MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 HASIL DNA


__ADS_3

Mobil Steven tiba di butik Windy, sebelum masuk juga sudah terdengar suara Windy tertawa. Stev masuk membuat semua orang langsung menoleh ke arah Stev, Windy langsung berlari, memeluk erat Steven yang juga memeluknya.


Jeni tersenyum menatap Stev yang cuek saja, langsung melangkah masuk ke dalam ruangan Windy bersama.


Stev menoleh ke belakang menatap Jen, senyum licik Steven terlihat. Windy menyiapkan minuman untuk Stev, duduk di samping Steven yang tiba-tiba berubah dingin.


"Ada apa Om?" Windy memberikan minum.


Stev mengambil minuman memperhatikannya, langsung menumpahkan minuman begitu saja. Windy menjauhi Stev kaget melihat sikap Steven.


"Apa yang Om Stev lakukan?!" Tatapan Windy tajam, tidak suka dengan sikap Stev.


"Win, kamu pernah minum air ini?"


"Tidak, Windy tidak sembarangan minum, kata Mami harus meminum sesuatu hasil tangan Windy sendiri."


"Bagus, minuman ini ada racun."


Windy teriak kaget, langsung melihat Stev, dia hampir menyakiti Steven.


"Mulai saat ini hati-hati bukan untuk diri kami sendiri, tapi sekitar kamu. Jika sedang bersama klien, minum air dari sini kamu bisa terkena masalah besar Win."


"Maafkan Windy Om, berarti di sini sudah ada pengkhianatan."


Steven mengangguk kepalanya, air minum sudah Steven buang, mengandeng tangan Windy untuk pergi ke apartemennya.


Steven menunggu Windy mengambil barangnya, Stev berjalan melihat butik, tidak jauh dari Jeni yang sedang menyusun baju.


"Aku tahu kamu sebenarnya orang baik, kalian boleh tidak menyukai aku, tapi jangan sakiti Windy, dia masih muda, masa depannya panjang, apa salahnya dia?" Stev mendekati Jen yang berdiri menatap tajam Stev.


"Apa yang kamu bicarakan?"


"Kali ini aku akan membiarkan kamu, karena Windy sangat menyukai kamu, dia selalu mengatakan kak Jen baik, kak Jen pengertian, kak Jen sudah seperti kakaknya, memberikan banyak pengalaman, ajaran, juga selalu menasehatinya. Di mata Windy kamu sangat baik, dia akan terluka jika tahu kamu menginginkan kematiannya."


Jeni menatap Steven binggung, dia tidak bermaksud membunuh Windy, dia tidak tahu jika obat yang dia berikan ke dalam minuman berbahaya, seorang ibu datang menemuinya mengantarkan obat yang katanya pesanan Windy, vitamin yang ingin dia masukkan ke dalam minuman.


Butik dalam keadaan ramai, Jen berpikir Windy ingin segera meminumnya, langsung Jen masukkan ke dalam minuman di kantor Windy, setelah Jeni lupa mengatakan kepada Windy.

__ADS_1


Jen bersumpah, dia sangat menyayangi Windy, mustahil dia menyakiti Windy. Steven memegang ucapan Jeni yang terlihat jujur.


"Kak Jen, jangan goda suami Windy, please Windy sayang kak Jen, tapi Windy juga sayang dan sangat mencintainya." Windy memeluk lengan Stev.


Senyum Stev terlihat, langsung merangkul Windy, Jen tersenyum melihat Windy memeluknya pamitan untuk pergi pacaran.


Di dalam mobil Steven lebih banyak diam, terlihat juga lebih hati-hati. Windy yakin sudah ada sesuatu yang buruk terjadi.


"Om, apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Iya Win, kamu nanti akan tahu semuanya. Sebenarnya aku sudah menyimpan banyak rahasia."


Windy mengerutkan keningnya, satu-satunya rahasia yang akan menghancurkan hati Windy, saat Stev minta berpisah. Selain dari perpisahan Windy baik.


Sampai di apartemennya Windy langsung melangkah cepat, sudah lama tidak ke apartemennya, rindu suasana di dalamnya.


Steven berdiri di pintu apartemennya, tapi Windy membuka pintu apartemennya sendiri sambil teriak welcome apartemenku.


Windy kaget melihat apartemennya sudah berubah menjadi ruangan kumpul, kamarnya sudah berubah menjadi tempat Saka guling-guling. Windy memukuli Saka sampai keluar dari kamarnya.


