
Mobil Steven tiba di apartemennya, langsung melangkah masuk disambut oleh Vero yang baru saja dari mengantarnya ke dokter gigi.
Vero masuk lebih dulu ke dalam apartemen, melihat Saka dan Ghina sedang bertengkar. Bagus dan Glen hanya menjadi penonton yang tidak ada niat melerai keduanya.
Steven masuk ke dalam melihat apartemennya mirip dengan apartemen Saka yang hancur, langsung melempar kepala Saka dengan bantal sofa meminta Saka merapikan semuanya.
Steven meminta Ghina mengikutinya, Stev dan Ghina sedang mengurus masalah kasus Britania yang akan mereka beri pelajaran.
Stev tidak akan mengungkit kasus penyerangan di rumahnya, tidak juga melaporkan kerusakan properti, bahkan seluruh biaya rumah sakit.
Ghina menyerahkan seluruh keterlibatan Brit dengan beberapa pengusaha yang melakukan korupsi, Brit juga kemungkinan besar terlibat kasus suap dengan beberapa orang terpandang.
Sebenarnya identitas Brit sangat banyak, di negara manapun dia memiliki nama yang berbeda. Kekayaan juga tersebar di mana-mana. Brit tidak memiliki bisnis apapun, dia selalu menghamburkan uang yang tidak jelas asal-usulnya.
"Lalu apa ini Ghin?" Steven menyerahkan identitas seorang yang kecanduan narkoba.
Steven menyerahkan beberapa lembar kertas yang sudah tercatat jadwal Brit pergi menemuinya, Stev juga memperlihat rekaman CCTV.
Bagus menatap Steven yang dengan cepat bisa mendapatkan banyak informasi, Steven memang terbaik dalam mendapatkan informasi.
"Aku yang akan menyelidiki mereka Stev, kamu cukup memantau saja." Bagus menunjukkan surat perintah untuk penangkapan pengkonsumsi obat terlarang.
Saka muncul membawa sapu, duduk di samping Ghina. Memeluk erat pinggangnya mencium lengan Ghina, tangan Ghina memukul kepala Saka meminta segera menjauh.
"Saka kamu mencintai Ghina, nikahi saja." Steven menghela nafas.
"Nanti, kalau dia hamil baru aku nikahi." Saka tersenyum menatap Ghina.
Steven menggelengkan kepalanya, Vero duduk sambil menceritakan soal Steven yang salah paham soal hafalan jus.
"Makanya Stev, kalau orang tua berbicara fokus, jangan pikiran kamu memikirkan bodynya Jen." Saka tertawa, sudah lama tidak melihat Jen.
Handphone Steven mendapatkan panggilan dari Windy, cepat Stev menjawab langsung menjawab salam Windy.
Steven sudah mendengar kabar soal bisnis keluarga Bramasta dan Prasetya masuk ke negaranya, Stev juga tahu besarnya bisnis Bisma dan Rama.
Windy meminta Stev datang ke perusahaan untuk mengikuti rapat, karena perusahaan Stevie yang sudah atas nama Steven juga terlihat.
Steven menolak dia tidak tertarik sama sekali dengan bisnis, juga sudah memiliki orang kepercayaan untuk mengurus perusahaan.
Windy tidak menerima penolakan Stev, tetap meminta Steven bergabung.
Steven mengacak rambutnya, menatap Vero yang sedang asik tertawa bersama Saka menonton video wanita seksi, sedangkan Bagus, Ghina mengurus kasus Britania.
"Saka kamu tidak bekerja?"
"Cuti."
"Ikut aku. Kalian berdua pria pengangguran." Steven menyerahkan kasus kepada Bagus dan Ghina, karena Stev akan sibuk mengurus pernikahan.
__ADS_1
"Aku bukan pengangguran Stev, hanya cuti. Adik kamu yang pengangguran, kuliahnya saja tidak beres." Saka mendorong Vero.
Suara teriakan Ghina terdengar, Saka pamitan mencium pipinya. Steven menatap sinis Saka yang tidak pernah berubah, sikapnya selalu ugal-ugalan.
"Kita ke mana kak?" Vero keluar apartemen mengikuti Saka dan Steven.
"Ke perusahaan Sve." Steven masuk ke dalam mobilnya.
Sve perusahaan yang sangat besar, satu-satunya perusahaan yang tidak pernah terlibat masalah, baik pemimpin maupun karyawannya.
Steven menceritakan Sve perusahaan milik ibunya, dilanjutkan oleh Stevie, dibantu oleh seseorang kepercayaan perusahaan, tapi Stevie tetap mengejar cita-cita menjadi seorang pengacara. Setelah Stevie tidak ada, Steven menjadi pewaris tunggal, kehidupan di perusahaan membuat Stev tidak nyaman, dia selalu terbayang kakaknya, jadinya memutuskan untuk menjadi pengacara.
