Brit dan Reno di hotel.


"Dasar manusia sampah, membuat otak gue yang kotor semakin kotor."


Reva binggung sekarang, membongkar kebusukan Brit akan menyakiti Windy, tapi diam saja membuat Brit besar kepala.


"Menghancurkan Reno sama saja menghancurkan Brit, tapi hati putriku akan terluka." Reva memukul setir mobil.


Mata Reva langsung melotot melihat mobil kencang, semakin mendekat. Reva menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kejar-kejaran terjadi. Reva hanya tertawa melihat pengendara mobil yang sangat bodoh ingin mengajaknya balapan.


Jendela mobil terbuka, berteriak seorang pria sambil tersenyum, Reva juga membuka mobilnya dan tersenyum. Reva hampir menangis melihat Romi sahabatnya berada di Indonesia.


Mobil Reva berhenti, Romi juga berhenti dan langsung memeluk Reva. Mereka tertawa dan saling melepas rindu.


"Apa kabar Va? bagaimana yang lainnya?" Romi menatap Reva yang semakin cantik, tapi sifat lucunya masih sama.


"Mereka semua sehat, kamu apa kabar betah di LN."


"Betah! tapi hati aku kosong, ada yang selalu aku rindukan." Romi melihat ke atas langit yang cerah.


"Kamu rindu makan jengkol khas Indonesia, sekali-kali rindu daging." Reva tertawa.


"Aku rindu kamu Reva, tapi adakah aku dihati kamu?" batin Romi dalam hati.


Mereka berbincang-bincang panjang lebar, Romi pergi dengan wajah kecewa. Melihat jari Reva yang sudah melingkar cincin pertunangan.


"Maafkan Reva ya Romi, sebaiknya kita tetap bersahabat sampai tua. Karena hatiku hanya milik Om Bima." Reva bergumam sambil memandangi mobil Romi yang menjauh.


Panggilan dari Reno yang langsung mencaci-maki Reva, teriakannya sangat menyakitkan telinga. Reva hanya tertawa mendengar suara Reno.


Cepat Reva menjalankan mobilnya ke tempat Romi ditahan, beberapa wanita cantik tersenyum melihat Reva datang. Reno yang sedang gemetaran karena kecanduan obat terlarang, Reva menyita seluruh obatnya dan mengurung Reno di dalam kamar kecil.


"Bagaimana keadaan wanita yang hampir diperkosa?"


"Dia mengalami depresi Va, bagian intimnya dimasukin alat dan membuatnya harus dioperasi. Reno memang psikopat gila."


"Seharusnya aku yang di sana! karena kebencian Reno cintanya aku tolak berencana menjebak aku, tapi sekretaris aku yang menjadi korbannya."

__ADS_1


"bukan salah kamu Va, dialah yang ingin menjadi dirimu demi mengait kekayaan Reno. Keserakahan membuatnya dalam masalah."


"satu masalah kita, tidak memiliki bukti kejahatan Reno. Hanya hubungan gelap dengan Brit."


Reva berpikir keras, membawa Reno ke dalam penjara hanya dalam hitungan bulan. Karena kekayaan keluarga Reno akan menyelamatkannya, dia juga pasti akan masuk rehabilitasi untuk penyembuhan ketergantungannya dengan obat-obatan.


Membongkar hubungan dengan Brit, yang menjual banyak wanita sama saja mempermalukan Windy. Memiliki ibu yang kerjanya menjual banyak wanita.


"Reno kenapa kamu sangat membenci aku? salah Reva apa pak."


"bukan saya Reva, ada orang lain yang ingin menghancurkan Bima."


"Bima! dia tidak memiliki musuh."


"Tapi cinta bisa membuat orang baik menjadi jahat, dan juga bisa mengubah orang jahat menjadi baik. Itulah kekuatan cinta."


Kekesalan Reva semakin menjadi, pria yang mengancam selama ini bukan Reno. Dalam keadaan pusing Reva memutuskan pergi sambil menghubungi Bisma yang hanya menertawakannya.


***


Pemberitaan heboh, Reno ditangkap polisi. Reva menganga tidak percaya, jika Reno menyerahkan dirinya kalau dia seorang pecandu. Tertangkapnya Reno membuat peneror Reva menghilang, Reva juga mendengar permintaan maaf Reno yang terlihat tulus.


