
Satu bulan full Reva sibuk bekerja, tapi tidak melupakan statusnya sebagai seorang istri. Reva akan meluncurkan produk terbarunya, seluruh pemilik saham berkumpul untuk mendengarkan presentasi seseorang yang membuat Desain.
Bima dan Reva datang bersamaan memasuki gedung VCLO, Di depan VCLO Reva juga bertemu Rama dan Viana. Vi sudah mulai keluar rumah tapi belum untuk Vira.
"Kamu yakin Va dia bisa mengontrol VCLO, sudah pernah aku katakan darah kita berdua mengalir di sini?" Vi menatap Reva yang tersenyum sinis.
"Saat kak Vi menggakat aku di usia muda pernah tidak merasa takut, tapi kak Vi yakin satu hal bisa mengambil alih VCLO dari aku dengan mudah, tidak mungkin Reva tidak memikirkannya saat menyerahkannya pada Lisa."
"Pintar, ternyata selama ini kamu bisa membaca pikiranku." Viana tersenyum kagum terhadap Reva.
Masing-masing pimpinan direksi sudah berbaris menyambut kedua pimpinan VCLO, yang juga di dampingi oleh pemimpin LOVER dan pemimpin Perusahaan terkenal BB yang mempunyai segudang bisnis.
Reva melangkah di samping Viana, tidak terlihat senyum apalagi menyapa. Vi juga melangkah dengan arogan karakter yang tidak pernah berubah. Bima dan Rama yang berjalan di belakang melihat sosok lain dari istri mereka.
Tatapan hormat, takut, khawatir bercampur menjadi satu. Bima hanya tersenyum setiap orang menyapanya, begitupun dengan Rama.
"Biasanya di dalam novel suami yang kejam, ini istri."
"Diamlah sebelum bos Reva menyobek mulutmu."
Keempatnya masuk menggunakan lift khusus, Bima dan Rama merasa sedang dalam kulkas. Dingin sekali wajah Reva dan Viana.
"Va pernah tidak kamu berpikir, jika nanti anak kita bisa bersahabat."
"Seharusnya kak Vi pikirkan jika kita bisa menjadi besan."
"Iya ya, aku mempunyai seorang putra, dan Seorang putri. Jika anak kamu perempuan bisa di jodohkan dengan Ravi, tapi jika lelaki bisa dijodohkan dengan Vira."
"Sayang, biarkan mereka nanti memilih cinta mereka sendiri, jangan paksa dalam perjodohan."
"Iya hubby, kita hanya berandai-andai ya Va."
"Bagaimana dengan Windy?" Reva tersenyum.
__ADS_1
"Yakin Windy, dia selalu bilang akan menikahi Om bule." Viana tertawa jika mengingat ucapan Windy yang selalu bilang Om Bule.
"Siapa Om bule Va?" Bima mengerutkan keningnya, bisa tidak menyadari ucapan putrinya.
"Steven!"
"Ibunya mencintai Om Duren, anaknya mencintai Om Bule." Vi tersenyum, menepuk pelan pundak Reva.
***
Suasana rapat yang rencana awalnya hanya untuk pertemuan, tapi berubah tegang saat tatapan Reva tajam melempar kertasnya.
Lisa berdiri dan mengambil kertas yang Reva lempar ke wajahnya, Lisa balik menatap Reva dengan tersenyum tidak terlihat ketakutan.
"Terimakasih kak Reva, aku tidak pernah takut padamu, tapi tidak akan pernah aku lupakan siapa diriku dan siapa dirimu."
Reva melangkah mendekat, dia mencengkram rahang Lisa, Viana hanya tersenyum Reva menunjukkan taringnya di depan umum. Sungguh terlihat puluhan orang ketakutan, bahkan gemetaran. Kemarahan Reva hal yang paling orang takuti.
Vi meminta semua orang keluar, dan tanpa banyak bicara semuanya menandatangi persetujuan peluncuran produk, memberikannya hormat ke Vi, Bima Rama juga Reva dan berlari keluar.
"Kenapa harus aku, kak Reva masih muda juga sangat sehat. Dia juga sangat cerdas, tapi mengapa lepas tangan."
