MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
PESTA PERNIKAHAN


__ADS_3

Seluruh keluarga sudah masuk kamar beristirahat, acara akan dilanjutkan besok. Keamanan juga sudah semakin ketat, Bima tidak akan membiarkan ada sedikitpun kesalahan, demi keamanan banyak orang,


Reva masih merasa khawatir, langsung menuju kamar Viana, dia masuk menyapa Rama duduk di samping Vi yang memang sedang mengontrol dan memantau kenaikan saham.


Viana melihat keadaan saham VCLO, Reva yang masih menggunakan baju tidur masuk kamar Rama duduk bersama Vi, tatapan mereka bertemu sambil tersenyum.


Mereka berdua bernafas lega, saham terus naik dan respon masyarakat sangat mendukung Reva yang memperjuangkan cinta sejatinya.


"Alhamdulillah ya Allah, Reva tidak menghancurkan VCLO." Reva mengelus dada.


"Semua niat baik, pasti ada jalan keluarnya Va." Rama tersenyum.


"Daddy! Ravi tidur sama Uncle Bisma ya." Ravi menggendong tas ranselnya.


"Daddy ikut Ravi," Rama langsung bicara dengan Viana yang memberikan izin mereka berdua keluar.


Reva dan Viana bicara banyak hal, Reva juga sesekali bicara dengan perut Vi yang bisa bergerak.


"Hallo Vira! jangan lahir sekarang ya 2hari lagi saja."


"Kenapa?" Viana penasaran.


"Soalnya Reva mau malam pertama, nanti Vira lahir tidak sempat karena harus ke rumah sakit."


"Astaga, tutup telinga kamu Vira, aunty Reva memang gila."


"Reva mau cepat isi kak, biar nanti Vira ada temannya."


"Amin semoga saja Va."


Suara ketukan pintu yang membuat Vi dan Reva tersenyum, Jum langsung masuk dan ikut berbaring di ranjang.


"pindah Jum?" Reva menatap Jum yang setelah menikah semakin cantik.


"Iya, masih kangen." Jum memeluk Reva dan Viana.


Ketiganya tertawa berbicara dengan perut Viana, kandungan Vi yang sudah delapan bulan sudah hampir masuk sembilan bulan lebih terlihat membuncit dengan gerakan aktif bayi di dalamnya.


"semoga Jum cepat isi ya kak Vi, pengen juga." Jum mengelus perutnya yang rata.


"Amin!" ucap mereka bertiga bersamaan.


"Tapi perut kak Vi, sudah di bawah. Katanya Mbah Jambrong sudah siap lahiran."


"Jum jangan membicarakan Mbah Jambrong, nanti Vira takut, gawat kalau langsung keluar." Viana tertawa diikuti Reva.


"Kak Jum, maaf ya saat malam pertama kak Jum, Reva lancang langsung masuk." Reva tersenyum mengingat dirinya yang melihat darah perawan.

__ADS_1


"balas Jum! jangan kasih ampun buat siaran langsung." Viana memberikan semangat ke Jum.


"Jum tidak mau melihat malam pertama Reva, soalnya suaminya orang baik beda dengan Reva." Tawa Jum dan Viana terdengar mengejek Reva.


"berhentilah tertawa kak, nanti melahirkan!"


Mereka bertiga perlahan terlelap, Rama masuk dan melihat ketiganya tidur berpelukan. Bisma yang rencananya ingin menjemput istrinya menjadi menunda dan membiarkan. Bisma, Ravi, dan Rama menumpang tidur di kamar Bima.


Suara ketukan pintu membuat Bima cepat membukanya, Bisma dan Rama juga Ravi masuk.


"Ravi mau pindah tidur sama grandpa." Cepat Ravi berlari menuju kamar grandpa.


"Ada hal penting?" Bima penasaran melihat dua orang yang sudah tidur di ranjangnya.


"Reva tidak tidur di sini kak, dia di kamar Vi."


"Kenapa?"


"Kita mengungsi karena para istri di sana."


Bima hanya menghela nafas, membiarkan kedua adiknya tidur bersamanya. Bima berada di tengah menjadi guling keduanya.


"Jum peluk sayang."


"Vi lebih dekat lagi."


Bima geli mendengar gumaman dua orang yang menganggap dirinya istri mereka.


"Reva perempuan miskin tapi mengapa bisa menikahi pria kaya, hidup mewah dan sukses. Sedangkan aku hanya menjadi wanita simpanan, dan bekerja di bawah perintahnya.