Steven jarang bahkan hampir tidak pernah berkunjung, hanya pemimpin direksi saja yang mengetahuinya.
"Stev tenyata ibu kamu kaya juga?"
"Iya, kekayaan turun temurun. Kekurangan keluarga aku hanya satu, Papi tidak mencintai Mami, dia mencintai ibunya Vero." Steven tersenyum.
"Masalah ini urusan keluarga kalian, aku sedang tidak mencari pekerjaan Stev."
"Aku ingin memperkenalkan kamu dengan seseorang."
"Perempuan seksi."
Steven hanya tertawa, Saka hanya tahu soal wanita seksi. Dia tidak pernah membahas soal hal lain, hanya tahu perempuan.
Ucapan Steven benar tidak banyak yang mengenali Stev, seseorang sudah menunggu Steven meminta masuk melalui lift khusus.
Sebelum rapat Steven ke ruangannya terlebih dahulu, meminta Saka menarik nafas buang nafas.
Pintu ruangan terbuka, Steven masuk bersama Vero tersenyum menatap Bima, Bisma, Rama dan Windy juga direktur perusahaan.
Steven memberikan hormat kepada semuanya, Saka masuk terdiam tidak mengeluarkan suaranya.
Kepala Saka tertunduk, diam di tempat. Windy dan Steven menatap Saka.
"Paman Sam, lihatlah Saka dia meniduri teman Windy sampai hamil, tapi tidak ingin bertanggung jawab." Windy melotot.
Semua orang kaget, Steven dan Saka tidak percaya Windy mengatakan hal yang tidak benar.
"Tidak Daddy, Windy bohong. Saka setiap hari kerja." Saka menatap Daddy-nya.
"Bohong, buktinya kamu setiap hari menganti pacar."
"Saka."
"Iya Daddy, Ghina belum hamil." Saka menutup mulutnya.
Steven tertawa merangkul Paman Sam, orang kepercayaan perusahaan yang ternyata Ayah kandung Saka, Stev awalnya kaget. Mengetahui hubungan Saka dan paman Sam, membuat Stev yakin bekerja sama dengan Saka, walaupun tingkah laku Saka yang di luar harapan Stev.
__ADS_1
Steven mengatakan ucapan Windy tidak benar, Saka dan Ghina berpacaran. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk menikah, Saka juga anak yang baik dan pekerja keras. Paman Sam bukan hanya sukses menjaga perusahaan, tapi sukses juga mendidik Saka.
"Sejak kapan Daddy bekerja di perusahaan Sve? Daddy banyak duit, Saka ingin menganggur saja menikmati uang Daddy." Saka cengengesan.
"Boleh, kamu keluar dari kepolisian."
"Tidak mau."
Windy tertawa, Saka sangat mencintai pekerjaan juga wanitanya. Paman Sam meminta Steven duduk menunjukkan soal Brit.
Steven belum mengatakan jika dia sedang menyelidiki Brit, tapi ternyata semua orang sudah tahu.
Paman Sam memberikan daftar perusahaan yang pernah membayar Brit tanpa alasan, salah satunya perusahan Steven.
Steven melihat rincian bisnis yang Brit jalani, Saka juga melihat keanehan dari pemasukan dan pengeluaran.
Saka mengambil laporan, memperhatikannya. Brit menjual barang ilegal, menggunakan nama perusahaan besar dari banyak negara.
"Stev jika Brit tertangkap, banyak perusahaan yang akan terlibat. Saham langsung jatuh merosot, sampai tersungkur."
Steven menatap Windy, senyuman Windy cukup menjadi jawaban. Steven menutup seluruh laporan.
"Saka kamu urus soal Britania yang bekerjasama dengan Sve, tidak masalah kira merugi, tapi kesalahan ada padanya."
"Kenapa aku? kamu bosnya."
"Kamu polisi, pasti banyak sumber yang bisa membantu." Steven menyerahkan laporan.
"Apa bedanya sama kamu?"
"Aku tidak ingin mengurus masalah ini, aku sibuk."
"Sibuk apa?"
"Mengurus pernikahan, bahkan menikah di negara mana juga belum tahu." Steven memukul map.
"Masalah kamu, aku juga sibuk ingin menikah." Saka mengembalikan map.
Paman Sam memukul meja, dia yang akan mengurus soal Brit. Steven kembali ke perusahaan, pernikahan Saka dan Steven tetap di negara kelahiran Steven, karena tidak punya waktu mengurusnya, kecuali Steven ingin menunda satu tahun.
"Stev balik ke perusahaan." Steven tersenyum melihat Paman Sam yang tidak memberikan pilihan.
***
...JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA...
...JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTOR SEMANGAT UP...
***
__ADS_1