MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 SISILIA


__ADS_3

Seorang wanita berlari memeluk erat Vero, meneteskan air matanya mengusap wajah Vero. Terlihat sekali wajah yang sangat merindukan Vero.


"Stev apa kabar kamu? aku mencari kamu selama ini?" Sisilia menangis sesenggukan menatap Stevero.


Vero mendorong tubuh Lia, langsung melangkah pergi dengan tatapan marah. Lia mengejar Vero agar mendengarkan penjelasannya.


"Stev aku terpaksa mengkhianati kamu, keadaan yang membuat aku harus memilih."


"Jika kamu sudah mengambil pilihan seharusnya tidak pernah kembali, mengkhianati aku sama saja kamu menginginkan kematian aku." Vero menatap tajam.


"Aku tahu kamu tidak bodoh Stev, bisa menyelesaikan masalah seperti biasanya."


Vero tertawa, mencengkram rahang Lia, dia berusaha dewasa demi cintanya kepada Lia, padahal sebenarnya Vero juga ingin dimanja, bukan hanya sekedar memanjakan.


Melihat pertengkaran Vero dan mantan kekasihnya, Steven melangkah pergi menjauh bersama Windy, ada beberapa hal yang tidak bisa dicampuri dalam persaudaraan.


Windy menggaruk kepalanya, Vero ternyata pria yang kasar kepada wanita yang menyakitinya.


"Yang, dulu sering tidak memukul wanita?"


"Windy pertanyaan apa itu? untuk apa aku memukul wanita, istri bukan jadinya dia bebas mencari pria yang lebih dari aku." Steven mengeratkan genggaman tangannya.


Steven duduk dipinggir pantai, menceritakan masa dirinya yang suka berganti pasangan. Stev mulai pacaran sejak berusia 15 tahun, kehidupan di luar yang bebas mengenal dunia.


Berpacaran diusia muda, mulai mengenal rokok, minuman keras bahkan obat terlarang. Stev melihat dunia nakal dari dekat saat bertemu Bisma, awalnya Stev berpikir orang yang sedang bersama Banyak wanita Bima, tapi ternyata kembarannya.


Bisma ternyata mengenali Stev, mengajari Stev melakukan banyak hal. Hanya satu yang Bisma minta Stev kendalikan mencoba obat dan mencoba wanita.


Jika sampai ketagihan obat resikonya akan menjadi candu, berakhir menjadi tahanan. Jika mencoba wanita menjadi penjahat wanita, resikonya menjadi Ayah.


Bisma tidak suka dengan pria yang banyak mencoba wanita, baginya mengenal banyak wanita boleh, bermain dan bersenang-senang juga boleh, tapi tidak dengan meminta pelayanan yang mengakibatkan kita tidak memiliki pilihan untuk mendapatkan wanita baik.


Steven memegang teguh ucapan Bisma, sebenarnya Stev juga tidak tahu kapan awal dia jatuh cinta, tapi jika memiliki pacar bukan Stev yang berkhianat, tapi wanitanya.


"Siapa cinta pertama Om?"


"Tidak tahu, tapi wanita yang pernah aku kagumi Reva."


"Om mencintai Mami?"


"Mungkin, tapi Reva saat itu selalu mengejar cinta Om duren." Steven tertawa bersama Windy.


"Om pernah mengutarakan perasaan kepada Mami?"

__ADS_1


"Jangankan ingin mengutarakan, Mami kamu wanita paling pede di dunia, belum kita bilang aku suka kamu, dia sudah mengancam lebih dulu. Jangan cintai aku jika kamu tidak ingin mati." Steven tersenyum menatap Windy yang tertawa kuat, merasakan lucu kepada Maminya.


Windy memeluk tubuh Stev, tangan Steven juga merangkul Windy. Kepala Windy berada di dada Stev bercerita sambil tertawa bersama.


"Siapa cinta pertama Windy?"


"Om bule." Windy menatap Steven yang tersenyum.


Windy memeluk leher Stev, mencium pipinya lama. Steven memejamkan matanya menahan diri menunggu sampai menikah.


"Aku mencintai kamu Windy, sangat mencintai kamu."


"Cinta Windy lebih besar, sebuah rasa yang tidak bisa Windy ungkapan dengan kata-kata."


Steven tersenyum mengusap wajah Windy mencium keningnya lama.


"I love you gadis kecilku."


"I love you to Om bule." Windy tersenyum menatap Steven yang juga tersenyum.


Suara Saka mengagetkan, membawakan minuman untuk Stev dan Windy. Ghina duduk di samping Windy mengatakan mantan kekasih Vero seorang dokter, tidak disangka Vero memiliki mantan pacar yang lebih dewasa.


"Dia cantik juga." Windy mengigat wajahnya.