"Kamu mengenal Bima Bramasta, dia tidak akan membiarkan istrinya bekerja karena kekayaannya tidak akan pernah habis. Bahkan kekayaan Rama dan Viana sudah bergabung belum tentu bisa melawan Bima. Biarkan istri cantiknya ini hanya melayani di ranjang." Viana langsung diam saat mata Rama melotot, Reva hanya tersenyum geli.
"Lisa aku bisa menghancurkan kamu dengan mudah, kamu bisa memimpin VCLO, tapi jika kamu sedikit saja berulah akan aku pastikan kamu hancur sehancur- hancurnya."
"Jika kamu yang berulah?"
"Viana akan melenyapkan aku dari dunia ini, karena itu aku menikahi lelaki kaya agar terbebas dari Viana."
"Bekerjalah buktikan pada kami berdua kehebatan kamu, jangan berpikir kami tidak perduli, mata kami berada di VCLO untuk mengawasi. Tanyakan apapun yang menggangu pikiran kamu, diskusikan dengan kami."
"Baiklah, mohon bimbingannya Tante Viana dan kak Reva. Lisa hanya bisa mengucapkan terimakasih, jika aku sudah mulai salah jalan, mohon tegur aku."
__ADS_1
"Kamu masih beruntung Lisa ada aku dan Viana, saat kak Vi membangun VCLO dia sendirian untuk bertahan, saat kak Vi menghilang aku sendirian untuk bertahan. Berkali-kali aku ingin menyerah, tapi saat melihat gedung ini semangat kembali, berusaha menyakinkan diri sendiri, aku mampu, aku bisa, pasti mampu, pasti bisa."
Lisa tersenyum, meneteskan air matanya sungguh dirinya menyesal membenci Reva, merusak baju pengantin impiannya. Kejahatan, sifat iri Reva balas dengan sesuatu yang luar biasa. Lisa berpikir hanya mimpi baginya untuk bisa melihat karyanya di pasarkan, tapi semuanya sudah ada di depan mata, bahkan dirinya sendiri yang akan memimpin dan bertanggung jawab langsung.
"Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa." Viana berjalan mendekati Reva yang melihat keluar gedung."
"Apa yang kamu lakukan, akan ada karmanya. Jangan berpikir kami sedang beruntung, tapi persiapan diri akan masalah yang harus kamu hadapi." Reva membuka jendela, melihat gedung di depan gedung VCLO.
"Va, pernah tidak kamu berpikir mengkhianati VCLO?"
"Entahlah, tapi aku pernah berpikir meninggalkan VCLO."
"Pernah tidak kamu berpikir, mengkhianati aku?"
"Tidak akan pernah terjadi, kak Vi sudah seperti seorang ibu, seorang Kaka, adik, saudara bagi Reva. Biarpun dunia membenci, Reva akan menjadi satu-satunya orang yang akan berdiri di samping kak Vi."
"Bagaimana jika aku merebut Bima dari kamu?"
"Satu hal yang tidak akan pernah bisa kak Vi lakukan, sama seperti Reva yang tidak akan pernah bisa merebut Rama dari kak Vi."
"Viana, saat kamu ingin mendapatkan sesuatu, maka bersiaplah kehilangan sesuatu." Bima tersenyum menatap Rama yang juga tersenyum.
"Ayy! misalnya aku dan kak Vi tenggelam, siapa yang akan Ayy selamatkan?"
"Selamat diri sendiri Va, jika masih ingin menunggu keburu tengelam." Rama melempar sahabatnya dengan gulungan kertas, mulai terlihat sifat manja Reva.
Viana hanya tertawa, Reva sudah manyun mendekati Bima sambil memeluknya. Rama mendekati Vi merangkul pundaknya sambil tersenyum melihat ke luar jendela. Lisa juga tersenyum, dia sudah mendengar sejarah cinta Rama Viana, juga melihat langsung kisah cinta Reva dan Bima.
Dua pasangan yang berbeda usia, tapi mempunyai kesamaan untuk saling mencintai. Pemimpi VCLO memang seorang wanita, tapi bukan jenis kelamin sebagai penentu kuat tidaknya sebuah perusahaan, tapi kerjasama tim juga kepemimpinan yang tegas juga punya jiwa memimpin yang tinggi.
Di dalam hati Lisa berjanji, akan mempertahankan kejayaan VCLO, memberikan karya terbaik juga akan membanggakan Reva juga Viana.
***
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA.
***