MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN
S2 KEKEJAMAN RAJA HANZ


__ADS_3

Suasana hening mencengkram, Hanz menatap Mariam yang duduk santai memoles wajahnya. Tatapan dingin, hawa dingin tidak Ratu Mariam pedulikan, dia sudah kebal dengan kekejaman Raja.


"Aku akan menikah lagi, jadi sebaiknya kamu jangan pernah ikut campur, duduk diam di posisi kamu, jangan mengusik kehidupanku." Hanz menatap sinis.


"Silahkan Hanz, tidak ada juga yang melarang keinginan raja, tapi kamu harus ingat satu hal, aku bisa saja membuat kamu kehilangan tahta." Mariam tertawa lucu melihat wajah Hanz.


Hanz langsung menarik rambut Mariam, menamparnya kuat. Langsung melangkah pergi keluar dari kamar Ratu.


Kemarahan Hanz meningkat saat mendengar kabar pihak putri Anna berhasil masuk, Hanz meminta orang kepercayaan untuk menyusun cara membunuh Ratu, saat ini hanya dia yang paling berbahaya.


Setelah kematian Ratu, baru menghabisi pangeran Athala, setelahnya menyingkirkan putri Anna.


Saat semua orang yang tidak penting menutup matanya, saat itu juga ratu baru juga calon Raja baru datang memberikan kebahagiaan untuk semua orang.


Ketukan pintu terdengar, seorang wanita tua masuk membuat Hanz menatap sinis, satu lagi orang yang dia anggap pengganggu di dalam istana.


"Hanz, minta Atha kembali. Dia sudah terlalu banyak menderita, sudah cukup kamu mengabaikannya." Ibu suri duduk menatap foto Ratu Sinta.


"Berhentilah ikut campur ibu, hidup kami semua berantakan karena ibu, seadanya sedari dulu Ayahanda meminta aku yang menjadi Raja, bukan adiknya yang cacat menjadi pengganti mungkin semua ini tidak terjadi."


"Berhentilah menyalahkan mereka, kamu sudah mendapatkan yang kamu inginkan."


"Jangan anggap aku bodoh ibu, berhentilah mencari Anna, dia tidak akan pernah bisa mengantikan aku." Hanz langsung melangkah pergi.


Air mata ibu suri kembali menetes, Hanz benar dia orang yang menyebabkan kekacauan, tapi ibu suri hanya ingin yang terbaik bagi anak-anak.


Dia sangat menyayangi Sinta, dia wanita berhati lembut, penuh canda dan tawa. Menikahkannya dengan Hanz mimpinya bersama suaminya, tapi siapa yang menyangka jika adik suaminya hampir menodai Sinta, karena cemburu dengan pernikahan Hanz dan Sinta. Hanz melihat sendiri dengan mata kepalanya.


Sejak kejadian itu Sinta mendapatkan perlakuan kasar, saat Sinta hamil Hanz tidak mengakui, dia tetap pada pendiriannya jika Sinta berkhianat, selingkuh dan mengandung anak orang lain. Sekalipun Sinta bersumpah dia tidak pernah percaya, bahkan rasa benci semakin besar. Hanz mulai kacau bermain banyak wanita, tidak bisa dikendalikan, kemarahan Hanz tidak bisa terbendung, saat lelaki bejat akan segera naik tahta.


Hanz membunuh Raja tanpa belas kasihan, matanya sudah gelap tidak punya hati lagi, pembunuhan raja disaksikan oleh Mariam, dia satu-satunya orang yang mengetahuinya selain ibu suri.

__ADS_1


Hanz cukup kehilangan istrinya, tidak akan pernah kehilangan kerajaannya, juga kejayaannya. Di mata Hanz wanita tidak ada setia, semuanya hanya menginginkan hidup enak.


Kehadiran Mariam dan Athala juga sama, datang hanya untuk harta, tidak ada yang datang kepadanya dengan cinta, semuanya hanya memanfaatkannya, bahkan ibunya sendiri selalu menentangnya.


Ancaman Mariam akan menyebarkan rekaman pembunuh Raja sebelumnya, sudah dipastikan akan membuat heboh satu negara.


Dengan terpaksa Hanz menikahi Mariam, menjadikan Ratu yang akan mendampinginya, tapi jangan harap dia akan menerima Atha, anak yang tidak tahu asal-usulnya.


"Sinta maafkan kekejaman Hanz, dia berubah menjadi orang jahat karena kesalahan ibu, seharusnya dari awal tidak menentang hubungan kamu dan paman Hanz. Kamu terpaksa menikah dengan Hanz, bahkan anak kamu juga tidak mendapatkan pengakuan."