Steven diam saja membaca pesan di ponselnya, Bagus memberikan kabar jika Brit sudah tertangkap, dia bukan hanya banyak menjual barang kualitas yang menyerupai barang asli yang diproduksi oleh perusahaan besar, mengubahnya menjadi barang dengan harga yang murah, bahan juga tidak asli.


Britania juga mengelapkan dana yang cukup fantastis, Brit juga menjual barang ilegal, baik barang bahkan memperdagangkan wanita di bawah umur.


Kasus Brit sedang dalam penyelidikan secara besar-besaran, satu persatu kejahatan mulai terbongkar. Brit juga sudah ditahan saat ingin melarikan diri ke luar negeri.


Ghina juga sudah mendapatkan kabar, Ghina meminta izin untuk pulang. Dia ingin mengetahui lebih lanjut soal kasus Brit.


Saka melarang Ghina pergi, kasus Brit sudah Saka alihkan kepada Glen. Sebaiknya Ghina tidak ikut campur.


Hubungan Ghina dan Brit dua orang yang seharusnya menjadi pewaris, jika Brit tahu jika Ghina pewaris tunggal, putrinya Mikel dengan istri pertama, dia pasti akan menyingkirkan Ghina.


Steven sudah menyetujui keputusan Saka, ucapan Saka ada benarnya untuk menghindari banyaknya masalah.


Ghina menatap tajam Saka yang mulai mengatur hidupnya tanpa meminta persetujuan, Ghina yang terbiasa hidup bebas harus memiliki aturan karena Saka.


"Jangan memandang aku tajam Ghina, aku melakukan ini karena aku menyayangi kamu."


"Sayang, berapa banyak kata sayang yang kamu ucapkan kepada banyak wanita Saka, ingat kesepakatan kita." Ghina langsung berdiri melangkah pergi.

__ADS_1


"Aku tidak pernah mengatakan sayang kepada wanita manapun, kamu juga jangan lupa jika kamu sudah mulai cemburu, berarti kamu mencintai aku Ghina."


"Cinta kamu bilang, lelaki bajingan yang sudah merenggut kehormatan wanita hanya mengatakan cinta yang menjijikan."


Steven dan Windy saling pandang, Saka hanya tersenyum saja membiarkan Ghina melangkah pergi.


"Saka kejar." Windy mendorong Saka.


"Biarkan saja, dia sedang marah."


Windy menjambak rambut Saka, langsung berlari mengejar Ghina. Steven tersenyum menatap Saka yang keras kepala.


"Saka, kenapa tidak mengaku saja kepada Ghina jika dia perempuan satu-satunya."


"Biarkan saja, wanita yang aku inginkan bukan hanya melihat keburukan aku, tapi melihat sisi lain. Jika dia berpikir aku suka tidur dengan banyak wanita terserahlah. Setiap bertengkar pasti akan terus membahas masa lalu." Saka menghidupkan rokoknya.


"Dasar pria keras kepala."


"Apa bedanya sama kamu Stev? kita sama korban perpecahan keluarga. Sejak ibuku berkhianat aku membenci wanita, lebih tepatnya tidak mempercayai wanita."


Steven mendekati Saka, merangkulnya berharap Saka juga akan menemukan kebahagiaannya. Saka orang baik, Daddy-nya juga sangat baik, hanya saja orang yang tidak mengenal Saka pasti akan mengira jika dirinya seorang pria yang hanya tahu bersenang-senang.


"Apa yang sering kamu lakukan dengan banyak wanita?"


"Mengorek informasi Steven, mereka semua anak penjabat, mengkonsumsi obat terlarang, tidur tidaknya dengan aku mereka akan merasakan tidur bersama, mereka sudah kecanduan."


"Kenapa kamu tidak menangkap mereka?"


"Buat apa? aku membutuhkan bosnya bukan para pencandu. Mereka hanya akan rehabilitasi bukan ditahan, sedangkan bosnya melarikan diri."


"Dasar manusia licik, kamu memanfaatkan mereka hanya untuk keuntungan sendiri."


"Iya begitulah, lumayan mereka banyak uang untuk bersenang-senang. Hal membuat aku paling sial saat bersama Ghina."


Steven tertawa, kecantikan Ghina membuat playboy seperti Saka tidak bisa menahan diri. Lebih sialnya lagi, Saka mulai memiliki rasa.


"Kamu pernah bercinta dengan Windy?"


"Mustahil." Steven memukul kepala Saka.


"Aku juga belum ingin, tapi sudah terjadi bagaimana? Stev gue belum siap menjadi Ayah."


"Derita Lo." Steven melangkah pergi meninggalkan Saka yang teriak sambil tertawa.

__ADS_1


***


__ADS_2