Senyum manis terukir di bibir Reva melihat panggilan dari Bima, cepat Reva mengangkatnya dengan nada manja. Bima meminta berkas yang tertinggal di mobil Reva.


"Ayy, sekali-kali bahas kita jangan pekerjaan terus." Reva kesal melihat Bima yang hanya tertawa.


Bima memutuskan untuk mengundurkan diri dari LOVER, sudah saatnya dia melepaskan Rama dan memulai kehidupan yang baru. Karena berkas berada di apartemen Reva dan Vi cepat Bima menuju ke sana?


Sampai di apartemen, Bima melihat Bisma yang juga ingin masuk ke dalam. Mereka berdua saling pandang dalam kebinggungan.


"Jangan mikir yang bukan-bukan! di dalam ada Sisil. Reva tidak tahu jika Sisil menginap."


"Siapa juga yang mikir macam-macam? aku hanya ingin mengambil berkas di dalam."


Bima langsung masuk diikuti oleh Bisma, Sisil sudah menyiapkan makan siang membuat Bisma bersemangat. Bima hanya lewat sambil mencari berkasnya di tumpukan Reva yang mirip gudang.


"Menikah dengan Reva membutuhkan banyak asisten, jorok banget ini perempuan."

__ADS_1


Setelah menemukan yang Bima butuhkan, cepat dia melangkah untuk pergi.


"Bima! bisa bantu saya. Bisma lagi ke bawah mengambil ponselnya."


Akhirnya Bima mendekati dan membantu memperbaiki tempat air yang tersumbat karena ulah Reva tidak pernah bersih-bersih.


"Pacar kamu cantik, kapan kalian akan menikah?"


"Insyaallah akhir tahun, minta doanya."


"Amin! semoga lancar sampai hari H."


Mobil Reva juga sampai di apartemen, dia berharap bisa bertemu Bima yang datang ke apartemennya. Dengan berlari Reva langsung cepat masuk. Suara kuat pintu terbuka membuat Sisil terkejut dan hampir tergelincir jika Bima tidak menahan pinggangnya. Mereka berdua berpelukan dengan tangan Sisil melingkar di leher Bima dan tangan Bima berada di pinggang.


"Bimaaaaaaa!" teriakan Reva kuat dan menggema.


Cepat Bima melepaskan Sisil, Bima membersihkan bajunya yang basah. Sisil coba mendekati Reva dan meminta maaf, mata Reva yang sudah merah menahan marah menampar kuat Sisil sampai terlempar.


Wajah Bima sangat kaget melihat Reva yang kasar kepada perempuan yang lebih tua. Cepat Bima membantu Sisil, mata Bima menatap Reva yang memandangnya dengan tatapan tajam.


"Reva!" PAAARRRR wajah Bima juga terkena tamparan, hal yang paling Bima tidak suka seorang wanita melayangkan pukulan.


"Kamu sangat menjijikkan! menolak aku tidak ingin disentuh tapi berciuman dengan wanita tua."


Bima hanya tersenyum, memegang pipinya, bukan sakit karena ditampar hatinya yang sakit. Dituduh tidak masalah tapi ditampar harga diri Bima benar-benar sudah diinjak-injak oleh Reva.


Dengan penuh amarah Reva mencabut cincin dari Bima dan melemparkannya, Reva mengakhiri hubungan dengan caci-maki kepada Bima dan Sisil tanpa bisa mereka menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Sisil sangat ketakutan, dan mengambil cincin Reva yang sudah berlari keluar.


"Bima maafkan Tante, ini salah paham." Sisil memberikan cincin Reva ke Bima.


"Tidak apa Tante, Reva memang labil. Jika dia tidak membuka pintu seakan ingin merobohkan bangunan tidak mungkin Tante kaget."


Bisma menelan ludahnya melihat pertengkaran Reva, melihat tatapan dingin Bima membuat Bisma tidak berani mendekat. Seorang Bima Bramasta sangat anti dengan wanita kasar, Bisma hanya bisa mendoakan semoga Bima mengerti jika Reva masih labil.


"Bisma cincin ini milik ibu, berikan kepada calon istri kamu." Bima menyerahkan cincin ke Bisma yang langsung diambilnya.


***

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


***


__ADS_2