"Ibu, Hanz sudah tahu jika Anna bukan putrinya."


"Dia putri Hanz."


Tawa Mariam terdengar, ibu suri belum berubah dia masih memaksa mempertahankan keinginan. Hanz hancur hidupnya karena mendapatkan pengkhianatan, tapi juga kehilangan hasrat.


Mariam pergi meninggalkan ibu suri, langsung melangkah keluar mencari kuncinya, tapi sudah hilang. Seluruh isi kamar dibongkar habis-habisan.


***


Steven diam melihat kunci di tangannya, rahasia soal kerajaan akan ada ditangannya, bahkan raja sekalipun tidak akan berani menantangnya.


Sebuah kotak berukuran sedang juga ada di atas mejanya, Stev menghubungi teman-temannya yang sekarang sudah menuju pulang. Raja sudah mengetahui keberadaan mereka, tidak ingin mengambil resiko masuk penjara kerajaan yang akan membuat keadaan semakin kacau.


Steven melihat kartu namanya sebagai seorang pengacara, untuk sementara Stev harus meninggalkan tugas negaranya, dia ingin menjadi sosok orang lain, pekerjaan yang selama ini dia hindari, hanya mengawasinya saja, tanpa harus turun tangan.


Stev memiliki perusahaan terbesar di negaranya milik dari Stevie, perusahaan yang dimiliki kakaknya, Stev sudah lama mengambil alih.


Seluruh anak perusahaan digabungkan menjadi satu, sehingga Stev membangun perusahaan terbesar, mengendalikan ribuan karyawan.


"Tidak pernah aku sangka akan duduk di sini, tempat yang sangat tidak nyaman. Kak Stevie Steven kembali." Stev memutar kursi kerjanya menghirup udara segar.

__ADS_1


Panggilan video muncul, Stev mengabaikannya. Sekretaris Stev masuk, memberikan laporan terakhir soal keuangan.


Steven membaca semuanya, tersenyum melihat pria kepercayaan kakaknya, masih berdiri gagah disisi-nya sampai detik ini.


"Terima kasih paman Alex, sudah mengabdi di perusahaan, menjadi orang kepercayaan. Steven memiliki banyak hutang jasa kepada paman."


"Jangan sungkan tuan, sudah janji saya kepada ibu, saya akan mengabdi sampai tutup usia, juga melihat Tuan menjadi pria dewasa yang akhirnya kembali ke perusahaan. Selamat datang kembali di perusahaan."


Steven tersenyum meminta Paman Alex keluar, dia masih bersantai memainkan kunci ditangannya.


Steven perlahan membuka kotak, kunci terbuka, tapi Stev sedikit binggung cara membukanya, hanya ada satu orang yang mampu, si kecil jenius yang dingin.


Cepat Stev menghubungi Wildan, berbasa-basi sebentar, tapi Wildan langsung ke intinya menayangkan yang diinginkan Steven.


Ponsel diarahkan kepada brangkas kecil, Wildan menatap tajam, langsung tersenyum mematikan ponselnya, Stev terheran-heran melihat tingkah Wildan yang super menyebalkan.


Stev mengabaikan sebentar, langsung melanjutkan pekerjaannya soal perusahan. Memang tidak ada satupun orang yang tahu, jika Stev seorang pengusaha sukses.


Hampir dua jam berperang dengan berkas, Stev mengambil ponselnya. Ada pesan dari Wildan satu jam yang lalu.


Sebuah kode, langsung menekannya secara perlahan, senyum Stev terlihat karena langsung terbuka.


Stev melihat banyaknya foto, juga beberapa daftar yang tidak Stev mengerti, juga tes DNA Atha juga ada di dalam kotak.


Steven tidak menyangka dia seperti sedang beruntung, menjadi orang pertama yang mengetahui segalanya. Ratu Mariam tidak bisa melakukan apapun, seluruh buktinya sudah ada di tangan Steven.


Sudah saatnya Windy dan Steven berkunjung, bukan untuk dihakimi, tapi menghentikan orang-orang kejam, mengembalikan kesejahteraan rakyat, juga keadilan di kerajaan, harus ada pemimpin yang adil dan bijaksana setelah ini.


"Windy, aku akan melakukan segala cara agar kamu tidak tersentuh. Setelah semua ini berakhir baru kita bahagia."


***

__ADS_1


__ADS_2