"Windy kesurupan Stev." Saka langsung berbaring di paha Ghina, menyingkirkan komputer.


"Jangan melotot Ghin, aku hanya meminjam sebentar, soalnya Windy sedang mengamuk." Saka tersenyum, memejamkan matanya lelah bekerja, selama 4 hari dia belum tidur.


Steven memanggil Windy untuk duduk bersama yang lainnya, Windy langsung muncul memeluk Ghina, ingin menampar Saka, tapi ditahan Ghina membiarkan Saka tidur sejenak.


Glen dan Atha juga muncul, Bagus juga langsung duduk menghidupkan komputernya terheran-heran dengan semua yang dia lihat.


Steven mengeluarkan kotak, Atha duduk di samping Steven, Windy juga duduk di samping Stev. Kotak dibuka memperlihatkan foto masa kecil Atha, melihat hasil DNA yang membuat dunia Atha langsung runtuh.


Air mata Atha langsung menetes, teganya ibundanya yang selalu Atha anggap ibu terbaiknya ternyata bukan ibu kandungnya.


Tidak ada yang mengetahui identitas Atha sebenarnya, kenapa dia bisa bersama Ratu, tapi yang pasti Ratu mengetahui jika Atha bukan putranya.


Steven diam sejenak merangkul Windy dan Atha, Stev ingin menceritakan hal yang dia sembunyikan, bahkan Bima, Saka, Glen, Ghina, dan Bagus tidak mengetahuinya.


Saat pertama Saka membuka kotak, ada seseorang yang selalu menghubunginya, tapi berkali-kali Stev mengabaikannya. Panggilan dari luar negeri, sehingga Stev menolak untuk menjawab, setelah hampir ratusan Steven menjawab panggilan video.

__ADS_1


Hal yang paling mengejutkan, ternyata yang menghubunginya Raja Hanz yang berkuasa. Steven tersenyum mengucapkan salam, berbicara sopan walaupun tidak mendatangkan jawaban.


Stev berpikir dia akan mengirimkan pasukan untuk menyerang, atau menculik Windy secara paksa, tapi hal yang Stev terima sangat mengejutkan.


Dia meminta Steven menjaga Atha sampai waktunya tiba, Hanz tidak mengizinkan Hanz kembali bersama Anna. Meminta Stev menjaga kedua anaknya agar selamat dari kekejaman kerajaan.


Raja Hanz menangis, ada satu lagi yang ingin dia keluarkan dari istana. Ibundanya, ibu suri sudah pernah Hanz keluarkan, tapi memaksa untuk kembali.


Steven tidak bisa menjawab apapun, berada dalam kegelisahan, kebingungan memikirkan ucapan Raja Hanz.


Stev menunjukkan kotak yang berada di tangan Steven, bukannya marah, tapi Raja Hanz langsung bersyukur Stev berhasil mengambil kunci yang cukup kuat, benda di dalam kotak bukti yang Hanz kumpulkan, tapi diambil paksa oleh Mariam.


Secara mendadak Raja Hanz berubah sikap, dia mengumpat, mengutuk Steven, bahkan bersumpah akan membawa kepada Stev menunjukkan kepada rakyatnya seorang yang berani mempermainkan kerajaan.


Stev hanya tersenyum melihat seorang muncul, menangkap layar untuk mencari wajah pria yang menjadi pengawal Raja Hanz.


Semua orang terdiam seperti patung melihat Steven yang berbicara soal Raja Hanz. Atha melihat hasil tes DNA dirinya dan Raja Hanz ternyata sedarah.


"Apa yang terjadi dengan Ayahanda?" Atha melihat Steven.


Satu amplop lagu Stev keluarkan, dia juga belum tahu hasilnya. Hasil DNA Windy yang menyamai dengan milik Atha, hasil ini akan menentukan siapa anak dari Hanz.


"Windy, Om belum tahu hasilnya. Kamu buka sendri."


Windy langsung mengambil membuka cepat, Saka yang terbangun menahan tangan Windy.


"Win, kamu tidak ingin seperti di film yang ada jeda, jreng jreng jreng baru buka. Kenapa jantung aku yang berdegup degdegan, jangan bilang Windy anakku." Saka cengengesan, Windy langsung memukul Saka yang tidak bisa diam.


Windy langsung membaca hasil trs DNA tentang dirinya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTOR SEMANGAT UP


**

__ADS_1


__ADS_2