***


Keesokan harinya Reva sudah di dandan di kamarnya, Bima juga sudah siap. Mata mereka berdua bertemu, untuk pertama kalinya dia merasakan malu beradu tatap. Perjuangkan selama bertahun-tahun sekarang sah menjadi miliknya.


Bima keluar untuk bertemu para panitia yang sudah menyebar, acara di pantau langsung oleh Ammar. Viana dan Jum tersenyum melihat Reva yang sangat cantik.


Mereka bertiga siap melihat Reva yang akan menggunakan gaun yang selama 8bulan dia rancang.


Tapi di dalam kamar gaun terjadi Kepanikan saat mengetahui gaun Reva rusak, banyak sobekan.


Mendapatkan kabar gaun nya rusak Reva langsung berlari melihat langsung, Viana dan Jum terkejut melihat gaun yang sangat indah hancur. Reva menyentuh gaun yang dia impikan akan indah di hari pernikahan tapi hancur.


Viana bisa melihat kesedihan di mata Reva, dia langsung keluar memanggil Rama. Semuanya berkumpul dan melihat gaun yang rusak, Bima langsung memeluk Reva dan menenangkan nya.


"Ayy! bajunya."


"Tenang Va kita cari solusinya sayang."

__ADS_1


"Semuanya tenang! Reva Bima mau menggunakan baju rancangan gue." Viana menatap Reva dan Bima yang mendapatkan anggukan dari Bima.


Rama dan Bisma pergi, mengambil baju yang pernah Viana buat saat pertama kali dirinya mulai menjahit.


Viana menenangkan Reva yang tatapan matanya penuh amarah, Viana mengerti Reva akan membalas lebih kejam untuk pengacau pernikahannya.


"Jika Lo ingin balas dendam, jadilah wanita paling bahagia dan paling cantik hari ini, balas dendam yang paling menyenangkan saat kita berhasil membalikkan keberhasilan menjadi kegagalan." Viana berbisik ke Reva sambil tersenyum.


Reva langsung tersenyum dan menggagukan kepalanya. Jum juga sedih melihat Reva yang kembali diuji. Tangan Jum menepuk pundak Reva memberikan semangat.


***


Acara akan dimulai dalam satu jam, Rama datang membawa gaun yang sangat Reva kenal.


"Gaun jadul! ini gaun yang di apartemen?" Viana menatap Reva sinis.


"Kamu tahu soal gaun ini, sekarang lihatlah jauh lebih cantik dalam tiga hari ini aku mengubahnya. Mungkin akan menjadi gaun pengantin Vira atau Windy."


Cepat Reva mengganti bajunya dengan gaun yang Viana buat. Sebenarnya baju ini sudah sering Reva coba, menyesuaikan dengan zaman dan menjadi jauh lebih bagus lagi. Tubuh Reva sangat terlihat indah, semua yang membantu Reva terpesona dengan kecantikan Reva yang menyatu dengan gaun yang baru. Reva terlihat lebih feminin, sangat anggun dan cantik.


Viana tersenyum melihat kecantikan Reva yang tidak ada duanya, dia tidak menyangka gaun yang dalam tiga hari dia modifikasi berada di tangan ratu desainer tercantik.


"Gue yakin Bima akan jatuh cinta beribu kali lipat ke Lo," Viana tersenyum bangga.


"Kenapa?"


"Gaun ini hasil rancangan kak Vi dan Bima 18tahun yang lalu, kami membuat baju pengantin yang akan aku gunakan saat menikah dengan lelaki yang aku cintai. Doa saat itu bisa bersanding dengan Bima, tapi ternyata pengantinnya bukan aku tapi kamu Reva. Bima pasti mengigat rancangan ini, kamu sangat cantik Reva." Viana memeluk Reva penuh rasa haru.


Viana dan Jum menemani Reva yang turun ke tempat acara, Bima sudah menyambut tamu dengan rasa khawatir. Semua tamu terdiam melihat Reva yang berjalan sangat anggun, dia terlihat seperti wanita pendiam dan lembut.


Bima terpesona sampai tidak mengedipkan matanya, Bima tidak menyadari jika dia ditegur mertuanya yang masih terpesona melihat kecantikan istrinya.


"Gaun!" Bima langsung melihat Viana yang sudah tersenyum dan memberikan jempol dua ke Bima yang membalasnya dengan senyuman.


Bima menyambut tangan Reva berdiri di sampingnya, tawa terus terlihat dari pasangan pengantin yang sangat bahagia.


"Kamu cantik Va,"


"Aku atau gaunnya,"


"Baju ini sangat indah berada ditubuh wanita yang sempurna."


"sudah pintar gombal.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA

__ADS_1


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA


***


__ADS_2